Berita 2001

Februari 2001

Ciliwung Meluap, Cawang Terendam

Sumber: http://www.tempo.co.id/ 09 Pebruari 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hujan yang dua hari ini terus mengguyur Ibukota Jakarta tak urung menyebabkan Sungai Ciliwung meluap. Sedikitnya kediaman 453 Kepala Keluarga (KK) Kampung Dalam, Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, yang berada di bantaran Ciliwung terendam dengan kedalaman 1-3 meter.

Hal ini menurut Ketua RW 01 Agus Sulaiman terjadi karena tanah di wilayahnya mememang memiliki perbedaan ketinggian. “Makin jauh dari jalan (MT Haryono), ketinggian rumah warga makin mendekati permukaan Ciliwung. Jadi seolah-olah ada cekungan di sini,” ujarnya, Jumat (9/2).

Sementara itu, Ketua RT 07 Abdul Rahman mengatakan, wilayahnya dan RT 08 adalah yang paling sering terbenam saat Ciliwung meluap. “Rumah saya terendam dua meter, tapi lebih parah orang-orang RT 08 bisa sampai tiga meter. Yang kering paling tinggal atapnya doang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, permukaan sungai mulai naik kemarin malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Permukaan air sebenarnya sempat turun selama beberapa saat, tapi kembali naik dan bahkan meluap pada tengah malam. Saat berita ini diturunkan, banjir mulai surut dengan ketinggian air sebatas lutut. “Ini banjir terbesar kedua setelah banjir tahun 1996,” ujar Abdul.

Di tempat yang sama, aparat kelurahan yang bekerja sama dengan Forum Kerukunan Warga Cawang segera membuka dapur umum di rumah Ketua RW 01. Mereka juga mengerahkan satu unit perahu karet untuk keperluan evakuasi. Ketua umum FKW Cawang Yansen Gulo menegaskan, pihaknya telah mengupayakan langkah-langkah antisipatif menghadipi kondisi paling ekstrim pada musim hujan tahun ini. (Arinto W)

Banjir di Jakarta Karena Sampah

Sumber: http://www.tempo.co.id/  12 Pebruari 2001 

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat Djailani mengimbau agar masyarakat waspada terhadap bahaya banjir. “60-70 persen penyebab banjir adalah sampah,” kata Djailani kepada wartawan ketika menjenguk penduduk Kampung Melayu yang menjadi korban banjir di Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Senin (12/2). Sampah yang menumpuk di sungai membuat air meluap dan mengakibatkan banjir.

Akibat banjir yang melanda wilayah Kampung Melayu, sekitar 14.000 jiwa atau sebanyak 2.800 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal mereka untuk sementara. Mereka kini ditampung di SD/SMP Santa Maria di Jatinegara Barat. Akibat sempat tergenang air kotor, sebagian diantara mereka, sekitar 156 orang, kini menderita flu, batuk dan diare.

Menurut Lurah Kampung Melayu Abdullah Tjut, banjir kali ini cukup hebat. “Banjir hebat ini baru terjadi pada tahun 1996 dan sekarang. Kalau air baru sebatas pinggang, itu belum dianggap banjir,” kata dia. Sementara itu, Koordinator Bantuan Banjir Kelurahan Kampung Melayu, Ade Effendi, menyatakan pihaknya telah menerima bantuan pangan dari berbagai pihak. Misalnya, dari Pasar Jatinegara sebanyak 10 dus mie instan. Selain itu, Palang Merah Indonesia (PMI) juga telah mendirikan dapur umum di lokasi penampungan. (Yus Ediyana Hilmi)

Pengendalian Banjir Masih Menggunakan Skala Prioritas

Sumber: http://berita.liputan6.com/  13 Februari 2001 

Liputan6.com, Jakarta: Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Fadly Katib, baru-baru ini, mengakui pengendalian banjir di Jakarta dilakukan dengan skala prioritas. Sebab, kawasan yang menjadi pusat pemerintahan seperti Istana Negara dan Masjid Istiqlal diprioritaskan untuk tidak tergenang air. Akibatnya, daerah lain menjadi tempat yang potensial untuk banjir.

Fadly mengatakan, aliran sungai-sungai utama di Jakarta dikendalikan oleh beberapa pintu air yakni pintu air Manggarai, Ciliwung dan saluran kanal banjir di Petamburan. Pintu-pintu air itu menjadi pengatur air yang datang dari pintu air Katulampa, Depok. Sementara, pintu air Manggarai digunakan untuk mengatur aliran sungai yang mengarah ke kawasan vital seperti Istana Negara dan Menteng. Sedangkan pintu air Petamburan dipakai untuk mengatur aliran sungai yang sebagian besar mengarah ke pemukiman warga. Meski demikian, Fadly membantah jika cara pengendalian banjir tersebut adalah diskriminasi terhadap wilayah banjir di kawasan pemukiman penduduk.

Menghadapi banjir kiriman dari selatan Jakarta, Dinas PU DKI Jakarta akan mempertahankan ketinggian air di pintu air Ciliwung Kota agar tidak lebih dari 100 sentimeter. Sebab, menurut dia, jika ketinggian air lebih dari 100 sentimeter maka mengakibatkan banjir di kawasan yang diprioritaskan.

Berdasarkan data PU Jakarta, wilayah di Jakarta yang saat ini masih tergenang banjir di antaranya di Kelurahan Cawang dan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Bahkan, ketinggian air di Kelurahan Cawang naik sekitar 50 sentimeter. Sebab, ketinggian air masih mencapai 190 sentimeter di pintu air Depok.(PIN/Sentot Noerachman dan Dwi Nindyas)

Maret 2001 

Pemukiman di Bantaran Sungai Ciliwung Ditata Ulang

Sumber: http://berita.liputan6.com/ 29 Maret 2001

Erna Witoelar saat meninjau pemukiman masyarakat bantaran Sungai Ciliwung Jakarta.

29/03/2001 07:12
Liputan6.com, Jakarta: Masyarakat bantaran Sungai Ciliwing Jakarta boleh sedikit lega. Sebab, Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Erna Witoelar berjanji tak menggusur masyarakat di kawasan tersebut. Demikian penegasan Erna, Rabu kemarin, di Jakarta.

Kendati begitu, kata Erna, pemerintah tetap akan menata ulang pemukiman masyarakat di bantaran Sungai Ciliwung. Penataan tersebut berkaitan dengan Program Kali Bersih yang dicanangkan pemerintah. Sehingga perumahan dan pemukiman yang ada di sekitar Sungai Ciliwung juga akan ikut tertata.

Erna menambahkan, penataan ulang itu dilakukan dengan cara merelokasi warga, terutama yang tinggal di bantaran sungai. Para warga ini akan diberikan pemukiman pengganti yang letaknya tak jauh dari lokasi semula. “Meski begitu, pemerintah tak akan memaksa, apalagi menggusur warga,” kata Erna, menegaskan.

Sedangkan mengenai pembangunan kali bersih, Erna menjelaskan, pemerintah telah menggelar serangkaian acara. Sebuah acara yang dilakukan Rabu kemarin adalah lelang gambar kebersihan air di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan. Lelang tersebut mengumpulkan dana Rp 600 juta.(ULF/Tris Wijayanto dan Arry Trisna Priantara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: