2009: Kampanye Kali Bersih I

Warga Jakarta Mau Bersih-bersih Ciliwung Loh…

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/ 16 Juni 2009 

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Daerah DKI Jakarta melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) akan mengadakan Kampanye Kali Bersih. Acara bertema “Stop Nyampah di Kali, Jadikan Ciliwung Bersih Tanpa Sampah” ini akan berlangsung pada 21 Juni 2009 jam 06.00-12.00.

“Ada 2 bentuk kampanye yang akan kita lakukan, di sungai dan di bantaran kali,” kata Kepala Bidang Penegakan Hukum BPLHD Ridwan Panjaitan saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kampanye Kali Bersih di Jakarta, Selasa (16/6).

Bentuk kampanye pertama, katanya, adalah kerja bakti bersih-bersih sampah di kali melalui lomba perahu rakit, arung sungai dengan membawa spanduk, dan berorasi sesuai dengan tema kampanye. Sedangkan bentuk kampanye kedua di bantaran sungai, meliputi pemasangan tanda larangan/sanksi membuang sampah di kali pada 7 titik lokasi, kerja bakti pemilahan sampah, sosialisasi program kampung ramah lingkungan, penyebaran informasi kualitas air sungai, pembuatan lubang resapan biopori, dan bazar produk daur ulang.

Menurut Ridwan, lokasi kampanye meliputi areal sepanjang 10 kilometer, mulai dari Jembatan Kelapa Dua Depok sampai Jembatan Tanjung Barat. Para warga di kawasan tersebut akan terlibat langsung, yaitu warga RW 1 dan 2 Kelurahan Srengseng Sawah; RW 2, 3, 4, 7, 8, 9, dan 10 Kelurahan Lenteng Agung; dan RW 1, 3, dan 5 Kelurahan Tanjung Barat.

“Melalui kampanye ini kita ingin meningkatkan kesadaran segenap lapisan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, dan atau bantaran sungai, serta mencermati sungai,” tuturnya. Selain itu, tambah Ridwan, kampanye ini hendak mengajak warga memilah dan mengolah sampahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, menata bantaran sungainya sebagai bagian dari halaman depan rumahnya, dan menjadikan Sungai Ciliwung sebagai sarana kegiatan ekowisata.

Menurut rencana, kampanye ini akan dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Danjen Kopassus, wakil dari Departemen Lingkungan Hidup, Wali Kota Jakarta Selatan, dan Wali Kota Jakarta Timur.

DKI Kampanyekan Kali Bersih Ciliwung

Sumber:  http://www.beritajakarta.com/ 19 Juni 2009

BERITAJAKARTA.COM — 19-06-2009 13:22
Sejak lama Kali Ciliwung menjadi denyut nadi warga Jakarta. Sayangnya, minimnya kesadaran masyarakat membuat Kali Ciliwung menjadi tempat sampah terpanjang di dunia. Makanya sebelum kondisi Kali Ciliwung menjadi parah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkampanyekan Kali Bersih Ciliwung 2009 dan sosialisasi kampung ramah lingkungan menyambut HUT ke-482 DKI Jakarta. Sebagai langkah awal, akan ditutup tujuh lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di bantaran Kali Ciliwung.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan BPLHD DKI Ridwan Panjaitan menerangkan, Kampanye Kali Bersih dan sosialisasi program kampung ramah lingkungan diselenggarakan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup 2009 dan HUT Kota Jakarta. Pusat kegiatan digelar di RT 06/RW 09, Jl Camat Gabun II, Kelurahan Lentengagung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. “Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah DKI bersama dengan segenap masyarakat untuk menangani masalah pembuangan sampah yang ada di kali dan bantaran kali,” kata Ridwan Panjaitan di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, Jumat (19/6).

Tujuan pelaksanaan kampanye kali bersih Ciliwung, menurutnya, untuk meningkatkan kepedulian masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan bantaran sungai. Masyarakat dapat memilah dan mengolah sampahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dan dapat menata bantaran sungai sebagai bagian dari halaman depan rumah serta menjadikan Kali Ciliwung sebagai sarana kegiatan ekowisata.

Dijelaskannya, selama ini di sekitar kawasan kali Ciliwung sudah mulai tumbuh kemauan masyarakat untuk mengolah sampah, pemilahan sampah, dan pembuatan kampung ramah lingkungan. Tetapi pelaksanaannya belum optimal sehingga perlu dukungan dari semua pihak. “Tanpa ada peran serta masyarakat mustahil dapat menangani pembersihan Kali Ciliwung dengan baik,” ujarnya. Langkah ini diharapkan BPLHD DKI bisa menjadikan daerah sepanjang 10 kilometer berkembang menjadi kawasan ekowisata.

Lokasi pelaksanaan kampanye di atas air kali dalam bentuk aksi bersih-bersih sampah di kali bersama warga ada di tiga titik yaitu dari Jembatan Kelapa Dua Depok/Srengseng Sawah, Lenteng Agung dan Jembatan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Selain itu, ada lomba perahu rakit, berorasi dengan membawa spanduk dengan tema “Stop Nyampah di Kali”. Kampanye di darat akan dilakukan dengan pemasangan tanda larangan dan sanksi membuang sampah di kali sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 8 Tahun 2008 tentang Ketertiban Umum.

Di papan tertulis sanksi bagi warga yang membuang sampah di kali akan dikenakan sanksi pidana kurungan 10-60 hari dan pidana denda Rp 100 ribu-Rp 20 juta. Juga dilakukan kerja bakti pemilahan sampah di bantaran kali, sosialisasi program Kampung Ramah Lingkungan, penyebarluasan informasi kualitas air sungai dan pembuatan lubang resapan biopori.

7 Lokasi TPS Ilegal Ditutup

Berdasarkan hasil survei BPLHD di lapangan pada lokasi kampanye sepanjang 10 kilometer, ditemukan adanya tujuh titik tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal. Ketujuh titik itu ada di kawasan Cawang, Ganuk, Condet, Rawajati, Bidaracina, Kampungmelayu, dan Srengseng sawah. “Di tujuh kawasan tersebut masih terdapat penumpukan sampah di bantaran kali,” kata Ridwan Panjaitan.

Adanya tempat pembuangan sampah ilegal dikarenakan warga setempat merasa kesulitan untuk tidak membuang sampah di bantaran kali atau di kali. Sebab akses untuk mengangkut sampah oleh Dinas Kebersihan sulit dicapai. Oleh karena itu, lanjutnya, BPLHD DKI akan menutup lokasi tempat pembuangan sampah ilegal tersebut dengan melakukan program Kampung Ramah Lingkungan.

Salah satu proyek percontohan di satu titik lokasi tempat adanya penumpukan sampah yaitu di RW 08, Kelurahan Lentengagung, Jakarta Selatan. Dalam acara itu juga ada penyerahan sumbangan dari beberapa pengusaha sebanyak 11 gerobak sampah, 50 tong sampah, dan hadiah kepada yang terbanyak mengumpulkan sampah.

Sementara itu, BPLHD DKI selama ini melakukan pemantauan di enam titik sepanjang Kali Ciliwung yaitu Kelapa Dua, Condet, Manggarai, Kwitang, Marina, dan Pantai Indah Kapuk. Dari hasil pemantauan di tahun 2008, kawasan Kelapa Dua dan Condet termasuk dalam kategori cemar sedang dan empat lainnya masuk kategori cemar berat.

Kampanye Kali Bersih Ciliwung

Kampanye ini akan digelar pada 21 Juni 2009 di Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

Sumber: http://wap.vivanews.com/ 19 Juni 2009

VIVAnews – Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI mengadakan Kampanye Kali Bersih Ciliwung 2009 dan Sosialisasi Kampung Ramah Lingkungan. Kampanye ini akan digelar pada 21 Juni 2009 di Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan BPLHD DKI Ridwan Panjaitan menerangkan Kampanye Kali Bersih dan sosialisasi program kampung ramah lingkungan diselenggarakan untuk memperingahti Hari Lingkungan Hidup 2009 dan HUT Kota Jakarta.
Pusat sekaligus dalam rangka menyambut HUT DKI ke 482. ” Kegiatan digelar di RT 06/RW 09, Jl Camat Gabun II, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan,” kata Ridwan, Jumat 19 Juni 2009.

Ridwan mengatakan, kampanye ini merupakan salah satu upaya pemerintah DKI bersama masyarakat untuk menangani masalah pembuangan sampah yang ada di kali dan bantaran kali. “Tujuan kegiatan ini juga untuk meningkatkan kepedulian masyarakat agartidak buang sampah ke sungai,” katanya.

Ia berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan, bahkan mampu mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan dapat menata bantaran sungai sebagai bagian dari halaman serta menjadikan Kali Ciliwung sebagai sarana kegiatan ekowisata.

“Saat ini pelaksanaannya belum optimal sehingga perlu dukungan dari semua pihak. Tanpa ada peran serta masyarakat mustahil dapat menangani pembersihan kali Ciliwung dengan baik,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan kampanye ini BPLHD DKI berharap nantinya bisa menjadikan daerah sepanjang 10 kilometer berkembang menjadi ekowisata dapat terwujud.

Pemprov DKI Kampanyekan Kali Bersih Ciliwung

Sumber:   Juni 2009

Jakarta, Pelita
Sejak lama Kali Ciliwung menjadi denyut nadi warga Jakarta, namun minimnya kesadaran masyarakat membuat Kali Ciliwung menjadi tempat sampah terpanjang di dunia.

Makanya sebelum kondisi Kali Ciliwung menjadi parah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengkampanyekan Kali Bersih Ciliwung 2009 dan sosialisasi kampung ramah lingkungan menyambut HUT ke-482 DKI Jakarta.

Sebagai langkah awal, akan ditutup tujuh lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di bantaran Kali Ciliwung.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Lingkungan BPLHD DKI, Ridwan Panjaitan, mengatakan Kampanye Kali Bersih dan sosialisasi program kampung ramah lingkungan diselenggarakan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup 2009 dan HUT Kota Jakarta. Pusat kegiatan digelar di RT 06/RW 09 Jalan Camat Gabun II, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah DKI bersama dengan segenap masyarakat untuk menangani masalah pembuangan sampah yang ada di kali dan bantaran kali, kata Ridwan Panjaitan di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, Jumat (19/6).

Tujuan pelaksanaan kampanye kali bersih Ciliwung, menurutnya, untuk meningkatkan kepedulian masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai dan bantaran sungai.

Masyarakat dapat memilah dan mengolah sampahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dan dapat menata bantaran sungai sebagai bagian dari halaman depan rumah serta menjadikan Kali Ciliwung sebagai sarana kegiatan ekowisata.

Dijelaskannya, selama ini di sekitar kawasan kali Ciliwung sudah mulai tumbuh kemauan masyarakat untuk mengolah sampah, pemilahan sampah, dan pembuatan kampung ramah lingkungan. Tetapi pelaksanaannya belum optimal sehingga perlu dukungan dari semua pihak.

Tanpa ada peran serta masyarakat mustahil dapat menangani pembersihan Kali Ciliwung dengan baik, ujarnya. Langkah ini diharapkan BPLHD DKI bisa menjadikan daerah sepanjang 10 kilometer berkembang menjadi kawasan ekowisata.

Lokasi pelaksanaan kampanye di atas air kali dalam bentuk aksi bersih-bersih sampah di kali bersama warga ada di tiga titik yaitu dari Jembatan Kelapa Dua Depok/Srengseng Sawah, Lenteng Agung dan Jembatan Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Selain itu, ada lomba perahu rakit, berorasi dengan membawa spanduk dengan tema Stop Nyampah di Kali. Kampanye di darat akan dilakukan dengan pemasangan tanda larangan dan sanksi membuang sampah di kali sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No.8 Tahun 2008 tentang Ketertiban Umum.

Di papan tertulis sanksi bagi warga yang membuang sampah di kali akan dikenakan sanksi pidana kurungan 10-60 hari dan pidana denda Rp100.000-Rp20 juta.

Selain itu, dilakukan kerja bakti pemilahan sampah di bantaran kali, sosialisasi program Kampung Ramah Lingkungan, penyebarluasan informasi kualitas air sungai dan pembuatan lubang resapan biopori.(naz)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: