Bappeda DKI Jakarta

Rencana Terpadu Penganggulangan Banjir dan Penataan Pemukiman Bantaran Sungai Ciliwung I

Sumber: http://www.bappedajakarta.go.id/berita/ 30 Maret 2012

Ciliwung merupakan sungai terbesar dari 13 sungai yang bermuara di Jakarta. Sungai ciliwung ini pernah ditulis sebagai sungai terbaik dan terbersih di dunia oleh seorang pengelana Perancis, Jean Baptis Covenigh, Jakarta dan Ciliwung merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Sejarah telah mencatat bahwa asal muasal kota Jakarta adalah sebuah Bandar kecil yang bermuara di sungai ciliwung. Sehingga tidak heran jika sungai ciiliwung sudah memiliki peran penting bagi Kota Jakarta dari sisi historis, sosial, budaya dan ekonomis.

Selain bisa memenuhi kebutuhan dasar akan ketersediaan air bersih hingga penanggulangan banjir. Sejarah telah mencatat bahwa sungai ciliwung pernah menjadi pusat transportasi niaga dan banyak juga telah ditemukan berbagai artefak kuno yang memiliki nilai sejarah. Namun, saat ini kondisi ciliwung cukup memprihatinkan. Ciliwung tercemar oleh sampah, limbah rumah tangga dan bahkan limbah industry mengganggu ekosistem ciliwung. Pada bagian hilir juga sudah terjadi penyempitan aliran yang disebabkan oleh banyaknya perumahan dibantaran Ciliwung. Terganggunya stabilitas sungai ciliwung tidak hanya mempengaruhi masyarakat sekitar bantaran ciliwung namun juga masyarakat kota Jakarta. Banjir merupakan contoh kongkrit efek terganggunya sungai ciliwung yang memberikan dampak luas bagi kota Jakarta termasuk juga menurunnya kualitas bahan baku air minum.

Melihat kondisi ini Pemerintah tidak tinggal diam, sejak tahun 90-an sudah dilakukan berbagai program untuk memperbaiki kondisi ciliwung yang sudah sangat memprihatinkan. Pemerintah tidak sendiri dalam usahanya menyelamatkan ciliwung, semangat dan ide kreatif masyarakat bahwa sungai ciliwung bisa menjadi salah satu solusi terhadap. Kegiatan susur ciliwung  Bersih-bersih ciliwung, ekowisata sungai ciliwung, keindahan hayati sungai ciliwung.

Kompleksitas kota Jakarta menjadi modal besar Pemerintah dengan dukungan masyarakat Jakarta bisa menjadikan ciliwung sebagai salah satu solusi terhadap macet, banjir, bahkan dapat menjadi waterfront city yang memiliki nilai-nilai “urban heritage”. Sehingga, jika pemerintah dan masyarakatnya menjadi satu dalam sebuah perencanaan komprehensif maka impian untuk Ciliwung yang lebih baik dan menjadi warisan kebanggaan generasi selanjutnya akan segera terwujud.

Untuk merevitalisasi fungsi sungai ciliwung ke asalnya sebagai aliran sungai dan bahan baku air minum, saat ini Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan pemetaan lokasi timbunan sampah sebagai tindak lanjut upaya penanggulangan banjir. Hal ini juga diamanatkan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Penataan Permukiman Kumuh di Bantaran Sungai Ciliwung yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada Kamis, 9 Februari 2012.

Reporter: UPT PIPP Bappeda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: