2010: Kampanye Kali Bersih III

DKI Kembali Gelar Kampanye Kali Bersih

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/17 Juni 2010

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam rangka peringatan hari ulang tahun kota Jakarta pada 22 Juni dan hari lingkungan hidup sedunia pada 5 Juni, Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Kampanye Kali Bersih III dengan tema Stop Nyampah di Kali. Kegiatan yang akan dikoordinir oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Pemprov DKI Jakarta ini akan digelar pada Minggu (20/6/2010).

Ini merupakan wujud kado kepedulian kita kepada kota Jakarta dalam ulang tahunnya kali ini.

Menurut Kabid Pelestarian dan Tata Lingkungan BPLHD DKI Jakarta, Rusman, kegiatan berupa kerja bakti massal dan sosialisasi kebersihan sungai ini akan dilakukan di Sungai Ciliwung, mulai dari perbatasan DKI Jakarta dengan Depok sampai ke Teluk Jakarta, Jakarta, Jakarta Utara, sepanjang 39 kilometer.

“Ini merupakan wujud kado kepedulian kita kepada kota Jakarta dalam ulang tahunnya kali ini. Sekaligus juga sebagai implementasi dari Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum pasal 21 mengenai larangan membuang sampah di sungai,” kata Rusman dalam jumpa pers di Kantor BPLHD Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta, Kamis (17/6/2010).

Rusman menjelaskan, dari pemetaan sungai Ciliwung terdapat sekitar 109 titik sampah yang bila tidak segera ditangani, kondisinya akan semakin memburuk. Sejauh ini, kata Rusman, telah ada 12 titik sampah di sungai Ciliwung yang sudah dan telah ditangani pembenahannya pada tahun ini. Pembenahan tersebut sebagian telah diselesaikan dalam kegiatan Kampanye Kali Bersih periode I dan II pada 21 Juni 2009 dan 21 November 2009.

“Ini juga wujud antisipasi rancangan Perpres tentang kualitas mutu air ciliwung, yaitu di segmen 5 mulai dari Depok sampai Manggarai, dalam 20 tahun ke depan harus memenuhi kelas II sebagai lokasi wisata air. Sementara segmen 6 dari Manggarai sampai Muara, harus memenuhi kelas III sebagai tempat kegiatan perikanan,” ungkapnya.

Rusman menjelaskan, kegiatan kerja bakti ini akan mengajak seluruh warga Jakarta terutama yang tinggal di sekitar Ciliwung dengan dikoordinir oleh Lurah, Camat, dan Walikota di 75 Kelurahan yang dilintasi Sungai Ciliwung. “Mekanismenya nanti masyarakat diajak bersama-sama untuk membersihkan sampah-sampah di tepian Ciliwung. Dinas Kebersihan juga akan menyiapkan truk-truk untuk mengangkut sampah-sampah dari sungai untuk kemudian dibawa ke TPA Bantar Gebang,” ujar dia.

Dari lokasi kegiatan Kampanye Kali Bersih III di sungai Ciliwung sepanjang 39 kilometer, Rusman mengatakan kegiatan bersih-bersih ini terutama difokuskan pada segmen 5 sungai Ciliwung, yakni dari perbatasan Depok-Jakarta hingga ke Manggarai. Menurutnya, bagian yang lebih ke hulu ini kondisinya lebih sulit karena masih berupa sungai di alam terbuka dan banyak terdapat bangunan-bangunan di bantaran sungai.

“Upaya-upaya sosialisasinya juga sudah dimulai hari ini dengan memasang berbagai spanduk di tingkat Kelurahan. Juga nantinya akan dilibatkan berbagai komunitas pecinta lingkungan serta partisipasi dari kalangan usaha,” tuturnya.

109 Titik Sampah di Kali Ciliwung Akan Dibersihkan

Sumber: http://www.seputarjakarta.com/ 17 Juni 2010 

Tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan ternyata masih rendah. Terbukti dengan masih banyaknya sampah yang dibuang warga di Kali Ciliwung sehingga mengakibatkan kali tersebut memiliki 109 titik sampah. Pemprov DKI sendiri berencana akan melakukan pembersihan pada 109 titik sampah di kali sepanjang 39 kilometer tersebut, mulai dari Jembatan Kelapadua Depok, Srengsengsawah Jakarta Selatan sampai dengan muara di Teluk Jakarta, Jakarta Utara.

Program pembersihan sampah ini dimaksudkan untuk mengejar target pelaksanaan Program Ciliwung Bersih tanpa Sampah pada 2012, sebagai komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menangani masalah sampah yang ada di bantaran dan badan Kali Ciliwung. Titik sampah ini perlu mendapatkan penanganan serius. Jika tidak segera ditangani kondisinya akan bertambah buruk dan semakin sulit ditangani. Namun, semua titik sampah tersebut tidak dapat terjangkau oleh kendaraan truk sampah. Karena tidak ada akses jalan menuju lokasi titik sampah tersebut.

“Saat ini baru 12 titik sampah yang ditangani. Ini berkat meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke kali dan bantarannya,” ujar Peni Susanti, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta, Kamis (17/6).

Peni menambahkan selain untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, kegiatan pembersihan sampah juga untuk menjaga semangat warga untuk tidak membuang sampah di kali. Warga juga diharapkan dapat memilah dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat, serta menata bantaran sungai sebagai bagian dari halaman depan rumahnya. “Dengan begitu harapan Kali Ciliwung menjadi sarana kegiatan ekowisata dapat segera terwujud,” terangnya.

Terlebih saat ini telah diberlakukan UU nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sehingga lebih mengikat seluruh elemen masyarakat dan mengubah paradigma lama masyarakat tentang pengelolaan sampah dari sekadar kumpul-angkut-buang, diharapkan berubah menjadi paradigma baru yang lebih mengutamakan prinsip sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan.

“Paradigma lama tentang pengelolaan sampah dapat menimbulkan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi tinggi, sementara luas lahan terbatas. Sehingga akan berdampak pada pencemaran udara, air, dan tanah,” tandasnya.
Reporter: erna (beritajakarta.com)

Seratus Titik Sampah di Ciliwung Belum Ditangani

Sumber:  http://jakarta.tribunnews.com/ 20 Juni 2010 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Hingga kini sekitar 109 titik sampah di sepanjang sungai Ciliwung, Jakarta mulai dari perbatasan DKI Jakarta sampai muara sungai di Teluk Jakarta, belum ditangani dengan baik. Untuk itu pemerintah DKI dan masyarakat setempat perlu menangani masalah ini sebelum menimbulkan dampak yang buruk bagi masyarakat setempat dan daerah.

Demikian diungkapkan Peni Susanti, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI, dalam acara kunjungan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo ke Sungai Ciliwung. Foke mengunjungi Ciliwung dalam kegiatan menyambut hari ulang tahun Jakarta ke-483 dengan tema ‘Stop Nyampah di Kali’. Minggu (20/6/2010).

Peni menjelaskan, dari hasil penelusuran timnya, terdapat 109 titik sampah di sekitar sungai Ciliwunf yang harus diperhatian dan dibersihkan dengan segera. Titik sampah tersebut tersebar di sepanjang aliran sungai hingga 39 kilometer yang melewati Jembatan Kelapa Dua di Depok, Srengseng Sawah hingga ujung sungai di Jakarta Utara.

Peni mengatakan, selama ini telah dilakukan pengarungan sungai. Namun, karena kondisi geografis titik-titik sampah tersebut sangat sulit dijangkau truk pengangkut sampah, maka hingga saat ini masih terdapat penumpukan sampah di banyak titik sepanjang Citarum.

Peni berharap ke depan, hal ini bisa segera diatasi. Karena, jika tidak segera ditanggulangi, maka kondisinya dikhawatirkan akan lebih buruk dan menjadi sulit untuk ditangani.

“Program kampanye Stop Nyampah di Kali ini sangat menunjang bagi perbaikan dan pemeliharaan kondisi sungai ciliwung. Kami berharap, agenda semacam ini dapat menggugah dan memotivasi warga agar lebih peduli dan berperan aktif dalam menciptakan budaya bersih terutama bagi Kali Ciliwung,” harap Peni, ditemui Rt 1/10, Menteng, Jakarta, Minggu siang.

Lebih lanjut Peni menjelaskan, saat ini baru terdapat sekitar 12 titik sampah yang telah ditangani pengelolaannya oleh masyarakat. “Jadi Program ‘Stop nyampah di Kali’ ini selain dalam rangka hari ultah jakarta dan hari lingkungan hidup sdunia bulan juni, tentu saja bisa menjadi kado untuk DKI Jakarta,” kata Peni.

Menurutnya, kegiatan tahun ini adalah bersih-bersih dan dilanjutkan dengan penanaman ratusan pohon. Serta kerja bakti di 75 kelurahan di lima wilayah Jakarta, khususnya di sepanjang Kali Ciliwung.

Foke Pimpin Kampanye Kali Bersih

Sumber:  http://www.seruu.com/20 Juni 2010 

Kampanye Kali Bersih III dengan tema “Stop Nyampah Di Kali” kembali digelar pada tahun 2010 dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-483, yang jatuh pada 22 Juni dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni. Dengan Tajuk “Kado Untuk Jakarta”, kegiatan dilakukan di Sungai Ciliwung mulai dari perbatasan DKI Jakarta sepanjang 39 KM, mulai dari Jembatan Kelapa Dua Depok, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan sampai Muara di Teluk Jakarta, Jakarta Utara.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan diikuti oleh seluruh jajarannya ini bertujuan mengejar target pelaksanaan Program Ciliwung Bersih Tanpa Sampah di tahun 2012. “Kegiatan ini merupakan komitmen warga, Pemprov DKI Jakarta, dan CSR dunia usaha untuk bersama-sama menangani masalah sampah yang ada di bantaran dan badan air Sungai Ciliwung,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Halte Halimun Kali Cideng Jakarta, Minggu (20/6/2010).

Di sepanjang Sungai Ciliwung, tercatat tidak kurang dari 109 titik sampah yang apabila tidak ditangani segera, kondisinya akan menjadi lebih bertambah buruk dan semakin sulit ditangani. “Kegiatan ini ajakan kepada masyarakat khususnya disepanjang bantaran kali Ciliwung yang mendapat predikat tercemar berat salah satunya dari sampah,” katanya.

Oleh karena itu menurutnya, dengan diberlakukannya UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, yang lebih mengikat seluruh elemen masyarakat (warga, instansi pemerintah dan dunia usaha), maka prilaku masyarakat dengan paradigma lama pengelolaan sampah (kumpul-angkut-buang), diharapkan dapat berubah dengan pola paradigma baru, yang lebih mengutamakan prinsip sampah sebagai sumber daya dan pengendalian pencemaran. “Saat ini dengan paradigma baru, dimana sistem pengelolaannya menganut prinsip 3 R (reduce, reuse, recycle), extended producer responsibility (ERP), memanfaatkan sampah sebagai energi, serta pemrosesan akhir sampah lebih environmentally friendly, tentu akan menjadi lebih menguntungkan,” paparnya.

Melalui cara ini lanjutnya, selain lebih hemat sumberdaya, beban pencemar juga akan semakin berkurang, dan berpotensi dapat membuka lapangan kerja, sehingga mendatangkan benefit, serta beban tempat pembuangan akhir (TPA) juga akan makin berkurang. Berbagai aktifitas kegiatan Stop Nyampah Di Kali III 2010 kali ini dikemas melalui kerja bakti warga yang dikoordinir oleh Lurah, Camat dan Walikota di 75 Kelurahan yang dilintasi oleh Sungai Ciliwung.[wid]

Naik Perahu Karet, Foke Susuri Ciliwung

Sumber:http://nasional.kompas.com/ 20 Juni 2010 

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Rombongan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo menyusuri Banjir Kanal Barat di kawasan Kampung Menteng Tenggulun, Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/6/2010). Dalam rangka memperingati Ulang Tahun ke-483 Kota Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan Kampanye Kali Bersih III dengan tema Stop Nyampah di Kali.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo beserta istri dan jajaran Pemprov DKI menyusuri aliran Sungai Ciliwung dari Menteng Tenggulun hingga Halimun, Jakarta, dalam rangka kampanye Kali Bersih III bertema “Stop Nyampah di Kali” menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-483 DKI Jakarta, Minggu (20/6/2010).

Gubernur bersama jajaran Pemprov DKI yang tiba sekitar pukul 10.00 kemudian menaiki perahu karet berwarna oranye untuk memantau kondisi sampah di sepanjang aliran sungai tersebut. Sebelumnya, Gubernur beserta jajarannya meninjau permukiman penduduk di Menteng Tenggulun.

“Saya mulai dari Menteng Tenggulun. Saya lihat banyak warga yang membersihkan saluran di depan rumahnya. Cuma, dibuang ke mana sampahnya? Kebiasaan buruk membuang sampah di sungai itu masih ada,” ujar Fauzi Bowo.

Acara peninjauan Gubernur beserta jajarannya dalam kampanye Kali Bersih III tersebut bertajuk “Kado untuk Jakarta”. Dalam tinjauannya, Gubernur menyerahkan bantuan kepada warga bantaran Kali Ciliwung berupa tong sampah, truk sampah, tempat pembuatan kompos, dan pohon.

Peninjauan akan dilaksanakan di Sungai Ciliwung mulai dari Jembatan Kelapa Dua Depok, Serengseng Sawah, hingga Muara Teluk Jakarta, Jakarta Utara, guna mengejar target pelaksanaan program Ciliwung Bersih Tanpa Sampah pada 2012.

Datangi Ciliwung Foke Dihadiahi Lagu Ayam Jago

Sumber:http://jakarta.tribunnews.com/ 20 Juni 2010 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Dalam kunjungannya ke Sungai Ciliwung sebagai rangkaian kampanye kali bersih III, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo alias Foke, disambut dengan Lagu Ayam Jago yang diplesetkan oleh ibu-ibu RW 10 setempat, Minggu (20/6/2010). Kegiatan bertema ‘Stop Nyampah di Kali’ itu dihelat guna memperingati HUT DKI Jakarta 483.

Pantauan wartawan, Foke sempat terkejut saat disambut oleh anak-anak balita usia pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berpakaian kebaya lengkap layaknya Abang dan None Jakarta. Gubernur bahkan harus membungkuk sangat dalam saat Reiva dan Nanda, murid PAUD Buah Menteng 10 hendak mengalungkan rangkaian bunga melati ke lehernya.

Dasar bocah, bukannya konsentrasi mengalungkan bunga, Reiva yang belum masuk di kelas TK tersebut malah asyik melihat kanan kiri saat sang Gubernur beserta istri sudah membungkukan badan. Akhirnya, para orang tua yang gemas langsung bersuara mengingatkan bocah lucu itu.

“Wah, kalian pintar-pintar, terima kasih ya,” ujar Gubernur, Minggu (20/6/2010), saat Reiva, Nanda dan beberapa bocah PAUD Buah Menteng 10 kemudian berebut ingin bersalaman dengan Foke.

Ternyata bukan hanya anak-anak itu saja yang antri minta giliran salaman dengan Gubernur. Usai anak-anak itu cium tangan, giliran para orang tuanya yang tak kalah seru berebut salaman dengan orang nomor satu di DKI tersebut.

Selain disambut anak-anak usia PAUD, Foke juga disambut dengan meriahnya marawis yang dibawakan ibu-ibu pengajian dari Rw 10. Saat itu, ibu-ibu membawakan lagu Ayam jago yang diplesetkan. Foke sempat tertegun sejenak lalu tersenyum saat mendengar ibu-ibu tersebut menyanyi.

“Ayam jago jangan diadu, kalau diadu jenggernya merah. Fauzi Bowo jangan diganggu, kalau diganggu warganya marah. Fauzi Bowo jangan diganggu, kalau diganggu yang punya marah,” ujar ibu-ibu tersebut lantas disambut tawa sumingrah Foke.

Bang Fauzi: Stop Buang Sampah di Sungai

Sumber: http://www.fauzibowo.com/21 Juni 2010

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengajak semua pihak bekerjasama menangani persoalan sampah.

“Mari semua pihak bekerja sama menanganinya,” ucap Bang Fauzi ketika menyusuri aliran Sungai Ciliwung dalam rangka kampanye kali bersih III bertema, ‘Stop Nyampah di Kali’ yang dimulai dari Menteng Tenggulun hingga Halimun, Jakarta Pusat, Minggu (20/6).

Bang Fauzi menyesalkan masih banyak warga Jakarta yang belum disiplin menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk itu, pada peringatan HUT ke-483 Kota Jakarta, ia meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan serta rasa pedulinya pada lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah.

“Budaya membuang sampah ke sungai harus secepatnya ditinggalkan. Masih banyak warga yang belum disiplin. Ini terbukti dari masih banyaknya warga yang membuang sampah di sungai,” katanya.

Penanganan masalah lingkungan memang bukan pekerjaan sederhana. Namun, memerlukan kerja sama dan komitmen yang tinggi dari semua pihak.

Komitmen itu bukan hanya dalam bentuk bicara, melainkan aksi, dan apa yang dilakukan saat ini dengan kampanye kali bersih merupakan sebuah aksi nyata yang dilakukan untuk kepentingan bersama dan bukan kepentingan segelintir orang.

“Stop bicara! saatnya beraksi, mari kerja keras lagi kalau kita ingin lingkungan kita menjadi bersih, sehat, dan baik,” tegasnya.||bim/kor

Sosialisasi Perda Lewat Kampanye Kali Bersih

Jurnal nasional, 23 Juni 2010

Sumber: http://www.sanitasi.or.id/ 

Kampanye kali bersih: Stop Nyampah di Kali III/2010 yang dikoordinasi Lurah, Camat, dan Walikota di 75 kelurahan yang dilintasi Sungai Ciliwung sekaligus menjadi ajang sosialisasi Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang ketertiban umun. Dalam pasal 21 disebutkan: dilarang membuang atau menumpuk sampah di sungai, dan pasal 61 menyebutkan: pidana 10-60 hari atau denda Rp100.000-Rp20 juta.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta Peni Susanti mengatakan, dengan diberlakukannya UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah yang lebih mengikat seluruh elemen masyarakat (warga, instansi pemerintah, dan dunia usaha), maka perilaku masyarakat dengan paradigma lama pengelolaan sampah bisa diubah.

“Biasanya masyarakat hanya mengumpulkan sampah, mengangkut, dan membuang. Kami berharap paradigma baru dapat dilakukan dengan lebih mengutamakan prinsip sampah sebagai sumber daya dan pengendalian pencemaran,” kata Peni di Dermaga Menteng Tenggulun, Jakarta, Minggu (20/6).

Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah menimbulkan beban TPA sangat tinggi, sementara lahan terbatas, dan biaya operasionalnya juga tinggi. Dampak yang ditimbulkan juga sangat luas. “Karena itu prinsip daur ulang, selain memberi nilai tambah, juga berpotensi membuka lapangan kerja, dan beban TPA berkurang,” katanya.

Kampanye Kali Bersih III ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke-483, 22 Juni, dan Hari Lingkungan Hidup sedunia, 5 Juni. Kegiatan yang mengambil tajuk Kado untuk Jakarta ini dilaksanakan di Sungai Ciliwung, mulai dari perbatasan DKI Jakarta sepanjang 39 km.

Tepatnya, mulai dari jembatan Kelapa Dua, Depok, Srengseng Sawah-Jakarta Selatan sampai Muara di Teluk Jakarta. “Ini dilakukan dalam upaya mengejar target pelaksanaan program Ciliwung Bersih tanpa sampah hingga 2012,” kata Peni.

Kampanye Kali Bersih I telah digelar 21 Juni 2009. Kedua, 21 November 2009. Aksi kerja bakti warga tersebut juga dimonitor oleh tim evaluasi dengan menggunakan perahu karet di bagian sungai yang dapat dilalui perahu. Selain itu juga diselenggarakan penyerahan bantuan CSR dari dunia usaha kepada Pemrov DKI Jakarta dan kepada warga Jakarta. Antara lain, Coca Cola, Pertamina, Aetra, serta pameran hasil penanganan sampah oleh warga bantaran kali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: