Jakarta

Februari 2007 

400 Warga Kerjabakti Membersihkan Sampah Ciliwung

Sumber:http://www.pkpu.or.id/  19 Februari 2007 

JAKARTA – Sampah masih menutupi alur Sungai Ciliwung di lokasi jembatan gantung antara Balekambang, Condet, Jakarta Timur dan Kampung Lebak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang roboh akibat diterjang banjir dan sampah, Sabtu (3/2/2007) lalu.

Sebanyak 400 warga masyarakat Balekambang, Condet dan Kampung Lebak, Pasar Minggu, yang digalang Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum, TNI, Minggu (18/2/2007), bersama-sama membersihkan sampah dan puing jembatan.

Kerjabakti membersihkan sampah ciliwung bersama warga, Dinas Pekerjaan Umum, dan TNI ini ditujukan dalam rangka pembuatan kembali jembatan darurat pengganti jembatan gantung yang roboh diterjang banjir.

“Ambruknya jembatan gantung yang menghubungkan Condet-Pasar Minggu akibat kerasnya arus Kali Ciliwung beberapa waktu lalu berdampak buruk terhadap perekonomian dan aktivitas warga. Pasalnya jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan kawasan Condet dengan Pasar Minggu,” ujar Boy Muslim, Manajer Rescue PKPU kepada para wartawan.

Salurkan kepedulian Anda melalui Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU, Jl. Raya Condet No.27-G Batu Ampar, Jakarta Timur. Telp. 021-87780015 ext. 106 atau via transfer ke rekening BCA Supomo nomor 600.034.7777 (Acep/Media Center PKPU)

Walikota Jakpus Ambil Sampah di Ciliwung

Sumber: http://poskota.co.id/  13 Maret 2011 

JAKARTA (Pos Kota) – Walikota Jakarta Pusat (Jakpus) mengajak warga untuk menata, menghijaukan dan menjaga kebersihan kali. Sehingga dengan kali yang bersih dan tertata dapat menjadi satu sarana rekreasi murah bagi masyarakat.

“Stop buang sampah di kali, jaga kebersihan dan penghijauan di lingkungan kali. Sehingga menjadi kawasan yang nyaman dan asri, serta jadi tempat rekreasi yang murah seperti jaman dulu. Cukup bawa roti dan gelar tikar dipinggir kali sudah bisa menikmati indahnya pemandangan,” jelas Walikota Jakpus, H. Saefullah, Minggu (13/3) didampingi Camat sawah Besar, Darma Sembiring dan Lurah Pasar Baru, Agus Ramdhani saat mengelar kerja bakti bersihkan sampah Kali Ciliwung di Kelurahan Pasar Baru, Sawah Besar.

Mantan Kepala Dinas Olahraga ini begitu mengimpikan kalau kali-kali yang ada di Jakarta bersih dan airnya jernih seperti jaman dulu. Sehingga warga bisa memanfaatkan baik buat mandi atau keperluan lainnya. Untuk itu, warga diminta ikut menjaga kebersihan kali.

Kerja bakti membersihkan sampah di Kali Ciliwung di ikuti sekitar 700 warga. Walikota didampingi Ketua Tim Pengerak PKK Jakpus, Hj Rusmiati Saefullah terjun langsung dengan naik perahu menyusuri Kali Ciliwung sambil mengambil sampah yang di kali. Pada kesempatan itu, juga ditanam 50 pohon di bantaran Kali Ciliwung.

Sementara itu, Wakil Walikota Jakpus, H. Fatahillah pada haru yang sama juga mempimpin kerja bakti bersihkan sampah di Kali Cideng di wilayah Menteng sepanjang 300 meter.

Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hj Tatiek Fauzi Bowo yang hadir meninjau kerja bakti di Kali Ciliwung sangat mendukung program kali bersih. “Harapannya kegiatan seperti ini terus berkelanjutan, tidak hanya karena ada walikota atau pejabat lainnya. Namun, atas kesadaran warga sendiri,” ujarnya.

(tarta/sir)

Pangkostrad dan Walikota Jakpus Pungut Sampah di Kali Ciliwung

Sumber: http://poskota.co.id/ 30 September 2011 

JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Jakpus) bersama jajaran TNI mengelar kerja bakti bersama di empat lokasi di wilayah Jakpus. Sebanyak 2.500 aparat TNI dan 1.000 warga diterjunkan membersihkan lingkungan dan mengatasi ancaman banjir.

Panglima Komando Cadangan strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI AY Nasution bersama Walikota Jakpus H. Saefullah ikut terjun langsung membersihkan sampah di Kali Ciliwung di Kelurahan Pasar Baru, Sawah Besar. Ke duanya dari atas perahu karet memunguti sampah plastik diikuti ratusan aparat TNI yang langsung terjun ke kali. Selain di Kali Ciliwung juga membersihkan lingkungan Masjid Istiqlal dan Gereja Kathedral.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan dan bentuk tangung jawab membantu Pemprov DKI Jakarta mengatasi kebersihan dan banjir,” jelas Pangkostrad Letjen TNI A.Y Nasution, Jumat (30/1). Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati HUT ke-66 TNI.

Walikota Jakpus H. Saefullah menyambjut gembira atas kepedulian jajaran TNI membantu membersihkan wilayah kota dan mengatasi ancaman banjir. “Masih banyak sampah dan tumbuhan di Kali Ciliwung, sehingga kalau tidak dibersihkan bisa menimbulkan banjir,” katanya.

Kerja bakti yang melibatkan 2.500 aparat TNI dan 1.000 warga ini dibagi dalam empat wilayah yaitu di Kali Ciliwung, kawasan Majsi Istiqlal dan Gereja Kathedral di Kelurahan Pasar Baru, sawah Besar, di RW 07 Kelurahan Petojo Selatan, Gambir, di sepanjang rel kereta api dan halaman Stasiun kereta api Senen, Kelurahan Senen dan di Pasar Serdang, Kelurahan Serdang, Kemayoran.  (tarta/sir)

Relawan Punguti 900 Kilogram Sampah dari Ciliwung

Sumber:  http://www.tempo.co/read/4 Desember 2011

TEMPO.CO, Jakarta – Komunitas Ciliwung Condet bersama jejaring komunitas peduli Ciliwung Jakarta memulung 900 kilogram sampah dari bantaran sungai besar yang membelah Jakarta itu selama sebulan.

Dua petugas kebersihan dengan menggunakan perahu karet mengangkat sampah yang mengapung di sepanjang kali Ciliwung. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

“Kebanyakan sampah plastik dari rumah tangga,” kata Abdul Kodir, Ketua Komunitas Ciliwung Condet, di kantor komunitasnya, Jalan Munggang Nomor 6, RT 10 RW 04, Balekambang, Condet, Jakarta Timur, Minggu, 4 Desember 2011.

Menurut Kodir, pemulungan dilakukan di sepanjang 700 meter ke arah hulu Sungai Ciliwung secara berkala. Hari ini, mulai pukul 08.00 sampai 12.00, siswa sampai mahasiswa ikut terlibat dengan turun ke bantaran sungai. Mereka dibekali karung dan plastik.

Mereka cukup berjalan 20 meter dari kantor komunitas Ciliwung Condet untuk menuju Sungai Ciliwung. Total sekitar ratusan orang berperan sebagai sukarelawan dalam kegiatan penyelamatan Ciliwung tersebut. “Kegiatan ini juga menyambut Hari Sukarelawan Internasional yang jatuh pada 5 Desember,” kata Kodir.

Kumpulan sampah dipadatkan dalam karung dan digunakan menjadi turap buatan di bantaran sungai. Tujuannya, jika tinggi air sungai naik, tumpukan karung yang dibangun itu bisa meminimalisasi banjir.

Untuk itu, Kodir mengatakan, tumpukan karung di pinggir sungai akan dibiarkan tertutup lumpur sungai. Selanjutnya, karung-karung yang sudah berlumpur itu bakal dijadikan media tanam, misalnya pohon lau. “Ini berfungsi menahan longsor tanah juga,” katanya.

Dalam catatan Kodir, ada lima titik tempat pembuangan sampah di Kelurahan Balekambang saja. Itu yang melahirkan gunung sampah di bantaran sungai. Untuk itu, komunitas memasang spanduk sepanjang dua meter bertuliskan “Ciliwung Bukan Tempat Sampah” di Jembatan Gantung Condet agar warga bantaran sungai disiplin dalam mengelola sampah.

Ia mengakui, warga Ibu Kota banyak tidak peduli terhadap Ciliwung. Selain lemahnya hukum bagi pembuang sampah, keterbatasan tempat pembuangan juga menjadi permasalahan lain.

Kodir mengatakan, kegiatan pemulungan sampah dilakukan untuk edukasi bagi para pelajar. “Menjadi bekal pelajar agar merasa memiliki Ciliwung,” katanya.  HERU TRIYONO

Gubernur DKI Punguti Sampah Kali Ciliwung

Sumber: http://poskota.co.id/ 31 Desember 2011 

JAKARTA (Pos Kota)- Sebanyak 1.500 personil terdiri atas aparat, TNI/Polri, karang taruna dan masyarakat menggelar aksi kebersihan di Kali Ciliwung, Sabtu pagi. Aksi sosial bertema Satu Hari yang Indah di Kali Ciliwung yang dipusatkan di Jalan Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Didampingi Walikota Jakpus Saefullah, Gubernur menaiki perahu karet dan memunguti sampah yang terbawa arus air Kali Ciliwung. “Mari kita jadikan Ciliwung sebagai kebanggaan warga Jakarta,” ajak Fauzi Bowo.

Menurut Gubernur, Ciliwung adalah karakteristik kota Jakarta. Jika Ciliwung kotor, maka citra Jakarta pun anjlok. Jika Ciliwung bersih, Jakarta ikut terangkat.

Karena itu, Gubernur meminta agar semua warga Jakarta ikut menjaga kebersihan dan keasrian Kali Ciliwung.

Dikatakan Kali Ciliwung dulu sangat bersih, tidak ada sampah, dan airnya bening. Tetapi sekarang Ciliwung sangat kotor. Itu terjadi karena perilaku kita yang membuang sampah dan limbah ke kali Ciliwung.

Aksi sosial bersih-bersih Kali Ciliwung tersebut diharapkan bisa mengembalikan kondisi obyektif Kali Ciliwung. “Itu sebabnya saya minta gerakan ini tidak hanya berlangsung satu hari. Lakukan terus secara berkelanjutan supaya Ciliwung benar-benar bersih,” tukas Gubernur.

Dalam waktu yang sama, aksi kebersihan juga digelar di Kali Ciliwung Menteng Tenggulun dan Kali Sentiong di Johar Baru.

Walikota Jakpus Saefullah menjelaskan bahwa aksi sosial Satu Hari yang Indah di Kali Ciliwung sengaja digelar dipenghujung tahun berbarengan dengan festival Ciliwung Indah. Tidak hanya aksi bersih-bersih kali, masyarakat yang datang ke lokasi bisa sekaligus menikmati parade lomba perahu hias dan panggung musik. Aneka jajanan kuliner Nusantara juga tersedia dilokasi dengan harga yang murah meriah.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur berkenan menyerahkan bantuan renovasi untuk 25 rumah tak layak huni, bantuan alat olahraga bagi Karang Taruna, alat sablon dan handycam. Turut hadir Sekda DKI Jakarta Fadjar Panjaitan, Assiten Pemerintah Silviana Murni, Sekodya Jakpus Endjang Abdullah dan Camat Sawah Besar Marsigit.  (inung/sir)

April 2012 

Satu Jam, Setengah Ton Sampah Terkumpul dari Ciliwung

Angkasa Yudhistira – Okezone

Sumber: http://jakarta.okezone.com/  29 April 2012 10

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama perusahaan swasta di Jakarta bekerjasama melakukan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di bantaran kali Ciliwung, Kemuning Dalam I Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kegiatan tersebut menindaklanjuti hari air sedunia yang jatuh pada Maret 2012 lalu.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD), Muhammad Tauhid mengatakan, kegiatan ini diharapakn membuka mata para pengusaha dan juga masyarakat pentingnya air bersih.

“Diharapkan masyarakat dan dunia usaha semakin memahami dan terlibat penuh dalam konservasi air melalui pembuatan lubang bipori, sumur resapan, kolam resapan dan proses daur ulang limbah di daerah aliran sungai Ciliwung,” kata Tauhid kepada wartawan, Minggu (29/4/2012).

Masyarakat juga dalam kesempatan itu diberikan kesempatan untuk membersihkan sampah di bantaran kali Ciliwung.

Dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk lomba itu, peserta berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 529,5 kg sampah dalam waktu satu jam.

Lokasi lomba dimulai dari jalan Mesjid Al-Makmuriah Rt. 16/ 07 dan finish di Jalan Kemuning Dalam I Rt. 11/06, Kel. Pejaten Timur Kec. Pasar minggu, Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, PT. Astra Internasional menyumbang seribu pohon secara simbolis yang diterima kemudian ditanam di bantaran kali oleh Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Sukesti Martono. (amr)

Ciliwung Bukan Tempat Sampah

Sumber: http://www.tempo.co/ 29 April 2012 

Sejumlah masyarakat peduli Ciliwung mengumpulkan sampah yang tersebar di Kali Ciliwung saat peringatan Hari Air Sedunia ke-20 di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (29/4). TEMPO/Amston Probel

 

 

550 Kg Sampah Diangkut dari Kali Ciliwung

Sumber: http://www.beritajakarta.com/ 29 April 2012

Dengan semangat, puluhan warga yang berasal dari Pejatentimur dan Pasarminggu, Jakarta Selatan tampak berlomba-lomba mengumpulkan sampah di aliran Kali Ciliwung. Ratusan kilogram sampah berhasil diangkat oleh warga untuk kemudian diangkut menuju tempat pembuangan sampah.

“Ini salah satu langkah untuk menyadarkan warga agar bisa menjaga kebersihan lingkungan di aliran Kali Ciliwung,” ujar Sukesti Martono, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta, saat menghadiri Peringatan Hari Air Sedunia Ke-20 yang diselenggarakan Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (DKI) Jakarta, Minggu (29/4).

Dari pembersihan sampah yang dilombakan tersebut, berhasil mengangkat sampah sebanyak 550 kilogram. Ini membuktikan, aliran Kali Ciliwung yang membelah kota Jakarta masih belum steril dari sampah.

Dikatakan Sukesti, meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan disegala bidang tentu akan menambah jumlah pemanfaatan air. Namun begitu jumlah air tawar yang ada didunia sangat sedikit dibandingkan dengan air asin. “Air tawar tidak lebih dari 2,7 persen, dan yang bisa dikonsumsi dari jumlah itu hanya 0,003 persen. Untuk itu, seharusnya masyarakat bisa menjaga kualitas air tanah, terutama di Jakarta,” katanya.

Sesuai Pergub No 68 Tahun 2005 tentang Perubahan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 115/2001 tentang Pembuatan Sumur Resapan dan Proses Daur Ulang Air Limbah harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. “Kita bisa membuat lubang resapan biopori, sumur resapan, dan kolam resapan. Inilah beberapa langkah yang bisa kita ambil selain jangan membuang sampah sembarangan,” kata Sukesti.

Sementara itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta Selatan, Yusiono Anwar mengatakan, di wilayahnya dari 17 titik pembuangan sampah dibantaran sungai telah ditutup 4 titik antara lain di daerah Rawajati, Cikoko, Pejatentimur, serta Pengadegan. Untuk melakukan hal itu, diperlukan proses yang cukup panjang. “Kali Ciliwung melewati 5 kecamatan, 13 kelurahan, dan 45 RW di Jakarta Selatan. Ini bukan hanya proses menutup, harus dibuat pola yang baik agar jangan malah mereka membuang langsung ke kali,” ujarnya.

Dalam acara itu, bukan hanya lomba mengumpulkan sampah saja yang diselenggarakan, tetapi ada juga penanaman seribu bibit pohon pucung, dan wisata aliran Kali Ciliwung dengan menggunakan perahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: