Artikel DAS Ciliwung

Sengsara di Atas di Bawah 

Sumber: http://majalah.tempointeraktif.com/  21 Mei 2007 

ALIH fungsi area tangkapan air menjadi permukiman di kawasan Puncak, Bogor, tak hanya mengakibatkan banjir kiriman ke Jakarta via Ciliwung kian besar. Bah itu terjadi karena air hujan yang diserap tanah makin sedikit. Dus, Jakarta tak hanya menjadi langganan banjir. Air tanahnya pun terus menipis.

Musim Hujan: Banjir Pada 4 Februari lalu, daerah aliran sungai (DAS) di hulu Ciliwung, antara Puncak-Bendung Katulampa, menyumbangkan setidaknya 17 juta meter kubik air ke Ibu Kota yang sedang tergenang banjir lokal. Di DAS Ciliwung tengah, sepanjang Bendung Katulampa-Bendung Ratujaya, masuk lagi air dalam jumlah hampir sama ke sungai itu. Jakarta pun kian banjir. Berikut ini studi kasus banjir kiriman pada Ahad hitam itu. Panjang total Ciliwung: 117 km Luas DAS total: 382,6 km2

PUNCAK-KATULAMPA

Merupakan sub-DAS Ciliwung hulu. Curah hujan rata-rata 3.9000 mm, dengan batas musim kemarau dan musim hujan tidak jelas.   Luas: 148,8 km2

  • Intensitas hujan: Normal Kelebatan 10 mm,  Volume 1,5miliar
  • 4 Februari 2007 Kelebatan 245,3 Volume 36,5 miliar

Hingga 1950-an, 85 persen air hujan yang jatuh di Puncak, Bogor, masuk ke tanah untuk menjadi cadangan air tanah Jakarta. Daya serap air hujan itu kini tinggal 17,8 persen akibat konservasi lahan.

KATULAMPA-RATUJAYA

Merupakan sub-DAS Ciliwung bagian tengah. Curah hujan tahunan lebih tinggi sedikit dari di hulu, 4.000 mm. Batas musim kemarau dan musim hujan tidak jelas. Luas: 133,6 km2

  • Intensitas hujan: Normal Kelebatan 10,8 Volume 1,4 miliar
  • 4 Februari 2007:  Kelebatan 245,3 Volume 32,8 miliar

RATUJAYA – JAKARTA

Merupakan DAS di hulu Ciliwung bagian tengah. Pada kasus banjir 4 Februari 2007, ruas hilir ini mendapat kiriman air dari DAS hulu-tengah Ciliwung sebanyak 32,6 juta m3, setara dengan genangan seluas 32,6 km2 sedalam 1 meter. Luas: 96,24 km2 Musim: Musim hujan Desember-Maret

  • Intensitas hujan: Normal Kelebatan 5,7 Volume 0,5 miliar
  • 4 Februari 2007 Kelebatan 245,3 Volume 36,5 miliar
  • Kemarau: Sulit Air

Hingga 1950-an, 85 persen air hujan yang jatuh di Puncak, Bogor, masuk ke tanah untuk menjadi cadangan air tanah Jakarta. Daya serap air hujan itu kini tinggal 17,8 persen akibat konservasi lahan.

Bunuh Diri Ekologis 

Sumber:  http://ip52-214.cbn.net.id/22 Oktober 2007

DENGAN ruang terbuka hijau hanya seperlimabelas luas total, Jakarta sering tenggelam oleh hujannya sendiri. Padahal, volume banjir kiriman dari selatan juga kian besar. Karena daerah terbuka memiliki aneka fungsi, ritual bencana di ibu kota bukan hanya banjir. Yosep Suprayogi

HULU-BENDUNG RATU JAYA

Ancaman dari Selatan 75 PERSEN hujan di 13 daerah aliran sungai (DAS) yang melewati Jakarta langsung masuk kali, akibat kerusakan di daerah resapan itu. Ini berarti banjir di musim hujan dan sulit air di saat kemarau. Berikut ini perkiraan volume hujan yang masuk sungai dan menjadi air tanah di DAS Ciliwung.

EROSI. Per tahun, setengah juta ton lumpur masuk Ciliwung.

BENDUNG RATU JAYA, DEPOK. Batas DAS Ciliwung hilir

Daya serap hujan 30%

BENDUNG MANGGARAI

Daya serap hujan 85-98%. Luas 6,2%. Luas ideal 30%.

Jumlah situ di jabodetabek: 100-an. Jumlah ideal: 300.

Rencana reklamasi sepanjang 32 km untuk menyediakan daratan bagi 1,19 juta jiwa akan menghilangkan daerah parkir air seperti terjadi di Pantai Indah Kapuk dan menambah panjang muara sekitar 1,5 kilometer. Diperkirakan akan terjadi kerusakan sistem tata air pada radius 8-10 kilometer dari bibir pantai lama.

BENDUNG RATU JAYA- PANTAI JAKARTA

Sambung-menyambung Bencana GARA-GARA kehilangan ruang terbuka hijau, bencana datang ke Jakarta dari atas dan bawah tanah.

Pada mulanya hujan… VOLUME curah hujan rata-rata 200 mm/hari. Pemanasan global akan menaikkannya jadi 340 mm/hari. Padahal, Jakarta sudah tergenang oleh hujan 100 mm/hari.

…dan tanah kedap… Dengan ruang terbuka hijau dan biru (situ) seperlimabelas luas total, sekitar 90 persen air hujan (80 juta m3) masuk sungai atau menggenangi daerah cekungan.

Sungai meluap Debit saat hujan 10 kali debit normal, akibat rendahnya penyerapan hujan. Di Ciliwung, misalnya, debit normal 28 m3/detik dan saat hujan 200 m3/detik. Akibatnya air meluap, sungai menyempit dan ruang terbuka biru tempat air diparkir raib.

Mampet 40 persen daratan pada ketinggian 1-1,5 meter di bawah permukaan laut pasang. Jika hujan terjadi saat pasang, sungai tak bisa membuang air ke laut. Daratan terendah itu terendam.

Amblas Per tahun, sekitar 250 juta m3 air tanah disedot ke atas. Tanah di bawah menjadi longgar, karena suplai air dari atas terbatas. Tanah pun amblas. Di Jl. Sunter Kebayoran, misalnya, ketinggian tanah saat ini 2,4 meter dari 3, pada 1993.

Air Tanah Makin Dalam Di kawasan Cengakareng, Grogol, Cempaka Putih, dan Cakung terjadi penurunan muka air tanah sampai 17 meter. Intrusi air laut juga makin jauh ke pedalaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: