2011: Satu Hari Yang Indah Di Ciliwung

Foke Dukung “Satu Hari Yang Indah Di Ciliwung”

Sumber: http://www.jakartapress.com/ 31 Desember 2011

 Jakartapress.com – Upaya menjadikan Jakarta lebih baik melalui program “Satu Hari Yang Indah di Sepanjang Ciliwung” yang diadakan Jakarta Glue, Sabtu (31/12) mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Dalam ksempatan itu, Fauzi Bowo berkenan hadir dan turun langsung ke kali menggunakan perahu karet untuk mengais sampah Ciliwung.

“Ciliwung adalah aset berharga kota Jakarta. Saya bermimpi gerakan ini dilakukan oleh seluruh warga Jakarta. Yang mengaku orang Jakarta, harus cinta Ciliwung,” ujar Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo.

Foke menambahkan, bukti nyata menjaga kebersihan Ciliwung. Bukan hanya tanggung jawab warga yg tinggal di sepanjang Ciliwung. “Saya himbau, jangan sampai mendirikan bangunan apa pun di pinggir Ciliwung. Kalau pohon silakan tanam sebanyak-banyaknya. Bila perlu minta dana kepada Pemrov DKI Jakarta,” lanjutnya.

Foke juga mengajak mengembalikan citra positif Ciliwung. “Mari kita angkat kembali citra Ciliwung yang positif itu dan mari kita jadikan ini suatu target yang ingin kita wujudkan bersama seluruh warga Jakarta,” sambung Foke lagi.

Program “Satu Hari Yang Indah di Sepanjang Ciliwung” dipusatkan di Jalan Antara, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Sebuah panggung berukuran 10 x 8 meter berdiri kokoh menghadap Kali Ciliwung. Di sisi kirinya berjejer 18 tenda kecil yang memamerkan berbagai makanan khas daerah untuk diperdagangkan. Acara diadakan sekaligus untuk menyambut tahun baru 2012. [arik/n]

Satu Hari yang Indah di Sepanjang Ciliwung 

Sumber:  http://www.tabloidbintang.com/31 Desember 2011 

JAKARTA, kota sejuta masalah, itu jika kita selalu melihatnya dari sisi negatif. Namun jika kita melihatnya dari sisi positif sesungguhnya Jakarta penuh dengan potensi yang dapat menjadikan kota ini menjadi “lengkap”.

Sejumlah ibu-ibu yang concern terhadap lingkungan dan tergabung dalam beberapa organisasi dengan berbagai latar belakang diantaranya LPMJ (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta), Komunitas Pecinta Ciliwung, Pepulih, Gemash (Gerakan Masyarakat Perduli Sampah), KLH, DNPI dan lainnya bekerjasama untuk memandang Jakarta dari sisi positif.

Dengan sudut pandang positif dan potensi yang dimiliki, mereka mencoba melakukan langkah kecil untuk perubahan Jakarta yang lebih baik dengan memulainya dari Sungai Ciliwung.

Sebuah kegiatan bertajuk “Satu Hari yang Indah di Sepanjang Ciliwung” dilaksanakan di hari terakhir tahun ini, 31 Desember 2011.

Aktris senior dan aktivis perempuan Niniek L. Karim yang merupakan salah satu penggagas program ini mengungkapkan, “Satu Hari yang Indah di Sepanjang Ciliwung” diharapkan bisa menggugah rasa percaya masyarakat Indonesia, bahwa Sungai Ciliwung bisa bersih dan memberikan manfaat, dengan membersihkan dan “menikmati” Sungai Ciliwung bersama walau hanya satu hari.

“Kegiatan membersihkan Sungai Ciliwung sudah sering dilakukan, namun masih bersifat lokal dan sporadis. Nah, program ini adalah sebuah wahana untuk mempersatukan berbagai unsur masyarakat yang peduli terhadap Sungai Ciliwung,” kata Niniek L. Karim.

Meski begitu, lanjut Niniek, program ini bukan berarti bisa membersihkan Sungai Ciliwung hanya dalam satu hari. Namun diharapkan bisa menjadi “Epicentrum” yang dapat menggugah masyarakat Jakarta secara massif. Baik mereka yang tinggal di bantaran Sungai Ciliwung, maupun yang tidak.

“Program ini akan menjadi sebuah langkah awal memulai “pilot project” pengembangan lokasi yang menjadi titik aktivitas para Komunitas Pecinta Ciliwung lebih bersinergis,” tandas Niniek.  (gur/gur)

Ciliwung dan Kita

Download file:      

Pasukan pembersih Ciliwung Istimewa

Persis akhir tahun 2011, JakartaGlue mengambil inisiatif raksasa guna membersihkan kali Ciliwung. Redaksi Lantan Bentala ikut terlibat di dua komunitas: kelurahan Bukit Duri dan kelurahan Kampung Melayu. Berikut pengamatan dan refleksinya.

Pasukan pembersih Ciliwung Istimewa

INISIATIF ‘Satu Hari Yang Indah di Sepanjang Ciliwung’ yang diprakarsai JakartaGlue sebagai penutup tahun lalu sungguh merupakan langkah terobosan yang patut diacungi jempol. Memang, langkah itu baru merupakan langkah awal, semacam penegasan sikap, dan karena itu lebih bernilai sim-bolis ketimbang riil. Tapi se-tiap usaha raksasa selalu harus dimulai dengan langkah kecil.

Karena, kalau dilihat dari skalanya, prakarsa JakartaGlue patut disebut ‘raksasa’. Ba-yangkan! Panjang Kali Cili-wung dari hulu sampai hilir lebih kurang 119 Km dan melintasi 76 Kelurahan. Dulu dikenal dan dikagumi karena keindahannya, dan punya peranan vital sebagai sarana transportasi, Ciliwung kini sinonim dengan banjir, tumpukan sampah, dan air yang kotor.

Ciliwung tak lagi mengesankan keindahan. Bantaran sungainya dipenuhi entah tumpukan sampah atau per-mukiman para pendatang yang mengadu nasib — dan kalah — di kota metropolitan. Hampir semua orang, termasuk mereka yang berkendaraan mewah, menganggap kali itu sebagai tempat pembuangan sampah mereka!

Maka, kalau Anda punya waktu untuk mengamati, kali Ciliwung seperti mikrokosmos tersendiri. Orang membuang sampah keluarga, mulai dari air deterjen, sisa sayuran, sampai isi perut, ke dalam kali. Bahkan kadang kasur maupun meubel bekas pun bisa ditemukan mengapung dibawa aliran sungai. Belum lagi bangkai tikus, kucing maupun anjing (dan boleh jadi manusia) ikut me-menuhinya. Namun, tak jauh dari situ, ibu-ibu mencuci pakaian, sayur, maupun alat masak juga di kali itu.

“Ini seperti sudah jadi bu-daya,” ujar wakil lurah ke-lurahan Kampung Melayu yang ikut serta di acara Ja-kartaGlue. Ia menceritakan kisah lucu tapi ironis. Di pinggir kali itu sudah dibangun, berkat bantuan seorang tokoh politik, mesin guna menyuling air kali menjadi air bersih. Maka ia mengajak ibu-ibu rumahtangga untuk mulai mencuci sayur mayur mereka dengan air bersih.

“Mereka mau. Tapi, setelah dicuci air bersih, eh mereka mencucinya lagi dengan air kali,” ujarnya sembari tersenyum. “Waktu saya tanya kenapa, mereka bilang, ntar rasa sayurnya kurang sedap. Coba kalau sudah begitu kita mau apa?”

Cerita ironis itu makin memperlihatkan kompleksitas per-soalan yang harus dihadapi kalau orang mau membersihkan Ciliwung. Masalah sampah ternyata bukan soal sederhana. Di balik soal sampah yang menggunung, terletak soal bagaimana mengubah perilaku dan budaya masyarakat, khususnya mere-ka yang tinggal di sepanjang kali, tetapi juga masyarakat pa-da umumnya. Bahkan ketika pagi itu kami sibuk mem-bersihkan sampah, persis di seberang kami seorang bapak dengan enak membuang sampah dari rumahnya.

JakartaGlue menawarkan pendekatan berbeda. Ciliwung dan sampahnya merupakan persoalan bersama, dan karena itu harus ditangani bersama-sama oleh semua komponen, mulai dari kelompok-kelompok LSM, pemerintah, kalangan bisnis, sampai komunitas Ciliwung. Tidak heran jika inisiatif ‘Satu Hari yang Indah di Ciliwung’ memakan waktu panjang, lebih dari setahun, guna merekatkan dan mencari titik temu dari berbagai komunitas berbeda yang punya agenda, bahasa dan cara kerja sendiri-sendiri.

Sebagai langkah awal, 12 komunitas di sepanjang Ciliwung dan komunitas Johar Baru yang tidak dilintasi Sungai Cili-wung bergabung, masing-masing menawarkan bentuk kegiatan berbeda guna menyadarkan pentingnya mengelola sampah dan menjaga kali Ciliwung. Di kelurahan Kampung Melayu dan Bukit Duri sendiri, selain membersihkan sam-pah, Sanggar Ciliwung Merdeka yang mempunyai kegiatan di kelurahan Bukit Duri dan Kampung Melayu menawarkan pendidikan bagaimana membuat kompos, dan ditutup dengan pentas musik. Sementara di Pasar Baru, tersedia panggung hiburan berlangsung sepanjang malam, selain menawarkan wisata air di kali sebagai alternatif.

Usaha mempertemukan dan merekatkan kembali antar-komunitas itulah yang membuat prakarsa JakartaGlue patut dipuji. JakartaGlue sendiri dimulai dari pertemuan 9-10 Ok-tober 2010 yang dihadiri oleh berbagai unsur seperti LPMJ, DNPI, KLH, Komunitas Peduli Ciliwung, Pemda DKI, PEPULIH, swasta, pelajar dan individu lain yang peduli ling-kungan. JakartaGlue adalah gerakan sosial yang menjadi sim-bol bagi individu atau lembaga yang menjadi perekat di seke-lilingnya untuk mau peduli pada lingkungan dan mengundang siapapun yang peduli untuk terlibat di dalamnya, mulai dari Pramuka, PKK, mahasiwa, lembaga keagamaan, komunitas peduli lingkungan, sampai aparat pemda dan kalangan pengu-saha. Dan prakarsa ini sungguh bukan pekerjaan mudah. Bahkan sampai pada hari terakhir, masih ada pihak yang mencemooh dan memboikot acara itu.

Jadi jalan itu masih panjang. Jangan pernah bermimpi bahwa soal Ciliwung bisa diselesaikan dalam sehari. Prakarsa yang dimulai akhir tahun lalu justru baru merupakan langkah awal untuk menegaskan bahwa, jika kita mau, kita pasti bisa. Juga komitmen untuk mulai merawat Ciliwung. Dan itu harus dimu-lai dari diri Anda sendiri. Kalau mau, jadikan ini sebagai tekad Anda di tahun yang baru.

Selamat Tahun Baru!

PEMKOT JAKPUS GELAR FESTIVAL CILIWUNG INDAH

Sumber: http://pusat.jakarta.go.id/ 31 Desember 2011 

JAKARTA (Pos Kota)- Untuk memeriahkan datangnya tahun baru, Pemkot Jakpus berencana menggelar festival Ciliwung Indah. kegiatan yang dipusatkan di Cliwung Pasar Baru, Jakpus tersebut akan berlangsung sehari penuh pada 31 Desember 2011 hingga tengah malam.

Sekko Jakpus Endjang Abdullah menjelaskan beberapa kegiatan sudah disiapkan untuk memeriahkan festival Ciliwung Indah. Diantaranya aksi kebersihan sepanjang Kali Ciliwung dari Masjid Istiqlal hingga Ciliwung Gunung Sahari yang merupakan perbatasan wilayah dengan Jakarta Utara.

“Ribuan orang akan terlibat dalam aksi kebersihan ini. Mulai dari aparat, masyarakat, tokoh masyarakat, LSM hingga pelajar,” ujar Sekko Endjang Abdullah, Rabu (28/12).

Aksi kebersihan akan digelar sejak pagi hingga jam 12 siang. Lalu dilanjutkan dengan lomba balap perahu yang diikuti semua perwakilan dari kecamatan dan kelurahan. “Kita juga menyiapkan lomba perahu hias yang akan diarak di kali Ciliwung,” tambah Endjang.

Rangkaian kegiatan festival Cliwung Indah akan ditutup dengan panggung rakyat di Jalan Antara. berbagai jenis hiburan mulai dari lenong hingga musik dangdut akan tampil di panggung rakyat ini.

Endjang berharap Festival Ciliwung Indah yang baru pertama kali digelar tersebut, bisa memecah konsentrasi massa pada malam pergantian tahun. “Biasanya orang pada ke Monas, dengan adanya festival Ciliwung Indah, kami harapkan sebagian akan ke acara ini,” tukas Endjang.

Dalam waktu yang sama, Pemkot Jakpus juga melakukan aksi kebersihan di badan Kali Ciliwung di Menteng Tenggulun dan Kali Sentiong di Johar Baru. “Jadi bersih iya, meriah juga iya,” pungkas Sekko (inung/sir)

CILIWUNG INDAH

Presentasi dari Sekretariat BKSP Jabodetabekjur

Download :  BKSP Ciliwung

Picture1

 

Biotiful Sungai Jakartaku

Presentasi Jakartarta Glue

Download file: Presentation Ciliwung Ok  

Picture1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: