Panduan Biotilik

PANDUAN BIOTILIK  UNTUK PEMANTAUAN KESEHATAN DAERAH ALIRAN SUNGAI

Oleh : Ecoton

Download file: PANDUAN BIOTILIK PEMANTAUAN KESEHATAN SUNGAI-1

“Selamatkan Sungai Kita Sekarang ”

BIOTILIK berasal dari kata ‘Bio’ yang berarti biota, dan ‘Tilik’ berarti mengamati dengan teliti, sehingga BIOTILIK adalah pemantauan lingkungan menggunakan indikator biota, sinonim dengan istilah biomonitoring. BIOTILIK juga merupakan singkatan dari BIOta TIdak bertuLang belakang Indikator Kualitas air yaitu makroinvertebrata bentos, misalnya serangga air, kepiting, udang, siput, dan cacing. BIOTILIK telah diterapkan di DAS Brantas untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, agar berpartisipasi menjaga kelestarian ekosistem sungai. Kondisi kerusakan sungai semakin meningkat karena tingginya tekanan lingkungan daerah aliran sungai (DAS) akibat berkurangnya daerah resapan air dan bantaran sungai, serta eksploitasi sumber daya alam yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan. Hasil pemeriksaan BIOTILIK dapat memberikan petunjuk adanya gangguan lingkungan pada ekosistem sungai, sehingga dapat dirumuskan upaya penanggulangan yang dibutuhkan. Setiap warga negara berkewajiban menjaga kelestarian sungai, sehingga partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk pemulihan kerusakan ekosistem sungai. Aliran air dan pohon di bantaran sungai adalah satu kesatuan yang harus dipertahankan, bahkan surga digambarkan memiliki sungai yang mengalir di bawah naungan pepohonan. Sungai adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang harus kita jaga untuk memelihara kelangsungan kehidupan, karena sungai adalah sumber air, dan air adalah sumber kehidupan.

Pemantauan sungai sebaiknya dilakukan saat musim kemarau, ketika debit air sungai stabil dan tidak terlalu deras. Komponen pemantauan kesehatan sungai terdiri dari pemeriksaan habitat dan pemeriksaan BIOTILIK, mengikuti prosedur yang diuraikan sebagai berikut.

I. Habitat Sungai dan Bantarannya

Parameter pemeriksaan habitat meliputi kondisi substrat dasar sungai, vegetasi bantaran sungai, tingkat sedimentasi, adanya modifikasi sungai, dan aktivitas manusia di sekitar sungai.  Pengamatan habitat dilakukan dalam jarak pandang 100 meter dan meliputi gambaran umum dalam radius lapang pandang habitat yang diamati, kemudian menetapkan memberi skor untuk setiap parameter habitat. Hasil pengamatan dicatat dalam Tabel 1 Pemeriksaan Kesehatan Habitat. Penentuan tingkat kesehatan habitat mengikuti ketentuan tabel berikut.

a

II. Makroinvertebrata

Prosedur pemeriksaan makroinvertebrata diuraikan sebagai berikut.

1. Parameter pemantauan makroinverterbrata adalah keragaman jenis famili, keragaman jenis EPT, Persentase kelimpahan EPT, Indeks Pencemaran BIOTILIK.

2. Tentukan lokasi sungai yang akan diperiksa, hindari bagian sungai yang curam, berarus sangat deras dan berbatu besar karena dapat membahayakan keselamatan Petugas Pemantau Sungai. Penentuan lokasi titik pengambilan sampel dilakukan seperti dalam gambar, dan boleh menentukan titik sampel pada sisi berlawanan.

d

3. Pengambilan sampel dimulai dari titik 1 (paling hilir) selama 1 menit, kemudian lanjutkan ke titik 2 dan 3 ke arah hulu sungai. Lakukan pengambilan sampel dengan kombinasi teknik kicking dan jabbing pada bagian tepi sungai yang tidak terlalu deras, tidak dalam dan ditumbuhi tanaman air. Masing-masing titik sebaiknya memiliki kondisi substrat dasar dan jenis vegetasi yang berbeda untuk mendapatkan beragam jenis hewan BIOTILIK.

4. Teknik kicking dilakukan di sungai dangkal, Petugas Pemantau Sungai masuk ke dalam sungai meletakkan jaring di depan dengan mulut jaring menghadap arah hulu atau datangnya aliran air, kemudian mengaduk-aduk substrat di depan jaring selama 1 menit atau 5 meter dengan menggerakkan kaki memutar untuk merangsang hewan yang bersembunyi di dasar sungai agar keluar dan terhanyut masuk ke dalam jaring.

5. Teknik jabbing dilakukan di tepi sungai dangkal atau dalam dengan cara meletakkan jaring di permukaan dasar sungai, kemudian bergerak maju ke arah hulu atau sumber datangnya air sambil menyapukan jaring hingga menyentuh permukaan dasar sungai sepanjang 5 meter, terutama di bawah tanaman air.

6. Setelah melakukan kicking atau jabbing, angkat jaring ke atas permukaan air dan celupkan kantong jaring beberapa kali ke dalam air hingga air yang keluar dari kantong jaring menjadi bening dan tidak berlumpur. Lumpur dalam sampel akan menghambat proses sortasi dan identifikasi makroinvertebrata.

7. Tuangkan sampel dari kantong jaring ke dalam nampan plastik dan siramkan sedikit air untuk membersihkan sisa sampel dalam jaring dan memudahkan pengambilan makroinvertebrata dari substrat dalam sampel. Lakukan sortasi dengan cara mengambil hewan yang bergerak di dalam nampan plastik dan masukkan dalam kotak bersekat sesuai dengan jenisnya. Ikan, berudu katak dan serangga darat tidak termasuk dalam BIOTILIK, lepaskan kembali ke sungai jika ditemukan dalam sampel. Usahakan untuk mengambil seluruh hewan BIOTILIK dalam sampel, terutama yang berukuran kecil dan kelompok serangga Ephemeroptera, Plecoptera dan Trichoptera (EPT) yang merupakan hewan yang sensitif terhadap penurunan kualitas air.

8. Jumlah hewan minimal yang diambil dari sungai yang dipantau adalah 100 ekor hewan. Jika dalam 3 kali pengambilan sampel jumlah hewan yang didapatkan kurang dari 100 ekor, maka perlu dilakukan pengambilan sampel tambahan dan catat total jumlah pengambilan sampel yang dilakukan.

9. Lakukan identifikasi makroinvertebrata menggunakan Lembar Panduan Identifikasi BIOTILIK, hitung dan catat jumlah individu dari masing-masing jenis famili serta skor BIOTILIK dari masing-masing jenis famili BIOTILIK dalam Tabel 2 Pemeriksaan BIOTILIK.

10. Penilaian kualitas air sungai dengan BIOTILIK dilakukan dengan menghitung 4 parameter BIOTILIK, yaitu keragaman jenis famili, keragaman jenis EPT, persentase kelimpahan EPT dan Indeks BIOTILIK, yang diberikan skor penilaian berdasarkan kriteria penilaian untuk 4 kategori kualitas air. Rata-rata hasil penghitungan mengindikasikan kondisi kualitas air sungai yang diperiksa dengan
mengikuti ketentuan dalam tabel berikut ini.

d

d

d

d

a

b

M

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: