Forum DAS Ciliwung Cisadane

Desember 2007

Pertemuan Multipihak DAS Ciliwung-Cisadane (18 Desember 2007)

Sumber: http://saveourjakarta.blogspot.com/

BERITA ACARA PERTEMUAN MULTI PIHAK 

“ Pembentukan Forum Peduli Kali Ciliwung Dan Gerakan Penghijauan Dan Rehabilitasi Lahan Kritis Serta Pembangunan Kampung Konservasi ”
Bogor, 18 Desember 2007

Peserta :

  • Dr. Adjat Sudradjat (Fasilitator-Nectar Indonesia)
  • Prof. Dr. Sumardjo (Faklutas Ekologi Manusia – IPB)
  • Ir. Rahman Purwoko (ICHEF – Jakarta)
  • M. Samhudi Tamara (Media DAS)
  • Wahdat Kurdi, STP (Nectar Indonesia)
  • Luki Tukniajaya (Balai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak, TNGHS, Dirjen PHKA, Departemen Kehutanan RI)
  • Toyo Sunaryo (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, BP DAS Citarum – Ciliwung, Dirjen RLPS, Departemen Kehutanan RI)
  • Cepi Al Hakim, STP (Media DAS)
  • Irwan S. (PT Aneka Tambang Tbk, UBPE Pongkor)
  • Ir. Sanusi (Media DAS)
  • Yasfar Rizal (Kadin Kabupaten Bogor)
  • H. TB. A. Hamid (Kadin Kab Bogor, Tokoh Masyarakat)
  • Edi Sanardi (Perum Perhutani)
  • Solahudin (LSM Gertasi-Gerakan Tani Seluruh Indonesia, Kab Bogor)
  • Indri (LSM Foskip)
  • Ferdi (Universitas Winayamukti)
  • Rully Indrawan (Green Community)
  • Sofyan Andara (Media DAS)
  • Irwanuddin SM, Sag. (Koordinator Kelompok Tani Leuwiliang)

Agenda : 

Hari : Selasa
Tanggal : 18 Desember 2007
Jam : 11.00 s.d. 13.30 WIB
Tempat : Ruang Rapat Wakil Bupati Bogor, Komplek Pemda Kab Bogor, Cibinong
Agenda :

a. Pertemuan Multi Pihak dalam Gerakan Penghijauan dan Rehabilitasi Lahan Kritis Serta Pembangunan Kampung Konservasi di Kecamatan Nanggung dan Sukajaya, Kabupaten Bogor,

b. Pembentukan Forum Penyelamatan Daerah Hulu dan DAS (Working Group) serta pembagian peran dan komitmen dalam gerakan ini;

Fasilitator : Dr. Ir. Adjat Sudradjat, MS (Penasehat Media DAS, Nectar Indonesia)

Hasil Pertemuan :

Semua Peserta sepakat untuk dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka penyelamatan daerah hulu sebagai daerah konservasi, dengan kegiatan yang produktif dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat;

Pusat Kerjasama Lingkungan Indonesia-Korea (ICHEF) mendukung untuk pembentukan Forum Masyarakat Peduli Citarum-Ciliwung dengan gerakan kongkret di lapangan untuk kegiatan penyelamatan DKI Jakarta sebagai Ibukota negara. Perusahaan-perusahaan Korea yang ada di Indonesia akan berkontribusi dalam gerakan tersebut, untuk kegiatan lingkungan yaitu Hutan Tanaman Industri (HTI), Water Treatment, Model Kampung Konservasi harus diwujudkan sebagai model yang sangat baik dalam pelibatan masyarakat dalam melestarikan hutan di daerah hulu dan konservasi;

Masalah daerah hulu yang berhubungan dengan daerah konservasi, khususnya Taman Nasional, yang secara pasti mengalami perubahan fungsi menjadi tempat tinggal masyarakat, perkebunan, perumahan, ladang dll memerlukan penanganan yang serius dan dilakukan secara komprehensif, sehingga perlu melibatkan beberapa pihak dalam menyelesaikan masalah tersebut;

Dari hasil kajian yang ditampilkan oleh Dr. Adjat Sudradjat, MS menunjukan data-data yang sangat mengenaskan tentang kondisi Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung;

Kerusakan di Daerah Aliran Sungai tidak hanya tanggung jawab masyarakat atau perusahaan yang ada di hulu saja tetapi menjadi tanggung jawab seluruh steakholder;

Perlu adanya sebuah kelompok yang memberikan penekanan tentang pentingnya penyelamatan daerah aliran sungai dan hulu sebagai presure group terhadap pembuat kebijakan dan pihak yang menikmati manfaat dari DAS;

Mendorong agar terbentuknya Forum Masyarakat Peduli Kali Ciliwung-Citarum dan Daerah Hulu sebagai bentuk kepedulian seluruh lapisan masyarakat terhadap wilayah konservasi dan aliran sungai, untuk sementara diberi nama Ciliwung Society Forum (Cilsofor), sebagai sekretariat adalah media DAS;

Forum yang terbentuk harus diperluas karena seluruh kebijakan baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional sudah sangat mendukung;

Forum ini berfungsi sebagai advokasi dalam gerakan penyelamatan daerah sungai dan hulu dengan melibatkan berbagai pihak, memberikan advise dan pengarahan terhadap pihak-pihak yang memerlukan manfaat dari kali ciliwung;

Menarik pemerintah daerah, di wilayah lain provinsi DKI, Banten dan Jawa barat untuk turut membangun daerah hulu dan daerah konservasi berbasiskan pemberdayaan masyarakat setempat;

Perlu segera di rumuskan secara teknis tata kerja dari forum, diantaranya:

a. Visi dan Misi;
b. Isu menarik sebagai Policy Brief ke calon partisipan;
c. Inventarisasi calon-calon partisipan;
d. Kejelasan program kerja dan manfaatnya;
e. Kelembagaan Pasca Gerhan
f. Publikasi isu-isu menarik tentang DAS;

Akan dilakukan pertemuan lanjutan di fasilitasi oleh WCL (ICHEF) di awal Januari 2008;

Notulen,

Cepi Al Hakim

Juni 2008

FORUM MULTIPIHAK DAS CILIWUNG – CISADANE (SAVE OUR JAKARTA)

Sumber: http://forumdasciliwungcisadane.blogspot.com/ 10 Juli 2008

Tujuan Forum :

Forum berfungsi sebagai wadah pengkajian, konsultasi, koordinasi dan komunikasi para pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan DAS Ciliwung-Cisadane, sebagai Das Prioritas yang berperan strategis dalam menjaga stabilitas Ibukota RI, DKI Jakarta,  Forum ini dibentuk dengan tujuan untuk : Menyelenggarakan pengkajian, konsultasi, koordinasi dan komunikasi dalam rangka terwujudnya keterpaduan dan keserasian dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi Daerah Aliran Sungai Ciliwung-CIsadane ebagai masukan kepada pengambil keputusan baik kepada eksekutif maupun legislative di tingkat pusat dan daerah.

Forum Multipihak Peduli DAS Save Our Jakarta dideklarasikan dan dikukuhkan di Bogor.

Sekretariat Forum DAS beralamat di Jalan Flamboyan No 6. KPP IPB Sindang Barang

Tugas Pokok dan Kewenangan :

Melakukan kajian tentang kebijakan, rencana, pelaksanaan kegiatan dan dampak kegiatan pengelolaan DAS yang melewati DKI Jakarta sebagai masukan kepada pengambil keputusan baik kepada eksekutif maupun legislatif di tingkat pusat dan daerah.

Fungsi Forum :

1. Mengkaji kebijakan, rencana dan program yang sedang dan akan dilaksanakan dalam pengelolaan DAS;

2. Mengkaji permaslahan permasalahan-permasalahan yang timbul akibat kegiatan-kegiatan pengelolaan DAS dan bencana alam;

3. Memberi pertimbangan dan saran pemecahan masalah kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota, antara lain mengenai : a). Penggunaan dan pemanfaatan wilayah DAS sesuai dengan kemampuannya (daya dukung), b). Pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya air, c). Pelaksanaan penambangan bahan galian di areal DAS, d). Penentuan lokasi, cara bentuk konservasi tanah dan air serta reklamasi lahan bekas tambang, e). Pengendalian bencana alam longsor dan daya rusak air seperti banjir dan kekeringan, f). Pelaksanaan rehabilitasi dan konservasi DAS,

Tugas dan Wewenang Forum :

Memfasilitasi dan atau menyelenggarakan rapat-rapat Forum Multipihak Peduli DAS Save Our Jakarta antar wilayah administrasi dalam rangka komunikasi, konsultasi, sosialisasi dan koordinasi pengelolaan DAS.
Agar dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik, maka forum DAS memiliki wewenang :

1. Mengundang dan menyelenggarakan rapat rutin dan insidentil dalam rangka menyelesaikan konflik antar kepentingan instansi, para pihak, golongan masyarakat dan antar daerah,

2. Merekomendasikan prioritas penggunaan dan pemanfaatan wilayah DAS untuk keamanan in-situ dan ek-situ serta kesejahteraan masyarakat,

3. Merekomendasikan kegiatan rehabilitasi lahan dan hutan kritis, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air di wilayah DAS dan pembangunan bangunan pengamanan aliran air untuk perlindungan DAS dan investasi vital yang ada dan upaya antisipasi bahaya banjir, erosi, sedimentasi dan kekeringan,

4. Memberikan saran pertimbangan terhadap kegiatan pertambangan bahan galian terutama yang merubah permukaan tanah wilayah DAS berikut reklamasinya,

5. Memberikan masukan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota tentang potensi maslah yang mungkin timbul akibat penggunaan dan pemanfaatan wilayah DAS serta konflik yang terjadi antar instansi/unit pelaksana teknis/golongan masyarakat/para pihak/antar daerah,

6. Memberikan rekomendasi atau saran pertimbangan kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota dalam penentuan kebijakan pengelolaan DAS,

7. Menyampaikan laporan perkembangan penyelenggaraan kebijakan pengelolaan DAS kepada Menteri/Gubernur/Bupati/Walikota,

Hubungan Tata Kerja Forum DAS :

Tata kerja Forum Multipihak Peduli DAS Save Our Jakarta dengan instansi atau lembaga lain pada dasarnya adalah konsultatif dan koordinatif karena forum ini adalah lembaga non struktural dan independen.

Untuk melaksanakan fungsi dan tugasnya, Forum Multipihak Peduli DAS Save Our Jakarta secara berkala maupun setiap saat diperlukan dapat mengadakan rapat/sidang/musyawarah baik bersifat pleno, terbatas maupun gabungan, paling sedikit 2 (dua) kali setiap tahun, yaitu menjelang musim kemarau dan menjelang musim penghujan. Apabila terjadi masalah/konflik, maka pihak yang merasa dirugikan baik instansi/unit pelaksana teknis/para pihak/golongan masyarakat/daerah dapat mengajukan masalahnya kepada forum dengan alamat sekretariat. Selanjutnya forum mengadakan rapat koordinasi untuk membicarakan masalah/konflik tersebut sehingga dapat dirumuskan alternatif pemecahan yang dapat diterima pihak yang berkonflik.

Struktur Organisasi Forum Multipihak Peduli DAS Save Our Jakarta

Sumber: http://forumdasciliwungcisadane.blogspot.com/ 10 Juli 2008

Dewan Pembina 

MS Kaban
Gubernur DKI Jakarta
Gubernur Jawa Barat

Dewan Pengarah

Dr. Muslimin Nasution, APU
Dr. Djamaluddin
Dirjen RLPS
Kepala BP DAS Citarum-Ciliwung

Dewan Pakar

Dedi R Prawiraatmadja

Pengurus

Ketua : Dr Adjat Sudradjat MS (Nectar Indonesia)
Wakil Ketua : Dr. Elan Masbulan (TA. Bapenas)

Sekretaris : Cepi Al Hakim (Green Community)
Wakil Sekretaris : Wahdat Kurdi (Nectar Indonesia)

Bendahara : Ruli Indrawan (Green Community)
Wakil Bendahara :

Bidang Kebijakan dan Perencanaan DAS

Ketua : Dedi Suhartrislakhadi (Pusdiklat Kehutanan)
Anggota : Nandang (Dit Pengelolaan DAS, Dephut)
Adrian (Pemda Kab Bogor)

Bidang Hukum dan Perundang-undangan 

Ketua : Rahman (ICHEF)
Anggota : Solahuddin (LSM Gertasi)

Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Masyarakat

Ketua : Sumardjo (FEMA IPB)
Anggota : Safrudin Ahmad (Staf Ahli Meneg KUKM)
Deva P Almadya (LPM IPB)
Dodi Santosa, SP
Kepala Cabang PT Telkom Bogor
Jarno (PT Telkom)

Bidang Litbang dan Pemantauan Lingkungan

Ketua : Latifah (LSM Rimbawan Muda Indonesia)
Anggota : Bambang I (Kelompok Tani Megamendung)
Ade (PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor)
H. Badri ( Kelompok Tani Cisarua)
Irwan S (PT Antam Tbk)
Agus Wiyanto (Pusdiklat Kehutanan)
Otjim (Dinas Pertamanan Kota Bogor)

Bidang Konservasi dan Rehabilitasi DAS

Ketua : Agus Hikmat (KSH IPB)
Anggota : Heri Ernawan (BP DAS Citarum Ciliwung)
Luki Takniajaya (Taman Nasional Gunung Halimun Salak)
Hezlisyah Siregar (ADM KKPH Perum Perhutani Bogor)
Edi Snardi (Perum Perhutani KPH Bogor)
Budiman Supandi (PDAM Kab Bogor)
Abah Toni (Kelompok Tani Gn Salak)
A. M. Humaedi (Pemda kab Bogor)

Bidang Hubungan Kerjasama Antar Lembaga

Ketua : Jasfar Rizal (Kadin)
Anggota : H.Hamid (Gapensi)
Asep Firdaus (Pemda Kota Bogor)
Danny R (Dinas Cipta Karya Kab Bogor)

Bidang Humas dan Informasi

Ketua : M.Samhudi Tanara (Green Community)
Anggota : Reza (LKBN Antara)
Rasyid A Hakim (HU Republika)
Hesti (Kompas)

Forum DAS Ciliwung dan Cisadane Untuk Selamatkan Jakarta

Sumber: http://beritadaerah.com/ 25 April 2011

(Berita Daerah-Jawa) Sebagai wujud kepedulian terhadap permasalahan lingkungan, khususnya ancaman banjir di ibu kota Jakarta, sejumlah pemangku kepentingan yang peduli pada terjaganya daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung-Cisadane, menggagas sebuah forum multipihak.

“Forum multipihak DAS Ciliwung Cisadane itu dikukuhkan di Bogor pada tahun 2008, dan hingga 2011 ini, kegiatan forum masih terus berjalan,” kata Ketua Bidang Humas dan Informasi Forum Multipihak Peduli DAS “Save Our Jakarta” M.Samhudi Tanara.

Tujuannya, kata dia, forum itu berfungsi sebagai wadah pengkajian, konsultasi, koordinasi dan komunikasi para pihak yang berkepentingan dengan pengelolaan DAS Ciliwung-Cisadane, sebagai DAS prioritas yang berperan strategis dalam menjaga stabilitas ibu kota DKI Jakarta.

Forum ini dibentuk dengan tujuan untuk menyelenggarakan pengkajian, konsultasi, koordinasi dan komunikasi dalam rangka terwujudnya keterpaduan dan keserasian dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, monitoring dan evaluasi DAS Ciliwung-CIsadane, sebagai masukan kepada pengambil keputusan baik kepada eksekutif maupun legislatif di tingkat pusat dan daerah.

Menurut M Samhudi Tanara, yang juga Ketua Divisi Advokasi “Green Community” itu, fungsi forum adalah mengkaji kebijakan, rencana dan program yang sedang dan akan dilaksanakan dalam pengelolaan DAS.

Kemudian; mengkaji permasalahan yang timbul akibat kegiatan-kegiatan pengelolaan DAS dan bencana alam, memberi pertimbangan dan saran pemecahan masalah kepada menteri, gubernur, bupati/wali kota, antara lain mengenai penggunaan dan pemanfaatan wilayah DAS sesuai dengan kemampuannya (daya dukung).

Selanjutnya, pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya air, pelaksanaan penambangan bahan galian di areal DAS, penentuan lokasi, cara bentuk konservasi tanah dan air serta reklamasi lahan bekas tambang, pengendalian bencana alam longsor dan daya rusak air seperti banjir dan kekeringan, serta pelaksanaan rehabilitasi dan konservasi DAS.

Mengenai struktur organisasi Forum Multipihak Peduli DAS “Save Our Jakarta”, terdiri atas dewan pembina (saat itu dijabat Menhut MS Kaban), gubernur DKI Jakarta dan gubernur Jawa Barat, kemudian dewan pengarah di antaranya Dirjen RLPS dan Kepala BP DAS Citarum-Ciliwung, serta dewan pakar.

Sedangkan pengurusnya terdiri atas berbagai unsur, baik dari pemerintah seperti Bappenas, Pusdiklat Kehutanan, Pemda, LSM, perguruan tinggi, BUMN seperti PT Telkom, Kementerian Koperasi dan UKM, kelompok tani, serta beberapa lainnya.

Fasilitasi

Tugas dan wewenang forum adalah memfasilitasi dan atau menyelenggarakan rapat-rapat Forum Multipihak Peduli DAS “Save Our Jakarta” antarwilayah administrasi dalam rangka komunikasi, konsultasi, sosialisasi dan koordinasi pengelolaan DAS.

Agar dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik, katanya, maka forum DAS memiliki wewenang mengundang dan menyelenggarakan rapat rutin dan insidentil dalam rangka menyelesaikan konflik antarkepentingan instansi, para pihak, golongan masyarakat dan antardaerah,

Selain itu, merekomendasikan prioritas penggunaan dan pemanfaatan wilayah DAS untuk keamanan in-situ dan ek-situ serta kesejahteraan masyarakat, merekomendasikan kegiatan rehabilitasi lahan dan hutan kritis, pembangunan bangunan konservasi tanah dan air di wilayah DAS dan pembangunan bangunan pengamanan aliran air untuk perlindungan DAS dan investasi vital yang ada dan upaya antisipasi bahaya banjir, erosi, sedimentasi dan kekeringan.

Kemudian, memberikan saran pertimbangan terhadap kegiatan pertambangan bahan galian terutama yang merubah permukaan tanah wilayah DAS berikut reklamasinya, memberikan masukan kepada menteri/gubernur/bupati/wali kota tentang potensi maslah yang mungkin timbul akibat penggunaan dan pemanfaatan wilayah DAS serta konflik yang terjadi antar instansi/unit pelaksana teknis/golongan masyarakat/para pihak/antardaerah,

Di samping itu, memberikan rekomendasi atau saran pertimbangan kepada menteri/gubernur/bupati/wali kota dalam penentuan kebijakan pengelolaan DAS, serta menyampaikan laporan perkembangan penyelenggaraan kebijakan pengelolaan DAS kepada para pejabat dimaksud.

Sedangkan hubungan tata kerja forum dengan instansi atau lembaga lain pada dasarnya adalah konsultatif dan koordinatif karena forum ini adalah lembaga non struktural dan independen.

Untuk melaksanakan fungsi dan tugasnya, Forum Multipihak Peduli DAS “Save Our Jakarta” secara berkala maupun setiap saat diperlukan dapat mengadakan rapat/sidang/musyawarah baik bersifat pleno, terbatas maupun gabungan, paling sedikit dua kali setiap tahun, yaitu menjelang musim kemarau dan menjelang musim penghujan.

Apabila terjadi masalah/konflik, maka pihak yang merasa dirugikan baik instansi/unit pelaksana teknis/para pihak/golongan masyarakat/daerah dapat mengajukan masalahnya kepada forum dengan alamat sekretariat. Selanjutnya, forum mengadakan rapat koordinasi untuk membicarakan masalah/konflik tersebut sehingga dapat dirumuskan alternatif pemecahan yang dapat diterima pihak yang berkonflik.

Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama Bogor Ahmad Fahir, MSi melihat forum tersebut positif sebagai upaya untuk menjaga kondisi lingkungan, terlebih dengan adanya embel-embel “Save Our Jakarta”.

“Setiap musim hujan tiba, ancaman banjir selalu menghantui ibu kota negara, sehingga forum ini hendaknya dimanfaatkan maksimal dan optimal,” katanya.

Mengingat kerusakan lingkungan, khususnya di DAS Ciliwung-Cisadane masih tetap ada, kiprah forum multipihak itu tentu ditunggu sejauh mana kiprah nyatanya, mulai bisa mengurangi ancaman yang ada.

(ma/MA/bd-ant)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: