Palyja

Juli 2011

Sungai di Jakarta Akan Dijadikan Sumber Air Bersih

Koran Jakarta, 29 Juli 2011

Sumber: http://en.palyja.co.id/ 

Jakarta, Koran Jakarta – PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA) berharap sungai yang ada di Jakarta dapat dijadikan sumber air bersih bagi warga Jakarta. Program Pemerintah Provinsi DKI “Stop Nyampah di Kali” akan sangat mendukung proses bersihnya air sungai dari limbah industri dan rumah tangga.

Wakil Presiden Direktur PALYJA Herawaty Prasetyo mengatakan hal itu saat penyerahan kejuaraan lomba mengarang tingkat sekolah dasar dengan tema “Air untuk Kotaku” di kantor PALYJA, Jakarta, Kamis (28/7).

Herawaty mengatakan dengan program “Stop Nyampah di Kali”, diharapkan suatu saat Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan sungai-sungai lainnya di Jakarta mampu menjadi sumber air baku utama bagi DKI Jakarta.PALYJA

Untuk mendukung itu, kata dia, peningkatan pemahaman dan kesadaran menjaga kebersihan sungai harus dilakukan sejak dini. Ia juga berharap warga yang bermukim di dekat sungai mampu mendaur ulang sampah yang ada di sungai sehingga dapat mendukung program tersebut.

“Kami melakukan pelatihan kepada sejumlah RT dan RW agar mereka mampu memahami cara mendaur ulang. Selain akan berguna bagi kebersihan, sungai juga akan menambah keuangan mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, Herawaty mengatakan selama ini pihaknya membeli 60 persen air baku dari Waduk Jatiluhur, 35 persen air curah dari Tangerang, dan 5 persen air dari berbagai sumber sungai lain. PALYJA membeli air seharga 134 rupiah per meter kubik. Sisanya, 37 persen kebutuhan air baku dibeli dari Tangerang dengan harga cukup tinggi, 2.145 rupiah per meter kubik.

Agustus 2011

Palyja Dukung Program Stop Nyampah di Kali

Sumber: http://www.dompetdhuafa.org/ 02 Agustus 2011 

Dompet Dhuafa Jakarta (1/8) – PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) berharap sungai yang ada di Jakarta dapat dijadikan sumber air bersih bagi warga Jakarta. Program Pemerintah Provinsi DKI “Stop Nyampah di Kali” akan sangat mendukung proses bersihnya air sungai dari limbah industri dan rumah tangga.

Wakil Presiden Direktur Palyja Herawaty Prasetyo mengatakan program “Stop Nyampah di Kali”, diharapkan suatu saat Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan sungai-sungai lainnya di Jakarta mampu menjadi sumber air baku utama bagi DKI Jakarta.

Untuk mendukung itu, kata dia, peningkatan pemahaman dan kesadaran menjaga kebersihan sungai harus dilakukan sejak dini. Ia juga berharap warga yang bermukim di dekat sungai mampu mendaur ulang sampah yang ada di sungai sehingga dapat mendukung program tersebut. “Kami melakukan pelatihan kepada sejumlah RT dan RW agar mereka mampu memahami cara mendaur ulang. Selain akan berguna bagi kebersihan, sungai juga akan menambah keuangan mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, Herawaty mengatakan selama ini pihaknya membeli 60 persen air baku dari Waduk Jatiluhur, 35 persen air curah dariTangerang, dan 5 persen air dari berbagai sumber sungai lain. Palyja membeli air seharga 134 rupiah per meter kubik. Sisanya, 37 persen kebutuhan air baku dibeli dari Tangerang dengan harga cukup tinggi, 2.145 rupiah per meter kubik. (gfr/KBK)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: