Marco Kusumawijaya

Masalah Baru dari Pelebaran Ciliwung

Oleh Marco Kusumawijaya | Newsroom Blog 

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/  8 Maret 2012

Apakah Anda tahu di mana tempat paling mudah melihat Sungai Ciliwung di dalam kota Jakarta? Menurut hemat saya, tempat itu berada di dekat Patung Pak Tani, di Kwitang, di sebelah Toko Buku Gunung Agung.

Seperti halnya Teluk Jakarta (dengan panjang pantai 30 kilometer), Ciliwung jarang sekali terlihat dalam kegiatan sehari-hari warga Jakarta karena umumnya terhalang bangunan. Sebagian warga Jakarta tidak lagi menyadari di mana keberadaannya.

Karena itu mungkin akan indah sekali apabila lebar Sungai Ciliwung ini dapat dikembalikan seperti semula, supaya bisa terlihat oleh warga Jakarta dalam keseharian mereka.

Bersama pantai teluk Jakarta, Ciliwung adalah salah satu sebab asal-usul Jakarta. Sebab, semua kota yang dimulai oleh masyarakat (bukan oleh raja) umumnya didirikan di dekat muara — tempat sungai bertemu laut.

Belum lama ini kita membaca dan mendengar adanya rencana pemerintah Jakarta membebaskan tepian kiri dan kanan Sungai Ciliwung untuk membantu mengurangi banjir. Tepian yang bebas ini akan memperbesar daya tampung Sungai Ciliwung, serta melancarkan aliran airnya.

Tujuan ini mungkin baik. Tetapi ada beberapa pertanyaan. Pertama: akan dipindahkan ke mana puluhan ribu warga yang menempati kedua tepi Ciliwung?


Warga tepian CIliwung. Foto: Tempo

Jawaban yang kita peroleh sementara ini adalah, mereka akan dipindahkan ke rumah susun yang akan dibangun di beberapa tempat. Mampukah pemerintah mengurus pemindahan ini dengan baik? Sejauh ingatan, belum ada prestasi pemerintah dalam hal demikian.

Apakah benar mereka harus dipindahkan? Tidak adakah solusi lain, misalnya membuat rumah susun bertiang/panggung di bagian bawah, atau rekayasa untuk memperbesar luas penampang sungai Ciliwung?

Pertanyaan lain: bukankah mengosongkan tepian Sungai Ciliwung hanya akan memindahkan mereka yang dulu terkena banjir — dan bukan mengurangi banjir itu sendiri?

Membersihkan lahan di kiri kanan sungai itu akan membuat air mengalir tanpa halangan, dengan kemungkinan akan menerjang kawasan-kawasan baru di sekitar lintasannya.

Cara lestari mengurangi banjir adalah mengurangi debit air permukaan yang mengalir ke sungai, yaitu dengan menyimpannya sebanyak mungkin di kawasan hulu. Penyerapan air ke dalam tanah juga harus diusahakan sehingga air yang mengalir melalui sungai tidak menerus bertambah banyak dan cepat sampai ke kota.

Ini menuntut penghutanan kembali kawasan hulu.

Seberapa pun sungai diperlebar, jika debit air dibiarkan terus bertambah, tetap saja air akan meluap melewati batas.

Lihat perjalanan sungai Ciliwung dari hulu ke hilir: Mengalir bersama Ciliwung.

Marco Kusumawijaya adalah arsitek dan urbanis, peneliti dan penulis kota. Dia juga direktur RujakCenter for Urban Studies dan editor http://klikjkt.or.id.

106 komentar

Female • 

Setuju warga pinggir kali di relokasi saja,..atau dipulangkan saja ke kampung halaman masing2,…rata2 mereka itu pendatang yg modal nekat doank dan kurng beruntung ke Jkt, trus bangun rumah seenaknya aja,…Rumah2 itu pun jg pasti tidak memiliki Izin IMB…Jasmerah, jaman Batavia dulu, sungai ciliwung itu bersih dan tertata rapih,..Batavia lebih beradab dilihatnya..

Ca’Pri • 

Membersihkan aliran sungai itu suatu keharusan, bahwasanya menimbulkan ekses sosial adalah masalah lain yang memang tidak boleh juga diremehkan. Dan pelestarian lingkungan di hulu adalah masalah lain lagi. Kalau mau solusi yang komperhensif utk penanganan banjir memang mau gak mau harus lintas departemen turun secara bersama dan harus sinergi.

ekor cincin  

menjijikkan sekali ibukota negara kayak gitu, jauh lebih bersih di kampung halamanku walaupun ndeso…….

Evan  

datang ke jakarta gak punya modal apa2 akhirnya bikin pemukiman di pinggir kali…ketika disuruh pergi karena mengganggu eh malah minta duit ganti rugi…lah datang sendiri pulang minta dimodalin…. aduh susah klo ktemu tipe orang seperti ini…

FIRE BALL  

Mas Marco kan arsitek dan ahli dlm penataan kota,… kenapa ngga didorong aja pemerintah segera membuat rusun murah, sehingga mereka yg tinggal di bantaran kali bisa dipindah… memindahkan mereka juga berarti menghargai mereka, krn tinggal di situ di samping tidak indah dipandang, juga rawan penyakit…. “Membersihkan lahan di kiri kanan sungai itu akan membuat air mengalir tanpa halangan, dengan kemungkinan akan menerjang kawasan-kawasan baru di sekitar lintasannya” Lho koq aneh pak, lha kalo dibiarkan, yg diterjang kan rumah2 kumuh itu pak? kan kasihan mereka…. disamping dibersihkan kan juga bisa diperdalam atau diturunkan elevasi dasar sungainya, shg debit terjaga. Paling ideal ya dikembalikan spt semula bantaran sungai, trus dihutankan kembali kawasan hulu… juga resapan di kota diperbanyak.

Indra Salsabila Wirana • 

cara mudah mengurangi dan menanggulangi banjir.
– Buanglah sampai pada tempat nya. ( paling utama )
– Tertibkan pedagang kaki lima yang berdagang di pinggiran jalan dengan menutup saluran air ( sering kali membuang sampah ke saluran air ).
– Tertibkan/ pindahkan rumah-rumah yang berada di pinggiran kali ( sering kali membuang sampah langsung ke kali dan mengurangi area jalur aliran air ).
– Buat lah Biopori utk setiap rumah tinggal, pertokoan, mall, utk mempermudah penyerapan air hujan masuk ke tanah.
– Tempatkan alat berat pengeruk sampah di setiap pintu air di jakarta, agar sampah tidak menumpuk yang dapat menyebabkan air tidak mengalir.
– Kurangi pemakaian air tanah, merupakan tugas pemerintah utk mengalihkan masyarakat dalam penggunaan air, misalkan menggunakan air PAM, menggunakan air bekas pakai utk setiap rumah ( memberikan setiap RT nya mesin pengolahan air bekas pakai menjadi air layak pakai ).
Apabila ke 6 poin tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah atau bahkan dapat di terapkan kepada pemimpin daerah / Gubernur baru nanti nya, insyaallah jakarta akan terbebas dari bencana BANJIR…
Balas

Tomy •

Rencana bagus kok malah dihambat, lanjutkan. Rusun yang sudah jadi di daerah Marunda saja sedikit sekali yang dihuni, malahan ada yang sudah di perjual belikan. Padahal pemerintah sudah mengusahakan seperti yang tertulis di atas. Tapi tujuannya warga yang dipindahkan sudah bukan hidup nyaman tetapi cari uang bagaimanapun caranya walaupun harus membuat kota Jakarta terlihat kumuh.

Kenny •

Ini judulnya kok malah MASALAH BARU, bukannya tidak sehat juga tinggal di pemukiman yang seperti itu. Rusunami bisa di jadikan solusi untuk mereka. Memang salah juga pemerintah daerah membiarkan sungai ciliwung sekarang jadi padat seperti itu, dahulu semestinya ketika yang tinggal belum sebanyak ini mestinya sudah di larang. Hal nya seperti tinggal di sepanjang rel kereta api. Kalau tidak mulai dilarang sejak awal bisa menimbulkan MASALAH BARU juga. Kapan Jakarta bisa di sandingkan dengan kota-kota di EROPA??? Kita semua mencintai Jakarta.
Balas

Pribumi Karawang •

Itu fotonya ada orang boker,.nyuci dan anak2 lg pada maen…kasian

PeJaNtaNakal •

klo solusi banjir yg paling efektif .. itu pindah.. penduduk towpun pengalirannya agar bebas dari banjir.. diantara itu memang ada yg perlu dikorbankan bukan dikorupsikan

Dark Angel •

yang jelas ciliwung kalinya hitam dan penuh sampah serta menjadi dangkal adalah karena banyak pemukiman ditepianya…jadi tidak ada salahnya kalau pemda memulai dari sini

masyarakat di tepian sungai ciliwung dipindahkan ke rumah susun juga tidak ada salahnya bukankah rumah susun lebih baik dari pada rumah panggung kayu diatas sungai yang kotor..?

“bukankah mengosongkan tepian Sungai Ciliwung hanya akan memindahkan mereka yang dulu terkena banjir — dan bukan mengurangi banjir itu sendiri?”

Ini Pemikiran yang salah persepsi dan Bisa Menjebak

Mengosongkan tepian sungai dari pemukiman tentu saja akan menolong mereka yang dulu terkena banjir dan banjir itu sendiri bukan hanya di kurangi malah kata kata banjir itu akan hilang seiring hilangnya pemukiman itu….toh yang banjirkan tinggal sungainya saja dan memang itulah fungsi sungai ciliwung…

“Cara lestari mengurangi banjir adalah mengurangi debit air permukaan yang mengalir ke sungai, ”
itu juga pemahaman yang keliru . pada awalnya ciliwung tercipta secara alami itu artinya ukuran sungai adalah alam yang membentuk sesuai dengan debit air yang melewati sungai itu…justru karena ada pemukiman padat itulah sungai ciliwung tidak lagi alami dan menimbulkan banjir..

Mungkin ada Muatan POLITIS didalam tulisan ini mengingat jakarta menjelang pilkada
tapi tolong untuk para Ilmuwan dan orang pintar…jangan membuat bingung masyarakat
sehingga yang baik menjadi buruk dan yang benar menjadi salah oleh karena opini yang seolah membela masyarakat padhal menjerumuskan…

PIPI 84 •

sungai ciliwung tetap harus dibersihkan, jangan dikurangi debit airnya… lama2 bisa hilang sungai ciliwung nya. warga di pinggir kali ciliwung harus dipindahkan, itu merupakan tugas pemerintah untuk menjaga kebersihan sungai ciliwung. mungkin bisa dipindahkan secara bertahap atau sebagian dulu. setidaknya ada usaha. semua ini tergantung dari tanggung jawab dan niat pemprov. memang bukan pekerjaan yang mudah.

Subandiyono •

Program yang sangat bagus menurut saya. Sungai dan DAS (daerah aliran sungai) perlu dikelola dengan lebih bijak dan ramah lingkungan. Banyak sekali nilai positifnya. Dalam hal ini, pemerintah perlu lebih tegas atas pelaksanaan program positif jangka panjang ini, namun dengan tetap memberikan solusi terbaik atas dampak sosialnya.

Ca’Pri •

Penulis dalam melihat permasalahan lebih menitik-beratkan pada aspek sosial, mungkin karena sesuai bidangnya, namun itu hanya menimbulkan pertanyaan lanjutan dan masih jauh dari solusi, apalagi solusi banjir.

Mukhcis •

yg bikin kali ciliwung kotor ya masyarakat sendiri, suka buang sampah di kali…
jgn protes aja bisanya sama pemerintah…

Mr. Doeng •

tujuan nya sudah benar, masih aja ada yang ga setuju, seperti post yang di atas ini….

Reno •

semua itu pasti bisa terlaksana asalkan pemerintah serius menangani tanpa setengah2…..
karena dengan keseriusan pasti bisa ..

Bambang •

Fungsi utama kali sudah berubah semua di negeri ini, yang seharusnya bisa untuk transportasi, menghasilkan sumber perikanan, air minum, mencegah banjir, dll. Kalau dipinggiran kali ada rumah yang tidak layak huni karena prasarana tidak ada & saya pastikan penyerapan air hujan tidak maksimal, belum lagi buang hajat & sampah. Ini yang membuat kali tidak berfungsi secara maksimal, tolong bagi yang merasa tinggal di pinggiran kali mbok ya pindah secara sukarela & sadar kalau itu tidak benar serta merugikan banyak orang

Enong Holilah •

Ini perlu kesadaran semua pihak,, tidak hanya pemerintahan tapi semua warga. harus dibenahi bersama-sama, yang paling penting penyerapan air secara maksimal baru yang lainnya… tapi sulit juga di Indonesia sering banyak oknum, dari penebangan secara liar,,, sampai yang lainnya… ayo kesadaran semuanya agar bumi Indonesia bersih dan Indah.

Vie •

“membuat rumah susun bertiang/panggung di bagian bawah, atau rekayasa untuk memperbesar luas penampang sungai Ciliwung?” — Bukannya ini malah lebih aneh? Teutep aja mereka diseputaran DAS. Mending Yahoo buat Polling bagaimana persoalan2 Jakarta atau negara ini dicari solusi rame2 dan coba diimplementasikan. Bukannya diskusi rame2 bisa membuat masalah2 ini jadi lebih baik? Banyak kok warga Indonesia yang pinter2. ^_^

Aminudin •

masalah ciliwung bukan masalah regional jakarta saja…tapi sudah jadi masalah nasional, yang membuat tidak teraturnya warga jakarta adalah kehadiran kaum urban / pendatang yang miskin, satu sisi hak mereka …disisi lain akan menjadikan jakarta lebih kumuh…caranya adalah bagaimana pemerintah pusat punya kebijakan nasioanal untuk menyebar sentra sentra ekonomi roda roda produksi ke seluruh daerah kabupaten di indonesia, dengan sendirinya angkatan kerja akan terserap di daerah masing masing dan tidak berduyun duyun datang ke jakarta…kalau itu tidak di jalankan…pakar tata kota kelas dunia sekalipun tidak akan bisa mengatasi masalah kumuhnya jakarta…pelebaran kali ciliwung hanya ladang proyek saja, pemindahan ke rumah susun hanya jadi komoditas politik sesaat dan jakarta akan tenggelam bersamaan dengan sampahnya…saya tinggal di desa…

Joko •

harus segera …… mau nunggu kapan lagi … klu saya baca sdh kategori DARURAT

Solihin •

Seandainya saja waktu ada pemukiman liar satu dua langsung diusir maka nggak terjadi seperti ini. Lha Pemda kalo mau ngusir nunggu dibangunnya ribuan rumah ya terang aja petugasnya bakal dikroyok masa///
Sekarang lakukan disuatu daerah terbuka dimana ditempati dengan liar oleh siapa saja… Selengkapnya

fuhrer •

gusur abis aja tu perkampungan nggak jelas ,,, bikin rusak lingkungan saja, klo nggak mau pindah tinggal bakar saja !!!!

Parso •

bung marco, menurut sy mending no comen aja, tak usah tulis2 provokasi, itu namanya

Fahrullah Kurosaki •

Bagus pemandangan’y…daftarkan aja nich lingkungan ke UNESCO…ntar nnti diklaim negara tetangga…

andhi •

bukan saja penduduk disepanjang ciliwung saja yang ditertibkan, tapi pemukiman mewah pun juga harus ditertibkan. banyak juga pengembang yang yg tidak mengindahkan tata ruang yg seharusnya untuk penyerapan / hutan lindung malah dibangun perumahan, tidak sedikit pengembang yg nakal menutup / memperkecil aliran anak sungai (salah satu contoh perumahan indah kapuk dan masih banyak lagi)!!!!!!

Punk Goes Pop •

kerok sampah pake alat berat!
suruh warga yg tinggal disana dan pabrik pabrik yg membuang limbahnya di ciliwung buat ngebersihin
dan yg nyuruh juga mesti ikut ngebersihin bareng warga

ismail •

Ahli tata ruang Pemda benar2 hebat, dengan pelebaran, maka banyak proyek2 yang terimbas dari pelebaran ciliwung, padahal yang sekarang saja maintenancenya ngak pernah ada…… ehhhhhhh punya solusi tapi membuka peluang korupsinya besar……..pintar222222222222

rambo •

bersihin j bantaran ya,warganya suruh pulang kampung,tak akan rampung kl pemerintah tdk tegas

Jebakan Betmen •

Gampang, kumpulin orang” pengangguran, ga punya KTP, penjahat, preman, koruptor & sampah masyarakat lainnya di dalam bbrp ruangan. Trus semburin asep gas beracun ke dalam ruangan” itu… Tunggu beberapa saat… Maka dalam bbrp hari Jakarta akan lebih teratur dari sekarang ini 😀

Mrs. Yahoo •

Kita menyebutnya…. (maaf)….. masyarakat sampah…..

naga •

Pindah ke Bulan aja yuukk..disana masih banyak lahan kosong…aman, sepi dan ketemu alien….hehehehehe asyik khan…daripada pusing…gitu aja kok refottzz…

cigarette free •

atasnya gundul, bawahnya sempit ya jelas banjirlah.coba kalo berbarengan penyelesaiannya. kalo sarannya gini ya gak jadi deh kayak biasanya. ini kayak saling nyalahin gak ada solusi. indonesia2 heran saya

Ardy •

kalo di telusurin tiap masalah yg ada, termasuk ciliwung ya karna pemerintah yg ga tegas dan berantakan(banyak pejabat ga bermoral)…jadi, kalo mao ngatasin masalah ya atasinnya dari pangkalnya dlu lah…selama pemerintahan masih “buruk” ane rasa percumah mao ngelakuin apapun di segala hal……

tomtom •

yaah solusinya memang begitu ..
pindahkan mereka dari pinggiran kali ciliwung .berikan mereka rumah layak huni .ada aja tuuh uang untuk membangun rumah layak huni .yaa klo ga masuk kekantong siih,..sosialisasikan tentang pembuangan sampah rumah tangga ..jgan sosialisasi keluar negeri truzzzz …. Selengkapnya

andri •

ngurus gini aja susah. Ciliwung bikin dalem dan lebar. masalah selesai.

Generous •

solusi untuk penguasa,,berikan rumah yang berkualitas,,Tenement untuk orang yang berpenghasilan rendah,,itu mungkin solusi untuk saat ini..

ichayoung •

1.Warga di sekitar ciliwung hrs di ungsikan ke rumah susun dan bila yg tdk mempunyai KTP
di kembalikan ke kampung halaman msng”…
2. Bangun taman kota di sekitar ciliwung dan tanam pohon” untuk resapan air …

 3. Jangan memperlebar luas kali ciliwung karna itu buka solusi yang tepat. Dan
4. Yang pasti pemerintah harus lebih cerdas mengatur tata ruang kota jakarta agar terlihat bersih,tdk banjir dan sedap di pandang mata.

Hafiz •

pake dua cara tersebut; pengurangan debit air dan pemindahan penduduk,,,

moko •

belum apa2 udah dikritik,,bgini salah,bgitu salah..membebaskan pinggiran sungai ciliwung dari pemukiman liar itu memang harus dilakukan.itu faktor utama penyebab banjir dan pencemaran sungai..para penghuni pemukimanpun harus siap menanggung resiko yg akan diterima klo membangun tempat tinggal sembarangan. semua itu dikerjakan secara bertahap. setelah pebersihan pemukiman liar pasti ada tahap selanjutnya. sebaiknya kita dukung pemerintah..

RULLY •

Agak heran saya dgn uraian mas Marco diatas,masa, salah satu solusinya bikin rmh panggung dipinggiran sungai, mnrt saya tetap aja itu bukan solusi,…tapi tetap mrk dipindahkan hanya prosesnya serta tmpat penampungan yg baru bagi mrk hrslah manusiawi

2dinc •

wacana yg bagus, tapi jangan hanya wacana, laksanakan secara komprehensif, dengan memikirkan aspek2 lainnya. saya membayangkan suatu kali ciliwung yang memperindah jakarta, bersih, sehat, bebas banjir dan bisa jadi wahana transportasi, ada jalan di kiri kanan, ada pemukiman warga semacam rumah susun murah u warga resmi (legal) yang terusir dari tempat tinggal kumuh sebelumnya. DANA? LIBATKAN SWASTA! buat saya tdak masalah penuh dengan reklame iklan…. .

ralph •

betul, meningkatnya debit air sungai juga banyak dipengaruhi karena berkurangnya area resapan di perkotaan, hingga semua air mengalir ke sungai. andai hutan kota mencukupi perumahan masih mempunya area terbuka (lahan resap), ruko2 atau perkantoran dibuat ramah lingkungan, maka masalah banjir karena luapan sungai akan berkurang…

tapi bantaran sungai memang layaknya bersih dari pemukiman, selain untuk kesehatan warganya sendiri, juga untuk estetikaa and ekosistem sungai itu sendiri.

uli • 

🙂 baru jg wacana udh ribut2..

 eva • 

Just teori pak.marco…..apa bisa pemda bag.hulu ciliwung diperintahkan untuk menghijaukan kawasannya?. Dengan alasan OTDA dan pemasukkan bagi daerah, maka bagian hulu ciliwungsekarang sudah menjadi coklat (alias jarang ada penghijauannya). Apalagi ada dosen yagn berkata lucu kalau sekarang bagian hulu itu sudah ada banjir, bagaimana hilirnya…So jangan hanya teori, praktek yang susah dilaksanakan.

Why • 

ngaco yang nulis artikelnya..
gimana mau dikasih lahan lahan hijau buat resapan..
wong lahannya aja gak ada dan di jadikan pemukiman” liar..

baLLs production •

hahahaha Ibukota Jakarta semakin KEREN !!

Anton •

banjir baru bisa diatasi, minimal di kurangi dampaknya asalkan ada “niat yang baik” dari pemerintah yang bersangkutan, selama ga ada niat si pemerintah, macam-macam upaya yang katanya untuk mengatasi banjir cuma jadi proyek semata, tak berkelanjutan, masyarakat khususnya pinggiran kali jadi korbannya…

PeJaNtaNakal •

itu kali makin smpit ampe kayak paret didominasi bangunan liar kepepet haha… klo dibenahin n lakukan pemugaran bisa kali jd akses transportasi waterways.. masalahnya cuma udah perlukah kita melakukan itu semua? sory klo gue salah.. anggap aja cuma numpang imajinasi ajah

Jessica • 

Ini pemukiman liar ga tau diri amat… Udah di ibu kota melarat masih aja mau hidup susah di Jakarta. Menuh2in kota dan bikin sampah doang bisanya. Sampah dan poop semuanya dibuang ke sungai ato di sembarang tempat. Kalo digusur penduduknya rusuh dan nangis sampe teriak-teriak sambil nengok ke kamera stasiun televisi yg ada. Ntar nyalahinnya pemerintah lagi… tp kalo dibiarin pemerintah jg disalahin. Masyarakat harus punya kesadaran diri dulu terhadap aturan. Jangan bisanya nyalahin dan nuntut macam2 dr pemerintah.

rigo • 

resiko bagi kota yg terlalu rakus.! gak akn pernah tuntas masalah banjir dan sebagainya hingga nanti tenggelam..

Ustadi • 

wah wah hebat kali ciliwung lebih bersih n lebih hebat dari sungai NIL juga Jakarta lebih bersih n indaah dari pada Tokyo………………..
wk wk wk wk wk wk
ha ha ha ha ha ha ha ha
dilihat karo merem……

Loki • 

Lebih baik berusaha daripada dibiarkan saja. Semoga realisasinya lancar.

andy •

dibersihkan aja warga yg tinggal di pinggir sungai, krn merekalah sumber sampah.. mereka beraktifitas pastilah buang sampah ke sungai ga mgk ke TPA… dibersihkan pinggiran sungai trus di hijaukan ide yg baik.. saluran pembuangan juga di perbesar biar genangan air bisa lancar… pemkot hrus tegas krn itu sudah tugas mereka….

Ki Ageng Pambucatan • 

Yang utamanya bersihkan dulu pinggiran kali dari rumah-rumah yang bukan pada tempatnya, untuk selanjutnya baru difikirkan lagi hal2 pendukung seperti penghijauan-resapan air tanah dll nya.
Dari pada semua cuma Ngomong doang, Berfikir tanpa bekerja Goblog – Bekerja tanpa berfikir Konyol! jadi harusnya Orang yg benar Orang yg Berfikir sambil Bekerja.
 
Adi • 

UMUMNYA KAUM PRIA YG BAKAL PROTES KALO URUSANNYA HARUS LEBAR……………….

Faisal • 

wacana lagi wacana lagi….buat rumah susun di dekatnya beri fasilitas jalan,sekolah,taman…lalu pindahkan mereka baru bongkar semua rumah tepi kali ,,,buat kali bersih..perkuat dengan tanggul….napa sih susah banget mikirnya…wacana lagi wacana lagi…huhh

Istohari • 

ttg pertanyaan ; akan dipindahkan ke mana puluhan ribu warga yang menempati kedua tepi Ciliwung? perlu dipertegas dulu pemerintah mau ngurus sungai ciliwung atau masyarakatnya??? …. rencana buat rumah susun atau membuat rumah susun bertiang/panggung di bagian bawah, atau rekayasa untuk memperbesar luas penampang sungai Ciliwung… jelas membuktikan kebijakan pemerintah lebih kepada pembangunan fisik dari pada pemberdayaan masyarakatnya dalam pengelolaan sungai…. pertanyaannya berapa nilai kalau pemerintah membangun rumah susun atau rumah bertiang/panggung yg dimaksud? apa tidak cukup dana pembangunan tersebut untuk membebaskan masyarakat yg telah memanfaat bantaran sungai ? yg menjadi milik sungai, alam?

Endoel Sumbang • 

yang nulis ini kayanya tinggal di bantaran ciliwung kali ya

tisna_lambara • 

menurut saya,, apapun rencana pemerintah pasti akan ada pergolakan di masyarakat… ITU DIKARENAKAN wibawa pemerintah sudah tidak ada lagi dimata masyarakat…. RUSUNAWA yang sudah di bangun GAGAL…KORUPSI….dan YANG PALING MENYAKITKAN adalah PEMERINTAH TELAH MEMBOHONGI RAKYAT….

Maulana • 

Ingat!! Indonesia harus punya adab”
Jangan seenaknya main gusur’
Negara Harus Korban Lebih banyak Uang itu lebih baik”
dari pada harus rakyat yg tersiksa di ujungnya”
#smoga paham”

David Ricardo •

 saya rasa kalau terlalu banyak pertanyaan, Mampukah ? kemana ? kapan ? berapa ? dll, justru nantinya masalah jakarta ini gak akan selesai – selesai, action dulu nanti hasilnya pasti akan kelihatan. toch negara indonesia ini begitu luas masih banyak tempat buat orang-orang yang tinggal di pinggiran kali ciliwung untuk tinggal, misalnya di galakkan kembali transmigrasi ke pulau-pulau di luar Jawa. dll.

Maddais • 

meskipun sungai ciliwung d perlebar, klo tingkat masyarakat daerah setempat masih rendah.

saya yakin sungai ciliwung keadaan.x akan tetap sperti skrg…

Wirayuda • 

 menurut anda apa yang terbaik, buat tulisan, seminarkan, ajukan ke pemerintah, anda pesimis, ada ribuan oang seperti anda yang punya pendapat beda, sepakat baru wacana sudah ribut andakan ngukur dari kacamata anda, beri dong solusi

Loekman Loeky • 

sungai buatan jaman belanda yg ada koq lebih kuat dari pada buatan sekarang, sy pernah ikut melaksanakan pekerjaan normalisasi beberapa sungai jakarta namun krn perawatan jangka pjgnya ga bagus dr pemda DKI maka rusak lagi. kali ini bikin yg baik, bermutu dan tahan lama. pilih kontraktor yg sehat pola kerjanya, berdedikasi dan pimpro serta consultan supervisi yg ga gampangan terima pelicin. “sungai anti korupsi”

KETUT • 

@Marco, kayaknya anda pengamat (selalu berpikir negatif) BUKAN pelaksana, pelebaran Ciliwung dan memindahkan masyarakat KUMUH ke rusun adalah pilihan terbaik saat ini, tapi anda minta debit air dikurangi ??? kalau mau jujur skrg DKI lebih rindang dari kota-kota besar di KALIMANTAN ???

Monet • 

Mas Marco katanya seorang ahli, tapi kok bego yah, jelas yang paling utama tidak boleh ada rumah di pinggir kali, kedua bikin penampungan air (danau, waduk dsb) dan resapan air di daerah hilir, kemudian baru diatur untuk perumahan penduduk dan daerah komersiel. Ini kerjaannya Tata Kota yang enggak becus….

Lyli •

Ya moga aja Bisa,,,Dan DKI terbebas dari wilayah yang Kumuh,,

Ganda Nugraha • 

yang bikin tulisan ini gak pinter kayaknya…
banjir itu terdiri dari 3, yaitu kiriman, lokal dan ROB…
Ketiga-tiganya harus ada penanganannya. Dan masalah pinggiran Ciliwung adalah masalah banjir lokal… Ibaratnya salauran air di depan rumah kita yang mampet dan bau, gak mungkin kita biarkan begitu saja kan…?

ester • 

sptnya rencana pemindahan warga ke rmh susun ga akan berhasil.. ya kita lihat saja pengelaman yg lalu2.. lbh baik dibersihan.. dan warga2 disekitar sungai dilarang membuang sampah sembarangan.. beri denda aja yg tinggi.. harus ada pelopornya yg menampung sampah2 mereka.. buktinya ada kampung hijau yg bisa mengolah sampah mereka sendiri kok..

Hidayat • 

gimana kalo warga pinggir kali itu tukaran tempat tinggal ma para koruptor… kan mereka juga korban koruptor???

Ethon •

Bang Marco, menurut saya penghijauan di hulu sungai itu benar dan solusi rusun itu juga benar. Jadisebaiknya dilakukan secara bersamaan.

broer • 

Ini kan masalah semua warga Jakarta, bukan cuma masalah yang ada dipinggir Ciliwung aja. Kalo masalah setuju atau gak setuju, pasti hampir seluruh warga Jakarta setuju kecuali mereka yg sekarang ada dipinggir ciliwung. Jadi kalo nanti warga Ciliwung protes/demo, kerahin aja demo tandingan seluruh warga Jakarta…suruh sekalian mereka pulang ke kandangnya…beres kan….

 Istohari •

kalau pemerintah mau murah beban kedepan dalam pelestarian sungai ciliwung…. tetapkan garis sempadan sungai ciliwung sbelum hal-hal tersebut diatas terjadi …”save our ciliwung”

Wong Cilacap •

bikin danau buatan yang besar buat nampung air dan bendungan,,,,, sebelum masuk jakarta

Satria •  

satu lagi sungai ciliwung jangan dijadikan tempat sampah lagi

Adi Satya • 

jgan hnya pemerintah sja yg menangani, tapi masyarakat juga,…
masyarakat hrus sadar, tepi sungai bukan untuk di jdikan rumah serta jngan membuang sampah sembarang,
juga peran pemerintah juga serius menangani warga di tepi sungai ciliwung,..
jganlah saling menyalahkan, yg menyebabkn… banjir kita sndiri,

Asri Saripudin • 

yg bkin tulisan ni tolol’y luar biasa…kritis ya kritis…solusi ya solusi….jgn malah jd provokator….koplak…..!!!!!

Hans Hanzi •

indonesia memang jorok ,dan jakarta = shit hole .

Kucing Garong •

Jakarta satu- satunya negara di Asia Tenggara yg terdapat kawasan kumuh di sepanjang kali yg melintasi Ibukota Negara…

Heru Setiabudi • 

dah lah beresin aja kaya gitu juga ribet….lagian jga jelek klo pinggiran gitu masih tetep ada dan sampah jga makin lama makin banyak…liat aja fotonya ampe kumuh gtu..gmna tar soalnya makin lama makin bertambah penduduknya…yang ada di pinggir kali…jalan satu2 nya ya dipindah dulu warganya…mau di apain juga enak dari pada gitu diliat jga gak bagus dan srek…..?

Rara Sri winarni • 

aq baru tau yang sering aq lewatin itu sungai ciliwung tohhh…
sampah cemua,…. pantesan banjir… pemerintah bisanya umbar janji…

Wni • 

Selesaikan dulu banjir kanal, dah tinggal separo tuh..

Sang Makelar Akherat •

perlu langkah exstrem untuk membuat kota sekaliber jakarta memnjadi lebih baik..

Julio Stevanus •

foto nya nyeremin.. eek disana , trus anak2 nya juga mandi disana ..OHEMMJIII.. please dong ya ibu kota. ibu kota Indonesia.

aryo • 

tulisan ga mutu!!!! paparin masalah, mengkritisi langkah yang diambil, tapi solusi yang ditawarkan ga konkret, sapa sih ni orang???

paijo • 

kalo dari pengalaman analisa saya di ciliwung sejak tahun 2007 gini, saya setuju dengan pendapat penulis yaitu mengurangi debit air salah satunya dengan cara dibikin waduk/setu baru dan selain itu di bikin aliran baru atau anakn sungai buatan. nah untuk masalah sampah peran serta swasta dan pemerintah sangat dibutuhkan, hal ini di tujukan untuk membentuk model kolaborasi antara ekonomi dan ekologi atau yang biasa disebut membangun perekonomian rakyat berbasis lingkungan. karena seperti yang kita ketahui bahwasannya masyarakat kita akan bergerak atau mau melaksanakan jika ada nilai ekonomisnya, tentunya nilai ekonomis itu sesuai dengan pendapatan mereka sehari-hari. mungkin itu pendapat saya, kalo ada kesalahan dalam penulisan mohon di maklumin yaa, cz nulisnya sambil agak setengah ngantuk 😀

Vina Khiel • 

setuju (bukan artinya tak memihak warga kecil) tp mereka yg tinggal di pinggiran kali hanya mempeburuk kota jakarta!!!!! dan lucunya 70 persen yg tinggal adalah pendatang!!!!! klo mereka ga mau di pindahkan mau ga mau harus dengan paksa, krn telah melanggar UU perkotaan mencemari lingkungan dan tak memiliki ijin membangun !!!!!

Trikora •

“Saya sampai saat ini benar2 heran dan tidak bisa mengerti cara Pemda DKI menangani sungai Ciliwung..?apa saja yang dikerjakan dan direncanakan?sampai saat ini Pemda DKI belum berhasil menentukan batas/ jarak antara sungai dengan pemukiman penduduk dan dengan jalur hijau..?bgmn sich tentukan begitu saja tidak becus…?bgmn mungkin bilangnya mau tanganin banjir..?Bullsheet..

Trikora • 

” Jakarta kalau mau dibilang kasarnya,tdk ada Gubernur juga sdh bisa jalan sendiri pemerintahannya..? daripada punya Gubernur ga becus ngurus banjir aje….

Komunitas • 

bila otoritas ciliwung kami dihormati.. persoalan CILIWUNG akan lebih sederhana… SEMBUNYI BALIK DINDING…

Agus Samosir •

setuju rumah susun jadi alternatif

Komunitas •

save our nature, save our cultural, save our future, n save our ciliwung

Dika • 

persoalannyan kenapa baru skrg menyadarinya,klau dri dulu pemerintah tanggap tak akan menjamur di pinggiran ciliwung,pindah satu nanti datang seribu,jgn di jadikan mereka sbgi obyek.

Rumahsehat • 

kasihan sekali mereka hidup di tempat yang seperti itu.

salam sehat,
http://rumahsehat.biz/

arif • 

menurut saya, penduduk disepanjang bantaran kali ciliwung di transmigrasikan ke daerah seperti sumatera,kalimantan bahkan papua.dari aspek tata kota dan sanitasi tentu akan berdampak signifikan yaitu pemerintah dg kebijakannya dapat memperlebar atau sekedar memperlancar arus air sehingga jika musim penghujan datang maka jakarta tak was-was lagi akan datangnya banjir.dari segi kependukukan tentunya akan mengurangi kepadatan penduduk kota jakarta ini sekaligus program pemerataan penduduk.dari segi ketenagakerjaan dan ekonomi menurut saya akan lebih baik tinggal di daerah kawasan transmigrasi meskipun bekerja di areal perkebunan namun akan lebih baik jika dibandingkan menanggung derita dikala banjir toh akhirnya mengalami kerugian sendiri dan ujung-ujungnya adalah tanggungan pemerintah membengkak dengan adanya beban ganti rugi.padahal tanah disepanjang bantaran kali jelas dilarang untuk didirikan bangunan.terlebih lagi itu adalah tanah milik negara.

Sosiologi •

menurut saya itu solusi yang baik tapi ga akan bisa efektif apabila melihat track record implementasi kebijakan pemda DKI. beberapa saran dari saya sebagai warga jakarta:

– solusi yang baik untuk memindahkan warga pinggiran sungai, namun perlu proses sulit untuk melakukan itu. mulai dari serius untuk membangun rusun yang layak dan mampu dijangkau masyarakat itu sendiri, lalu bagaimana kemudian mengubah perilaku masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan dsb. juga bagaimana memberikan pekerjaan kepada mereka (karena kemiskinan adalah sebab utama mereka mendiami tepian sungai.
– sebaiknya pemindahan penduduk tepian sungai jangan untuk difungsikan untuk melebarkan sungai saja, tapi sebaiknya alokasikan juga untuk lahan penghijauan untuk resapan air.
– langkah ini harus disertai dengan langkah lainnya demi mengatasi banjir, seperti penyelesaian banjir kanal, pembersihan sungai dari sampah, dan mengawasi alur migrasi masyarakat dari luar jakarta. karena sebagian besar penghuni bantaran sungai adalah warga daerah yang berurbanisasi dan gagal berusaha di jakarta.

kesalahan pemerintah selama ini dalam mengatasi permasalahan adalah hanya melihat masalah dari satu sisi saja, padahal banyak dimensi yang berperan dalam masalah sosial yang ada. sehingga perlu sinergi dari berbagai proses penerapan kebijaka

Toko Buku •

Itu sih cuma wacana GEMBIRA (Gembar-gembor Bicaranya)

sonica james • 

 jadi gimana nie, mending yng warga di pinggir kali di relokasikan ke daerah yang masih sedikit penduduk dan di berikan pekerjaan,, http://produsentas.co.id/
 
Mohammaderfan • 

segera dong pak jangan janji palsu doang masyarakat memerlukan itu bukan hanya gombal2 belaka yg selama ini dijalankan !!!!

Adi • 

jika melihat pada kekisruhan dipolitik atas apa tidak terpikiran akan rekannya yang dikaum marginal
didaerah saya sudah banyak terjadi tindak kriminal hanya karena kebutuhan hidup, ironi

Tommy • 

proyek baru lagi donk setelah proyek trotoar …. mantab bung

Putra • 

Bagaimana sih Om Penulis, Pinggiran Sungai memang harusnya tidak dijadikan tempat tinggal dong Om … Paling tidak, 30 m dari sungai itu harus bebas dari pemukiman … resikonya terlalu tinggi, tidak higienis, dan penduduk pasti mencemari sungai dgn sampah dan kotoran. Sungai kan bukan saluran pembuangan limbah 🙂 …
Memang harus direlokasi dari dulu-dulu, jangan biarkan masyarakat terjebak dalam pola hidup yg salah …

stress •

dipindahkan ke rusun emang baik…tapi kalo ujung2nya suruh bayar ini itu yang mereka sendiri ga mampu?akhirnya mereka akan jual rusun ke pihak laen n kembali cari tempat laen yang ga perlu bayar apa2…

Saya •

kalo belum apa2 sebuah rencana selalu digagalkan dari mana akan tahu bahwa ternyata rencana yg sdh dilaksanakan itu sia-sia?? percayalah setiap rencana pasti ada hasil dan manfaat yg didadapat oleh jkt, memang msh belum sempurna hasilnya akan tetapi akan jauh lebih baik dari pada tidak melakukan apa2 sama sekali terhadap jakarta?? sadarlah wahai manusia “kesempurnaan hanya milik yg maha kuasa”…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: