Mengelola DAS Ciliwung

Menhut Diskusi DAS Ciliwung 

Sumber: http://www.kabar24.com/

050213_DPE_BISNIS_DISKUSI-MENHUT6

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan (kanan), menjawab pertanyaan saat acara diskusi publik bertajuk Penanganan Banjir Jakarta Berbasis Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kedai Tempo-Green Radio, Utan Kayu, Jakarta, Selasa (5/2). Diskusi tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari ikhtiar untuk mencari solusi penanggulangan banjir yang kerap melanda ibukota. (Jibiphoto/Dwi Prasetya/ad)

Dari Diskusi “Mengelola DAS Ciliwung: Tanam pohon & Sumur Resapan Hindarkan Jakarta dari Banjir”. 

Tosca Santoso,  Green Radio, 5 Februari 2013 

Pembicara: Menhut Zulkifli Hasan, pegiat tata kota Elisa S (Rujak); dan Gub Jak Jokowi (dalam konfirmasi). Mari silakan gabung. Diskusi akan disiarkan langsung di Green Radio 89,2 dan direkam Tempo TV.

Sumber: http://www.facebook.com/tosca.santoso

1. Selasa, 5 Feb Green Radio dskusi “Mengelola DAS Ciliwung”. Pmbcra : Menhut Zulkifli Hasan, Elisa S. (Rujak), Gub Jokowi.

2. Ada 6 DAS pengruhi Jkt. Luas DAS itu 151 ribu ha. Jkt hny 66 ribu ha. Pnangnan banjir hrs ckup 6 DAS itu, tmsk ciliwung.

3. Luas DAS Ciliwung 38 ribu ha. Dr luas itu hutannya tinggal 9,5% (idealnya 30%). Terbnyk pemkiman 50%, n pertanian 34%.

4. Kmmpuan srap air di hulu Ciliwung mrosot 50% dlm 15 thn krn prtmbuhan pemkimn, n lhan prtanian. Vila2 di Pnck perparah.

5. Air terbuang krn banjir 1,3 milyar m3/thn. Pdhl dlm kndisi normal, neraca air 6 DAS itu defisit 500 jt m3/thn. Sayang.

6. Pngelolan air, tdk blh hanya lekas mmbuangnya ke laut. Ttp tahan slama mngkin di DAS. Penting utk supply di masa kering.

7. Menahan air di DAS lebih lama, dapat dilakukan dng menambah luas area hutan (tanam pohon), dan bikin sumur resapan.

8. Utk DAS CIliwung direncanakan hutankan 200 ha, dan agroforestry 1.000 ha. Sumur resapan yg hrs dbuat hmpir 90 rb unit.

9. Kalau utk 6 DAS yg pengruhi Jkt, prlu dbuat sumur resapan sktar 500 ribu unit. Sumur itu ukran 1X1 m2 dalamnya 2,7 m.

10. Upaya itu dapat simpan 40% dr banjir yg 1,3 milyar m3. Atau simpan 530 juta m3. Sisanya br diurus dng drainase yg baik.

11. Banjir tak bisa hanya diatasi dng mengurus Jkt. Harus ada tindakan sampai daerah hulunya. Terutama DAS Ciliwung.

12.Pemda n warga Jkt perlu turut restorasi daerah hulu. Stop bikin villa, hotel. Yg punya tnh di Puncak, dibikin arboretum.

13. Selain adopsi pohon, baik jg kalau dimulai program adopsi sumur resapan. Satu unit sumur resapan biayanya Rp 3 jt.

14.Sumur resapan itu mungkin akan terletak di kampung-kampung hulu. Warga, perusahaan2 Jkt bs bantu membangunnya.

15. Biaya program ini akan lebih murah dibanding kerugian krn banjir, yg dlm 2 hari sj mencapai Rp 20 trilyun. Dan lestari.

Menhut: perlu alternatif mata pencaharian di Puncak

Sumber: http://jogja.antaranews.com/ 5 Februari 2013 

Jakarta (Antara Jogja) – Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan  mengatakan perlunya alternatif mata pencaharian warga di kawasan Puncak, Jawa Barat, untuk meminimalisir penggundulan hutan di wilayah tersebut.

Menurut Menhut, sejauh ini masyarakat kawasan Puncak menjadikan pertanian sebagai salah satu komoditas utama sehingga banyak penanaman tanaman sayuran dengan menggunduli hutan di wilayah itu.

“Akibat dari penggundulan hutan, tidak ada resapan air di hulu sehingga air mengalir deras ke Jakarta sebagai hilir, dan berkontribusi pada banjir,” kata Menhut Zulkifli Hasan di sela-sela diskusi Penanganan Banjir Jakarta Berbasis Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, di Utan Kayu, Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan perlu dilakukan koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mengambil kebijakan antara hulu dan hilir.

Menurut dia, sebaiknya masyarakat di hulu mengembangkan alternatif pendapatan misalnya dengan mengembangkan peternakan dan industri kreatif yang tidak merusak lahan hutan. Di sisi lain masyarakat hilir yakni Jakarta, Bogor dan sekitarnya juga perlu mentaati ketentuan tata ruang dan tata kelola lahan, misalnya dengan tidak membangun bangunan di daerah aliran sungai (DAS) dan membangun sumur resapan.

“Kita tentu tidak adil jika hanya menyalahkan hilir. Jakarta ini bakatnya banjir, sehingga selain masalah di hulu, masyarakat Jakarta perlu juga mencermati dan mentaati aturan-aturan lingkungan yang ada,” kata dia.

Upaya lain yang dapat dilakukan menurut dia, yakni dengan memberlakukan aturan bahwa setiap jarak delapan meter, warga di kawasan hulu yang mengandalkan pertanian, perlu juga menanam tanaman keras seperti pohon pinus atau damar sehingga di wilayah hulu berbasis pertanian tetap memiliki tanaman sumber resapan air.

Pengamat perkotaan Ruang Jakarta (Rujak) Center Elisa Sutanudjaja menilai alternatif mata pencaharian di wilayah hulu dapat menjadi salah satu opsi penanggulangan banjir Jakarta, namun perlu juga dipikirkan dampak atas pemberlakuan alternatif tersebut.

“Kalau masyarakat di hulu tidak lagi menanam sayur, maka pasokan sayur kawasan hilir seperti Jakarta perlu diperhatikan juga. Jangan sampai Jakarta kehilangan pasokan karena warga di hulu tidak lagi menanam sayuran,” ujar Elisa.

Elisa mengatakan permasalahan banjir yang melibatkan kawasan hulu dan hilir dapat ditanggulangi dengan melakukan koordinasi antara pemerintah pusat dengan daerah.

“Intinya koordinasi, karena di daerah Eropa ada negara yang antara hulu dan hilirnya berbeda negara, misalnya Swiss. Swiss itu hulunya berada di negara lain, namun mereka bisa berkoordinasi agar ada tata kelola lahan yang baik,” ujar Elisa.

One Comment on “Mengelola DAS Ciliwung”

  1. Ruben Romang Says:

    Pak Zul, sekalipun dihulu telah diakuisisi baik catchment area maupun bantarannya oleh hak milik badan hukum akibat KKN oknum masa lalu, kan SK sertifikat tanah bisa cacat hukum dan sah dibatalkan karena melanggar perda tata-ruang (katakanlah warisan Belanda) yang berakibat bencana dihilir seperti sekarang. Demikian juga sungai Cisanggarung dilebak Siliwangi Bandung


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: