Abbel Simbolon

Aksi Nyata di Kali Ciliwung

Oleh:  Abbel Simbolon 

Sumber:  http://regional.kompasiana.com/22 April 2012 

Hari ini, tanggal 22 April adalah Hari Bumi. Barangkali masih banyak orang yang belum tahu. Earth Day dicanangkan oleh salah satu Senator dari Amerika Serikat yakni Gaylord Nelson pada tahun 1970. Tujuan dari hari Bumi ialah untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi manusia atas bumi, tempat kita hidup. Manusia sebagai mikrokosmos, mempunyai tanggung jawab kepada bumi untuk menjaga, melestarikan dan melindungi bumi. Karena manusia bukan hanya penikmat segala yang baik, yang bisa diberikan oleh bumi.

Dalam rangka menyambut hari Bumi itu kami, Gropesh (Gerakan Orang muda Peduli sampah), Mahasiswa dari STF Driyarkara, AKPER dari St. Carolus Jakarta dan kelompok-kelompok yang peduli lingkungan, melaksanakan peduli lingkungan di sekitar kali Ciliwung, tepatnya di Kelurahan Kwitang. Kami dibagi dalam empat kelompok. Kelompok yang pertama, mengutip sampah yang ada di delta sungai. Kelompok kedua bertugas membersihkan MCK (Mandi, cuci, Kakus). Kelompok yang ketiga membersihkan jalan sekitar kali Ciliwung dan kelompok yang keempat mengutip sampah di bagian tengah kali dengan menggunakan perahu.

Kegiatan ini menjadi pengalam menarik tersendiri bagi saya. Saya sendiri luka karena kaca (juga beberapa teman). Tapi sungguh menyedihkan kala melihat masyarakat sekitar. Ya, kami bertindak bukan semata-mata ‘mencari ketenaran’ atau apa pun itu. Kami mau bertindak nyata dan tidak tinggal dalam tulisan atau kata-kata semata seperti dilakukan banyak orang. Masyarakat sekitar kali Ciliwung (ada juga beberapa orang yang membantu kami. Itupun setelah diajak oleh bapak Lurah) malah ‘menonton’ kami dan sibuk dengan diri sendiri. Seandainya mereka merelakan diri sejenak turun bersama kami, cakupan daerah yang bersih, akan lebih luas. Seberapalah tenaga kami untuk menghadapi kotornya kali Ciliwung. Jika kali Ciliwung banjir, tentulah mereka sendiri yang menderita. Menyalahkan aparat-aparat/ pemerintah yang tidak becus bekerja, sementara mereka ‘asyik’ membuang sampah ke sungai. Ternyata jauh lebih enak untuk mencari ‘kambing hitam’ dari pada mengintrospeksi diri dan bertindak.

Itulah potret masyarakat di sekitar kali Ciliwung dan barangkali menjadi potret masyarakat di negeri yang tercinta ini. Sungguh menyedihkan. Apalah arti warisan harta yang menumpuk namun air bersih tidak dapat diperoleh, tanah subur hanya impian belaka, udara yang sehat tinggal kenangan bagi anak cucu kita. Secara tidak langsung, kita mewariskan ‘neraka’ bagi mereka.

Bapak Lurah menuturkan, semoga dengan aksi kami itu, masyarakat di sekitar kali Ciliwung semakin peduli dengan lingkungan dan tidak menempatkan sampah sembarangan. Memang sampah yang ada di kali Ciliwung, tidak serta merta datang dari masyarakat sekitar karena sampah-sampah itu juga datang dari Manggarai dan daerah lainnya (Pintu air Manggarai di tutup karena ketika kali Ciliwung banjir, hal ini dapat membuat istana kepresidenan ikut terendam banjir). Dan itu juga harapan kita bersama tentunya.

Sudah saatnya kita bertindak dan tidak duduk manis menantikan ‘kehancuran bumi’ ini karena kemalasan dan ketidak pedulian kita. Kita bisa menikmati hal yang baik saat ini dari alam, namun kita perlu ingat generasi kita selanjutnya. Jangan menjadi pribadi yang egois. Jangan katakan ‘saya adalah manusia’ jika saudara tidak peduli dengan bumi! Karena bumi membutuhkan manusia untuk merawat, melindungi dan melestarikannya. Sedikit agak kasar agat kita terbangun dari keegoan kita. Terimkasih. Salam.

(Gropesh- Gerakan pemuda peduli sampah)

2 Comments on “Abbel Simbolon”

  1. antonio86 Says:

    Nama dan sebuah kegiatan:
    kadang nama yang di sandang korelasi dengan intensivitas kegiatan jauh dari harapan, di negeri ini sudah terlanjur salah kapra, organisasi berbuat sesuatu yang kecil untuk tonjolkan nama sebagai ajang promosi berbuat baik agar ada dampak positive, intinya sebuah perbuatan yang kecil tapi kedengaran besar sampai ke seluruh dunia sama seperti menjatuhkan jarum kecil di indonesia kalo bisa bunyinya kedengaran besar sampai ke seluruh dunia, atau prinsip ekonomi mengeluarkan cost sekecil kecilnya tapi mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya “Bagaimana kalo kita Balik dalam hal ini bukan prinsip ekonominya atau jarum jatuhnya tapi Berbuat peduli lingkungan misalnya organisasi yang peduli lingkungan atau alam atau apalah nama yang lain menempatkan orang orangnya secara aktif d tengah tengah masyarakat penghuni sekitar Daerah Aliran sungai (DAS), mengajarkan ,menyarankan masyarakat utk tidak buang sampah ke sungai, mengolah sampah organik dan un organik, menghubungkan pemerintah dan lembaga lembaga yang bertanggung jawab soal dana utk konservasi DAS agar dana dana yang tadinya tersimpan di lembaga lembaga itu tidak tersimpan beku saja di lembaga lembaga itu kemudian di korupsi .Dan lembaga lembaga yang bertanggung jawab itu juga harus mensuport teman teman organisasi yang benar benar melakukan kegiatan nyata dalam konservasi DAS, entah yang menannam pohon ,melatih masyarakat mengolah sampah,mengendalikan masyarakat tidak buang sampah sembarangan ke sungai dll. Pemerintah juga jangan melakukan aksinya hanya untuk seremonial saja misalnya adakan acara untuk ambil dokumentasi saja ambil foto , habiskan anggaran untuk makan makan habis sekian puluh juta, padahal anggaran seremonial tadi bisa di alihkan ke kelompok kelompok peduli dan masyarakat akan jauh lebih bermanfaat dan lebih penting lagi, sungai bersih idaman bisa jadi tempat wisata seperti di italia . Lebih lagi yang namanya bencana banjir sehingga pemerintah harus mengeluarkan dana penanggulangan banjir sampai miliaran pasti terhindari. dan Dana dana penanggulangan banjir akan termanfaatkan ke bagian lain.
    Oh ya…Saya bicara dan menulis ini karena saya sudah melakukan penanaman pohon di sukabumi dan Bogor tanaman saya sudah 43.000 pohon jabon.
    Walaupun saya sudah tanam sedikit pohon dan sekarang terus menerus tanam tapi saya tidak pernah di sentuh oleh lembaga manapun atau organisasi oraganisasi peduli itu…..ha..ha..ha…CP. 082125202101 (Nusantara Green Indah Abadi =NUGRIA GREEN semboyan kami: JUICE : Joint Us in Creating Excitement =bergabunglah bersama kami untuk menciptakan semangat menanam pohon)


  2. Saya ounya ide untuk tanam pohon kayu hutan dan tanaman buah seperti mangga dan duren sekitar aliran sungai ciliwung dan sekalian untuk sebagai pembangkit ekonomi bagi masyrakat sekitar ide intinya adalah : kalo pohon pohon itu sudah menghasilkan buah siapa saja boleh petik ambil buahnya hanya saja yang masuk harus bayar karcis masuk…..gimana bro mantap ga? saya tolong di batu ya Tuhan semoga ada yang mengundang saya untuk prenetasi ide saya ini dan sudah tau RABnya bisa mendanainya. sekarang saya sedang buat RAB (Rencana anggaran biaya walaupun biaya belum ada.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: