Ciliwung Civil Society

November 2008

Lomba Foto Kali Ciliwung ( deadline 05 Desember 2008)

Sumber:  http://ciliwungcivilsociety.com/21 November 2008 

Latar belakang.

Dalam rangka mewujudkan kepedulian kita terhadap lingkungan

  •  CCS (Ciliwung Civil Society)”sebuah kelompok kerja yang peduli terhadap lingkungan Kali Ciliwung dan sekitarnya bekerjasama dengan
  • YASARI ( Yayasan Search and Rescue Indonesia ) yang didirikan dengan visi dan  misi mentransformasikan masyarakat dari objek menjadi subjek dalam penanggulangan bencana
  • PULAUBIRU PRODUCTION ( SLANK Management )

mempersembahkan :

“ LOMBA FOTO KALI CILIWUNG ”

Tema Lomba adalah “ Lomba foto Kali Ciliwungi“ (Deadline tgl 05 Desember 2008)

Objek Foto

Seluruh alam dan obyek yang berkaitan atau yang berinteraksi dengan masyarakat disekitar kali Ciliwung . Obyek foto yang dihasilkan harus berada di sekitar kali ciliwung

Peserta Lomba

a. Warga Negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di seluruh Wilayah Kesatuan Republik Indonesia

b. Warga Negara Asing (WNA) pemegang KIMS / KITAS yang berdomisili di Indonesia

Hadiah

Kompetisi ini memperebutkan hadiah senilai dengan rincian sebagai berikut :
Juara 1 : Rp. 3.000.0000 + Merchandise Sponsorship + Slank Award
Juara 2 : Rp. 2.000.000 + Merchandise Sponsorship + Slank Award
Juara 3 : Rp. 1.000.000 + Merchandise Sponsorship + Slank Award

Dewan Juri

Oscar Motulloh ( Journalist Fotografer / ANTARA )
Tjandra M Amin ( Profesional Fotografer )
Julian Sihombing ( Editor Harian Kompas )
Bunda Iffet ( SLANK )
Budi Harjoto ( Yasari )

Waktu Perlombaan

Penerimaan Foto : 23 Oktober 2008 s/d 05 Desember 2008
Batas Akhir Penerimaan Foto : 05 Oktober 2008 pukul 23:59:59 WIB
Penjurian foto : 06 Desember 2008 s/d 15 Desember 2008
Pengumuman Nominasi dan Pemenang : 15 Desember 2008

Tata Cara Perlombaan

a. Foto dikirim a. Via e-mail to : ccs.photo@yahoo.com
b. dalam bentuk Format CD ke alamat :

Kepada : Panitia CCS2008
Jl.Palbatu Raya No.19 Menteng Dalam. Jakarta Selatan.
12870 Telp / Fax : 021-8351667

atau

Kepada : Panitia CCS2008
Jl.Bambu No.40 Rt.03/05 Tirtajaya Sukmajaya Depok . Depok 16414
Telp. 021-7700113

atau

Kepada : Pulaubiru Production/SLANK ( Lomba foto CCS )
Jl.Potlot III No.14 ,. Duren Tiga . 12760 Jakarta Selatan

File Foto yang dikirim wajib diberi cerita singkat tentang latar belakang foto tersebut. Informasi yang wajib dicantumkan adalah : Judul, Uraian / Cerita singkat Foto, Hari – Tanggal dan Lokasi.

File Foto yang di kirim wajib diberi nama dengan mengikuti format text : nama lengkap_judul foto.jpg, contoh : maman suherman_Kali menangis.jpg ukuran file minimum 2000 pixel

Syarat dan Ketentuan

Objek Foto

  • Foto harus sesuai dengan norma-norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat
  • Tidak boleh mengandung unsur SARA dan Politik.
  • Harus melambangkan atau terkait dengan Kali Ciliwung

Foto

  • Media foto adalah data digital
  • Warna foto adalah bebas
  • Foto merupakan hasil karya selama tahun 2003 sampai dengan 2008 (Januari 2003- Desember 2008)
  • Tidak diperkenankan mencantumkan unsur non fotografis pada foto, misalnya tanda tangan, frame digital, dan atau gambar dalam bentuk apapun.
  • Olah digital diperkenankan sebatas kamar gelap (Contras, Hue, Croping, Dodging, Burning, Saturation, Level, Curve, Noise Reduction / Dust Removing).
  • Montase foto tidak diperkenankan dan data exif harus tetap terjaga / tidak ada pengubahan data-data vital pada foto.
  • Jumlah foto yang dikumpulkan maksimal 5 (lima) buah per peserta.
  • Seluruh konten yang ada di dalam hasil foto merupakan tanggung jawab dari fotografer, termasuk di dalamnya apabila menggunakan model dan/ atau model yang disertakan dalam lomba foto.
  • Foto belum pernah dipublikasikan di media apapun dan atau belum pernah memenangkan kontes lomba foto.

Ketentuan Tambahan untuk Pemenang

a. Pihak penyelenggara akan menggunakan foto-foto pemenang untuk kepentingan pameran, publikasi yang bersifat non profit satu tahun terhitung sejak tanggal penyerahan hadiah

b. Pemenang wajib menyerahkan fotokopi identitas diri resmi (KTP/SIM/Paspor) yang masih berlaku

c. Hak cipta foto tetap pada fotografer

  Desember 2008

Pengumuman Pemenang Lomba Foto Kali Ciliwung CCS 2008

Sumber:  http://ciliwungcivilsociety.com/ 15 December  2008 

Juara I  

Fotografer : Priyombodo

Judul : Memimpikan Realisasi Janji

Ket. Foto : Warga terlelap dengan latar belakang spanduk bekas kampanye bergambar pasangan gubernur terpilih Fauzi Bowo-Prijanto di bantaran Kali Ciliwung, di Kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu  (17/10/2007 Realisasi janji yang diumbar pasangan gubernur terpilih saat masa kampanye dinantikan warga Jakarta.

memimpikan-realisasi-janji

Juara II  

Fotografer : Fransiskus P Simbolon

Judul Foto : ditengah guyuran hujan

Ket. Foto :

Ditengah-guyuran-hujan

Juara III

Fotografer : Hasiholan Siahaan

Judul Foto : Mandi Busa di Ciliwung

Ket. Foto : seorang anak berenang tanpa rasa takut berenang di kali ciliwung yang dipenuhi busa. pencemaran lingkungan berupa limbah rumah tangga seperti deterjen, dll masih saja berlangsung hingga saat ini, dikhawatirkan lambat laun persediaan air bersih untuk penduduk kota Jakarta semakin berkurang

Mandi Busa Di Ciliwung

Foto Favorit

Fotografer : Muhammad Syakir

Judul Foto : Ciliwung Meluap

Ket. Foto : Seorang anak menahan dingin saat bersama teman temannya bermain di depan rumahnya yang berada dipinggir kali ciliwung meluap yang merendam ratus dan rumah di kawasan Manggarai jaksel

Ciliwung Meluap

Fotografer : Agus Susanto

Judul Foto : Makan Siang

Ket. Foto : Selamat Datang Banjir

Anto, seorang penjual mie ayam makan siang disamping gerobaknya yang terendam air bah di RW 10, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (3/11). Hujan deras dan banjir kiriman dari Sungai Ciliwung membuat kawasan tersebut banjir hingga ketinggian 1 meter.

Makan siang

Fotografer : Arie Basuki

Judul Foto : Ciliwungku Kini

Ket. Foto : Pengumpul barang bekas (pemulung) dengan sampan sederhana mencari limbah plastik di sepanjang Banjir kanal Barat yang penuh sampah di Grogol, Jakarta, Kamis, 29 Maret 2007. Walaupun kerapkali diadakan program kali bersih namun hingga saat ini kesadaran warga masyarakat masih kurang dalam menjaga kebersihan sungai.

Ciliwungku Kini

Dewan Juri :

1. Oscar Motulloh

2. Julian Sihombing

3. Tjandra M Amin

Pelatihan dan Penyuluhan Tanaman Obat di Daerah Aliran Sungai Ciliwung

Sumber: http://ciliwungcivilsociety.com/  1 December  2008 

Dalam rangkaian program kegiatan sosial dan lingkungan ”CCS” ( Ciliwung Civil Society) mengadakan pelatihan dan penyuluhan penanaman tanaman obat yang dilaksanakan di kampung utan citayam, Depok.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 pagi diikuti oleh beberapa perwakilan-perwakilan Rt dari beberapa wilayah yang dilalui oleh kali ciliwung di wilayah Depok , acara ini juga dihadiri oleh beberapa pejabat , lurah Pondok Jaya Drs. Budiono, Slankers Depok, , Compnet . sementara untuk pembicara atau yang memberikan penyuluhan dalam acara ini adalah Sarjana Pertanian dari Biofarmaka Institut Pertanian Bogor.

Bapak Adang Taufik selaku koordinator acara pelatihan dan Penyuluhan ini merasa puas karena masyarakat wilayah depok ini sangat antusias mau mengikuti program ini. Untuk tujuan acara ini Bpk. Adang Taufik optimis bahwa kegiatan untuk penanaman tanaman obat disekitar bantaran kali sangat bermanfaat nantinya buat masyarakat disekitarnya. Ini bisa jadi contoh buat wilayah lainnya, selain sebagai tanaman penghijau tanaman tanaman ini juga sangat bermanfaat dalam segi ekonomis, misalnya : masyarakat yang selama ini bisa mengeluarkan uang yang cukup banyak buat membeli obat dan berobat ke dokter, tapi karena adanya pelatihan dan penyuluhan tanaman obat ini masyarakat jadi lebih mengerti untuk bagaimana caranya memanfaatkan tanaman-tanaman tersebut untuk mengobati dirinya sendiri dan ini bisa berimbas pada penghematan uang dalam hal pembelian obat, dan dalam kegiatan ini Bapak Lurah Pondok Jaya berharap CCS ( Ciliwung Social Society ) dapat terus eksis didaerah ini untuk menjalankan program2nya kedepan. Kami sangat berterimakasih CCS ada disini dan berharap warga sekitar juga mendukung dan membantu program CCS ke depan, lanjut Pak Lurah.

 iakhir Acara yang dilanjutkan dengan menyantap makan siang bersama ini akhirnya ditutup dengan penyembelihan seekor kambing yang ngak jelas asalnya dari mana….. hahahaha😀

CCS Sosialisasikan Pemeliharaan Sungai Ciliwung

Sumber:  http://www.pikiran-rakyat.com/21 Desember 2008 

DEPOK,(PRLM).-Kelompok Kerja Ciliwung Civil Society (CCS) @ 2008 sebagai kelompok yang peduli terhadap lingkungan mengadakan beberapa kegiatan di bantaran kali Ciliwung di wilayah Kp Utan RT04/03 Kelurahan Pondok Jaya Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu (21/12).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi banjir yang kerap menjadi perhatian warga Jabodetabek saat musim hujan. Selain itu kegiatan tersebut sebagai sosialisasi kepada warga yang tinggal dipinggiran Kali Ciliwung supaya tidak membuang sampah di sepanjang kali. Juga dilakukan penanaman tanaman obat di bantaran sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

Hadir dalam acara tersebut Camat Pancoran Mas, Rd Sudrajat, Lurah Pondok Jaya Budiyono, Tokoh masyarakat Ny. Wenny S Haryanto.Perwakilan Radio Antar Penduduk (Rapi), Relawan dan SAR Banjir serta Group Musik Slank dan Ratusan warga sekitarnya.

Pendiri sekaligus pembina CCS, Bangkit Cahyono mengatakan dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta, kali Ciliwung memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan. Apalagi, lanjutnya, Kali Ciliwung banyak mengalir melintasi tengah kota Jakarta dan dibeberapa perkampungan serta perumahan yang padat dan ramai.”Untuk itu dengan adanya event CCS ini paling tidak dapat mewujudkan Ciliwung yang sehat, bersih, dan produktif lingkungan, pembangunan dan teknologi,” jelasnya.(A-163/A-50)***

Deklarasi Ciliwung Civil Society (CCS)

Sumber:http://kegiatanrapi24.com/ 22 Desember 2008   

Deklarasi Ciliwung Civil Society pada hari minggu, tanggal 22 Desember 2008 bertempat di Kampung Utan, Sukmajaya, Depok.Deklarasi dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat diantaranya pemerinta kota Depok yg diwakili oleh Kepala Kecamatan Sukmajaya, RAPI, TAGANA, dan lain-lain.

 

 

 

Festival Kali Ciliwung CCS

Sumber:http://ciliwungcivilsociety.com/ 24 December  2008 

 Penyerahan Slank Hijau Award

Penyerahan Slank Hijau Award  Kepada Pemenang Lomba Foto Kali Ciliwung

Launching Medis Apung.

Sebuah Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang Pameran Foto
berbasis kali Ciliwung..

Medis Apung

Pameran Foto

Pameran Foto Pemenang dan peserta Lomba foto Kali Ciliwung CCS 2008 ..

Pameran foto

kaka ( slank ) on Stage

Dalam Acara ini KAKA berkesempatan membawakan sebuah lagu untuk menghibur pengunjung dalam Acara Festival Kali Ciliwung yang diadakan Oleh CCS .

Ciliwung, Paradoks Budaya Kita

Ilham Khoiri

Sumber: http://kesehatan.kompas.com/ 28 Februari 2009 

Apa yang tertangkap dari puluhan foto Sungai Ciliwung yang kian compang-camping dari hulu ke hilir? Paradoks budaya. Ya, kita perlu sungai itu sebagai sumber kehidupan, tetapi kita pula yang turut merusaknya.

Harian Kompas menggelar pameran foto ”Ciliwung Impianku” di Lobi Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, 28 Februari-8 Maret 2009. Pergelaran bakal dibuka Sabtu (28/2) ini pukul 18.30. Sebelumnya, pukul 15.00, dipresentasikan 10 karangan terbaik hasil Lomba Mengarang dengan tema sama dan kemudian dipilih tiga terbaik.

Pameran menyajikan 60-an foto hasil jepretan empat fotografer Kompas: Riza Fathoni, Agus Susanto, Priyombodo, dan Wisnu Widiantoro. Foto-foto itu dibuat saat mereka mengikuti Ekspedisi Ciliwung 2009, 16-22 Januari. Ekspedisi ini menyusuri sungai sepanjang 100-an kilometer dari hulu di Puncak, Bogor, hingga hilir di Teluk Jakarta itu.

Bagaimana foto-foto itu menggambarkan paradoks budaya?

Ambil contoh foto ”Pencemaran Kanal Sungai Ciliwung” karya Riza Fathoni. Ada tiga bocah telanjang asyik bermain di Sungai Ciliwung di kawasan Mangga Besar yang dipenuhi busa limbah bergumpal-gumpal. Anak-anak lugu itu terpaksa memanfaatkan sungai yang tercemar untuk bermain lantaran mungkin hanya itulah lahan terbuka yang mudah diakses.

”Miris menatap pemandangan ironis itu, saya langsung memotretnya,” kata Riza.

Foto lain, ”Banjir Kiriman” karya Agus Susanto, mengabadikan bocah membawa seember kue untuk dijajakan di Kampung Melayu, Jakarta Timur. Demi membantu keluarga, anak sekecil itu berjibaku menerabas bahaya air bah Ciliwung.

Ironi macam ini muncul dari banyak foto lain. Ada foto ibu-ibu mencuci dengan air kotor sungai. Anak-anak bermain di gunungan sampah. Atau, warga mengais-ngais ikan dari sungai kumuh.

Semua potret itu menyuguhkan paradoks budaya. Kita kerap menyuarakan pentingnya Ciliwung sebagai sumber kehidupan manusia—seperti tercatat sejak kejayaan Kerajaan Pasundan-Pajajaran abad ke-15 hingga ke-16 Masehi. Namun, saat bersamaan, kita membiarkan perusakan sungai itu. Sungai yang jadi sumber kehidupan pun menjelma sebagai biang bencana.>kern 251m<

Drama

Pameran ”Ciliwung Impianku” menarik karena menyimpan pesan denotatif (tersurat) dan konotatif (tersirat) kuat. Sebagaimana digagas pemikir Perancis, Roland Barthes, denotasi mengacu pada tampilan obyek-obyek kasatmata, sedangkan konotasi merujuk pada makna lebih dalam dari jalinan kode-kode.

Apa pesan tersurat pameran ini? Foto-foto itu merekam kondisi terkini Sungai Ciliwung, mulai dari kawasan Puncak yang gundul, aliran sungai menciut, rumah-rumah merangsek bantaran, sampah menumpuk, sampai banjir merendam permukiman. Rentetan peristiwa itu menjalin narasi otentik hasil tangkapan lensa fotografer.

Foto-foto ini juga menyodorkan pesan tersirat lewat kode-kode (gerak, warna, cahaya, komposisi, atau angle) yang membangun tegangan dan merangsang tafsir lebih jauh. Umumnya, pertentangan muncul dari tarik-menarik antara pelestarian Ciliwung demi kehidupan jangka panjang dan eksploitasi sungai demi keserakahan sesaat.

Isi yang kuat

Sebagai foto jurnalistik, sebagian foto lebih menyajikan informasi ketimbang eksperimen bentuk karena memang dibuat sebagai pelengkap visual artikel wartawan. Meski begitu, fotografer kerap mencoba lebih ekspresif dengan bermain komposisi, angle, atau menangkap momen-momen khusus.

”Di sini fotografer diberi ruang aktualisasi diri. Selain foto yang pernah dicetak, disertakan juga foto-foto bagus yang belum pernah diterbitkan,” kata Redaktur Pelaksana Kompas Budiman Tanuredjo.

Sebelumnya, November 2008, Kompas menggelar pameran foto ”Ekspedisi Anyer-Panarukan” di Bentara Budaya Jakarta. Di tengah rutinitas berbagai berita yang menyerbu setiap hari, rangkaian foto dari dua ekspedisi itu menawarkan model liputan visual lebih fokus, mendalam, dan memberi peluang munculnya kejutan.

Jepretan Priyombodo, ”Memimpikan Realisasi Janji”, bisa jadi contoh. Ia memotret laki-laki yang tertidur pulas siang hari di atas bangku bekas di depan Sungai Ciliwung yang kotor. Di antara laki-laki dan sungai itu terpampang spanduk kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo-Prijanto.

”Bidikan foto ini biasa, dari perspektif depan-lurus, tapi isinya kuat,” kata Priyombodo mengomentari foto yang memenangi Lomba Foto Kali Ciliwung yang diselenggarakan Ciliwung Civil Society.

Gambaran kerusakan Ciliwung, mimpi wong cilik, dan janji manis kampanye itu mengerucut jadi sindiran: sudahkah para penguasa terpilih—dalam hal ini pasangan pengusung jargon kampanye ”serahkan pada ahlinya” itu—memenuhi janjinya menata Jakarta, termasuk serius menangani masalah Ciliwung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: