Neli Triana

Ciliwung Disayang, Ciliwung Dibiarkan

Oleh: Neli Triana

Sumber:http://darmansjah.wordpress.com/ 9 Februari 2011 

tempat penumpukan sampah

Kata Ciliwung selalu membangkitkan rasa sayang di hati warga Jakarta. Rasa sayang terkait kerinduan akan alirannya yang jernih dan lebar seperti pada masa lalu, juga rasa sayang karena geregetan melihat betapa buruk dan jorok- nya sungai ini.

tempat pemukiman kumuh

Warga menerjemahkan kedua rasa sayang itu dalam bentuk berbeda-beda. Ada yang sekadar membiarkannya mengendap di hati dan pikiran, ada juga dengan semangat berkobar terus berupaya membenahi Ciliwung.

tempat pembuangan limbah

Sekelompok warga bantaran Ciliwung di Kampung Pulo di Jakarta Timur dan Bukit Duri di Jakarta Selatan termasuk yang gencar turun langsung memperbaiki Ciliwung. Mereka tergabung dalam Ciliwung Merdeka, yakni arena pendidikan budaya anak dan remaja sekaligus gerakan kemanusiaan warga Bukit Duri dan Kampung Pulo.

sikat gigi

Salah satu upaya nyata Ciliwung Merdeka adalah menggelar Festival Gerakan Budaya Ciliwung Larung, Sabtu-Minggu (18-19/12), sejak pagi hingga malam hari.

tempat aliran air

”Acaranya ada pementasan teater, musik dan koreografis budaya Ciliwung; pasar rakyat, pentas seni komunitas bantaran kali, diskusi publik, dan lokakarya keterampilan, serta lomba penataan kampung,” kata Ketua Pelaksana Gerakan Budaya, Abdul Muis.

Semua acara bertempat di RT 5,6,7, dan 8 di RW 12, Bukit Duri. Di Kampung Pulo, keramaian berlangsung di RT 9, 10, dan 11 RW 3.

tempat penumpukan reruntuhan

Jangan kaget ketika menemukan riuh rendah anak-anak menari dengan ekspresif. Pertunjukan teater tentang kehidupan masyarakat bantaran kali yang diterpa stigma dan keterbatasan layak diacungi jempol. Boleh jadi penghayatan begitu rupa tertanam karena sebagian besar pemain adalah warga bantaran.

Seluruh musik, seni tari, dan teater adalah murni hasil kreativitas anak-anak pinggir Ciliwung. Aransemen musik berasal dari paduan alat musik angklung, gitar, suling, gong, kendang, dan alat perkusi lainnya. Kalau disimak, tema alam lingkungan dan dinamika kehidupan warga bantaran begitu kental terasa dalam setiap tarian dan lagu. ”Semua ini hasil latihan sejak beberapa bulan lalu,” kata seorang pemain.

tempat air seharusnya mengalir

Di pasar rakyat, warga memamerkan dan menjual aneka macam produk buatan warga setempat. Pelatihan menjahit yang diadakan Ciliwung Merdeka sebagai fasilitator bersama warga dampingan di Bukit Duri dan Kampung Pulo membuahkan hasil. Lihat saja beragam tas, taplak meja, dompet, sarung bantal, dan lainnya, juga kreasi dari kain batik karya ibu-ibu setempat.

tempat orang beraktivitas

Dalam blog Ciliwung Merdeka disebutkan, festival budaya ini diharapkan menjadi pelopor penggerak warga bantaran dalam memerangi keterbatasan dan stigma yang ada. Jangan sampai Ciliwung dan warganya hanya dianggap ”kantong sampah” yang dibiarkan terpinggirkan. (NELI TRIANA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: