Berita 2013

Oktober

9 Program Pemerintah Normalkan Sungai Ciliwung

Sumber:  http://www.tempo.co/ 02 Oktober 2013  

209922_620

Personel TNI AD membersihkan Sungai Ciliwung dikawasan Manggarai, Jakarta, (14/8). Sebanyak 10 ribu personel gabungan TNI AD, Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat membersihkan Sungai Ciliwung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah melakukan sembilan cara untuk normalisasi sungai Ciliwung guna menggulangi banjir di Jakarta. Sebagian sudah dilaksanakan. “Program ini kami namakan solusi rotal untuk normalisasi sungai Ciliwung,” ujar Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, Pitoyo Subandrio di kantornya, Rabu, 2 Oktober 2013.

Program pertama, kata dia, pemubuatan Sudetan sungai Cilieung di daerah Kalibata dan Kebon Baru. Namun, pembuatan sudetan tersebut urung dilakukan. Sebab, belum ada pembebasan lahan sampai sekrang. “Tujuan pembuatan sudetan yakni untuk membangun rumah susun di bekas kali. Tapi karena solusi kebutuhan rumah susun untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sudah ada maka pembanguna kedua sudetan tidak jadi,” katanya.

Kedua, ia melanjutkan, pembangunan tower bagi warga yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung. Rencananya tower akan dibangun di dua tempat yang berbeda yakni di Pasar Rumput serta di bekas kantor Walikota Jakarta Timur.

Program ketiga, ujar Pitoyo, yakni adanya penambahan daun pintu di Pintu Air Manggarai dan Karet. “pengerjaannya sedang dilakukan dan mudah-mudahan pertengahan tahun depan selesai,” ucapnya. Penambahan daun pintu ini digunakan untuk memperlancar debit air ketika debit air mulai meningkat.

Keempat, ia menambahkan, normalisasi sunagi Ciliwung dari pintu air Manggarai sampai Tanah Abang. Karena daerah ini yang paling penting dalam untuk segera dinormalisasi pasalnya bisa mengalirkan lebih dari 500 meter kubik yang sebelumnya tersumbat.

Berikutnya, kata Pitoyo, yakni normalisasi sungai Ciliwung lama dari Manggarai sampai Masjid Istiqlal. Selanjutnya, pengangkatan jembatan-jemabatan yang melintasi Banjir Kanal Barat sampai Muara. “Pengangkatan diperlukan karena jembatan bisa menyumbat aliran air.

Ketujuh, Pitoyo berujar kembali, normalisasi sunagi Ciliwung yang melintas daerah Bukit Duri. Daerah tersebut rawan banjir sehingga diperlukan normalisasi.

Kedelapan, pemerintah akan melakukan program konservasi dan non-struktural. Semisal pembuatan sumur resapan, penghijauan bantaran sungai serta pembinaan terhadap masyarakat akan pentingnya sungai Ciliwung.

Terakhir, ujar Pitoyo, pembuatan sudetan bebebtuk terowongan yang menyambungkan antara sungai Ciliwung dengan Banjir Kanal Timur (BKT). “Tahun ini sudetan akan dibangun,” ucapnya. Anggaran untuk sudetan diperkirakan sebesar Rp 550 miliar dan progresnya masih dalam proses lelang.

Pitoyo enggan menaggapi perihal anggaran yang dibutuhkan untuk kesembilan program tersebut. “Kami hanya mengusulkan untuk dana sebaiknya ditanya ke pemerintah daerah,” tutur dia. Namun ia menilai semua program tersebut dapat tuntas pada tahun 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: