Bogor

Februari 2011

Dede Yusuf Punguti Sampah Ciliwung

Ratih P Sudarsono | Pepih Nugraha

Sumber:  http://megapolitan.kompas.com/ 5 Februari 2011 

Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf (memungut sampah) ketika mengikuti aktivitas membersihkan Sungai Ciliwung di Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (5/2/2011).

BOGOR, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf memimpin aksi kebersihan dengan memunguti sampah di Sungai Ciliwung, yang melintas di Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (5/2/2011). Menurut Dede, memunguti sampah merupakan aktivitas menyenangkan.

Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Humas Pemerintah Kota Bogor, Dede turun ke Sungai Ciliwung didampingi antara lain Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Edgar Suratman, Asisten Tata Praja Ade Syarif Hidayat, Lurah Kedung Halang H Yudha, serta Camat Bogor Utara Bambang Budianto.

Dede, berbaur dengan puluhan anggota pramuka, aktivis Kuring, dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), bersama memunguti sampah-sampah yang menyumbat dan hanyut di Sungai Ciliwung. Aktivitas tersebut berlangsung selama dua jam dan berhasil menyusuri 500 meter sungai itu.

Dede mengatakan, aksi ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman sekaligus mengajak masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. “Karena apa pun yang dilakukan dan sebesar apa pun anggaran yang dikeluarkan, tetapi kalau di hulu masyarakatnya tidak peduli dan membuang sampah ke sungai, kita akan selalu kesulitan,” kata Dede.

Konsep yang digagas KPC dan Greeneration itu, menurut Dede, sangat baik untuk mengajak partisipasi masyarakat, lurah, dan kepala desa dengan membuat perlombaan mulung sampah (memungut sampah) di sungai. “Kegiatan memungut sampah bukan hanya pekerjaan pemulung, tetapi juga aktivitas yang menyenangkan,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Dede, kegiatan yang dilakukan KPC di Kota Bogor adalah menyediakan piala bergilir lomba memungut sampah di Sungai Ciliwung. “Kami berharap kegiatan serupa juga bisa dilaksanakan di sungai-sungai lain di Jawa Barat,” kata Dede.

Dede menyampaikan apresiasi kepada KPC dan Greeneration yang telah menggagas aksi kebersihan Sungai Ciliwung. Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai yang kondisinya paling parah dan masuk kategori kualitas cemar berat.

Mengenai pemulihan daerah aliran sungai (DAS), Dede mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mengeluarkan peraturan gubernur untuk memantau, mengawasi, dan melindungi DAS, yakni DAS Ciliwung, Citarum, Citanduy, Cimanuk, dan Cisadane. Hal ini, menurut dia, menjadi tugas kabupaten/kota untuk menjaga DAS-DAS di wilayahnya.

Seusai melakukan aksi kebersihan Sungai Ciliwung, Dede menanam pohon penghijauan di tepi Sungai Ciliwung. Sebelumnya Dede menyerahkan secara simbolis 100 pohon nyamplung, beringin, dan bambu untuk 10 kelurahan di Kota Bogor, khususnya kelurahan yang dilewati Sungai Ciliwung, yakni Kelurahan Katulampa, Baranangsiang, Sukasari, Babakan Pasar, Sempur, Bantarjati, Kedunghalang, dan Sukaresmi.

Wagub Jabar Mulung Sampah di Ciliwung

 Sumber: http://www.jpnn.com/  06 Februari 2011 

BOGOR-Pencemaran lingkungan di sungai Ciliwung semakin mengkhawatirkan. Tumpukan sampah telihat memenuhi aliran sungai tersebut. Penyumbang terbesar sampah-sampah tersebut adalah sampah rumah tangga dan limbah pabrik. Melihat itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf merasa prihatin. Mantan bintang film yang kini menjadi kepala daerah itupun kemarin turun tangan untuk memulung sampah.

Kepada para wartawan, Dede mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung untuk tidak membuang sampah ke sungai. “Tolong jangan rusak lingkungan kita sendiri,” imbaunya.

Saat memunguti sampah, orang nomor dua di Jabar ditemani para pejabat Pemkot Bogor, aktifis lingkungan dan warga sekitar. Dede mengatakan, Pemprov Jabar sudah mengeluarkan peraturan tentang pemantauan, pengawasan, serta perlindungan daerah aliran sungai (DAS), mulai dari sungai Ciliwung, Cisadane, Citarum, dan Cimanuk.

Tugas tersebut, lanjutnya, diserahkan kepada pemerintahan masing-masing Kabupaten dan Kota. Dengan aturan itu, Pemerintah setempat dituntut untuk meningkatkan pengawasan terhadap penanggulangan sampah. “Kalau sarana prasarana pembuangan sampah tersedia, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk membuang sampah ke sungai,” tandasnya.

Aksi bebersih sungai Ciliwung, adalah bagian dari program Diet Kantong Plastik Circle K dan Greeneration Indonesia. Aksi bertajuk “Clean up Your City” itu juga diisi dengan kegiatan penanaman pohon di bantaran kali. Marketing Manager Circle K, Susilo mengatakan, pihaknya menggagas aksi bebersih, sebagai bentuk komitmen Circle K untuk peduli lingkungan. Tampak dalam aksi, Asisten Tata Praja Ade Syarif Hidayat, CEO Circle K Gunawan Indro, serta Camat Bogor Utara, Bambang Budianto. (ric/pkl3)

Oktober  2011

Kompetisi Lomba Mulung Sampah Ciliwung 29 Oktober 2011

Sumber: http://www.sanitasi.or.id/ 05 October 2011 

Setelah sukses melaksanakan 2 kali “Kompetisi Pemulungan Sampah Ciliwung Antar Kelurahan se-Kota Bogor“, tahun ini Komunitas Peduli Ciliwung kembali akan mengadakan kegiatan yang sama untuk tahun 2011.

Kegiatan ini telah berhasil melibatkan ribuan orang warga dari sebelas kelurahan se-Kota Bogor. Hanya dalam waktu 3 jam warga Kota Bogor telah berhasil mengumpulkan lebih dari ribuan karung sampah berukuran 25 kilogram dari Sungai Ciliwung. Sekalipun belum melibatkan seluruh warga yang berada di bantaran Ciliwung, kompetisi ini telah menjadi momentum penting bagi Kota Bogor.

KPC telah sukses menyelenggarakan kegiatan yang sangat berbeda dan yang pertama dalam sejarah Kota Bogor. Keterlibatan secara serentak melakukan upaya perbaikan terhadap kondisi di sepanjang aliran Sungai Ciliwung yang penuh dengan sampah. Kompetisi pemulungan sampah di Sungai Ciliwung antar kelurahan telah menyediakan ruang bagi semangat kebersamaan dan gotong-royong untuk memberi dampak positif bagi lingkungan hidup dan budaya bersih warga Bogor.

Semangat inilah yang mendorong agar kegiatan kompetisi ini menjadi acara tahunan di Kota Bogor. Tentunya upaya ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bogor dengan menyediakan trophy bergilir bagi kelurahan yang menjadi juara.

Untuk tahun 2011 ini kegiatan kompetisi pemulungan sampah di Sungai Ciliwung kembali diselenggarakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dengan tema “Ayo Generasi Muda Selamatkan Ciliwung”. Namun hari pelaksanaannya pada 29 Oktober 2011.

Alamat panitia: Saoeng Tepijan Soengaij Tjiliwoeng, Perumahan Kedung Badak Baru, Jln. Teladan No. 6 Kelurahan Kedung Badak, Bogor. E-mail: tjiliwoeng@gmail.com . Website: http://tjiliwoeng.blogspot.com

Penyadaran Lingkungan dengan Mulung Sampah Langsung

Sumber: http://kotahujan.com/ 22 October 22 2011  

Kedung Badak|Kotahujan.com-Menggugah kesadaran lingkungan tak melulu harus dengan himbauan. Salah satu cara efektif adalah dengan terlibat dan merasakan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Seperti yang dicontohkan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Sabtu (22/10) ini. Mereka mengajak puluhan karyawan Sucofindo Jakarta dan siswa Perguruan Islam Al Izhar Pondok Labu Jakarta. Mereka diajak mulung sampah yang ada di sungai Ciliwung Komplek Kedung Badak Baru, agar memiliki kesadaran tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sungai. Bergelut langsung dengan sampah di sungai memberikan pelajaran bahwa tidak mudah membersihkan sungai yang terlanjur kotor dan tercemar oleh sampah. Ekspresi ‘jijik’ dan lelah tergambar jelas di wajah para ‘pemulung’ pendatang baru ini.

“Kebetulan Kantor kami Sucofindo hari jadi ke 55, jadi kami mengadakan bakti lingkungan. Karena kami di Bogor ya sekalian saja ikut mulung sampah Ciliwung bareng KPC,” papar Rafida Wardhana, Senior Manager Sucofindo, warga Jl. Jure Perum Bantarjati Bogor.

12 personil Sucofindo bahu-membahu mengambil sampah dengan siswa-siswi SMP-SMA Al-Izhar Jakarta. Mereka yang sehari-hari tak tersentuh sampah dan cenderung ‘menjauh’ dari sampah, kali ini justru berlomba mengangkat dan memasukkan sampah ke dalam karung yang sudah disediakan. Puluhan siswa-siswi ini bahkan dengan semangat, tanpa ragu menceburkan diri kedalam sungai untuk menjangkau sebanyak mungkin sampah.

“Kegiatan ini bermanfaat untuk menciptakan lingkungan bersih, perlu kepedulian masyarakat saja tidak yakin untuk melakukan seperti ini di Jakarta. Di hulu saja sudah begini, di Jakarta pasti lebih parah, saya nggak kuat sepertinya, ” ungkap Median, siswa Al Izhar.

Aksi mulung ini kemudian mendapat tambahan ‘pemulung’ lain dengan bergabungnya kelompok Solargen. Sebuah kelompok yang menjadi volunter LSM lingkungan yang berbasis di Jakarta.

Proses penyadaran lingkungan dengan berhadapan langsung dengan masalah, diharapkan bisa membuat peserta peka. Lingkungan sungai bersih perlu partisipasi dan kesadaran masyarakat. Hal itu bisa dilakukan mulai dari hal kecil seperti memulung sampah dari sungai.

Dari Jakarta Turun ke Ciliwung Bogor

Sumber: http://kotahujan.com/23 October 23 2011  

Kedung Badak|Kotahujan.com-Peduli kebersihan sungai bisa dilakukan siapa saja. Tak peduli siapa dan tinggal dimana, demikian halnya penduduk Jakarta. Banjir besar dan timbunan sampah di sungai membuat mereka tergerak untuk peduli dan menyelamatkan lingkungan. Utamanya sungai Ciliwung yang merupakan salah satu sungai besar yang mengalir dari Jawa Barat hingga kota Jakarta. Seperti halnya Sabtu (22/11) kemarin, KPC Bogor yang biasa mulung sampah di Ciliwung Bogor mendapatkan kunjungan warga Jakarta, mereka antara lain dari Karyawan Sucofindo, siswa Perguruan Islam Al-Izhar, dan SISPALA SMA 31 Jakarta.

Secara serentak pukul 08.00 WIB warga Jakarta ini turun kesungai, ikut memungut sampah an-organik yang berada di sungai Ciliwung, tak jauh dari komplek Kedung Badak Baru. Lebih dari 30 orang turun langsung bersama karung-karung sampah yang sudah disiapkan KPC sebelumnya.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan anak-anak dengan sampah, agar sadar untuk mengetahui cara pengelolaan sampah yang benar dan tahu membuang sampah tersebut dimana. Pendidikan lingkungan di sekolah memang ada seperti pemilahan sampah akan tetapi agar lebih mengetahui keadaan dimasyarakat, sehingga siswa tidak hanya peduli di lingkungan sekolah akan tetapi dapat diterapkan di tempat tinggal merekan” jelas Gugum Prayoga guru Biologi SMA Al-Izhar.

Fasilitas yang kurang memadai dan stuktur sungai Ciliwung di Jakarta yang berlumpur berbeda dengan di Bogor, menjadi kendala Gugum untuk berpartisipasi menjaga kebersihan sungai di Jakarta, seperti yang dilakukan KPC Bogor.

“Dengan kegiatan ini diharapkan siswa dapat sadar akan lingkungan dan dapat mempengaruhi teman-temannya untuk ikut dalam pengolahan sampah yang benar,” pungkas Gugum

Menurut Median salah satu siswa SMA Al-Izhar, untuk membuat lingkungan menjadi bersih sebenarnya hal yang mudah dengan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan. Akan tetapi menurutnya untuk membersihakan sungai Ciliwung di Jakart, dirinya tidak yakin dapat melakukannya.

“Gak yakin, ini sebenarnya masih agak ke hulu, agak ke hulunya sudah begini gimana kondisi di Jakarta, wah kanyaknya saya juga gak kuat nanti” tutur Median

Berbeda dengan Median, Angga salah satu Karyawan Scofindo merasa penduduk Jakarta sudah terlibat dalam pencemaran sungai di daerah hulu Ciliwung.

“Inikan di daerah hulu, tapi bukan di hulu banget. Hulunya di atas lagi di daerah puncak kemungkinan itu juga orang Jakarta kata saya yang membuang sampah kesungai membuat kotor daerah Bogor dan Jakarta,” jelas Angga

Informasi dan saling mempengaruhi untuk menjaga lingkungan dapat menjadi langkah yang efektif bagi Anga untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat sampah.

Semangat menjaga lingkungan juga terlihat saat siswa SISPALA SMA 31 Jakart ikut bersama terjun membersihkan sungai. Menurut Bayu salah satu siswa, Ciliwung bagaikan urat nadi sungai di Jakarta, peran generasi muda sangat penting untuk menjaga kebersihan sungai ini. Jika dilakukan di daerah Jakarta mereka, masih merasa “jijik” karena tampilan sungai Ciliwung di Jakarta sangat keruh.

“ Jujur aja sih agak sedikit geli, kotornya udah tercemar banget apalagi Ciliwung di Jakarta itu airnya benar-benar hitam, kena kulit aja mungkin sudah gatel-gatel”, jelas Bayu
Laporan Kontributor : Rinenggo Siwi

1.710 Karung Sampah Terkumpul Dari Sungai Ciliwung 

Sumber: http://antarabogor.com/  29 Oktober 2011

Bogor, 29/10 (ANTARA) – Sedikitnya 1.710 karung sampah anorganik berhasil dikumpulkan dalam “Lomba Mulung Ciliwung” antarkelurahan se-Kota Bogor 2011 yang diikuti ratusan orang, Sabtu.

Sampah-sampah tersebut dikumpulkan di 11 titik kegiatan perlombaan di sepanjang Sungai Ciliwung, dalam waktu lima jam yakni dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB.

“Hasil penghitungan, total sampah anorganik yang terkumpul di 11 titik pelaksanaan kegiatan sebanyak 1.710 karung. Satu karung berukuran 25 kilogram,” kata Koordinator acara Lomba Mulung Ciliwung, Een Irawan Putra.

Sampah-sampah yang terkumpul ini, lanjut Een, akan ditimbang sebagai penilaian dalam perlombaan tersebut. Setelah dikumpulkan dan dinilai, sampah akan ke distribusikan ke Tempat Pembuangan Akhir.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor menyiapkan enam armana kebersihan untuk mengangkut seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan warga.

Een menjelaskan, Lomba Mulung Ciliwung Antarkelurahan se-Kota Bogor 2011 merupakan agenda tahunan dari Komunitas Peduli Ciliwung (KPC).

“Ini adalah lomba mulung ketiga yang sudah kami selenggarakan. Lomba ini untuk mengajak warga Bogor khususnya warga yang tinggal di dekat Sungai Ciliwung untuk lebih peduli dengan sungainya,” katanya.

Lomba tersebut diikuti oleh sebelas kelurahan di Kota Bogor. Mereka berlomba untuk memperebutkan Piala Bergilir Ciliwung Bersih dari Wali Kota Bogor.

Kriteria penilaian dalam lomba tersebut adalah jumlah karung yang dikumpulkan, jumlah peserta yang ikut berpartisipasi dan kreativitas warga selama lomba.

Dari penilaian tersebut setiap kelurahan mendapatkan poin yang kemudian dijumlah.

“Kelurahan yang mendapatkan poin tertinggi yang akan menjadi pemenang. Pemenang akan menjadi tuan rumah dari acara penyerahan hadiah yang akan dilaksanakan pada Jumat (4/11) mendatang,” katanya.

Een menambahkan, pihaknya berkomitmen kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Tapi diharapkan warga Bogor terutama yang tinggal dekat Ciliwung agar lebih peduli dengan sungainya.

“Tentu kita berharap tidak selesai sampai disini, kita akan terus berjuang untuk mewujudkan Sungai Cliwung yang berair bening, bersih dan sejuk,” katanya.

Sementara itu, kegiatan tersebut disambut antusias warga. Rona gembira terlihat saat warga beramai-rama turun ke sungai dan mengumpulkan sampah-sampah yang terdapat dipinggiran sungai.

Sambil menenteng karung, warga turun ke Sungai Ciliwung. Dengan asiknya mereka memunguti sampah yang ada di bantaran sungai dan sekitarnya.  Laily Rachmawati.

Ribuan Warga 11 Kelurahan Siap Mulung Sampah Ciliwung

Sumber:http://kotahujan.com/  29 Oktober  2011  

Ciliwung Bogor|Kotahujan.com-Hari ini (29/10)ribuan warga dari 11 kelurahan se Kota Bogor siap bertarung dalam Lomba Mulung Sampah Ciliwung III, memperebutkan piala bergilir Walikota Bogor. Dalam aksi ini seribu orang lebih mulai pukul 08.00 hingga 11.00 siang, turun ke sungai Ciliwung memungut sampah dan mengumpulkannya kedalam karung sebanyak mungkin. 11 kelurahan tersebut adalah Katulampa, Tajur, Sindangrasa, Babakan Pasar, Baranangsiang, Sempur, Bantarjati, Kedungbadak, Cibuluh, Kedunghalang dan Tanah Sareal.

Lomba Mulung Ciliwung Antar Kelurahan se-Kota Bogor III merupakan agenda tahunan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). Lomba ini dalam rangka menarik pelibatan masyarakat lebih banyak untuk membersihkan sampah di sungai Ciliwung, sebagaimana dilakukan KPC setiap Sabtu.

“Ini adalah kegiatan lomba ketiga yang sudah kami selenggara. Setiap tahunnya kami memang selalu mengadakan lomba ini untuk mengajak warga Bogor khususnya warga yang tinggal di dekat sungai Ciliwung untuk lebih peduli dengan sungainya,” ungkap Een Irawan Putra.

Upaya peduli sungai Ciliwung di Bogor ini merupakan langkah konkrit penyelamatan sungai sepanjang 119 km dari Cagar Alam Telaga Warna hingga Teluk Jakarta. Kompetisi ini selain memperebutkan piala bergilir juga uang tunai jutaan rupiah untuk peringkat 1, 2 dan 3. Penilaian pemenang berdasarkan jumlah karung sampah ukuran 25 kg yang dikumpulkan, keterwakilan warga dan inisiatif dukungan warga

Untuk mensukseskan kegiatan lomba mulung ini, selain KPC juga melibatkan Kodim 0606 kota Bogor, Lawalata IPB dan mahasiswa FEMA IPB serta Pemkot Bogor (DKP). Meski hanya setahun sekali, namun acara ini diharapkan tak sekedar seremonial semata.

“Kami berharap warga Bogor tidak berhenti hingga lomba ini selesai, tetapi juga mereka sadar akan pentingnya air dan sungai Ciliwung. Semoga mimpi tentang sungai Ciliwung yang bersih, berair bening dan sejuk dapat terwujud, ” pungkas Een.

Hore.. Punguti Sampah Ciliwung Dapat Hadiah Rp 5 Juta

Republika  30 Oktober 2011

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR – Byur… Ratusan warga dari sebelas kelurahan di Kota Bogor serempak berebutan turun ke Sungai Ciliwung. Mereka berlomba-lomba memunguti sampah yang menutupi kemolekan sungai tersebut.

Aksi warga ini dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke-66. “Agar masyarakat peduli dengan kondisi sungai Ciliwung,” ujar Een Irawan Putra, penyelenggara kegiatan lomba dari Komunitas Peduli Ciliwung.

Een mengatakan lomba ini mengangkat tema “Mulung Ciliwung”. Warga yang sukses mengangkat sampah terbanyak akan mendapatkan piala bergilir Walikota Bogor.

Tapi, pemenang bukan hanya mendapat trofi bergilir. Pemenang pertama juga akan mendapatkan uang Rp 5 juta. Sedangkan pemenang kedua mendapat Rp 3 juta dan pemenang kedua Rp 2 juta.

Penilaian pemenang tidak hanya dilihat dari jumlah sampah yang terkumpul. Penilaian juga dilakukan berdasarkan jumlah warga yang ikut serta dari masing-masing kelurahan. Kreatifitas mereka selama menjalani kegiatan lomba juga menjadi faktor penilaian.

”Lomba ini sudah ketiga kalinya digelar di Kota Bogor,” kata Een. ”Kami berharap lomba ini bisa memupuk rasa kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai.”

Salah satu kelurahan yang cukup antusias mengikuti kegiatan lomba adalah warga Kelurahan Sempur. Mereka memunguti sampah yang ada di bawah jembatan Jalan Jalak Harupat, dekat Lapangan Sempur.

Sebanyak 50 karung sampah dengan berat masing-masing 25 kilogram berhasil mereka kumpulkan hanya dalam tempo satu jam. Sampah yang telah terkumpul dipisahkan menjadi dua kelompok: organik dan nonorganik. “Sampah organik menjadi penilain utama kami,” kata Een.

Walikota : Mulung Sampah ‘Kudu’ Jadi Agenda Hari Jadi

Sumber:http://kotahujan.com/  4 November 2011


Bantarjati|Kotahujan.com-Kegiatan Lomba Mulung Sampah Ciliwung yang digagas Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor 29 Oktober lalu, ternyata mendapat perhatian antusias dari Walikota Diani Budiarto. Walikota sesaat sebelum memberikan trophy kepada Kelurahan Bantarjati mengutarakan idenya untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda kegiatan hari jadi Kota Bogor ditahun yang akan datang.

Menurutnya kegiatan semacam ini bisa jadi alat untuk memotivasi warga Bogor agar turut serta dalam menjaga kebersihan Sungai Ciliwung, yang mana kondisinya perlu diperhatikan.

“Jadi saya ingin agar kegiatan ini masuk dalam agenda hari jadi Kota Bogor ditahun yang akan datang,” ujarnya sesaat sebelum memberikan trophy bergilir kepada Kelurahan Bantarjati Jumat (4/11).

Dalam peryataanya, Walikota Bogor menjelaskan secara rinci dukungan penuh untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Dirinya mengatakan untuk pembagian hadiah nantinya tidak berupa uang saja, tetapi bagi kelurahan yang memenangkan akan dibantu secara infrastruktur.

“Jadi akan dilihat kebutuhanya apa, MCK atau kebutuhan lain di kelurahan itu,” jelas Diani.

Sementara itu, Koodinator acara Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Een Irawan Putra mengatakan, pihak KPC sendiri meyambut baik dengan usulan dari Walikota. Pihak KPC menilai hal ini karena adanya tuntutan dari warga dan antusiasme yang dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Tentunya tujuan dari KPC melibatkan banyak warga untuk membersihkan Ciliwung selama ini, bisa tercapai dengan adanya usulan itu.

Tetapi, lanjut Een, pihaknya berharap itu bukan sebuah janji-janji saja. Karena jika hal itu tidak terlaksana, dikhawatirkan warga jadi enggan untuk melakukan kegiatan tersebut untuk kedepannya. Dan tidak akan mau lagi bekerjasama dalam mewujudkan menjaga Sungai Ciliwung agar bersih dari sampah.

“Kami senang dengan usulan itu, tetapi kami juga berharap ada realisasi dari pernyataan itu,” tandas Een.
Laporan Kontributor : R Maeilana

Pidato KPC Lomba Mulung ke-3 tahun 2011

Sumber: http://elninoaraujo.multiply.com/4 November 2011 

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi bapak-bapak dan ibu-ibu semua yang hadir di Kelurahan Bantar Jati ini.

Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Diani Budiarto (Walikota Bogor), Letnan Kolonel Kav. Sinyo (Dandim 0606 Kota Bogor), I Nyoman Wirawan (Pimpinan Bank BNI Cabang Bogor), Daud Nedo Darenoh (Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor), beserta tamu undangan yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. Terima kasih atas kehadiran bapak ibu semuanya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Komunitas Peduli Ciliwung yang bisa meluangkan waktunya untuk hadir pada pagi ini.

Komunitas Peduli Ciliwung adalah sebuah organisasi sukarela. Dibentuk pada tahun 2009 atas dasar kepedulian beberapa orang terhadap kondisi sungai ciliwung yang ada di Kota Bogor. Organisasi ini adalah murni organisasi yang dibangun atas dasar semangat untuk menyelamatkan sungai ciliwung yang sudah semakin kritis. Semua orang-orang yang ada di komunitas ini tidak ada yang dibayar ataupun mendapatkan fee dari aktivitasnya. Semua kegiatan yang dilakukan KPC adalah bukan sebuah proyek. Semua anggotanya bersifat keindividuan, terbuka untuk semua orang terutama warga Kota Bogor.

Sudah 3 tahun ini KPC selalu memungut sampah yang ada di sungai ciliwung setiap minggunya. Kami juga melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang ada disekitar bantaran ciliwung, mendata fisik dan biota sungai serta melakukan susur sungai ciliwung dari hulu sampai ke hilir. Semua kegiatan selama 3 tahun ini adalah kegiatan yang sifatnya sukarela dan terbuka. KPC tidak pernah memaksakan anggotanya untuk ikut kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh KPC.

Kami menganggap, apa yang terjadi di ciliwung itu tergantung dengan warganya sendiri. Oleh karena itu salah satu caranya untuk menyelamatkan sungai ciliwung yang ada di Kota Bogor adalah adanya gerakan massa atau publik secara bersama-sama menyelamatkan sungai ciliwung. Kami berharap anggota KPC ini bisa semakin banyak. Bisa mem-bogor. Dicintai oleh warga Kota Bogor dan apa yang dilakukan KPC mendapat dukungan penuh dari warga Kota Bogor.

Lomba mulung ini dimulai pada tahun 2009. Saat itu saya dan beberapa rekan di KPC memberanikan diri untuk audiensi di ruangan tamu Walikota. Kami bertekad bisa menurunkan ribuan orang warga Kota Bogor ke ciliwung dalam waktu yang bersamaan. Melihat langsung sungai ciliwung yang ada di ‘belakang rumah mereka’ memungut sampahnya dan mengeluarkan sampah tersebut dari sungai. Sama seperti apa yang kami lakukan setiap minggunya selama ini. Bantuk kegiatan yang terpikirkan saat itu adalah sebuah kompetisi atau lomba. Ide dan gagasan yang kami sampaikan saat itu mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bogor. Walikota Bogor bersedia membuatkan trophy untuk lomba ini.

Kami ingin warga Kota Bogor tahu, dengan waktu yang hanya 2 jam, berapa sampah yang mereka keluarkan dari Sungai Ciliwung. Ini bisa dibayangkan jika dihitung satu hari, satu minggu, satu bulan dan juga mungkin selama 1 tahun. Berapa ratusan ribu atau jutaan karung yang diperlukan untuk mengangkut sampahnya keluar dari Sungai Ciliwung jika budaya membuang sampah disungai masih terus dilakukan.

Pada tahun 2009, lomba mulung pertama terkumpul 815 karung dan sebanyak 437 orang atau warga yang terlibat dalam lomba mulung ini. Sebanyak 10 kelurahan yang terlibat. Pada tahun 2010 terjadi peningkatan, dari 10 kelurahan yang terlibat, terkumpul sebanyak 1233 karung dan 815 warga. Pada tahun ini (2011), 1710 karung sampah berhasil dikeluarkan dari sungai ciliwung. 915 warga terlibat. Jika digabungkan dengan tim juri dan teman-teman KPC lebih dari 1000 orang pada hari sabtu minggu lalu yang turun ke Sungai Ciliwung di Kota Bogor.

Kami melihat grafik selama 3 tahun ini keterlibatan warga dan jumlah karung yang terkumpul meningkat (tunjukkan grafik). Warga Kota Bogor selama 3 tahun ini sudah mulai menunjukkan kepeduliannya terhadap Sungai Ciliwung. Kita berharap inisiatif ini bisa diikuti oleh warga lainnya sehingga tidak ada lagi saling tuding dan menyalahkan ketika kita berbicara kerusakan ciliwung. Ataupun ketika warga Depok dan Jakarta kebanjiran. Tidak lagi menyalahkan warga Bogor.

Tiga tahun ini kami sudah membuktikan bahwa agenda tahunan ini bisa berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme dari warga Kota Bogor. Sebuah komitmen antara KPC dan Pemerintah Kota Bogor ini kedepannya diharapkan tetap bisa dilaksanakan. KPC berharap lomba mulung ini sudah bisa masuk ke agenda tahunan Kota Bogor, sehingga tercatat secara resmi diagenda Kota Bogor. Dengan demikian, ada dana tetap dari Pemerintah Kota Bogor untuk melaksanakan lomba yang melibatkan ribuah warga ini. Selama 3 tahun ini, dana-dana untuk kegiatan lomba masih sepenuhnya diusahakan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC). Ini juga sudah saya sampaikan secara langsung ketika awal bulan lalu saya bertemu dengan Asisten Kemasyarakatan dan Pembangunan Bapak Edgar Suratman disaat kita akan mempersiapkan lomba mulung ke-3.

Dengan kegiatan 3 tahun ini, warga sudah mau terlibat dalam menjaga ciliwung. Alangkah baiknya kegiatan ini menjadi komitmen bersama warga Kota Bogor dengan Pemerintah Kota Bogor untuk mencanang sungai di Kota Bogor yang bersih dari sampah. Kami sangat mengidamkan Pak Walikota-nya mewakili masyarakat Kota Bogor bisa menyatakan bahwa “warga Kota Bogor tidak lagi membuah sampah di ciliwung”.

Kegiatan lomba tahun ini berjalan dengan baik dan lancar. Tentu saja berkat bantuan banyak pihak. Diantaranya adalah Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, KODIM 0606 Kota Bogor, Bank BNI, PDAM Kota Bogor Tirta Pakuan, Asosiasi Mahasiswa Indonesia di Universitas Queensland, Australia, Internasional Water Centre, Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah (P4W IPB), Mahasiswa dari FEMA IPB, LAWALATA IPB dan seluruh Lurah serta warga seluruh kelurahan yang telah berpartisipasi dalam lomba ini. Semoga tetap antusias mengikuti kegiatan ini setiap tahunnya. Terima kasih saya ucapkan atas semangat dan partisipasinya. Terutama semangat anggota KODIM 0606 Kota Bogor.

Terakhir, saya masih menyimpan sebuah sms dari Lurah Bantar Jati yang dikirim 4 hari sebelum lomba yaitu pada tanggal 25 Oktober 2011 pukul 14:04:43. Isi sms-nya begini: Pak! Saya (Denny, Lurah BantarJati) atas nama komponen masyarakat, siap mengikuti kompetisi lomba mulung sampah antar kelurahan se-kota bogor, sabtu 29 oktober 2011.

Itu saja sambutan sekaligus laporan kami dari KPC tentang lomba mulung ke-3 ini. Semoga semangatnya Pak Denny, Lurah Bantar Jati bisa menjalar kepada kita semua untuk menwujudkan sungai ciliwung di Kota Bogor yang bersih dari sampah.

Asalamu’alaikum Warahmatullah Hiwabarakatuh. 
Salam….

Een Irawan Putra;
Koordinator Panitia Lomab Mulung Ciliwung antar Kelurahan se-Kota Bogor

Kelurahan Bantarjati juara lomba Mulung Sampah Ciliwung

Sumber:  http://www.analisadaily.com/4 November 2011

Bogor (ANTARA News) – Kelurahan Bantarjati Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, berhasil mempertahankan piala bergilir Wali Kota dalam Lomba Mulung Sampah Ciliwung antara kelurahan 2011.

“Kelurahan Bantarjati mendapatkan nilai tertinggi yaitu 3.603 poin dari ketiga indikator penilaian yang sudah ditentukan panitia,” kata Koordinator Panitia Lomba Mulung Sampah Ciliwung, Een Iriwan Putra, dalam acara penyerahan piala bergilir Wali Kota Bogor, di Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor, Jumat.

Een mengatakan, Kelurahan Bantarjati sebagai juara pertama, disusul Kelurahan Sempur sebagai juara kedua dan juara ketiga diraih oleh Kelurahan Kedung Badak.

Penilain dilakukan cukup adil karena dalam proses penilaian di lokasi pemulungan disaksikan oleh perwakilan dari pihak kelurahan atau RT/RW setempat.

Dari kompetisi tersebut dipilih kelurahan yang menjadi pemenang dengan kriteria penilaian jumlah karung yang terkumpul, partisipasi warga, dan ide kreatifitas serta inovasi warga.

Tim juri yang terdiri dari anggota KPC, Kodim 0606 Kota Bogor dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor melakukan penilaian di titik-titik pemulungan yang tersebar di 11 Kelurahan. Dari hasil penilaian tersebut keluarlah tiga pemenang lomba.

“Kelurahan Bantarjati berhasil mengumpulkan 496 karung dan melibatkan warga sebanyak 321 orang. Selain berhasil mempertahankan trophy bergilir Wali Kota Bogor, Kelurahan Bantarjati juga akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp5 juta rupiah,” kata Een.

Sementara itu, lanjut Een, juara kedua dalam lomba ini berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp3 juta rupiah dan juara ketiga mendapatkan Rp2 juta rupiah.

Een mengatakan, Warga Kota Bogor sudah tiga tahun ini menunjukkan kepeduliannya terhadap Sungai Ciliwung.

“Kita berharap inisiatif ini bisa diikuti oleh warga lainnya sehingga tidak ada lagi saling tuding dan menyalahkan ketika berbicara tentang kerusakan Sungai Ciliwung,” katanya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0606 Kota Bogor, Letkol Sinyo, SIP menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya yang terpenting dari lomba ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kondisi lingkungan tempat tingga khususnya masyarakat wilayah Ciliwung.

“trophy dan uang hanya sekedar pemicu. Yang terpenting adalah kesadaran dari warga untuk mau menjaga dan membersihkan lingkungan tempat mereka tinggal khususnya sampah di bantaran Sungai Ciliwung,” kata Sinyo.

Lurah Bantarjati, Denny Aviantara menyatakan, kemenangan yang diperoleh warganya merupakan bukti komitmen pihaknya untuk mempertahankan trophy Wali Kota Bogor.

“Warga Bantarjati berkomitmen untuk membersihkan sungai Ciliwung sekaligus mempertahan piala Walikota Bogor yang ke 3,” kata Denny.

Lebih lanjut Denny mengatakan, dalam lomba tersebut pihaknya melibatkan seluruh lapisan masyarakat, tokoh masyarakat dan warga.

“Kami mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi melakukan aksi kebersihan sungai ciliwung, dan Alhamdulillah ini membuahkan hasil. Semoga Ciliwung lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, pelaksanaan Loba Mungut Sampah Ciliwung 2011 digelar Sabtu (29/10) lalu. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) bersama Pemerintah Kota Bogor yang diikuti oleh 11 kelurahan yaitu Katulampa, Tajur, Sindangrasa, Baranangsiang, Babakan Pasar, Sempur, Bantarjati, Tanah Sareal, Kedung Badak, Kedung Halang, dan Cibuluh.

Kegiatan tersebut diikuti lebih kurang 915 warga Kota Bogor turun ke Sungai Ciliwung dalam waktu yang bersamaan untuk mengikuti lomba mulung ini. Sebanyak 1.710 karung sampah berukuran 25 kg berhasil dikumpulkan dan dikeluarkan dari Sungai Ciliwung. (LR/E001)

Bantarjati Juara Bertahan Lomba Mulung Ciliwung 2011

Sumber: http://kotahujan.com/ 3 November 2011  

Bantarjati|Kotahujan.com-Seperti sudah diduga sebelumnya, kelurahan Bantarjati akhirnya mampu mempertahankan piala Lomba Mulung Ciliwung 2011. Dengan nilai 3.603 poin dari ketiga indikator penilaian yang sudah ditentukan panitia. Kelurahan Bantarjati meraih nilai tertinggi dan berhasil mengumpulkan 496 karung serta melibatkan warga sebanyak 321 orang. Kelurahan ini pun selain berhasil mempertahankan trophy bergilir Wali Kota Bogor, juga akan mendapatkan uang tunai sebesar 5 juta rupiah. Prestasi ini patut diacungi jempol, pada perlombaan yang digelar Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) tanggal 29 Oktober 2011. Bantarjati bisa membuktikan tekadnya mempertahankan trophy bergilir Wali Kota Bogor.

Pada pelaksanaan lomba tahun ini, Bantarjati melibatkan tokoh masyarakat, pengurus Rt/Rw, LPM, DKM, Sakabhayangkara, Tagana, dan Anggota Koramil, termasuk siswa sekolah. Sekolah-sekolah di Kelurahan Bantarjati

“Perlombaan tahun ini harus ada peningkatan persiapan maupun srategi, karena tahun lalu perlombaan dimenangkan oleh Kelurahan Bantarjati. ” Ungkap Denny Aviantara, SE, Lurah Bantarjati

Kompetisi Pemulungan tahun ini adalah kali ke 3 diadakan oleh KPC bersama Pemerintah Kota Bogor , diikuti 11 kelurahan yaitu Katulampa, Tajur, Sindangrasa, Baranangsiang, Babakan Pasar, Sempur, Bantarjati, Tanah Sareal, Kedung Badak, Kedung Halang, dan Cibuluh. Total 915 warga Kota Bogor turun ke Sungai Ciliwung dalam waktu yang bersamaan untuk mulung. Hasilnya sebanyak 1.710 karung sampah berukuran 25 kg berhasil dikumpulkan dan dikeluarkan dari Sungai Ciliwung.

“Warga Kota Bogor sudah tiga tahun ini menunjukkan kepeduliannya terhadap Sungai Ciliwung. Kita berharap inisiatif ini bisa diikuti oleh warga lainnya sehingga tidak ada lagi saling tuding dan menyalahkan ketika berbicara tentang kerusakan Sungai Ciliwung, ” tegas Een Irawan Putra, Koordinator Panitia Lomba Mulung Ciliwung ke-3.

Dari kompetisi ini terpilih Bantarjati yang menjadi pemenang dengan kriteria penilaian jumlah karung yang terkumpul, partisipasi warga, dan ide kreatifitas serta inovasi warga. Tim juri yang terdiri dari anggota KPC, Kodim 0606 Kota Bogor dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor melakukan penilaian di titik-titik pemulungan yang tersebar di 11 Kelurahan. Dari hasil penilaian tersebut keluarlah tiga pemenang lomba yaitu; Kelurahan Bantarjati sebagai juara pertama, disusul Kelurahan Sempur sebagai juara kedua dan juara ketiga diraih oleh Kelurahan Kedung Badak. Penilain ini cukup adil karena dalam proses penilaian di lokasi pemulungan di saksikan oleh perwakilan dari pihak kelurahan atau RT/RW setempat.

Sebagai juara bertahan Bantarjati berhak atas hadiah uang tunai sebesar 5 juta rupiah. Sempur sebagai juara kedua mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 3 juta rupiah dan Kedung Badak sebagai juara ketiga mendapatkan Rp. 2 juta rupiah.

“Trophy dan uang hanya sekedar pemicu. Yang terpenting adalah kesadaran dari warga untuk mau menjaga dan membersihkan lingkungan tempat mereka tinggal khususnya sampah di bantaran Sungai Ciliwung”, ungkap Komandan Kodim 0606 Kota Bogor, Letkol Kav. Sinyo, SIP.

Lomba mulung ciliwung digagas oleh Komunitas Peduli Ciliwung-Bogor (KPC) yang mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Bogor. Lomba mulung ciliwung pertama kali diadakan pada tahun 2009 yang melibatkan kelurahan dan warga yang berada di bantaran sugai ciliwung yang ada di Kota Bogor. Kodim 0606 Kota Bogor selama ini giat melakukan kegiatan bersih kali dan lingkungan Kota Bogor, mendukung penuh kegiatan lomba mulung yang diselenggarakan pada tahun ini.

Maret 2012

Rayakan Ulang Tahun dengan Mulung Sampah 

Sumber: http://transformasihijau.blogspot.com/ 19 Maret 2012

Aksi Memulung Sampah Ciliwung

Perayaan ulang tahun dapat dilakukan dengan berbagai hal menarik. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Bogor pada Sabtu (17/03/2011). Ulang tahun KPC ke 4 ini dilakukan di RW 4 Kelurahan Sempur, tepi Ciliwung Bogor. Acara yang dihadiri oleh warga Sempur dan jejaring komunitas Ciliwung dari Bogor, Depok dan Jakarta semakin menambah semarak kegiatan ini.

Tema ulang tahun KPC Bogor kali ini masih sama seperti tahun sebelumnya, yaitu berkaitan dengan sampah. Sampah merupakan pemandangan khas yang selalu bisa dilihat di tepian Ciliwung. Cara pandang sungai sebagai tempat sampah sudah dimulai dari aliran hulu Ciliwung.

“Kerusakan Ciliwung ini sudah dimulai sejak dari mata airnya, di Telaga Warna. Hasil susur yang dilakukan KPC Bogor menunjukkan adanya sampah plastik dari vila yang dapat ditemukan di aliran hulu Ciliwung” ungkap Hari Kikuk, koordinator susur Ciliwung KPC Bogor.

Aksi mulung sampah diikuti oleh 20 orang yang berasal jejaring komunitas Ciliwung dan siswa sekolah SMA PGRI dan SMP 11 Bogor. Mulung sampah yang dilakukan selama 1 jam ini berhasil mengumpulkan beragam jenis sampah mulai dari plastik, hingga pakaian dan potongan batang pohon yang terhanyut bersama aliran Ciliwung. Jumlah sampah yang terkumpul mencapai 500 Kg.

“Aksi mulung yang kami lakukan setiap bulan ini tidak untuk membersihkan sampah di Ciliwung. Apa yang kami lakukan ini sebagai bentuk teguran halus ke warga Bogor bahwa kita harus menjaga Ciliwung bebas dari sampah” ujar Hapsoro, koordinator KPC Bogor. Menjaga Ciliwung bersih dari sampah bukan tugas KPC Bogor saja, tapi ini adalah tugas kita semua yang mengaku sebagai penduduk Bogor, tambahnya.

“Saya ikut mulung sampah ini karena ingin melihat Ciliwung bersih dari sampah dan airnya dapat dimanfaatkan oleh warga yang ada di sekitarnya” pesan Isa seorang pelajar SMP 11 Bogor yang mengikuti aksi mulung ini. (Hendra Aquan – Transformasi Hijau)

April 2012

[Humor] Aksi Mulung di Kali Ciliwung

Sumber: http://hiburan.kompasiana.com/ 28 April 2012 

Hari Sabtu, tanggal 17 Maret 2012 yang lalu, KPC (Kelompok Peduli Ciliwung) Bogor mengadakan perayaan Ulang Tahun yang ke-4 di daerah Bogor. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan antara lain adalah diskusi, penanaman pohon, pemotongan tumpeng, dan yang paling seru adalah membersihkan sampah (mulung) yang mengotori Sungai Ciliwung. Selain KPC, warga sekitar daerah aliran sungai juga ikut menyambut kegiatan tersebut. Kebetulan dari salah satu aktifis KPC, yang bernama Wendy, mengajak serta saudara sepupunya dari Jakarta, sebut saja namanya Hasan.

Pada saat acara mulung, beberapa aktivis mulai turun ke sungai. Dengan cekatan mereka mulai mengambil sampah satu-persatu yang lewat di sekitarnya. Melihat aksi para aktivis lingkungan yang begitu terampil, Hasan mulai tertarik dan segera menuju tenda Panitia.

“Mbak, mohon maaf, apakah saya boleh mengikuti kegiatan ini?”

“Oh .., silakan. Ngomong-ngomong Mas warga sini ya?”

“Saya saudaranya Wendy, tuh orangnya lagi nyemplung di sungai,” kata Hasan sambil menunjuk sekelompok aktifis di sungai.

“Oooo saudaranya Kak Wendy ….., silakan Mas.”

Tanpa mengucapkan terima kasih, Hasan segera menggulung celananya sampai di atas lutut, karena ia melihat aktifis yang terjun ke kali semuanya memang menggulung celananya (biar nggak basah). Namun apa yang terjadi, begitu Hasan melangkahkan kakinya ke air, byuurrrr …. Ternyata airnya cukup dalam. Semua pakaiannya basah kuyup. Dari kejauhan Wendy hanya tersenyum geli sambil geleng-geleng kepala.

“Dasar orang sok tahu sih!” gerutu Wendy dalam hati.

Untuk menyelamatkan isi kantongnya, Hasan segera naik kembali dan mengeluarkan dompet serta HP yang terlanjur basah. Mungkin karena sudah terlanjur basah (lagu dangdut kali ya), setelah menitipkan barang-barangnya ke Panitia, Hasan kembali mendekati tepi sungai.

Takut tercebur untuk yang kedua kalinya, Hasan mendekati salah satu aktifis berbaju merah yang sedang berdiri di tempat dangkal (permukaan airnya hanya di bawah lutut). Dengan sangat yakin, iapun melangkah tepat satu meter di sebelah aktifis berbaju merah. Byuurrrrr……, kali ini Hasan malah tercebur sampai ke leher. Sambil megap-megap, Hasan berusaha berenang ke tepi sungai. Melihat saudaranya basah kuyup yang kedua kalinya, Wendy terlihat agak kesal dan buru-buru menghampiri Hasan yang sudah berada di atas pinggir sungai.

“Makanya jangan sok tahu!” kata Wendy merasa kesal.

“Lho .., sok tahu gimana? Orang lagi apes malah diomelin,” sahut Hasan ngambek.

“Kalau kamu mau tahu …, sungai Ciliwung ini dalam banget. Apalagi di bagian tengah, bisa-bisa kamu tenggelam,” kata Wendy menjelaskan.

“Tapi teman-teman aktifis yang lain, saya lihat airnya kok cuma sedengkul,” protes Hasan.

“Karena mereka memang mengenal daerah sini dan sudah terlatih dengan baik,” jelas Wendy.

“Maksud kamu .., apakah mereka semua mempunyai ilmu peringan tubuh?” tanya Hasan tambah bingung.

“Enggak juga sih ….. Cuma perlu trik saja,” jawab Wendy

“Terus gimana dong triknya biar nggak kecebur?” tanya Hasan penasaran

Dengan mimik jengkel dan suara agak keras, Wendy menjawab.

“Nginjek batu ……., goblog!”

” ???? ..”

2 Juni, Ribuan Warga Mulung Sampah Ciliwung

Sumber: http://suarajakarta.com/ 27 Mei 2012

Jakarta – Tahun 2012 kegiatan Lomba Mulung Sampah Ciliwung antar kelurahan memasuki pelaksanaan yang ke-4. Spesialnya lomba yang diinisiasi Komunitas Peduli Ciliwung, tahun ini masuk menjadi agenda kegiatan Hari Jadi Bogor ke 530 (HJB 530), 2 Juni mendatang. Kepastian ini diperoleh setelah Dinas Kebersihan dan Pertamanan memastikan dukungan penuh dan langsung ambil bagian sebagai panitia pelaksana. Sebagai langkah awal pada Rabu (16/5/2012) kemarin dilakukan sosialisasi langsung pada 12 kelurahan yang dilintasi aliran Ciliwung.

Masuknya agenda Lomba Mulung Sampah Ciliwung dalam kegiatan resmi HJB menjadi pembuktian apresiasi warga dan KPC oleh walikota Bogor. Dimana pada saat penyerahan hadiah pemenang tahun 2011, Walikota meminang langsung kegiatan lomba ini menjadi ciri dan agenda rutin HJB.

“Lomba Pemulungan Sampah Ciliwung tahun ini sangat spesial, menjadi satu kegiatan kalender Hari Jadi Bogor. Kalau kalender Hari Jadi Bogor berarti tiap tahun akan rutin terus dilaksanakan. Tahun 2011 Pak Wali menyatakan bahwa lomba pemulung sampah itu dinyatakan satu kegiatan kalender Hari Jadi Bogor,” ungkap Daud Nedo Darenoh, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor.

Momen ini diharapkan bisa ditangkap sebagai kepedulian orang Bogor pada wilayah hilir seperti Jakarta. Bogor sudah membuktikan dan memulai mengangkat semua sampah-sampah yang ada.

Untuk tahun ini kompetisi pemulungan sampah di Sungai Ciliwung mengambil tema “Warga Kota Bogor Peduli Ciliwung”. Sesuai dengan tema yang diusung, harapannya warga kota Bogor sudah tidak lagi membuang sampah ke sungai Ciliwung dan memperhatikan kebersihan lingkungan di Kota Bogor khususnya Sungai Ciliwung.

12 kelurahan yang dilintasi Ciliwung akan ambil bagian untuk memperebutkan trophy bergilir walikota. Yaitu Tajur, Katulampa, Sindangrasa, Sukasari, Babakan pasar, Baranangsiang, Sempur, Bantarjati, Tanah Sareal, Kedung Badak, Cibuluh dan Kedunghalang. Pemenang ditentukan oleh jumlah karung sampah yang dikumpulkan, keterwakilan warga di setiap kelurahan dan dukungan dari warga masyarakat di setiap kelurahan (moril dan materiil).

“Ditargetkan 2000 orang peserta dari masyarakat 12 Kelurahan yang akan terjun mengikuti lomba mulung Ciliwung,” papar Moch Ghazali, Ketua Pelaksana Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-4 yang juga Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Kompetisi pemulungan sampah di Sungai Ciliwung antar kelurahan telah menyediakan ruang bagi semangat kebersamaan dan gotong royong untuk memberi dampak positif bagi lingkungan hidup dan budaya bersih warga Bogor.

Sebagai catatan, tahun 2011 pada Lomba Mulung Sampah Ciliwung ke-3, Komunitas Peduli Ciliwung berhasil mengajak ribuan masyarakat Kota Bogor untuk terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Jumlah sampah yang terkumpul dalam waktu kurang lebih 4 jam adalah 1710 karung sampah dengan ukuran 25 kg.

CP : Een Irawan Putra
GEKKO STUDIO
Jln. Palem Putri III No 1 Taman Yasmin V Bogor, West Java
Indonesia 16112
Phone: 62 251 8431516
Mobile: 62 8159753580 / 62 81388041414
Email: irawanputra@gekkovoices.com
Skype: irawanputra
http://www.gekkovoices.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: