Banjir 2012-2016

Februari 2012

Ada Dongeng di Balik Banjir Ciliwung

Desmunyoto P. Gunadi / Jurnal Nasional

Sumber:http://www.jurnas.com/ 18 Februari 2012

Jurnas.com | BANJIR kiriman dari Bogor melalui sungai ciliwung melanda Kampung Melayu Kecil, Kebon Baru Tebet, Sabtu, 18/2. Banjir di daerah ini sangat dipengaruhi oleh curah hujan di Bogor, khususnya di kawasan puncak. Pukul 14.50, dalam pantauan Jurnl Nasional, banjir tersebut belum susut sepenuhnya. Kawasan RT 11 dan 15 di RW 10, air masih selutut hingga sepinggang orang dewasa. Pemilik rumah yang langsung memberihkan segala perabotan, dinding dan lantai sesaat genangan air mulai surut.

“Belum selesai membersihkan, bisa saja banjirnya datang lagi, begitulah terus,” kata Siti Romlah (45) warga setempat menjelaskan. Sanking seringnya kawasan ini digenangi banjir, beberapa cerita rakyat bermunculan. Mulai dari munculnya biawak, buaya.

“Kalau ketemu biawak dan buaya biasanya ada tanda-tandanya, tapi yang menakutkan itu, kalau ditemukan ular saat bersih-bersih,” katanya bercerita. Air sungai ciliwung yang berasal dari Bogor memang membawa berbagai macam benda lain, seperti sampah, pepohonan, binatang liar. Ular dan biawak paling sering ditemukan. “Kalau buaya sih jarang. Cuma pernah ada,” katanya. Menurutnya, sudah dimaklumi oleh banyak warga disekitar bahwa kalau menemukan biawak akan berarti sesuatu bagi penemunya bila ditangkap. Kalau dijual, anaknya bisa hilang atau kalau dimatikan salah satu anggota keluarganya bisa meninggal karena berbagai akibat. “Jadi kalau menemukan biawak, warga biasanya membiarkannya saja,” katanya meneruskan.

Warga juga sering menemukan ular di sudut-sudut rumah mereka dan itu dianggap paling menakutkan karena kemungkinan bisa menggigit. “Biasanya kalau menemukan buaya, tandanya akan ada banjir. Tapi sekarang ini sudah jarang ada buaya,” kata Siti Romlah yang tinggal di RT 10, hanya beberapa meter dari bibir pinggir sungai Ciliwung. Menurutnya, daerah tersebut telah disurvey oleh pemerintah untuk pembangunan apartemen rusunawa. Apartemen itu akan diprioritaskan bagi warga sekitar sungai yang bakal tergusur.Penulis : Julkifli Marbun

Debit Air Ciliwung Meninggi, Jakarta Siaga Banjir

Danar Widiyanto

Sumber: http://krjogja.com/ 19 Februari 2012 

BOGOR (KRjogja.com) – Ketinggian debit air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu pagi mulai situasi siaga.

“Ketinggian air masih normal 50 centimeter. Tapi kemungkinan akan ada penambahan karena hujan merata di seluruh wilayah Bogor. Jadi petugas masih siaga, mengawasi ketinggian air,” kata Pelaksana harian Bendung Katulampa, Andi Sudirman.

Andi mengatakan ketinggian air mengalami kenaikan sekitar pukul 07.00 WIB, hingga pukul 08.45 WIB air masih bertahan 50 cm.

Sementara itu hujan mengguyur wilayah Bogor dan kawasan Puncak merata mulai pukul 02.00 WIB.

Menurut Andi, diperkirakan akan ada kenaikan debit air, karena hingga kini hujan masih berlangsung di wilayah Puncak.

“Kemungkinan ada penambahan, hujan masih berlangsung dari pagi hingga sekarang. Kita akan terus monitor dan melaporkan ketinggian air setiap satu jam sekali,” kata Andi.

Menurut Andi, kemungkinan air akan sampai di Jakarta pagi ini mengingat hujan tidak hanya mengguyur wilayah Bogor tapi juga wilayah Depok.

Saat ini ketinggian air di Pintu air Depok telah mencapai 180 cm atau siaga empat.Sementara pintu air Manggarai masih normal 700 cm.

“Ketinggian air di Depok sudah siaga empat, 180 cm, di Manggarai masih normal 700 cm. Jika di Jakarta juga hujan perlu diwaspadai air pasang. Banjir bisa terjadi pagi ini karena kiriman dari dari Ciliwung,” katanya.

Hujan mengguyur wilayah Bogor mulai pukul 02.00 WIB. Hujan yang turun cukup lebat disertai dengan petir dan angin. Hingga berita ini diturunkan hujan ringan masih membayangi wilayah Bogor. (Ant/Yan)

Ciliwung Meluap Jakarta Banjir

Sumber:  http://www.jakartapress.com/ 20 Februari 2012

JAKARTAPRESS – Jakarta, Langit Jakarta cerah, tapi banjir menyergap di sejumlah kawasan Ibukota sejumlah RW di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, terkena banjir akibat meluapnya Kali Ciliwung dampak kiriman air dari Bogor. Sedangkan di kawasan Pondok Labu banjir terjadi akibat meluapnya Kali Krukut.

“Kemarin di Bukit Duri banjir tapi tidak setinggi ini,” kata Hendi, petugas Puskesmas Bukit Duri, Senin (20/2/2012).

Banjir di Bukit Duri mulai datang pada Minggu (19/2) seiring hujan lebat yang terjadi di Jakarta dan Bogor. “Kemarin menjelang magrib air masih naik hingga 2,3 meter,” kata Khoiruddin, seorang warga yang ikut membantu evakuasi warga Bukit Duri.

Khoiruddin menuturkan, banjir memang kerap melanda daerah tersebut. Daerah yang saat ini sedang banjir dan termasuk langganan adalah kawasan RW 10, 11, dan 12 Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.

Bila banjir datang, orang dewasa sibuk menggendong anaknya yang masih kecil menjauh dari area banjir. Namun ada juga anak-anak yang menyambut banjir dengan sukacita dengan bermain di areal rumah mereka yang kebanjiran. Mereka tampak riang, seolah tidak terganggu dengan intaian penyakit akibat banjir.

Warga juga mengungsi ke masjid yang dekat dengan pemukiman mereka. Selain menjadi tempat mengungsi, masjid juga menjadi tempat transit bagi mereka yang hendak berangkat ke sekolah atau bekerja. Setelah bersiap diri dan membawa pakaian dari rumah, mereka singgah ke masjid untuk berganti pakaian rapi sebelum berangkat ke tempat tujuan.

Menurut Khoiruddin warga setempat, penyebab banjir di daerahnya adalah luapan air Kali Ciliwung yang mendapat kiriman air tambahan dari Bogor. Jika Bogor mengalami hujan deras maka hampir dipastikan daerahnya akan terkena banjir.

Selain Bukit Duri, sejumlah RT di Pondok Labu juga kebanjiran. Hari ini, banjir mulai surut. Ada yang kebanjiran sepaha, selutut dan semata kaki. Banjir terjadi akibat kiriman air dari Katulampa Bogor dan akibat penyempitan Kali Krukut.(sal/inilah)

Bogor Hujan Lebat, Ciliwung Siaga Banjir

Sumber:http://megapolitan.kompas.com/  22 Februari 2012 

BOGOR, KOMPAS.com — Hujan deras mengguyur Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2/2012) malam ini. Kondisi ini menyebabkan ketinggian air di Sungai Ciliwung terus meningkat sehingga mulai siaga banjir.

Dari Bendung Katulampa, titik pemantauan ketinggian air Sungai Ciliwung, hingga sekitar pukul 22.00 WIB, dilaporkan ketinggian permukaan air sudah mencapai 70 sentimeter atau siaga IV banjir.

“Saat ini masih bertahan di 70 sentimeter, tetapi hujan masih terus turun,” tutur Andi Sudirman, penjaga Bendung Katulampa.

Hujan masih stabil deras dan disertai petir yang menyambar-nyambar di Kota Bogor. Air dari Katulampa diperkirakan sampai di Jakarta 12-14 jam.

Banjir Kiriman Sempat Genangi Kawasan Ciliwung

Riana Afifah | Hertanto Soebijoto

Sumber:  http://megapolitan.kompas.com/23 Februari 2012 

JAKARTA, KOMPAS.com — Akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Bogor, Rabu (22/2/2012) malam, debit air Kali Ciliwung terus meningkat. Beberapa daerah yang berada di sepanjang aliran Kali Ciliwung sempat tergenang banjir kiriman.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Tarjuki, mengatakan, beberapa daerah memang terkena banjir kiriman. Apalagi untuk daerah yang berada di bantaran Kali Ciliwung. “Iya sebagian wilayah Jakarta menerima banjir kiriman. Ini akibat hujan yang mengguyur Bogor tadi malam cukup deras,” kata Tarjuki, ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (23/2/2012).

Beberapa daerah yang sempat tergenang adalah Kelurahan Bukit Duri RW 09, RW 10, dan RW 11, dengan ketinggian air antara 50 hingga 120 sentimeter. Kemudian di Kelurahan Kebon Baru di RW 10 Gang Perintis, ketinggian air antara 60 sampai dengan 100 sentimeter.

Selanjutnya, Kelurahan Rawa Jati di Jalan Bina Warga RW 07 juga tergenang dengan ketinggian air antara 60 hingga 100 sentimeter. Sedangkan di Kelurahan Pengadegan daerah yang tergenang yakni di RW 05 dengan ketinggian air antara 60 sampai dengan 80 sentimeter. Namun saat ini, ketinggian muka air di beberapa pintu air sudah kembali normal. Hanya kondisi di Pintu Air Manggarai yang masih berada pada Siaga III dengan ketinggian 785 sentimeter. Kemudian kondisi di Pintu Air Pasar Ikan juga Siaga III dengan ketinggian 173 sentimeter.

Banjir Menggenangi 7 RW di Bantaran Ciliwung

Oleh Wahyu Aji | TRIBUNnews.com

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/ 23 Februari 2012

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Seribu rumah di bantaran kali Ciliwung terendam banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/2/2012). Kawasan yang diterjang banjir tersebar di dua kelurahan yakni Kampung Melayu dan Bidaracina, kecamatan Jatinegara.

Banjir yang menghampiri rumah penduduk pada pukul 10.00 WIB dan hingga kini belum menandakan akan surutnya air yang menggenang.

“Sebanyak 7 RW digenangi banjir, akibatnya, sekitar 200 an orang harus mengungsi ke Masjid At-Tawabin dan eks Bioskop Nusantara, Jatinegara,” ujar Lurah Kampungmelayu, Adhe Chairul Bahar, Kamis (23/2/2012).

Adhe juga mengatakan bahwa banjir kiriman kali ini menghampiri rumah warga masing-masing di RW 01, 02, 03, 04, 05, 07 dan 08. Pantauan Tribunnews.com ketinggian air berkisar antara 50-180 cm.

Banjir juga menggenangi sekitar 500 rumah pada enam RW di kelurahan Bidaracina. Ketua RW 07 Bidaracina, Mamat Syahroni (50) mengatakan, akibat banjir ini, aktivitas warga mendadak lumpuh. Termasuk kaum ibu yang tidak melakukan aktivitas memasak. Untuk memenuhi kebutuhan makan terpaksa mereka harus membeli ke warung terdekat.

“Kami memiliki dua perahu, sehingga dapat dimanfaatkan warga untuk hilir mudik mengantarkan bantuan atau bahkan evakuasi” tukasnya.

Lagi-lagi, Kampungpulo dan Bidaracina Dikepung Banjir

 Sumber: http://www.wartakotalive.com/ 27 Februari 2012 

Jatinegara, Wartakotalive.com

warta kota/ budi samlaw malau

Untuk kelima kalinya dalam dua pekan terakhir ini, banjir kiriman kembali menggenangi kawasan Kampungpulo, Kelurahan Kampungmelayu dan Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Senin (27/2/2012). Sedikitnya 995 rumah warga yang berada bantaran Kali Ciliwung terendam banjir.

Hal ini menyebabkan banyak warga tertahan di dalam rumah dan tidak dapat beraktifitas.

Dari data Kecamatan Jatinegara, tercatat dua kelurahan yang terendam banjir. Yakni 495 rumah di Kelurahan Bidaracina dan 500 rumah warga di Kampungpulo, Kelurahan Kampungmelayu, Jatinegara.

Di kelurahan Bidaracina, banjir menggenangi 495 rumah yang dihuni 1420 jiwa dan tersebar di 6 RW dan 20 RT. Sedangkan di Kampungpulo, banjir juga menggenangi sekitar 500 an rumah di 7 RW. Diprediksi banjir baru surut pada pukul 21.00 malam.

Sementara kondisi terparah dialami warga di RW 03, Kelurahan Kampungmelayu yang berada di sisi bantaran Kali Ciliwung yang meluap. Air disini mencapai satu meter atau sedada orang dewasa.

Menurut Rian (33), warga RT 13/3, air mulai masuk ke dalam rumah warga sejak pukul 05.00 pagi tadi. Perlahan air terus meninggi hingga sekitar 80 cm atau selutut orang dewasa. “Tapi kita sih masih bertahan di rumah. Bagi kita banjir begini masih anaknya, masih kecil,” ujar Rian.

Rian menambahkan, warga biasanya baru mengungsi jika ketinggian air telah mencapai 3 atau 4 meter. Meski tidak mengungsi, Rian mengaku saat ini waspada untuk mengantisipasi banjir yang lebih besar. (bum)

April 2012 

Ciliwung Sempat Dekati Siaga II Banjir

Antony Lee | Marcus Suprihadi

Sumber: http://megapolitan.kompas.com/ 3 April 2012 
|
BOGOR, KOMPAS.com — Hujan deras yang mengguyur Puncak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/4/2012) sore, membuat ketinggian air Sungai Ciliwung melonjak. Ketinggian air Ciliwung di Bendung Katulampa bahkan sudah mendekati Siaga II banjir bagi Jakarta.

Ketinggian air Ciliwung pada pukul 15.00 masih sekitar 30 sentimeter, atau normal. Pada pukul 16.00 naik menjadi 50 sentimeter, lalu menjadi 140 sentimeter pada pukul 17.00. Hal ini berarti Ciliwung Siaga III banjir.

“Kalau sudah 150 sentimeter masuk Siaga II banjir. Tetapi kemudian perlahan turun,” tutur Andi Sudirman, penjaga Bendung Katulampa.

Pada pukul 17.10, ketinggian air menurun jadi 130 sentimeter, lalu menjadi 120 sentimeter pada pukul 17.20, dan kembali turun dan bertahan di posisi 100 sentimeter sejak pukul 17.30.

Dengan ketinggian seperti itu, daerah bantaran Sungai Ciliwung di Jakarta berpotensi untuk banjir pada Rabu dini hari hingga pagi.

700 Rumah di Bantaran Ciliwung Terendam Banjir 

Sumber: http://dkinews.com/03 April 2012

DKINews.com –700 rumah warga yang berada di bantaran Kali Ciliwung terendam banjir kiriman kembali. Air menggenangi kawasan Kampungpulo, Kelurahan Kampung melayu dan Kelurahan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (03/04/12).

Akibatnya, banyak warga tertahan di dalam rumah tak bisa keluar.

Ahmad, salah seorang warga RT 04/03 Kampungpulo, Kampungmelayu, mengatakan, banjir kiriman seperti ini rutin dialami warga.

“Warga di sini juga tidak ada yang mengungsi karena bagi mereka banjir seperti ini sudah dialami bertahun-tahun. Untuk melakukan aktivitas seperti berangkat kerja atau sekolah, warga memanfaatkan perahu karet yang disediakan pihak kelurahan. Namun banyak juga warga yang bertahan di rumahnya masing-masing,” katanya.

Kali Ciliwung Banjir, Ribuan Rumah di Jaktim Terendam 

Sumber: http://www.poskotanews.com/4 April 2012

JATINEGARA (Pos Kota) – Belum juga rampung membersihkan lumpur sisa banjir sehari sebelumnya, warga Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jaktim, kembali direpotkan oleh banjir luapan Sungai Ciliwung, Rabu (4/4).

Ribuan rumah kembali terendam akibat meluapnya Sungai Ciliwung.

Kondisi terparah terdapat di Kampung Pulo, sekitar 710 rumah yang tersebar di 40 RT dari tujuh RW setempat, terendam banjir setinggi 30-110 cm. Di tempat ini tinggal sekitar 2.651 jiwa.

Menyusul kemudian Bidara Cina, banjir merendam sebanyak 290 rumah di tiga RW. Selain di kedua wilayah itu, banjir juga menggenangi pemukiman di wilayah RT 010, 011, dan 012 RW 02 Kelurahan Cawang, dan
RT 006, dan 008 RW 07 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramatjati.

“Banjir kiriman ini terjadi sejak pukul 02:00 tadi, padahal saat itu masih ada beberapa warga yang tengah membersihkan lumpur sisa banjir Selasa (3/4),” kata Budi, Ketua RT 003/03 Kelurahan Kampung Melayu, Rabu (4/4).

Camat Jatinegara, Muchtar, memaparkan, untuk membantu meringankan kebutuhan warganya, pihaknya telah mendistribusikan 1.500 gelas bubur kacang hijau dan 1.500 roti sebagai sarapan pagi, dan 1.250 nasi box untuk makan siang. Bantuan makanan tersebut diberikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Administrasi Jaktim.

“Seperti biasa, meski dua hari berturut-turut diserang banjir, tak satu pun warga yang mengungsi. Kendati begitu kami telah siapkan Posko pengungsian di gedung eks Bioskop Nusantara dan kantor Kelurahan Kampung Melayu, termasuk semua peralatan antisipasi seperti perahu karet, dan dapur umum” terang Muchtar.

Sementara, Lurah Bidara Cina, Nasrudin, menuturkan, pihaknya telah mengimbau warganya untuk segera membersihkan lumpur dari dalam rumahnya jika banjir mulai surut. Hal itu guna meminimalisir munculnya berbagai macam penyakit pasca banjir. Seperti di antaranya demam berdarah, gatal-gatal, diare, dan muntaber.

“Bagi yang sumur pompanya tergenang, sebaiknya juga air sumurnya jangan langsung dimasak. Akan tetapi diendapkan terlebih dulu semalaman, pada esok harinya baru dimasak. Hal ini untuk mencegah agar tidak terserang penyakit. Kecuali kalau air tersebut untuk mencuci atau mandi, tidak masalah langsung dipergunakan,” katanya.

Humas PMI Kota Administrasi Jaktim, Dewi Rahmadania, memaparkan, pihaknya tidak tinggal dalam menyikapi persoalan banjir tersebut. Selain telah memberikan bantuan makanan pada warga Bidara Cina dan Kampung Melayu, PMI juga mengirimkan bantuan makanan untuk warga Cililitan dan Cawang.

“Sesuai instruksi Ketua PMI Kota Jaktim, kami membuka posko dapur umum dan mengirimkan sebanyak 2.050 nasi box kepada korban banjir di wilayah Kampung Melayu, Bidara Cina, Cililitan, dan Cawang,” timpalnya. (yulian/dms)

Ketinggian Air Ciliwung di Depok Siaga Empat

Sumber:http://www.tempo.co/  04 April 2012 

TEMPO.CO, Depok – Ketinggian air di pos pemantauan Jembatan Panus, Depok, menunjukan siaga empat. Pukul 22.30, ketinggian air sempat mencapai 200 centimeter.

“Pukul setengah sembilan malam, ketinggian air sempat sampai 235 centimeter,” kata Ardi Suhardi, 33 tahun, penjaga pos Jembatan Panus, Selasa, 3 April 2012.

Ardi mengimbau warga Jakarta yang tinggal di sepanjang kali Ciliwung waspada banjir. Apalagi, daerah yang malam ini sudah digenangi air. “Hati-hati saja karena sekarang ada peningkatan,” katanya.

Ardi langsung melaporkan ketinggian air ke Pos Pekerja Umum 2, Jati Baru; dan Pintu Air Manggarai, setiap lima menit.

Di Jembatan Panus selama satu setengah jam, dari 19.00 hingga 20.30, air terus naik dari 140 sampai 235 centimeter. Ketinggian air turun menjadi 200 centimeter pada 22.30.

Menurut Ardi, ada beberapa daerah yang terancam banjir saat ketinggian air 200 cm ke atas. Di antaranya, Kali Baru, Kampung Melayu, Kalibata, Bukit Duri, dan semua daerah sepanjang Ciliwung.  ILHAM TIRTA

Baru Bersih-bersih, Banjir Datang Lagi 

Sumber:http://www.wartakotalive.com/   4 April 2012 

Jatinegara, Wartakotalive.com

Banjir kiriman kembali melanda pemukiman warga yang berada di bantaran Kali Ciliwung di Jakarta Timur, Rabu (4/4). Ribuan rumah warga di empat Kelurahan dari dua Kecamtan tergenang banjir. Yakni Kelurahaan Bidaracina dan Kelurahan Kampungmelayu di Kecamatan Jatinegara serta Kelurahan Cililitan dan Kelurahan Cawang di Kecamatan Kramatjati.

Kondisi terparah terdapat di kawasan Kampungpulo, Kelurahan Kampungmelayu dimana sekitar 710 rumah yang tersebar di tujuh RW terendam banjir, sejak Selasa (3/4) kemarin. Walaupun begitu sejumlah warga yang rumahnya terendam masih bertahan, dan belum mengungsi.

Bagi warga banjir kiriman setinggi mencapai 150 cm ini menjadi hal biasa dan rutin terjadi. Mereka baru mau mengungsi ke tempat lebih tinggi jika air sudah mencapai lantai dua rumah mereka atau mencapai 250 cm.

Nurohim (42) warga Kampungpulo, RT 4/11, Kelurahan Kampungmelayu, mengatakan sebelumnya pemukiman warga terendam banjir hingga 100 cm lebih sejak Selasa (3/4) dinihari. Pada sore hari air mulai surut dan malam hari warga mulai membersihkan lumpur di dalam rumah.

Namun air kembali naik menyusul curah hujan yang masih tinggi dikawasan Bogor, pada Rabu dinihari. Akibatnya sampa iRabu (4/4) pagi, kawasan Kampungpulo kembali terendam air dengan ketinggian antara 150cm-180cm.

“Baru saja warga bersih-bersih, tak lama air masuk lagi,” kata Nurohim.

Menurut Nurohim air mulai masuk sekitar pukul 05.00, akibat meluapnya Kali Ciliwung.

Menurutnya saat ini banyak warga yang lebih memilih bertahan di rumah dan tidak mau mengungsi. “Rumah disini sudah dibuat dua lantai, jadi kalau baru banjir begini sih, warga masih enggan mengungsi,” katanya.

Di tempat lain banjir dengan ketinggian 100cm-150cm juga merendam puluhan pemukiman warga di Gang Arus, RW 12, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramatjati, Jakarta timur.

Anak-anak terlihat banyak yang tidak berangkat kesekolah akibat banjir menggenangi rumahnya. Mereka terlihat lebih memilih bermain air dan berenang di depan rumah mereka.

“Gimana mau sekolah, orang disini aja sibuk, belum siap-siap keperluan mereka, tapi besok pasti sudah masuk lagi lah” ujar Inong (36) salah seorang warga yang memutuskan anaknya tidak sekolah.

Warga berharap pemerintah bisa turun tangan untuk mengatasi banjir di pemukiman mereka dan memberikan bantuan makanan dan obat-obatan ntuk keperluan warga nantinya

“Bantuan belum ada ke kami sejak pagi. Mungkin ada tapi di posko pengungsian,” katanya. (bum)

Luapan Ciliwung Kembali Rendam Kampungpulo

Sumber:http://www.wartakotalive.com/  15 April 2012

Banjir kiriman kembali merendam pemukiman warga di Kampungpulo, Kelurahan Kampungmelayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (15/4). Sedikitnya 261 rumah warga di tiga RW yakni RW 1, RW 2, dan RW 3, Kelurahan Kampungmelayu terendam air luapan Kali Ciliwung.

Soleh (42), warga RT 2/3, Kampungmelayu, mengatakan air mulai masuk ke pemukiman warga sekitar pukul 06.00. Sampai pukul 13.00, air mencapai ketinggian 100 cm di pemukiman warga. Sampai pukul 16.00, air mulai surut dan ketinggiannya sekitar 50 cm.

Menurut Soleh, walaupun tidak ada hujan di wilayahnya sejak pagi hari, hujan di wilayah Bogor membuat air Kali Ciliwung kerap meluap dan masuk ke pemukiman.

“Kalau hujan gede di sini, malahan gak banjir. Tapi kalau hujan gedenya di Bogor, kita malah kena banjir,” kata Soleh.

Menurut Soleh, walaupun begitu belum ada warga yang mengungsi dan tetap beraktifitas seperti biasa. “Sejak dini hari kita sudah siap-siap mindahin barang. Karena katanya air akan datang dalam beberapa jam. Ternyata benar,” kata Soleh.

Soleh menuturkan, pada Minggu malam, warga bersiap bersih-bersih mengeluarkan lumpur jika air surut.

Ketua RT 10/3, Kampungmelayu, Usep Suhendar mengatakan pemukiman warga yang paling dekat dengan bantaran kali mulai terendam sejak pukul 06.00. “Tapi warga masih beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Menurut Usep sejak dini hari, pihak kelurahan sudah memberitahu warga akan datangnya luapan air Kali Ciliwung karena naiknya ketinggian air di sejumlah pintu air di Depok dan Bogor. “Warga sudah bersiap, terutama memindahkan barang berharga ke tempat yang aman,” katanya. (bum)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: