2009: Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi

Kerangka Acuan “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi” 7 Juni 2009

Download file: TOR+Satu+Ciliwung+Alirkan+Sejuta+Aksi 

Latar belakang

Jika Anda tinggal di kawasan Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang, bisa dipastikan Anda pasti tahu – atau setidaknya pernah mendengar – nama Sungai Ciliwung. Sungai sepanjang 119 km ini mengalir melintasi batas administratif kawasan Kota dan Kabupaten Bogor, Depok dan berakhir di kawasan pesisir utara Jakarta. Di antara 13 sungai yang bermuara ke pesisir utara Jakarta, Sungai Ciliwung memiliki arti yang sangat penting. Dengan luasan Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar 440 km dan dihuni oleh kurang lebih 3,5 juta jiwa, Sungai Ciliwung berperan penting secara ekologis.

Berdasarkan data Kementrian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, kawasan DAS Ciliwung mengalami pengurangan luas hutan sebesar 7,01 persen (dari 4918 hektar tahun 2000 menjadi 1.265 hektar tahun 2008). Sedangkan, tutupan lahan pemukiman meningkat dari 24.883 hektar (2000) menjadi 35.750 hektar (KNLH RI, 2008).

Data ini bisa dilihat dengan banyaknya rumah – rumah dan bangunan beton yang dibangun sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Hal ini tidak hanya mengakibatkan luas lahan bantaran berkurang, tetapi juga berdampak pada penyempitan dan pendangkalan sungai. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuat sampah dan limbah secara langsung ke badan sungai pun memberi andil pada rusaknya kualitas air dan lingkungan di Sungai Ciliwung. Maka tidak heran jika setiap tahunnya Sungai Ciliwung selalu kelimpahan air dan memberikan bencana banjir kepada masyarakat di sekitarnya.

Rusaknya kawasan fisik di Sungai Ciliwung mengakibatkan kondisi keanekaragaman hayati di kawasan ini mengalami penurunan drastis. Berbagai jenis hewan dan tumbuhan mulai hilang atau punah sama sekali. Tidak hanya keanekaragaman hayati di sungai saja, tetapi bahkan juga mengakibatkan rusaknya ekosistem laut di pantai utara Jakarta. Salah satu penyebabnya antara lain sampah plastik yang terbawa hingga ke muara. Sampah plastik yang tenggelam menutupi tutupan terumbu karang dan menghalangi sinar matahari. Akibatnya terumbu karang menjadi mati dan biota laut pun kesulitan mendapatkan sumber makanan.

Di tengah buruknya kondisi Sungai Ciliwung saat ini, inisiatif – inisiatif masyarakat untuk memperbaiki kondisi Sungai Ciliwung telah dan terus dilakukan. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, berbagai lembaga swadaya masyarakat dan komunitas – komunitas yang peduli terhadap Sungai Ciliwung akan saling berpadu untuk melakukan aksi bersama yang dinamakan “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi”.

Tujuan

  1. Menggalang dukungan seluruh pihak untuk penyelamatan kawasan Sungai Ciliwung
  2. Mengangkat isu hulu dan hilir Sungai Ciliwung dan arti penting kawasan ini untuk kehidupan masyarakat

Hasil yang Diharapkan

  1.  Dukungan para pihak untuk penyelamatan kawasan Sungai Ciliwung
  2. Peningkatan pemahaman masyarakat tentang arti penting Sungai Ciliwung

Bentuk, Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi” merupakan kegiatan bersama yang dilakukan secara serentak dari kawasan hulu di Kota Bogor, kawasan tengah di Jakarta Selatan dan Timur, serta kawasan hilir di Jakarta Utara. Kegiatan yang akan dilakukan berupa bersih – bersih sampah, dongeng untuk anak – anak, kampanye anti penggunaan Styrofoam, pameran dan lomba. Pelaksanaan kegiatan akan dilakukan berangkaian sejak tanggal 6 Juni 2009 dan berakhir pada puncaknya tanggal 7 Juni 2009.

Titik pelaksanaan kegiatan akan dilakukan di 6 titik kawasan, yaitu:

1. KAWASAN HULU (Bogor)

Informasi kegiatan

  • Sabtu, 6 Juni 2009 bertempat di Plaza Balaikota Bogor pukul 11.00 – 15.00 WIB. Kegiatan yang dilakukan:
    • Stan Kompetisi Perubahan Iklim untuk SMP
    • Stan Non Kompetisi oleh partisipan
    • Lomba Lukis siswa SD
    • Adopsi Bibit
  • Minggu, 7 Juni 2009 bertempat di Pulo Armin, Jl. Pajajaran, Bogor
    pukul 07.30 – 11.30. Kegiatan yang dilakukan:

    • Bersih – bersih sampah

Kontak panitia:

  • Rimbawan Muda Indonesia – Anggi (0811 110 7282)
  • Komunitas Peduli Ciliwung – Een (0815 975 3580) dan Hari (0856 1235298)

2. KAWASAN TENGAH (Jakarta Selatan & Timur)

Informasi kegiatan:

  • Minggu, 7 Juni 2009 bertempat di Komunitas Ciliwung Condet, Jl.
    Pucung No. 6 Condet Balekambang Jakarta Timur pukul 13.00 –
    selesai. Kegiatan yang akan dilakukan:

    • Dongeng untuk anak oleh Yayasan TERANGI dan Sanggar Baca Rumah Ilmu
    • Kampanye anti penggunaan styrofoam

Kontak panitia:

  • Komunitas Ciliwung Condet – Abdul Khodir (021 95861570) dan Bambang (021 98593960)

Informasi kegiatan: 

  • Minggu, 7 Juni 2009 bertempat di Jembatan Tanjung Barat, Jl. TB
    Simatupang Jakarta Selatan jam 08.00 – selesai. Kegiatan yang akan dilakukan:

    • Aksi Bersih Sungai (SIBISU) dengan susur kali Ciliwung sepanjang Tanjung Barat – Kalibata

Kontak panitia:

  • Relawan Ciliwung – Ade (0856 8660 196) dan Edi (0815 8536 7731)

Informasi kegiatan:

  •  Sabtu dan Minggu, 6 – 7 Juni 2009 bertempat di Sanggar Ciliwung
    Merdeka, Jl. Bukit Duri I No. 21 Tebet Jakarta Selatan. Kegiatan yang akan dilakukan:
  • Aksi bersih sampah pada tanggal 6 Juni 2009 pukul 08.00 – 10.00 WIB
  • Dongeng untuk anak oleh Yayasan TERANGI dan Sanggar Baca Rumah Ilmu pada tanggal 7 Juni 2009 pukul 10.00 – 12.00 WIB

Kontak panitia:

  • Ciliwung Merdeka – Ken (085693370505) dan Indah (085694163524)

3. KAWASAN HILIR (Jakarta Utara)

Informasi kegiatan

  • Minggu, 7 Juni 2009 bertempat di Suaka Margasatwa Muara Angke, Jl. Pantai Indah Utara 2 Pantai Indah Kapuk pukul 08.00 – 12.00 WIB. Kegiatan yang akan dilakukan:
    • Bersih sampah dengan tema Karnaval

Kontak panitia:

  • Jakarta Green Monster – Edy Sutrisno (081318198675) dan Hendra
    Aquan (0815 7988 053)

Informasi kegiatan

  • Minggu, 7 Juni 2009 bertempat di RW 4 Kapuk Muara pukul 07.00 – 10.00 WIB. Peserta kumpul di Lapangan RT 08 Rw 4 Kapuk Muara.
  • Kegiatan yang akan dilakukan:
    • Bersih sampah Kali Angke

Kontak panitia:

  • Riki (021 92452237)

Target Peserta

  1. Pelajar di Jakarta, Bogor dan sekitarnya (Jabodetabek???)
  2. Masyarakat bantaran Sungai Ciliwung
  3. Pemerintah setempat
  4. Kalangan usaha
  5. LSM dan anggota komunitas peduli lingkungan
  6. Media massa
  7. Masyarakat umum lainnya

Perlengkapan yang perlu dibawa:

  1. Baju ganti (untuk yang ikut kegiatan bersih sampah)
  2. Perlengkapan mandi (untuk yang ikut kegiatan bersih sampah)
  3. Topi/Payung/Jas hujan
  4. Sepatu
  5. Perlengkapan makan (tempat makan & minum)
  6. Obat – obatan pribadi
  7. Konsumsi (makanan ringan)

Bantu Kami

Acara ini dilakukan dari dan untuk kita semua. Tanpa dukungan dari seluruh pihak upaya ini akan menguap begitu saja. Kami berharap acara ini tidak akan berhenti hanya satu kali kegiatan. Karena itu bantuan Anda sangat kami butuhkan. Jika Anda ingin membantu, Anda bisa memberikan kontribusi berupa:

  • Waktu dan tenaga dengan mengikuti secara langsung kegiatan yang dilakukan.
  • Keahlian teknis dengan memberikan penyuluhan, bimbingan, ataupun kemampuan teknis lainnya yang berkenaan dengan penyadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan terutama di kawasan Sungai Ciliwung.
  • Bahan bacaan dengan memberikan sumbangan berupa buku, majalah, ataupun film yang terkait dengan isu lingkungan.
  • Donasi yang akan digunakan untuk kebutuhan operasional aksi atau pun tindak lanjut kegiatan selanjutnya.
  • Penyebaran informasi kepada pihak – pihak yang peduli lingkungan, terutama warga yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung.

Organisasi pendukung

Kegiatan “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi” didukung oleh:

  1. Jakarta Green Monster, Jakarta
  2. Yayasan Terumbu Karang Indonesia, Jakarta
  3. Teens Go Green, Jakarta
  4. Masyarakat RW 04 Kapuk Muara, Jakarta
  5. Cardoner JSN (Joint Society for Nature), Jakarta
  6. Relawan Ciliwung, Jakarta
  7. Sahabat Alam, Jakarta
  8. SD Pangudi Luhur, Jakarta
  9. Sanggar Rumah Ilmu, Jakarta
  10. Relawan Ciliwung, Jakarta
  11. Komunitas Ciliwung Condet, Jakarta
  12. Komunitas Ciliwung Merdeka, Jakarta
  13. Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, Jakarta
  14. Rimbawan Muda Indonesia, Bogor
  15. Komunitas Peduli Ciliwung, Bogor
  16. Forum KIR, Bogor
  17. JERAMI

Juga tidak tertutup kemungkinan jika organisasi/komunitas Anda ingin bergabung dalam kegiatan ini.

Informasi lebih lanjut

Rina Kusuma
Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI)
E. rina@kehati.or.id;
Hp. 0811 913 885

Rayakan Hari Lingkungan Hidup di Sungai Ciliwung

Sumber:  http://www.tempo.co/ 6 Juni 2009 

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bingung menghabiskan waktu di akhir pekan? Sejumlah organisasi dan komunitas yang peduli terhadap Sungai Ciliwung, Jakarta, akan menggelar sejumlah acara untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni) dan Hari Kelautan Sedunia (8 Juni). Acara bertema “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi” akan diadakan Minggu, 7 Juni 2009.

Rina Kusuma, Panitia Acara “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi” mengatakan kegiatan berupa aksi bersih sampah, susur kali, dongeng anak, kampanye anti penggunaan styrofoam, pameran dan lomba.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang dukungan seluruh pihak untuk penyelamatan kawasan Sungai Ciliwung dan mengangkat kepedulian masyarakat dari hulu, tengah hingga hilir Sungai Ciliwung,” kata Rina dalam surat elektroniknya, Sabtu (6/6).

Kegiatan, lanjut Rina, difokuskan di enam titik yakni Kota Bogor, Tanjung Barat, Condet, Bukit Duri, Muara Angke dan Kapuk Muara.

Rina menjelaskan, latar belakang kegiatan adalah keprihatinan atas kerusakan fungsi ekologis dan sosial Sungai Ciliwung. Padahal, sungai ini menjadi urat nadi kehidupan warga Jawa Barat dan Jakarta. Menurutnya, kerusakan lingkungan terjadi terutama akibat alih fungsi lahan serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuat sampah dan limbah secara langsung ke sungai.

SATU CILIWUNG ALIRKAN SEJUTA AKSI

Sumber:http://sahabat-alam.com/ 8 Juni 2009 

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada tanggal 5 Juni dan Hari Kelautan Sedunia pada tanggal 8 Juni, Sahabat Alam bergabung dengan 15 Organisasi dan Komunitas warga di Jakarta dan Bogor (Yayasan KEHATI, Jakarta Green Monster, Yayasan Terumbu Karang Indonesia, Teens Go Green, Masyarakat RW 04 Kapuk Muara, Cardoner JSN (Joint Society for Nature), Relawan Ciliwung, SD Pangudi Luhur, Sanggar Rumah Ilmu, Komunitas Ciliwung Condet, Ciliwung Merdeka, Rimbawan Muda Indonesia, Komunitas Peduli Ciliwung, Forum KIR, Jerami) secara serempak melakukan aksi kepedulian bagi Ciliwung.

Aksi yang melibatkan ratusan orang ini dilakukan sebagai upaya untuk menggalang kepedulian warga Jakarta dan Bogor terhadap rusaknya fungsi ekologis dan sosial Sungai Ciliwung pada hari Minggu tanggal 7 Juni 2009 di Kota Bogor, Condet, Tanjung Barat, Bukit Duri, Kapuk Muara, dan Suaka Margasatwa Muara Angke dengan melakukan aksi bersih sampah, susur kali, dongeng untuk anak, dan kampanye anti penggunaan Styrofoam.

Dalam melakukan Aksi Serempak untuk Ciliwung, teman-teman Sahabat Alam membersihkan sampah sampah di Suaka Margasatwa Muara Angke. Kami pun berharap dengan kegiatan serentak ini mendorong kepedulian anak-anak dan masyarakat luas untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjadikan Sungai Ciliwung bersih dan lestari.

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia &  Hari Kelautan Seduia 2009 

Sumber:  http://sanggardaun.wordpress.com/ 08 Juni 2009  

Foto: Erik Siagian / portaltiga.com

Minggu, 7 Juni 2009. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni) dan Hari Kelautan Sedunia (8 Juni), sejumlah organisasi dan komunitas yang peduli terhadap Sungai Ciliwung termasuk diantaranya kom. SANGGAR DAUN mengadakan aksi serempak bertema Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi. Aksi serempak difokuskan di enam titik yakni Kota Bogor, Tanjung Barat, Condet, Bukit Duri, Muara Angke dan Kapuk Muara. Kegiatan yang akan dilakukan yakni aksi bersih sampah dengan menyusur kali.

Aksi ini dilatar belakangi oleh keprihatinan atas kerusakan fungsi ekologis dan sosial Sungai Ciliwung yang menjadi urat nadi kehidupan warga Jawa Barat dan Jakarta. Kerusakanterutama diakibatkan alih fungsi lahan serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah dan limbah secara langsung ke sungai.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggalang dukungan seluruh pihak untuk penyelamatan kawasan Sungai Ciliwung dan mengangkat kepedulian masyarakat dari hulu, tengah hingga hilir Sungai Ciliwung.

Aksi yang dikuti oleh sekitar 40 orang dari berbagai komunitas dan pelajar kali ini mengambil wilayah tengah, aksi dimulai dari kawasan tanjung barat (dibawah jembatan arah Ps. Rebo). Secara bergotong royong 1 per 1 perahu yang sejak malam telah disiapkan diturunkan ke sungai. Diantara semua peserta banyak yang tidak saling kenal, tapi itu bukan menjadi halangan, untuk itu sebelum memulai aksi semua peserta diberikan pengarahan oleh panitia yang telah ditunjuk dilanjutkan pembagian kelompok untuk tiap perahu.

Aksi dimulai tepat jam 10.00 WIB. satu per satu perahu berjalan mengikuti arus sungai…. sangat tenang dan menggairahkan… bergairah untuk mengambil sampah yang sulit untuk menyebutkan jumlahnya. Bukan hanya mengabil sampah yang berada di air saja, akan tetapi sampah2 yang di tepian pun tak luput dari buruan semua peserta… laksana orang yang berbelanja di supermarket, dengan santainya satu demi satu menyomot setiap sampah yang dilihat.

Makin mejauh dari tempat semula sungai terlihat makin memperihatinkan, mulai dari jumlah sampah, warna air yang makin hitam semakin pekat, serta bau yang makin lama makin menyengat, yang tak kalah adalah makin menyempitnya aliran sungai. Tapi hal ini tidak myurutkan para peserta yang diikuti oleh berbagai komunitas dan pelajar, justru sebaliknya mereka makin bersemangat untuk terus memberikan perhatian kepada ciliwung.

3 jam menyusuri sungai melewati beberapa kawasan, rombongan sempat menepi untuk bertandang di sarangnya teman-teman KOMUNITAS CILIWUNG CONDET. di sini yg seru, setelah kurang lebih 3 jam terapung di atas perahu, Rombongan disuguhin teh panas dan pisang rebus… lumayan untuk mengisi perut sambil bersantai memandangi pepohonan salak yang merupakan salah satu buah khas condet yang tertata rapih.

sekitar jam 1 siang, aksi yang rencananya akan digelar saban 1 bulan ini dilanjutkan kembali menuju tempat pemberhentian akhir. Seperti halnya aksi yng dilakukan sebelum berhenti istirahat tadi tadi, seluruh peserta masih tetep bersemangat memburu sampah. Bahkan ada beberapa perahu menyempatkan berhenti di beberapa pohon, untuk memanen, jangan salah, yang dipanen kali ini bukan memanen buah,tetapi memanen sampah yang sejak lama bersarang di pohon tersebut, yang kebanyakan sampah pelastik dan kemasan makanan/minuman.

Sekitar 2 jam sejak dari tempat beristirahat di kawasan condet tadi, tanda-tanda untuk mengakhiri aksi kali mulai tampak, dengan terlihatnya jembatan yang melintasi Jl. Kalibata. Akhirnya sekitar jam 3 sore hari, masing-masing perahu karet yang telah terisi penuh oleh sampah ini menepi tepat dibawah jembatan. Sampah yang telah dimasukan dalam karung-karung ini diangkat dari masing-masing perahu, ke dalam truk yang telah disiapkan. Menggunakan truk, sampah yang berjumlah 35 karung berukuran besar ini selanjutnya dibawa menju pembuangan akhir dikawasan Cililitan.

Perburuan yang dikuti oleh teman-teman dari FORUM RELAWAN PENANGGULANGAN BENCANA ALAM (FRPBA), GREENPEACE INDONESIA, SMA 39 Jakarta, KOMUNITAS CILIWUNG CONDET serta kami KOM. SANGGAR DAUN dan MASYARAKAT UMUM berakhir sudah. Namun menepinya perahu-perahu dan berakhirnya kegiatan SIBISU (AKSI BERSIH SUNGAI) hari ini bukan berarti berakhir pula kepedulian terhadap lingkungan khususnya ciliwung…

Aliran air sunga boleh pasang surut, namun kepedulian kami akan kelestarian ciliwung tak akan pernah surut, untuk itu agar kegiatan ini terus berlanjut sambil berharap ciliwung kita tetap terjaga, kami berharap adanya dukungan serta bantuan dari siapa saja untuk bersama-sama peduli dan menyayangi ciliwung…….. satu kata: “Bersatu Selamatkan Kawasan Sungai Ciliwung”

Jayalah Ciliwingku, Jayalah Indonesiaku

Salam Lestari
Syahid (kom. Sanggar Daun)

Napas Baru Ciliwung dari Mereka Yang Peduli

Sumber: http://www.wartakota.co.id/ 7 Juni 2009

RUSAKNYA fungsi sosial dan ekologi di Sungai Ciliwung adalah potret rendahnya tanggung jawab semua pihak, baik warga, kalangan industri, dan pemerintah.

“Kerusakan fungsi ekologis dan sosial Sungai Ciliwung ini mendorong sejumlah organisasi dan komunitas masyarakat di Jakarta dan Bogor untuk melakukan aksi kepedulian bertema ’Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi’,” kata Rina Kusuma dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) di Bogor, Minggu.

Menurut dia, rendahnya tanggung jawab itu terjadi pada semua pihak, baik warga, kalangan industri, dan pemerintah. Padahal secara historis sungai ini memiliki peran penting pada kehidupan warga selama ratusan tahun. “Kini, sungai hanya dilihat sebagai sebuah ’saluran pembuangan raksasa’,” katanya.

Ia menjelaskan, secara serempak aksi ini berpuncak tanggal 7 Juni 2009, di Kota Bogor, Condet, Tanjung Barat, Bukit Duri, Kapuk Muara, dan Suaka Margasatwa Muara Angke. Aksi serempak ini melibatkan warga Bogor dan Jakarta dengan melakukan aksi bersih sampah, susur kali, dongeng untuk anak, dan kampanye anti penggunaan styrofoam.

“Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi” dilakukan di enam lokasi yaitu Sukamulya-Sukasari, Bogor, Sekolah Alam Ciliwung, Condet Balekambang Jakarta Timur, Sanggar Ciliwung, Bukit Duri I No 21 Tebet Jakarta Selatan, Jembatan Tanjung Barat (Jakarta Selatan), Suaka Margasatwa Muara Angke, dan RW 04 Kapuk Muara, (Jakarta Utara).

Sejumlah organisasi dan komunitas masyarakat di Bogor dan Jakarta yang terlibat di antaranya Rimbawan Muda Indonesia (RMI) Bogor, KPC, sedangkan dari Jakarta diantaranya Jakarta Green Monster, Yayasan Terumbu Karang Indonesia, Teens Go Green, Masyarakat RW 04 Kapuk Muara, Cardoner JSN (Joint Society for Nature), Relawan Ciliwung, Sahabat Alam, SD Pangudi Luhur.

Ada juga Sanggar Rumah Ilmu, Komunitas Ciliwung Condet, Ciliwung Merdeka, Yayasan Kehati, dan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Di wilayah Bogor, aksi kepedulian terhadap Ciliwung ini sekaligus untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) Bogor ke-527 dan menjadi bagian dari aksi bersih sungai yang telah rutin dilakukan setiap hari Minggu oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC).

Tidak hanya membersihkan sungai, KPC juga secara rutin melakukan serangkaian riset sederhana, pemutaran film, dan pendidikan lingkungan hidup di sekolah dasar.

“Kami melakukan semua kegiatan ini secara sukarela. Ini adalah wujud tanggung jawab kami sebagai warga Bogor yang tidak ingin menanggung malu karena memiliki Sungai Ciliwung. Kami harap warga yang lain dan Pemerintah Kota dapat mengikuti upaya kami,” kata Koordinator KPC Hapsoro.

Menurut Rina Kusuma, Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna, Puncak Kabupaten Bogor hingga bermuara di Teluk Jakarta. Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung mencakup wilayah seluas 13.000 Ha. DAS Ciliwung telah menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati penting bagi dunia, seperti jenis satwa endemik Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) di wilayah hulu dan Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) di wilayah hilir.

Tidak hanya itu, pada wilayah tengah juga memiliki keunikan khasanah keanekaragaman hayati seperti Salak Condet di wilayah Kampung Condet.

Kerusakan Sungai Ciliwung ditimbulkan oleh adanya sejumlah aktivitas alih-fungsi kawasan yang tidak terkontrol di wilayah hulu menjadi perkebunan, vila, hotel, restoran, dan lapangan golf telah menurunkan daya dukung kawasan ini sebagai daerah tangkapan air.

Sementara itu, di sepanjang wilayah hulu, tengah dan hilirnya juga dijumpai penimbunan sampah di bantaran sungai, pembuangan limbah industri dan rumah tangga. (Ant/tig)

Aksi Serempak untuk Ciliwung

Sumber: http://www.wartakota.co.id/ 8 Juni 2009 

Palmerah, Warta Kota

Sejumlah organisasi dan komunitas warga di Jakarta dan Bogor secara serempak melakukan aksi kepedulian bagi Sungai Ciliwung, Minggu (7/6).

Aksi yang akan melibatkan ratusan orang dan 15 komunitas lingkungan itu dilakukan sebagai upaya untuk menggalang kepedulian warga Jakarta dan Bogor terhadap rusaknya fungsi ekologis dan sosial Sungai Ciliwung.

Aksi itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni) dan Hari Kelautan Sedunia (8 Juni). Menurut Rina Kusuma dari Yayasan Kehati, kerusakan fungsi ekologis dan sosial Sungai Ciliwung itu mendorong sejumlah organisasi dan komunitas masyarakat di Jakarta dan Bogor untuk melakukan aksi kepedulian bertema “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi”.

“Kegiatan Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi itu akan dilakukan secara serempak, mulai dari Bogor, Condet, Tanjung Barat, Bukit Duri, Kapuk Muara, hingga Suaka Margasatwa Muara Angke yang akan melibatkan ratusan warga Jakarta dan Bogor,” kata Rina akhir pekan lalu. Di setiap titik itu warga akan melakukan aksi bersih sampah, susur kali, dongeng untuk anak, dan kampanye anti penggunaan styrofoam.

Rina menyatakan, kerusakan Sungai Ciliwung ditimbulkan oleh adanya sejumlah aktivitas alih-fungsi kawasan yang tidak terkontrol. Di wilayah hulu misalnya, daerah aliran Sungai Ciliwung berubah menjadi perkebunan, vila, hotel, restoran, dan lapangan golf yang mengakibatkan menurunkan daya dukung kawasan ini sebagai daerah tangkapan air.

“Sementara di sepanjang wilayah hulu, tengah dan hilir juga dijumpai penimbunan sampah di bantaran sungai, pembuangan limbah industri dan rumah tangga,” kata Rina.

Salah satu penggerak Komunitas Ciliwung Condet, Abdul Khodir, menuturkan kerusakan Sungai Ciliwung memberikan dampak bagi kelestarian di kawasan Cagar Budaya Condet.

“Kawasan budaya Condet merupakan salah satu daerah hijau yang tersisa di Jakarta dan menjadi daerah penting sebagai tempat pelestarian Salak Condet, buah asli Jakarta,” kata Abdul Khodir.

Ia menilai, rusaknya fungsi sosial dan ekologi Sungai Ciliwung adalah potret rendahnya tanggung jawab semua pihak, baik warga, kalangan industri, dan pemerintah.

Sungai Ciliwung mengalir sepanjang 119 km dari wilayah hulunya di Cagar Alam Telaga Warna (Puncak) hingga bermuara di Teluk Jakarta. Aliran sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan Provinsi DKI Jakarta.

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang mencakup wilayah seluas 13.000 Hektar ini telah menjadi habitat bagi keanekaragaman hayati penting bagi dunia, seperti jenis satwa endemik Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) di wilayah hulu dan Bubut Jawa (Centropus nigrorufus) di wilayah hilir. (Irwan Kintoko)

Catatan Pertemuan Evaluasi  “Satu Ciliwung Alirkan Sejuta Aksi”

Sumber: http://groups.yahoo.com/ 23 Juni 2009 

Data Pertemuan

Hari & tanggal : Selasa, 16 Juni 2009
Tempat : Kantor KEHATI
Agenda : Evaluasi aksi tanggal 7 Juni & rencana tindak lanjut

Laporan Pelaksanaan Aksi

1. Bogor

  • Kegiatan bersih sampah di (titiknya dimana ya?? Pulo Armin atau Sukamulya)
  • Peserta yang terlibat ± 70 orang relawan. Ada keterlibatan warga sekitar
  • Liputan dari DAAI TV & media lokal

2. Tanjung Barat

  • Kegiatan susur kali & bersih sampah dari jembatan Tanjung Barat hingga jembatan Kalibata.
  • Peserta yang terlibat ± 55 orang relawan dengan 7 perahu. Ada anggota DPR (Bpk. Irsyad Sudiro) yang ikut terlibat dalam aksi.
  • Liputan dari Radio 68H dan (??)

3. Condet

  • Kegiatan presentasi dan diskusi tentang ekosistem terumbu karang serta kampanye anti penggunaan Styrofoam
  • Peserta yang terlibat ± 80 orang (anak – anak sekitar 40 orang berasal dari anak – anak sekitar Condet, Sanggar Belajar Rumah Ilmu, dan siswa SD Pangudi Luhur).
  • Ada wakil dari Badan Pengelola DAS Ciliwung – Cisadane (Bpk. Pitoyo), KLH (Ibu Inung), Ancol (Mbak Rika), dan guru serta orang tua murid SD Pangudi Luhur yang datang ke lokasi acara.
  • Liputan dari Radio 68H dan TV7

4. Bukit Duri

  • Kegiatan presentasi dan dongeng tentang kaitan sampah dengan ekosistem terumbu karang
  • Peserta yang terlibat ± 40 orang yang didominasi oleh anak – anak sekitar Sanggar Ciliwung Merdeka dan anak Sanggar Belajar Rumah Ilmu.
  • Liputan dari The Jakarta Post

5. Muara Angke

  • Kegiatan bersih sampah dengan tema karnaval.
  • Peserta yang terlibat ± 120 orang relawan berasal dari berbagai kalangan antara lain komunitas Sahabat Alam, Kimia Hijau, UHAMKA, Teens Go Green, Rescue Gunung Ceremai, dll.
  • Total sampah yang berhasil dikumpulkan berjumlah 876 kg.
  • Liputan dari Global TV dan DAAI TV.

Evaluasi Kegiatan

Kelebihan

  • Dengan melakukan aksi bersama “gaungnya” lebih kuat.
  • Liputan media cukup banyak walaupun belum sampai pada media mainstream.
  • Muatan pers release cukup mengena dan diangkat di berbagai media dengan mengaitkan isu hulu – hilir sepanjang Sungai Ciliwung
  • Dengan waktu persiapan yang mepet dan dana operasional terbatas animo peserta yang terlibat cukup baik.
  • Ada dukungan dari para pihak (entah untuk konsumsi, alat, donasi, dll).
  • Ada peluang pendanaan yang bisa digalang paska aksi.

Kekurangan

  • Waktu persiapan sangat mepet sehingga penyebaran info kurang maksimal.
  • Tidak ada bahan informasi mengenai pentingnya Sungai Ciliwung dan upaya sosialisasi ke masyarakat sekitar bantaran Sungai Ciliwung.
  • Kurang alat kerja seperti garu, karung, sarung tangan, perahu, dll.
  • Perlu koordinasi dengan Dinas terkait untuk pengangkutan sampah.
  • Di setiap titik tidak semuanya melakukan penimbangan sampah yang berhasil dikumpulkan.
  • Perlu follow up dengan media untuk menginformasikan hasil pelaksanaan aksi.

Harapan ke depan

  • Ada tindak lanjut dari aksi ini. Bisa dilakukan beberapa bulan sekali.
  • Ada koordinasi dengan pihak pemerintah dengan harapan bisa “menggelitik” pemerintah dengan ego sektoralnya dan mau bersama – sama mengurus Sungai Ciliwung agar bisa bersih.
  • Ada sharing kapasitas antar pelaku untuk memperkuat basis komunitas masing – masing. Misalnya teman – teman LSM bisa mendukung sekolah alternative yang dikelola oleh komunitas – komunitas di bantaran Sungai Ciliwung, atau fasilitasi “field visit” antar komunitas hulu – hilir.
  • Ada workshop satu hari untuk mendiskusikan secara serius keberlanjutan dari “koalisi” ini untuk mendiskusikan agenda besar secara bersama – sama. Workshop perlu dihadiri oleh perwakilan masing – masing organisasi pendukung.
  • Ada mailing list khusus untuk “koalisi” ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: