Thailand

Juni 2010

MEMANDANG WAJAH BANGKOK DARI SUNGAI CHAO PHRAYA 

Sumber: http://edyraguapo.blogspot.com/  

Dimuat di Majalah SEKAR No. 34, Juni 2010

Sungai Chao Phraya yang bersih dan tenang

Chao Phraya artinya sungai raja (River of Kings). Sesuai dengan namanya, Sungai Chao Phraya merupakan sungai terpanjang dan terpenting di Thailand, dengan panjang sekitar 372 kilometer. Sungai ini melintasi 20 provinsi di Thailand dan bermuara di Teluk Thailand. Sungai Chao Phraya merupakan pertemuan dari lima sungai kecil : Sungai Pa Sak, Sakae Krang, Nan, Ping, dan Tha Chin di daerah Nakhon Sawan yang berada di wilayah utara Thailand. Di sepanjang sungai yang membelah Kota Bangkok ini banyak terdapat Kuil Budha (dalam Bahasa Thai disebut Wat) yang cantik dan megah. Menyusuri Sungai Chao Phraya merupakan agenda wajib bagi para turis yang berkunjung ke Bangkok. Dengan naik perahu (kapal kayu) menyusuri Sungai Chao Phraya, Anda akan mendapatkan pengalaman yang seru dan bisa melihat Bangkok dari sudut yang berbeda.

Wat Arun (Temple of Dawn) yang megah di tepi Sungai Chao Phraya

Saya pun tak mau melewatkan kesempatan menyusuri Sungai Chao Phraya ketika liburan ke Bangkok tahun 2008 yang lalu. Saya sudah menjelajahi Bangkok dengan berbagai sarana transportasi darat, baik bus kota, kereta bawah tanah (subway/MRT), maupun skytrain (saya kesulitan mencari padanannya dalam Bahasa Indonesia). Jadi, tinggal sarana transportasi air/sungai (perahu) yang belum saya coba di Bangkok. Kebetulan saya menginap di sebuah hostel di Silom Road, nggak jauh dari Lumpini Park, sehingga untuk bisa menyusuri Sungai Chao Phraya saya harus naik skytrain dari Stasiun Sala Daeng dan turun di Stasiun Saphan Taksin.

Dermaga apung (pier) di tepi Sungai Chao Phraya

Begitu sampai di Stasiun Saphan Taksin, Anda akan melihat banyak tour operator yang menawarkan paket tur menyusuri Sungai Chao Phraya. Berbagai paket tur menarik ditawarkan kepada para turis dilengkapi dengan foto-foto yang indah. Sayangnya, berbagai paket tur tersebut harganya relatif mahal (lebih dari THB 1000). Bagi Anda yang baru pertama kali berkunjung ke Bangkok harus hati-hati. Jangan mudah tergoda dengan berbagai tawaran paket tur tersebut. Berjalanlah keluar stasiun, ke arah Sungai Chao Phraya, dan sampailah Anda di Dermaga Sathorn (Sathorn Pier), titik awal untuk menjelajahi Sungai Chao Phraya.

Setiap hari banyak perahu yang menyusuri Sungai Chao Phraya

Ada dua pilihan yang menarik untuk menyusuri Sungai Chao Phraya. Pilihan pertama, bagi Anda yang nggak mau repot dan nggak mau ambil risiko salah naik perahu, Anda bisa ikut perahu khusus turis, dengan membeli tiket one day river pass seharga THB 150 per orang. Tiket ini berlaku untuk satu hari penuh. Anda bisa naik turun perahu di dermaga mana saja yang Anda suka, selama Anda masih memegang tiket. Jadi tiketnya simpan baik-baik ya, jangan sampai hilang! Kalau Anda tertarik mengikuti tur ini, Anda harus menyisihkan waktu sekitar 4 jam (pulang pergi). Sebaiknya Anda datang ke Sathorn Pier pagi hari sehingga Anda lebih leluasa menjelajahi Sungai Chao Phraya dan bisa mampir ke berbagai tempat wisata menarik di pinggir sungai. Perahu untuk turis cukup besar, bisa mengangkut sekitar 120 orang, dan ada pemandu berbahasa Inggris. Perahu ini akan menyusuri Sungai Chao Phraya dan berhenti di beberapa dermaga yang dekat dengan tempat-tempat wisata.

Rama VIII Bridge, salah satu jembatan di atas Sungai Chao Phraya

Pilihan kedua, naiklah perahu reguler (public boat) bersama dengan Warga Bangkok dan para turis lainnya. Perahu ini beroperasi setiap hari, dari jam 06.00 hingga 19.30 (Senin sampai Jumat) dan dari jam 06.00 sampai jam 18.40 (Sabtu, Minggu, dan hari libur). Tarif public boat ini yang cukup murah, dari THB 9 sampai THB 30, tergantung panjang rute yang ditempuh. Inilah pilihan yang saya ambil. Sebagai backpacker yang suka tantangan dan nggak suka diatur-atur (sekalian bisa ngirit) saya memilih naik public boat supaya bisa berbaur dengan penduduk lokal dan para turis. Perahu ini merupakan salah satu sarana transportasi pen tingdi Bangkok. Warga Bangkok yang bekerja (berkantor) di pinggir Sungai Chao Phraya dan nggak ingin terjebak macet di jalanan Kota Bangkok, lebih memilih naik perahu daripada naik bus ataupun angkutan darat lainnya. Dengan naik public boat ini, kita bisa melihat Warga Bangkok yang cantik-cantik dan modis-modis. Rute public boat ini ada beberapa jalur : merah, hijau, kuning dan orange. Pilihlah yang orange, karena jalur ini akan singgah di Grand Palace dan Wat Pho. Jangan sampai salah naik perahu! Soalnya, kalau salah Anda akan terbawa ke tempat lain. Di setiap perahu ada bendera yang berwarna sama dengan warna jalurnya. Namun, Anda bisa salah naik karena pengumuman selalu menggunakan Bahasa Thai, bukan Bahasa Inggris.

Bila Anda memilih naik public boat, Anda tidak perlu membeli tiket di dermaga. Di atas perahu, ada kondektur (sebagian besar perempuan) yang akan menarik ongkos kepada Anda, persis seperti kalau kita naik bus kota di Indonesia. Carilah tempat duduk di bagian pinggir supaya bisa melihat pemandangan indah di sepanjang sungai dan mudah mengabadikannya dengan kamera Anda. Jangan pilih duduk di bangku paling depan kalau Anda tidak ingin terciprat air. Bila sungai sedang berombak ataupun berpapasan dengan perahu lain, penumpang yang duduk di bangku paling depan biasanya akan terciprat air sungai yang keruh. Namun, bila Anda naik perahu pas jam sibuk (jam berangkat dan pulang kantor), biasanya perahu sangat ramai dan penuh sesak. Jangan harap Anda bisa memilih tempat duduk yang strategis. Sebaliknya, bisa saja Anda tidak kebagian tempat duduk dan harus berdiri berdesakan dengan penumpang lain. Jadi nikmati saja, berdiri berdesakan di atas perahu sambil menyaksikan pemandangan menarik di sepanjang Sungai Chao Phraya. Syukur kalau kita berdesakan dengan turis ataupun cewek Thailand yang cantik. Walaupun harus berdiri lama di atas perahu,nggak masalah kan?

Salah satu hotel berbintang (The Peninsula Hotel) di tepi Sungai Chao Phraya

Perjalanan menyusuri Sungai Chao Phraya sangat menyenangkan. Apalagi sungai ini cukup luas dan bersih. Air Sungai Chao Phraya memang berwarna coklat keruh, karena sungai ini membawa endapan lumpur. Namun, sungai ini sangat bersih. Tak terlihat satupun sampah di permukaan sungai. Kalaupun ada, hanya tanaman enceng gondok di bebarapa tempat. Soalnya ada peraturan yang menyatakan, “barangsiapa membuang sampah di sungai akan dikenakan denda THB 20.” Alhasil, Sungai Chao Phraya pun bersih dan nggak bau. Saya benar-benar salut dan iri pada pemerintah Thailand yang bisa menjaga sungainya tetap bersih sehingga bisa menjadi tujuan wisata. Kapan ya, sungai-sungai di Indonesia bisa bersih dan tidak bau seperti Sungai Chao Phraya? Padahal Indonesia memiliki banyak sungai besar yang nggak kalah indahnya dengan Sungai Chao Phraya.

Grand Palace yang megah dan nggak pernah sepi turis

Di sepanjang Sungai Chao Phraya Anda akan melihat berbagai pemandangan menarik, antara lain Grand Palace (Istana Raja Thailand), kuil-kuil Budha (Wat), hotel berbintang, pasar tradisional, dan beberapa jembatan yang cantik. Sebagai informasi, terdapat 15 dermaga (pier) di sepanjang Sungai Chao Phraya. Anda bisa turun di dermaga mana saja yang paling dekat dengan tempat tujuan Anda. Yang penting, jangan lupa membawa Peta Bangkok, agar Anda tidak nyasar ataupun salah turun dermaga. Di antara tempat-tempat menarik tersebut, yang menjadi favorit para turis ada 5 tempat yaitu : Wat Arun (Temple of Dawn), Wat Pho (Kompleks Kuil Budha dengan Patung Budha tidur yang sangat besar di dalamnya), Grand Palace, Wat Phra Kaew (satu kompleks dengan Grand Palace) dan The Royal Barges Museum. Kalau saya paling suka turun di Tha Tian Pier (dermaga N7) atau Tha Chang Pier (dermaga N8). Dari Sathorn Pier ke Tha Tian Pier atau Tha Chang Pier saya hanya perlu membayar THB 13 (sekitar Rp 3.700,00). Kedua dermaga tersebut paling dekat dengan Grand Palace Complex dan Wat Pho, tempat wisata paling terkenal di Bangkok, yang nggak pernah sepi turis. Dari Grand Palace ataupun Wat Pho, Anda bisa jalan kaki menuju tempat-tempat wisata lainnya yang nggak jauh dari kedua tempat tersebut. Ada Sanam Luang Park, National Museum, Phrasumain Fortress, Khao San Road (pusat backpacker di Bangkok), Wat Mahathat, dan Wat-Wat lainnya. Perlu Anda ketahui, untuk masuk ke berbagai tempat wisata tersebut, sebagian besar dipungut biaya. Namun, nggak mahal. Yang paling mahal adalah tiket masuk ke Grand Palace, THB 350. Untuk masuk ke Kuil Budha (Wat) sebagian besar gratis, kecuali Wat Pho (tiket masuknya THB 50).

Phrasumain Fortress

Bila sudah lelah berjalan, Anda bisa duduk-duduk di Sanam Luang Park sambil bermain-main dengan burung merpati yang banyak terdapat di sana. Kalau Anda ingin berfoto dengan dikerubutin banyak burung merpati, Anda tinggal beli sebungkus biji jagung dari para penjual yang ada di sana. Anda juga bisa membeli makanan dan minuman ringan dari pedagang asongan yang banyak berjualan di Sanam Luang Park.

Bermain-main dengan burung merpati di Sanam Luang Park

Untuk kembali ke hotel (setelah menjelajah Grand Palace, Wat Pho, dan Wat-Wat lainnya), Anda bisa memilih dermaga terdekat untuk naik perahu lagi sampai ke Sathorn Pier dan berjalan sampai Stasiun Saphan Taksin. Selanjutnya Anda tinggal naik sky train lagi menuju stasiun yang paling dekat dengan hotel Anda.

Dengan biaya yang murah meriah (tanpa ikut tur), Anda bisa menyusuri Sungai Chao Phraya dan menjelajahi tempat-tempat menarik di Bangkok. Anda bisa melihat wajah Bangkok yang berbeda di sepanjang Sungai Chao Phraya, bukan hanya jalanan Bangkok yang ramai dan macet. Jadi, bila Anda berkunjung ke Bangkok, jangan lupa untuk menyusuri Sungai Chao Phraya. Saya jamin, Anda akan mendapatkan pengalaman baru yang menakjubkan. (edyra)***

Mei 2011 

Keindahan Sungai Chao Phraya

Sumber: http://travel.okezone.com/ 10 Mei 2011 

Pasha Ernowo – Okezone

Sungai Chao Praya (foto: safaribumi.blogspot)

THAILAND memang menarik untuk dikunjungi. Salah satu daya tarik Negeri Gajah Putih adalah sungai Chao Phraya. Kawasan ini tak berbeda dengan menyusuri sungai sejenis di Pulau Kalimantan atau Sumatra.

Perkampungan di atas air atau kapal-kapal yang lalu lalang membawa penumpang juga bisa dijumpai di sungai-sungai di Tanah Air.

Yang sedikit membedakan adalah dermaga tempat menyimpan kapal-kapal milik Kerajaan Thailand ini yang masih terpelihara dengan baik.

Namun di tengah perjalanan, turis Indonesia dibuat sedikit terperangah. Terutama, ketika pemandu wisata meminta juru mudi menghentikan kapal di depan sebuah vihara. Inilah saatnya memberi makan ratusan ikan patin dengan roti tawar seharga 20 bath atau Rp5.000 per potong.

Warga Bangkok percaya memberi makan ikan sungai tersebut bisa membuang sial. Syukur-syukur bertemu dengan ikan patin putih. Warga bangkok yang mayoritas beragama Buddha memang pantang menangkap ikan yang berkumpul di depan tempat ibadah. Konon, si pelanggar akan tertimpa musibah.

Itulah sebabnya, ratusan ikan patin bisa hidup di Sungai Chao Phraya dengan damai, tanpa ada yang mengganggu. Bayangkan kalau ratusan ikan patin ini hidup di sungai di Indonesia, pasti sudah habis dijaring atau dipancing.

Puas memberi makan ikan patin, pelancong bisa melanjutkan perjalanan ke Wat Arun, sebuah kuil terindah di Thailand yang dindingnya berhias kaca warna warni dan keramik dari Cina. Kuil eksotis setinggi 67 meter ini dibangun 170 tahun lampau oleh Raja Prak Nang Klao atau Rama II.

Syahdan, saat perjalanan dari Negeri Tiongkok, kapal pengangkut kaca dan keramik dihantam badai sehingga banyak keramik yang pecah. Namun, Raja Rama II meminta keramik yang pecah tetap dipasang di Kuil Wat Arun. Ternyata, keramik pecah itu membuat bangunan bersejarah tersebut tampak semakin indah dan elegan.

Di Kuil Wat Arun, para turis bisa berburu aneka cendera mata dengan harga murah. Sebagai contoh kaos dengan kualitas baik sebanyak 14 potong hanya 1.000 bath atau sekitar Rp300 ribu. (uky)

Menyusuri Sungai Chao Phraya

Lusia Kus Anna | I Made Asdhiana

Sumber: http://travel.kompas.com/24 Mei 2011 

KOMPAS.com — Selain kemegahan kota dan candi-candinya yang agung, Bangkok juga terkenal akan sungainya yang legendaris, Sungai Chao Phraya. Sungai ini menjadi sarana transportasi yang vital sejak kota Bangkok didirikan tahun 1782.

Sungai Chao Phraya merupakan pertemuan empat sungai kecil, Ping, Wang, Yom, dan Nan, di daerah Nakhon Sawan yang berada di wilayah utara Thailand. Panjang Sungai Chao Phraya diperkirakan mencapai 300 kilometer hingga bermuara di Teluk Thailand. Sepintas sungai ini mirip dengan Sungai Musi di Kalimantan.

Sungai Chao Phraya berfungsi mulai dari untuk irigasi, pasar terapung, hingga tulang punggung transportasi penduduk di sekitar melalui kanal-kanal yang ada. Kanal-kanal tersebut terhubung hingga ke kampung-kampung hingga suatu waktu kota ini dijuluki sebagai Venesia di Timur.

Dari pusat kota, Anda bisa mencapai Sungai Chao Phraya dengan kereta dalam kota seperti monorel yang dikelola oleh Bangkok Transit System (BTS). Tiketnya seharga 20 bath (1 bath sekitar Rp 300). Dalam waktu singkat, Anda bisa mencapai dermaga sungai.

Bila menginap di kawasan backpacker, Khao San Road, Anda cukup berjalan kaki sekitar 30 menit menuju tepi sungai melewati taman kota dan juga istana raja, The Grand Palace, yang memang berdiri megah di pinggir sungai.

Atau Anda bisa mengagendakan berlayar di Sungai Chao Phraya setelah mengunjungi Kuil Wat Pho atau Temple of Sleeping Buddha yang terletak di samping The Grand Palace. Di dalam kuil ini terdapat patung Buddha bersepuh emas berukuran raksasa sepanjang 46 meter dan tinggi 15 meter.

Ketika berkunjung ke Bangkok, akhir Mei lalu, saya memilih menyusuri Sungai Chao Phraya dengan tourist boat, semacam bus air yang bisa menampung puluhan penumpang. Namun, ada berbagai pilihan kapal, mulai dari perahu berukuran kecil, sedang, hingga kapal cruise yang ber-AC untuk wisatawan berduit.

Di siang hari kita bisa menikmati berbagai hal dari atas perahu karena berbagai obyek wisata menarik terletak di pinggiran Sungai Chao Phraya yang memang membelah kota Bangkok ini. Walaupun airnya berwarna kecoklatan, sungainya relatif bersih dari sampah.

Deretan hotel bintang lima, seperti JW Marriott, Shangri-La, Royal Orchid Sheraton, atau Mandarin Oriental, berada di sekitar sungai. Belum lagi berbagai gedung kampus, gedung teater, dan museum nasional.

Para pelancong juga bisa memilih paket pelayaran untuk bisa mampir sejenak di Kuil Wat Arun yang terkenal itu. Kuil yang memiliki pagoda dengan tinggi sekitar 80 meter ini sangat cantik dilihat pada saat matahari akan terbenam.

Ada berbagai jenis paket pelayaran yang ditawarkan. Ada yang beberapa jam, ada pula yang sampai setengah hari dengan harga bervariasi 20-150 bath. Bila mengambil paket, Anda akan dibawa mengunjungi beberapa obyek wisata menarik.

Sungai Chao Phraya juga bisa dinikmati pada malam hari. Bahkan, Anda bisa merasakan kemewahan makan malam all you can eat alias prasmanan di atas sungai dengan merogoh kocek sekitar 1.300 bath.

Pada malam hari, pemandangan yang tersaji tentu lebih indah lagi karena temaram cahaya lampu yang terpantul di sungai menimbulkan perasaan romantis.

 September 2011

Sungai Chao Phraya

Sumber:http://thailand.panduanwisata.com/  23 September  2011

Sungai yang sangat terkenal di Bangkok maupun Thailand ini, mampu menggambarkan keseluruhan kehidupan Bangkok. Di tepiannya, terlihat bangunan-bangunan moderen ala Eropa abad ke-19, namun di sisi lain terdapat sampan kayu tempat orang berjualan makanan-makanan keil bagi Para Pekerja sungai.

Raja Taksin melihat potensi sungai ini sebagai lokasi yang subur dan memiliki banyak sumber daya perairan. Sehingga pada saat setelah jatuhnya Ayutthaya ke tangan tentara Burma, Raja itu menempatkan ibu kota di sebelah pesisir barat sungai ini, yaitu lokasi yang dikenal dengan ‘Thonburi’.

Kemudian Raja Rama I, pada tahun 1782, juga melihat wilayah ini penuh kemakmuran, akhirnya membangun Bangkok moderen seperti sekarang ini, dan tentu saja berpusat di sekitar Sungai Chao Phraya. Hingga kini, sedikitnya 50.000 orang menggunakan fasilitas ferry setiap harinya disini. Dijuluki ‘Raja Sungai’, Chao Phraya telah berhasil menjadi kekayaan sejarah.

Banyak lokasi wisata yang bisa dikunjungi melalui sungai ini. Diantaranya adalah Grand Palace, Wat Pho, Jembatan Raja Rama VIII, dan lain sebagainya.

Kapal dan Ferry

Chao Phraya Express sebagai perusahaan resmi pengelola transportasi air di sungai ini, telah mengoperasikan 5 jenis kapal publik. Masing-masing diklasifikasikan dengan warna, yaitu biru, oranye, kuning, merah, dan hijau. Warna ini bisa dilihat di bendera yang ada di bagian buritan kapal. Pada saat jam kerja, kapal-kapal ini berhenti di 34 dermaga. Hanya kapal dengan bendera oranye yang beroperasi terus menerus dengan harga sekitar 15 baht per penumpang. Sedang kapal dengan bendera lain beroperasi hanya pada pukul 06.00 kemudian dilanjutkan pada pukul 16.00 saja.

Kapal Ferry beroperasi sepanjang hari dan berhenti di hampir semua dermaga. Biaya yang dikeluarkan penumpang hanya 3,5 baht saja untuk dapat menaiki kapal ini. Kapal publik seperti ini berjalan sekitar 15 hingga 20 menit sekali.

Untuk turis, ada kapal lain yang disediakan. Kapal ini berjalan setiap 30 menit sekali. Menumpangi kapal ini, akan memberikan pengalaman yang berbeda dan mengasyikkan. Tidak hanya itu, untuk turis juga disediakan kapal pesiar dengan kapal berekor panjang, lengkap dengan makan malamnya, untuk kesan yang berharga berkunjung ke Bangkok.

Panduan  Dermaga Sungai Chao Phraya

by  Nikita on October 12, 2011

Sumber: http://thailand.panduanwisata.com/

Sungai yang sangat terkenal di Bangkok maupun Thailand ini, mampu menggambarkan keseluruhan kehidupan Bangkok. Di tepiannya, terlihat bangunan-bangunan moderen ala Eropa abad ke-19, namun di sisi lain terdapat sampan kayu tempat orang berjualan makanan-makanan keil bagi Para Pekerja sungai. Total panjang sungai ini mencapai 21 km.

Berikut ulasan dermaga pemberhentian Chao Phraya Express Boat (1) ke tempat lokasi wisata :

Nonthanburi (N30)

Nonthanburi merupakan salah satu provinsi di Thailand yang memiliki keunikan tersendiri. Jika menggunakan Chao Phraya Express Boat, pengunjung bisa melihat berbagai bangunan Eropa abad ke-20 selama perjalanan menuju ke dermaga ini.

Lokasi wisata yang bisa dikunjungi dan dekat dengan dermaga ini adalah Clothing Market, Clock Tower, dan Koh Kret, yaitu pulau terdekat yang memberikan kesejukan mata karena keindahan panoramanya.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : kuning, oranye, hijau-kuning, biru, dan lokal.

Thewet (N15)

Banyak hal yang bisa dilakukan dari dermaga ini, misalnya menyaksikan orang memberi makan ikan atau bahkan memberi makan ikan itu sendiri. Di tepiannya, terdapat restaurant yang menghadap ke sungai, tempat yang sangat cocok untuk menghabiskan siang atau malam hari. Setiap harinya, tidak jauh dari kanal yaitu sekitar 100 meter, pengunjung bisa mampir sejenak di pasar basah yang menjual berbagai macam kebutuhan.

Tidak hanya itu, dermaga Thewet merupakan tempat untuk tiba di distrik Dusit. Dari sini, pengunjung bisa berjalan-jalan di Wat Benchamabophit, Dusit Zoo, Vimanmek Mansion, serta Ananta Samakhom Throne Hall

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : oranye, hijau-kuning, kuning, dan lokal.

King Rama VIII Bridge (N14)

Jika berhenti di dermaga ini, pengunjung bisa mengunjung Museum of Thailand, Manuju Samsen Road dimana live music biasa digelar untuk menghibur para pengunjung, serta dapat juga mengunjungi sebuah restoran yang langsung menghadap ke arah sungai tempat jembatan terletak, yaitu Kin Lom Chom Saphan.

Tentu saja, sesuai dengan namanya, jika menaiki Chao Pharaya Express Boat, maka penumpang bisa melihat lebih dekat bagaimana arsitektur Jembatan Raja Rama VIII ini dari perspektif yang berberda.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : lokal.

Phra Arthit (N13)

Berhenti di dermaga ini berarti pengunjung memiliki kesempatan untuk berjalan-jalan di Phra Arthit Road, tempat berbagai boutique dan cafe. Lokasi yang juga tidak jauh dari Khao San Road ini, juga memiliki Wat Chana Songkhram, benteng Phra Sumen, Santiphap Park, dan National Museum Gallery sebagai lokasi wisata.

Jika menaiki kapal menuju wilayah ini, maka di sepanjang perjalanan pengunjung akan melihat berbagai bangunan dengan arsitektur khas masa Raja Rama V. berbagai restoran kecil khas India, serta toko-toko souvenir dan cafe.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : lokal, oranye, dan turis

Phra Pin Klao Bridge (N12)

Untuk melihat Royal Barges Museum, maka yang perlu dilakukan adalah menaiki kapal Chao Phraya Express Boat dan berhenti di dermaga Phra Pin Klao Bridge. Di Royal Barges museum, pengunjung bisa menyaksikan berbagai perahu yang sejak jaman dulu hingga kini digunakan dalam berbagai festival air di Thailand, khusunya di Bangkok.

Tidak hanya itu, jika ingin berjalan-jalan darat di area Bangkok Selatan, maka pengunjung perlu menaiki bus. Terminal bus untuk area bangkok selatan ini hanya bisa ditempuh melalui dermaga ini pula.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : lokal, oranye, kuning, hijau-kuning, dan biru.

Wang Lang (N10)

Tempat berbelanja paling murah hanya bisa ditemui melalui dermaga Wang Lang. Tak jauh dari sini, terdapat pusat perbelanjaan tradisional yang menjual pakaian, tas, dan sepatu dengan harga yang sangat murah.

Tidak hanya itu, lokasi dermaga ini juga bisa mempermudah pengunjung mencapai Forensic Museum di Sirijaj Hospital, Wat Rakhang Khositaram (kuil yang terkenal akan lima buah belnya), serta Patravadi Theatre yaitu pertunjukan tepi pantai moderen yang kental akan aksi seni.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : turis, lokal, oranye, kuning, hijau-kuning, dan biru.

Kiak Kai (N21)

Dermaga ini merupakan akses ke banyak kuil-kuil yang penuh dengan sejarah dan kental dengan aktivitas religi di Bangkok. Selain itu, salah satu daya tarik utama dermaga ini adalah Krung Thon Bridge. Dari sungai Chao Phraya pengunjung bisa melihat sisi lain jembatan itu dari perspektif yang berbeda. Dalam perjalanan menuju ke dermaga, penumpang akan melihat berbagai hotel di tepian sungai.

Begitu turun ke dermaga, dan menaiki taksi ke Soi Ari, maka pengunjung akan mendapatkan jalanan yang penuh dengan anak muda perkotaan, yang di samping-sampingnya menjual barang fashion terkini.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : lokal dan oranye.

Maharaj

Dermaga ini adalah satu-satunya akses yang paling dekat menuju Grand Palace. Sebagai istana yang wajib dikunjungi turis karena kemegahannya ini, tak pelak membuat dermaga ini cukup penuh pada hari-hari libur, dan dikhususkan bagi para turis saja.

Tentu saja, alasan dermaga ini dijadikan dermaga khusus bagi turis ini bukan hanya Grand Palace. Namun, berbagai kuil terkenal pun berlokasi dekat dengan dermaga ini, yaitu Wat Phra Kaew dan Wat Mahathat. Selain itu, National Museum dan Sanam Luang juga menjadi tujuan wisata para penumpang yang turun di dermaga ini.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : turis.

Tha Chang (N9)

Tha Chang merupakan dermaga dengan akses ke Grand Palace, selain dermaga Maharaj. Dari sini juga merupakan akses menuju ke beberapa kuil Budha, diantaranya adalah Wat Phra Kaew dan Wat Mahathat. Obyek wisata lain yang bisa dikunjungi dan berlokasi tak jauh dari sini adalah National Museum dan Taman Sanam Luang di kota Bangkok.

Sebenarnya, letak dermaga ini hampir berdekatan dengan dermaga Maharaj. Namun, berbeda dengan dermaga Maharaj, dermaga ini bisa digunakan oleh orang lokal. Ketika menyusuri sungai menjuju dermaga Tha Chang, penumpang akan disguhi pemandangan toko-toko dan rumah khas era Raja Rama V.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : lokal dan oranye.

Tha Tien (N8)

Curtesy of itravelnet.com

Dermaga yang satu ini mempermudah akses pengunjung menuju ke beberapa kuil terkenal yang berada di Bangkok, diantaranya adalah Temple of Dawn, Wat Arun, dan Wat Pho Temple of the Reclining Buddha. Naun, tidak hanya untuk turis, perahu ini juga bisa dimanfaatkan oleh warga lokal.

Sepanjang perjalanan, penumpang bisa melihat toko-toko yang menjual makanan kering berjejer di sepanjang tepi sungai. Kebanyakan rumah toko disini masih mengusung arsitek pada masa pemerintahan Raja Rama V. Disini, terdapat pula beberapa restauran yang menghadap ke arah Wat Arun.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : turis, lokal dan oranye.

Rajinee (N7)

Courtesy of th.soidb.com

Courtesy of th.soidb.com

Tak jauh dari sini, terdapat Wat Pho dan pasar buah serta pasar bunga yang selalu buka 24 jam setiap hari. Tidak hanya itu, dermaga ini merupakan akses ke Museum of Siam dan Gereja Santa Cruz.

Dermaga yang lokasinya bersebelahan dengan dermaga Tha Thien ini, juga bisa dijadikan tempat persinggahan sebelum akhirnya berangkat ke Wat Arun menggunakan taksi atau bus. Dalam perjalanan, penumpang akan banyak melihat bangunan-bangunan, cafe, dan hotel.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : lokal

Memorial Bridge/Saphan Phut (N6)

Dermaga Memorial Bridge merupakan pemberhentian yang tepat jika ingin mengunjungi Saphan Phut Night Market dan King Rama I Monument. Tidak hanya itu, sekitar jarak 10 menit dari dermaga, terdapat Pak Khlong Talad, yang menjual berbagai bunga dan buah selama 24 jam non-stop setiap hari.

Little India di pahurat, yang di dalamnya terdapat sebuah kuil Sikh, juga mudah dijangkau bila melewati dermaga ini. Bagi pengunjung yang suka berbelanja, lokasi ini tidak jauh dari Sampeng Lane, tempat berbagai barang dijual secara murah.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : turis, lokal, dan oranye

Rachawongs (N5)

Salah satu daya tarik lokasi wisata jika berhenti di Dermaga Rachawongs adalah Chinatown, yaitu lokasi pemukiman dan toko-toko yang mirip sekali dengan suasana di China karena memang dipenuhi oleh keturunan asli China. Tidak hanya itu, Wat Mangkon Kamalawat sebagai kuil budha di bangkok juga menjadi salah satu pilihan tujuan wisata.

Jika turun dari dermaga dan berjalan terus menuju ke Ratchawong Road, maka akan sampai di Sampeng Lane yang menjual pakaian, aksesoris, dan berbagai peralatan rumah tangga dengan harga yang terjangkau.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : turis, lokal, oranye, kuning, hijau-kuning.

Si Phaya (N3)

Dermaga Si Phaya merupakan rute sungai Chao Phraya yang penuh dengan bangunan-bangunan moderen nan mewah di tepian sungai, misalnya Hotel Royal Orchid Sheraton dan beberapa pusat perbelanjaan yang cukup moderen bisa tampak dari arah perahu.

Tidak hanya itu, Charoen Krung Road dan Bangkok Folk museum, yang menampilkan bentuk rumah Bangkok jaman dahulu lengkap dengan isinya, juga bisa dicapai melalui dermaga ini.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : turis, lokal, oranye, kuning, hijau-kuning.

Oriental (N1)

Dari dermaga ini, penumpang bisa dengan mudah menuju ke Kedutaan Besar Perancis dan Mandarin Oriental Hotel yang terkenal. Tidak jauh dari hotel itu, di sebuah gang kecil, terdapat Haroon Mosque yang menyimpan berbagai ukiran jepara khas tanah Jawa, Indonesia, yang ada di Thailand.

Ketika menaiki perahu Chao Phraya Express, pengunjung akan melihat berbagai bangunan dengan arsitektur khas jaman kolonial, dan kebanyakan dari bangunan itu memiliki dinding yang dominan dengan warna putih.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : turis, lokal, dan oranye.

Sathorn (Dermaga Utama)

Sebagai dermaga utama di sungai Chao Phraya, Sathorn menjadi akses termudah menuju ke BTS Station, Sathorn Road, dan Siloam Road. Kedua jalan tersebut merupakan jalan utama yang ada di Bangkok, yang biasa digunakan warga lokal maupun turis karena terletak di pusat kota Bangkok.

Dalam perjalanan menuju dan dari dermaga ini, penumpang bisa melihat berbagai hotel mewah dan moderen di pusat kota, misalnya Shangri-La Bangkok, Millenium Hilton Bangkok, serta Bangkok Marriott Resort & Spa.

Jenis Kapal Chao Phraya yang tersedia untuk rute ini : turis, lokal, oranye, kuning, hijau-kuning, dan biru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: