Gibass

Juli 2009

Masyarakat Betawi Adakan Lomba Bersih Sungai Ciliwung

Sumber: http://jabodetabek.tvonenews.tv/  10 Juli 2009 

Jakarta, (tvOne)

Generasi Betawi Asli dan Serumpun (GIBASS) akan menyelenggarakan lomba rakit sekaligus mengumpulkan sampah dari Sungai Ciliwung pada 12 Juli 2009.

Ketua Umum GIBASS Rozali Yunus mengatakan, lomba ini diadakan dalam rangka memperingati hari jadi GIBASS keenam ini akan menyelenggarakan “Aksi Ciliwung Bersih” melalui lomba pungut sampah di sungai. “Para peserta akan dinilai siapa yang paling banyak mengumpulkan sampah dengan ditimbang, dan pemenangnya akan diberi hadiah,” kata Rozali di Jakarta, Jumat (10/7).

Menurutnya seperti dikutip Antara, lomba itu akan diikuti sekitar 20 rakit dengan jarak tempuh sekitar 3 kilometer dari start lomba di dari RW 02 Kelurahan Srenseng Sawah (Bambon) dan berakhir di RW 04 Kelurahan Lenteng Agung.

Para peserta terdiri dari anggota GIBASS dan para masyarakat sekitar. “GIBASS saat ini memiliki 14 ranting, dan setiap ranting wajib mengirimkan peserta dan ditambah oleh partisipasi masyarakat sekitar,” jelas Rozali. “Setiap peserta harus mempersiapkan semua peralatannya, termasuk rakit yang akan digunakan lomba,”.

Kegiatan “Aksi Ciliwung Bersih” akan dibantu oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Karang Taruna Lenteng Agung. BPLHD Provinsi DKI Jakarta membantu penyediaan hadiah, PMI membantu penyedian tiga perahu karet, sedangkan Karang Taruna Lenteng Agung menyediakan dua perahu karet.

Dia juga memastikan bahwa lomba ini akan dibuka oleh Walikota Jakarta Selatan. Gerakan “Aksi Ciliwung Bersih” merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo pada 21 Juni lalu terkait kampung ramah lingkungan dan kampanye stop buang sampah di sungai.

Masalah sampah ini, GIBASS dan pengurus RW 08 Kelurahan Srengseng Sawah telah memiliki sejumlah kebijakan mengenai pengelolaan sampah, seperti program pembuatan sampah menjadi kompos, sampah untuk bahan seni, daur ulang, penghijauan dan menciptakan kampung ramah lingkungan. Dalam rangka ulang tahun keenam ini, selain menyelenggarakan “Aksi Ciliwung Bersih”, GIBASS juga akan mengelar seni dan karnaval Betawi pada 19-20 Juli mendatang.

November 2009 

Jawara Ciliwung Berkomitmen Bersihkan Ciliwung

Sumber: http://sains.kompas.com/ 21 November 2009 

Sekitar 26 anggota Gibass Jawara Ciliwung dilantik oleh Ketua BPLHD Peni Susanti, Sabtu (21/11). Mereka adalah relawan yang akan bekerja membersihkan Kali Ciliwung darii wilayah Srengseng Sawah hingga Tanjung Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Peni Susanti melantik 26 anggota Gibass Jawara Ciliwung. Mereka adalah relawan yang siap berkomitmen membersihkan Kali Ciliwung dan memberdayakan bantaran kali.

“Mereka akan mengawasi, memonitor siapa yang membuang sampah ke kali dan melaporkan kalau ada yang melanggar. Mudah-mudahan Ciliwung bebas dari sampah pada tahun 2012,” ujar Peni dalam Kampanye Kali Bersih di SMKN 62 Jalan Camat Gabun II Lenteng Agung, Sabtu (21/11).

Koordinator Jawara Ciliwung Mamit Supriyadi mengatakan, gerakan pembersihan Ciliwung oleh Gibass sudah dimulai sebelum dilantik. Ke depannya, ada sejumlah langkah yang akan diambil. Pertama adalah meneruskan pembukaan jalan setapak di bantaran Ciliwung sepanjang 2,5 km dari RT 1 sampai RT 14 Kelurahan Lenteng Agung. Saat ini baru sekitar 1 km yang dibuka.

“Tujuannya, selama ini bantaran itu kan jarang dilalui, jadi orang enak saja buang sampah. Kalau ada jalan orang enggan buang sampah karena ada orang lewat,” tuturnya seusai dilantik.

Di sepanjang jalan setapak itu, Jawara Ciliwung juga akan melakukan penanaman pohon mahoni, jati, trembesi, dan buah-buahan. Saat ini sudah ada 37 bibit pohon mahoni yang ditanam.

“Yang terakhir, pembersihan sampah di Kali Ciliwung dengan perahu, turun ke kali. Sekarang masih gabung dengan Karang Taruna yang punya dua perahu karet,” ungkapnya.

Keliling dengan perahu akan dilakukan seminggu sekali. Mamit berjanji akan setia menggerakkan rekan-rekannya untuk giat menjaga kebersihan Ciliwung.

“Saya lakukan karena kalau lihat Kali Ciliwung saya setia. Tahun 70-an itu, saya masih berani minum airnya. Sekarang banyak limbah dari rumah tangga juga produksi,” tandas pria berumur 46 tahun ini.

Puluhan Jawara Lawan Sampah Kali Ciliwung 

Sumber: http://www.tempo.co/ 21 November 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta – Puluhan orang berseragam serba hitam dengan celana kombor lengkap dengan peci dan sabuk hijau besar melilit pinggang, sekilas tampak garang. Di belakang kaos hitam mereka yang bertuliskan “Gibass Jawara Ciliwung” mengingatkan kita pada sosok para pendekar Betawi zaman dulu.

Tapi jangan salah sangka dulu, memang mereka mempunyai kemaMpuan bela diri, namun bukan untuk berkelahi atau sok jagoan. “Kami ini para jawara untuk melawan sampah di Kali Ciliwung,” ujar Kordinator Jawara Ciliwung Mamit Supriyadi (45), Sabtu (21/11).

Gibass atau Generasi Betawi Asli dan Serumpun adalah salah satu organisasi masyarakat yang ada di Kelurahan Lenteng Agung dan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Mereka tidak hanya melakukan kegiatan kesenian dan olah bela diri, tapi sekaligus melakukan kegiatan pembersihan bantaran Kali Ciliwung yang melintas kelurahan mereka.

Sejak Juni lalu mereka membentuk divisi khusus yang bertugas untuk menggerakkan masyarakat sekitar untuk membersihkan sampah di sepanjang bantaran sungai. “Dulu para jawara Betawi bertempur melawan penjajah, sekarang kita bertempur melawan sampah yang mengotori kali, semestinya seperti inilah peran para pendekar Betawi,” tegas Ketua Gibas Rozali Yunus (55).

Berbagai kegiatan telah mereka lakukan bersama-sama warga, mulai dari membuat jalan setapak sepanjang 2,5 kilometer di sepanjang bantaran Kali Ciliwung di Kelurahan Lenteng Agung, penanaman pohon, hingga pengadaan lomba bersih-besih sungai dengan perahu.

“Kami membuka jalan setapak dari RT I hingga RT 14 di RW 8, agar orang nantinya tidak buang sampah ke sungai karena ada jalan yang mereka lewati, saat ini sudah terbuka sekitar 1 kilometer,” ujar Mamit.

Pemerintah DKI berharap keberadaan para jawara itu bisa membantu mengawasi upaya pembersihan Ciliwung. “Dengan keikut sertaan warga kami harap Kali Ciliwung bisa lebih bersih dari sampah,” ujar Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Peni Susanti seusai pengukuhan dan pelantikan 26 anggota Gibas Jawara Ciliwung.

Di Lenteng Agung tidak hanya para jawara, para ibu juga aktif dalam kegiatan pembersihan sampah itu. Setiap Jumat, ibu-ibu RW 7 dan RW 8 Lenteng Agung yang tergabung dalam Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bersama-sama membersihkan sampah di jalan dalam kegiatan Jumat Bersih.

Tidak tanggung-tanggung, setiap yang tidak ikut kerja bakti akan kena denda. “Uang denda kami kumpulkan untuk kas PKK,” ujar Ketua PKK RW 8 Lenteng Agung Sri Purwanti (50).

Menurut Ketua RW 8 Lenteng Agung Sarmili (54), warga Lenteng Agung mulai benar-benar konsen untuk membersihkan Kali Ciliwung sejak Juni lalu. “Karena kami gelisah, makin lama kondisi kali Ciliwung semakin kotor jauh seperti masa saya masih kecil dulu,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Supriyadi. “Dulu tahun 1970 saya biasa mandi di kali, bahkan berani minum airnya, tapi sekarang banyak limbah industri dan rumah tangga yang mencemari, mungkin kami tidak bisa kembalikan kali ini seperti dulu, tapi setidaknya sampahnya bisa kami kurangi,” ungkapnya.

Hasilnya, Lenteng Agung yang semula merupakan salah satu daerah penyumbang sampah Kali Ciliwung perlahan telah berubah. Dua lahan kosong di bantaran sungai di RT 4 dan RT 1 RW 8 Lenteng Agung yang dulu menjadi lokasi pembuangan sampah kini telah berubah menjadi Tempat Transit Sampah Sementara.

Sampah warga yang semula menggunung dan sering kali longsor ke sungai kini tidak ada lagi, digantikan dengan puluhan gerobak sampah berisi sampah warga yang secara rutin diambil mobil kebersihan daerah. “Dulu sampah-sampah yang menumpuk di Pintu Air Manggarai sebagaian adalah dari kami, tapi sekarang tidak lagi,” ujar Sarmili.
AGUNG SEDAYU

GIBASS Siap Amankan Ciliwung dari Sampah

Sumber: http://www.beritajakarta.com/ 21 November 2009

BERITAJAKARTA.COM — 21-11-2009 15:30
Untuk mendukung Pemprov DKI dalam program kali bersih (prokasih), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini telah memiliki 26 Jawara Ciliwung. Mereka tergabung dalam wadah Generasi Betawi Asli dan Serumpun (GIBASS). Tugasnya adalah membantu pemerintah mengawasi kebersihan sampah di Sungai Ciliwung Segmen I, yakni dari Jembatan Kelapadua Depok hingga Jembatan Tanjungbarat.

Ketua Umum GIBASS, Rozali Yunus, menegaskan, Jawara Ciliwung ini bertugas melakukan pengawasan, memonitor, dan melaporkan jika ada warga yang membuang sampah di sungai. Sejatinya, kehadiran GIBASS ini tidak lain untuk menyukseskan program kali bersih dan membebaskan Ciliwung dari sampah. Dengan begitu diharapkan, Ciliwung akan menjadi kali yang terbersih di Jakarta. “Masyarakat di sini merasa memiliki Jakarta. Kami ingin Jakarta terbebas dari banjir dengan tidak membuang sampah di sungai,” kata Rozali Yunus, Sabtu (21/11).

Para Jawara Ciliwung ini sebenarnya telah mulai bekerja membersihkan Kali Ciliwung sejak Juli lalu. Bahkan untuk menarik minat masyarakat, GIBASS telah menggelar berbagai lomba kebersihan. Seperti mengambil sampah di sungai, membersihkan bantaran kali untuk membuat jalan setapak, dan penanaman pohon sebanyak 170 pohon di sekitar bantaran sungai. “Sebagai warga Jakarta kita harus menjaga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Rozali berseloroh, jika Bang Pitung, tokoh Betawi zaman penjajahan dulu berperang melawan Penjajah, maka Jawara Ciliwung ini akan berperang melawan sampah yang ada di sungai. Untuk itu, diharapkan warga Jakarta lainnya agar ikut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai. “Musuh kita sekarang adalah sampah, kita akan membasmi sampah,” tuturnya.

Agar Ciliwung sepanjang tahun tetap bersih, para Jawara Ciliwung ini akan menularkan ilmu ke daerah lain. Mereka setiap hari mengkampanyekan dan bekerja membersihkan sampah dari Ciliwung. Semua dilakukan karena mereka tidak ingin Ciliwung itu kotor dan banyak sampah sehingga mengundang terjadinya banjir saat musim hujan. “Ke depan, Jawara Ciliwung akan menggelar Pesta Ciliwung, bentuknya adalah warga melakukan pembersihan Ciliwung secara bersama-sama,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: