2009: Kampanye Kali Bersih II

Stop “Nyampah” di Kali Jilid II

Sumber: http://regional.kompas.com/ 17 November 2009 

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pengelola Lingkungan Hidup untuk kedua kalinya akan menyelenggarakan Kampanye Kali Bersih Ciliwung 2009 dan Sosialisasi Kampung Ramah Lingkungan. Acara yang bertajuk “Stop Nyampah di Kali Jilid II” ini akan dilakukan pada 21 November 2009 di Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

“Kegiatan akan digelar di RT06/ RW09, Kecamatan Gabun II, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa,” ujar Kepala Bidang Penegak Hukum Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta Ridwan Panjaitan seusai Rapat Koordinasi Kampanye Kali Bersih Ciliwung, di Kantor BPLHD, Jakarta, Selasa (17/11).

Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya Pemda DKI Jakarta dan masyarakat untuk menangani masalah pembuangan sampah di kali dan bantaran kali. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat agar turut menjaga kebersihan kali.

Dengan begitu, menurut dia, masyarakat juga mampu mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan menata bantaran sungai sebagai bagian dari halaman serta menjadikan Ciliwung sebagai sarana ekowisata.

Kegiatan tersebut rencananya akan ditinjau oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Gubernur dijadwalkan meninjau beberapa titik pembuangan sampah menggunakan sepeda. Selain itu, Gubernur juga akan memimpin langsung acara membersihkan kali dan bantaran kali Ciliwung.

Pemprov DKI Jakarta Targetkan Kali Ciliwung Bersih Tahun 2012

Sumber:http://megapolitan.kompas.com/ 21 November 2009 

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Sungai Ciliwung akan bersih dari sampah pada tahun 2012. Artinya, tiga tahun ini upaya pembersihan kali dan pemberdayaan bantaran kali harus efektif dilakukan.

“Kita mencoba mempunyai upaya. Kalau ada goal memacu kita untuk membersihkan kali,” tutur Ketua BPLHD Jakarta Peni Susanti di sela Kampanye Kali Bersih di SMKN 62 Jalan Camat Gabun II Lenteng Agung, Sabtu (21/11).

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga ingin menyamakan langkah dengan Protokol Kyoto yang juga berakhir 2012. Ini waktunya Gubernur bisa membuktikan mampu melaksanakannya, lanjut Peni.

Peni melihat titik persoalan pada sinergitas antara pemerintah dan masyarakat. Jika dulu hanya pemerintah yang diandalkan berkoar-koar, sekarang masyarakat didorong ikut serta dalam kebersihan lingkungan.

Pemprov DKI Kampanyekan Kali Bersih Ciliwung 

Sumber:http://www.beritajakarta.com/  21 November 2009

Memasuki musim penghujan, Pemprov DKI Jakarta mengkampanyekan program kali bersih jilid II. Kegiatan ini dipusatkan di Kali Ciliwung sepanjang 10 kilometer, yakni dari Jembatan Kelapadua Depok hingga Jembatan Tanjungbarat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (21/11). Diharapkan masyarakat tidak lagi membuang sampah ke kali karena dampaknya bisa mengakibatkan banjir. Kampanye program kali bersih ini, merupakan tindak lanjut dari kampanye jilid I yang dilakukan pada 21 Juni 2009 silam.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta, Peni Susanti, mengatakan, kampanye jilid II ini dilakukan untuk meninjau kembali penanganan sampah di kali atau bantaran kali. Sepanjang Sungai Ciliwung Segmen I, terdapat tujuh titik penumpukan sampah. Namun tiga diantaranya telah ditangani dengan manajemen pengelolaan melalui pembuatan Tempat Transit Sampah Sementara (TTSS). Lokasi TTSS tersebut berada di Jl Lenteng Agung (di depan Jl Harapan), yang dapat menampung sampah sementara dari tiga titik, yaitu Jl Camat Gabun, Jl Syukur, dan Jl Harapan.

“Kampanye dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, instansi terkait, dan dunia usaha, agar tidak lagi membuang sampah di sungai atau bantaran sungai,” katanya. Untuk itu, pihaknya mengambil tema pada kampanye kali ini, yaitu “Stop Nyampah di Kali”. Tema ini diharapkan tidak hanya menjadi slogan, akan tetapi juga dapat dilaksanakan. Ia khawatir jika keadaan ini tidak ditangani dengan segera, maka kondisinya akan bertambah buruk dan semakin sulit untuk ditangani.

Pemprov DKI Jakarta juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan, agar dapat meninimalisir terjadinya bencana banjir. Karena kebersihan lingkungan juga merupakan tanggung jawab setiap warga. Kampanye ini juga merupakan bentuk keseriuan Pemprov DKI dalam membersihkan Ciliwung dari sampah. “Target kita, tiga tahun lagi Sungai Ciliwung bebas dari sampah,” tegasnya.

Diharapkan kepada masyarakat agar dapat memilah dan mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, serta saling mengingkatkan agar tidak membuang sampah di sungai. Pemerintah juga mengajak masyarakat agar menjadikan sungai sebagai sarana kegiatan Ekowisata. Khususnya Sungai Ciliwung, karena banyak sejarah yang tercipta dari jaman penjajahan.

Dengan diberlakukannya UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan sampah, diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Paradigma lama yang berkembang di masyarakat yaitu kumpul-angkut-buang, akan diubah ke paradigma baru, yakni lebih mengutamakan prinsip sampah sebagai sumber daya dan pengendalian pencemaran. Setidaknya menerapkan prinsip 3R yakni Reuse (menggunakan kembali), Reduce (mengurangi), Recycle (daur ulang) untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Dalam kampanye kali bersih jilid II ini, pemerintah juga menerima bantuan dari beberapa perusahaan swasta, Kopassus, dan Pertamina. Bantuannya berupa empat gerobak sampah dari PT Indofood, tiga gerobak sampah dari PT Palyja, dua gerobak sampah dan 40 kaos dari PT NGK, 20 tong sampah dari Saralee, 5.000 bor biopori dari Pertamina, dan sejumlah tanaman dari Kopassus. Selanjutnya seluruh bantuan itu diberikan kepada tiga kelurahan yaitu Srengsengsawah, Lentengagung, dan Tanjungbarat.

Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Selatan, Mangara Pardede, mengatakan, untuk mengantisipasi datangnya musibah banjir, kini telah dilakukan berbagai penanganan. Salah satunya dengan pengerukan di Kali Pesanggrahan dan Krukut. “Di Kali Pesanggrahan salain dikeruk juga dilakukan penguatan menggunakan pasir di bantaran kali. Kita sedang lakukan dalam minggu ini,” ujarnya.

Selain itu, persiapan penanggulangan banjir juga telah dilakukan. Di setiap kecamatan sudah dikoordinasikan agar cepat tanggap dalam penanganan banjir. “Kita sudah siapkan posko kesehatan yang respon time. Jika ada laporan banjir, mereka akan langsung melakukan evakuasi korban.” tuturnya.

Hal senada ditandaskan Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan, Wira Haryadi. Saat ini telah dilakukan koordinasi berbagai pihak untuk menghadapi datangnya banjir. Termasuk penanganan masalah sampah pasca banjir. “Kita terus memaksimalkan penanganan sampah. Bahkan kita juga sudah ada persiapan untuk penanganan sampah pasca banjir,” ucapnya.
Penulis: erna

Pemprov Himbau Perbanyak Biopori

Minggu, http://www.republika.co.id/ 22 November 2009

Berita Terkait
JAKARTA–Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menghimbau warganya untuk meningkatkan sumur resapan dan biopori di wilayahnya masing-masing. Dengan adanya sumur resapan, dapat mengurangi resiko terjadinya banjir yang kerap terjadi di DKI Jakarta.

Kepala BPLHD DKI Jakarta, Peni Susanti, mengatakan sumur resapan tersebut, akan dapat mengurangi genangan air yang terjadi saat hujan mengguyur DKI Jakarta, Sabtu (21/11). Selain sumur resapan, biopori juga dapat berfungsi untuk mengurangi genangan air yang terjadi saat musim hujan.

Hal tersebut disampaikann oleh Peni dalam Kampanye Kali Bersih II 2009 dengan tema “Stop Nyampah di Kali” yang diadakan di SMKN 62 yang terletak di Jalan Camat Gabun, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Dalam acara kampanye ini, Pertamina juga memberi sumbangan sebanyak 5 ribu bor biopori untuk Pemprov DKI Jakarta.

Menurut manager CSR Pertamina, Guntara, bor biopori tersebut berguna untuk melubangi tanah sehingga terbentuk seperti sumur kecil. Dengan adanya biopori tersebut, tanah dapat memiliki daerah resapan air yang lebih luas.

Semakin luas daerah resapan air, maka tanah akan semakin gembur dan subur bagi tanaman. Selain itu, biopori juga dapat membantu mengurangi resiko terjadinya banjir dan erosi tanah. c13/itz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: