2011: Tahun Kunjungan Wisata Ciliwung

Tahun Kunjungan Wisata Ciliwung Kembali Ajak ke Sungai

Laporan  dan foto: Sudirman Asun

Sumber: http://lintascafe.com/7 Juni 2011

LintasCafe – Tahun Kunjungan Wisata Ciliwung Mengajak warga untuk kembali ke sungai, satu budaya warga Betawi yang sudah hampir ditinggalkan. Kini sungai bukan lagi tempat yang mengasyikkan untuk sekedar tempat berkumpul, tempat berinteraksi sosial dan atraksi budaya, tempat rekreasi piknik keluarga ataupun hanya untuk sekedar duduk-duduk santai di sore hari sambil menikmati rindang dan sejuknya tepian sungai.

Kotor dan tercemarnya sungai telah membuat berkumpul di tepi sungai bukan lagi merupakan kegiatan yang mengenakkan, selain orang yang benar-benar gila mancing dan anak-anak yang hanya merekalah yang masih mau bermain-main dan mengunjungi sungai di Jakarta. Memancing pun bagi mereka hanya untuk sekedar menghabiskan waktu sore hari, menghindari terik panas Jakarta karena efek dari global warming yang juga semakin parah.

Ikan yang bisa dipancing juga sudah tak ada, digantikan dengan ikan sapu-sapu sebagai raja sungai yang kuat dan imun akan pencemaran limbah. Sedangkan anak-anak, ya… namanya anak-anak, walau kotor dan tercemar, bagi mereka semua tempat adalah tempat bermain yang seru, setelah mereka disibukkan dengan sistem pendidikan yang membosankan, selalu wajib mengandalkan hapalan tanpa diajarkan aplikasinya dan praktek di lapangan.

Saat ide wisata Ciliwung ini digulirkan sampai sekarangpun masih banyak yang pesimis dan mencibir bahwa hal itu merupakan hal yang mustahil, “Mana ada orang yang mau berwisata di sungai yang kotor dan bau…” atau “Anda yakin membuat wisata sungai bukannya menambah sampah ?”

Acara launching Tahun Kunjungan Wisata Cilwung yang diadakan di Komunitas Ciliwung Condet terlaksana atas bantuan dan kontribusi teman-teman komunitas dari hulu sampai hilir dan juga komunitas hijau dengan misi “Satu Ciliwung, Ciliwung yang lebih lestari dan layak bagi warganya”.

Acara yang dimulai sejak pukul 10:00 pagi dengan kegiatan para sahabat dari Teens Go Green, Transformasi Hijau dan Lantan Bentala yang mengadakan Face Painting untuk anak-anak dan sosialisi bahaya bahan STYROFOAM yang mengancam kelestarian lingkungan dan ketrampilan mendaur ulang bahan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti pembatas buku dan mainan.

Para Pendongeng dari Dongeng Kanvas, Dongeng Segar dari Rumah Baca Zhaffa juga turut berpartisipasi mengajak dan menyampaikan pesan kepada anak-anak untuk menjaga dan melestarikan alam dalam bentuk bermain dan cerita dongeng yang jenaka dan interaktif. Dongeng dengan cerita seorang anak bernama Uncus yang tinggal di bantaran sungai yang mempunyai kebiasaan membuang sampah secara sembarangan di sungai, hingga suatu waktu menjadi penyebab banjir yang berbalik mengancam lingkungan sektar dan bahkan menghanyutkan mainan kesangannya mereka.

Yang paling istimewa dari kegiatan acara ini adalah dukungan penuh dari ibu Tatiek Fauzi Bowo dengan kehadiran dan kepeduliannya. Sejalan dengan Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (GEMASH) bermisi “Jakartaku Yang Nyaman, Bersihkan Sampah Yuuuk…!” yang dicanangkan ibu Tatiek, mengajak kembali warga untuk menjadikan sungai sebagai tempat yang lebih nyaman dan lestari. Ibu Tatiek berkesempatan menanam bibit pohon salak Condet dan menebar bibit ikan ke sungai Ciliwung sebagai simbol sungai yang hijau dan lebih lestari buat anak cucu kita.

Pada acara shilaturami yang digelar, ibu Tatiek juga mendengar bagaiman curahan hati para warga, tokoh masyarakat dan ulama tentang bagaimana degradasi penurunan ekosistem sungai Ciliwung dari tahun ke tahun, keluhan bagaimana dulu mereka bisa bermain di sungai dan juga bagaimana kearifan lokal masa silam sebagaimana sewaktu mereka masih kecil sehabis khitanan, luka sayatan tersebut akan cepat sembuh jika dibasuh dengan air Ciliwung, dan itu pasti sekarang sangat berbahaya dilakukan karena air sungai penuh limbah dan kuman bibit penyakit.

Tak terlewat pada acara ini adalah wisata kuliner dengan suguhan jajanan kampung seperti dodol betawi, wajik, deblak, geplak, ongol-ongol, kue pisang, unti, bugis, pastel, risol, es kolang-kaling, es buah, pepes ikan peda dan nasi tumpeng. Maknyusss…….!

Tentu yang paling istimewa adalah ketika semua pengunjung dipersilakan mencicipi buah salak condet, yang merupakan maskot kebanggaan kota Jakarta.

Pada kegiatan seperti ini dapat terlihat bagaiman antusiasnya sambutan warga untuk pemanfaatan kembali sungai sebagai halaman kampung mereka, tempat mereka bisa kembali bermain dan bercengkrama. Rasa terima kasih atas dukungan semua rekan Facebook dan Kompasiana yang juga turut hadir dalam kegiatan ini.

Di bawah ini adalah para sahabat dari berbagai komunitas yang turut serta mensukseskan acara Tahun Kunjungan Wisata Ciliwung, yakni :

Komunitas Ciliwung

  • Komunitas Peduli Ciliwung (KPC Bogor)
  • Sanggar Daun (Ciliwung Lenteng Agung)
  • Komunitas Ciliwung Condet
  • Komunitas Peduli Ciliwung Tanjungan
  • Ciliwung Kalibata Comunity (CKC)
  • Green Camp Halimun ( Ciliwung Mangarai)

Komunitas Hijau 

  • Transformasi Hijau (Trashi)
  • Teens Go Green
  • Yayasan Lantan Bentala
  • Dongeng Kanvas
  • Dongeng Segar
  • Pendongeng Cilik
  • Rumah Baca Zhaffa
  • Rumah Pohon Activity
  • Trem Kota
  • Jakarta Green Monster
  • Jakarta Glue

Partisipasi dari Media :

  • Green Radio FM
  • Jakarta Post
  • DAAI TV
  • LintasCafe.com

Rasa terima kasih disampaikan juga pada warga dan tokoh masyarakat Condet serta pihak-pihak media yang terlewat yang belum tersebut diatas. Acara Launching masih akan berlangsung pada tanggal 12 dan 19 Juni bertepatan dengan HUT Jakarta 22 Juni 2011 mendatang.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: