Jumari

Komunitas Peduli Ciliwung Berupaya Selamatkan Maskot Jakarta 

Sumber: http://www.nonblok.com/10 Maret 2013   

80cb73d0d293303b25c23b7dd36b018d_L

Jumari, Ketua Komunitas Peduli Ciliwung Tanjungan-Condet, Jakarta.
(Foto: istimewa)

JAKARTA | NONBLOK.COM — Ciliwung kini tak seindah dulu lagi. Dahulu, warga banyak memanfaatkan air kali untuk memenuhi kebutuhan primer seperti memasak dan minum. Namun kini, kali Ciliwung berganti menjadi tempat favorit membuang sampah rumah tangga hingga limbah industri.

Mengenaskan memang. Kenyataan itu membuat air kali menjadi butek, penyusutan lebar kali, hingga pendangkalan. Ini merupakan problem serius, dapat menjelma menjadi bom waktu, suatu waktu meledak dan menjadi mara bahaya.

Berangkat dari keprihatinan itu, Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Tanjungan berupaya menyelamatkan eksistensi Ciliwung, paling tidak di daerah sekitarnya mulai dari lokasi mereka di Jalan Sungai Ciliwung I, Condet, Jakarta Timur.

Mereka menanam berbagai jenis pohon buah-buahan di sepanjang bantaran mulai jembatan Kalibata sampai ke muara sungai kecil dekat Condet. Ada pohon salak, buni, pohon jamblang, sawo dan jenis pohon buah-buahan lainnya.

Selain menjaga bibir sungai dari gerusan air pepohonan itu juga akan membuat suasana hijau dan teduh. Buah yang dihasilkan nantinya bisa dinikmati masyarakat sekitarnya. “Nanti hasilnya dapat menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Ketua KPC Tanjungan Jumari, Minggu (10/3/2013).

Sementara itu, salah seorang pengajar bahasa Inggris, Oke yang juga anggota komunitas mengungkapkan, kegiatan belajar di Saung KPC Tanjungan terus berlangsung. Anak-anak belajar bahasa Inggris dan mengaji saban hari Minggu. Anak-anak di sekitar Condet ini cukup beruntung karena mereka bisa menambah ilmu agama dan juga bahasa Inggris yang diajarkan secara gratis.

Di bantaran kali Ciliwung di sepanjang Condet, komunitas ini telah berhasil merehabilitasi bantaran sungai hampir sepanjang 10 kilometer mulai dari TB Simatupang-Kalibata dengan menanam kembali bantaran yang pernah tersapu bersih banjir besar siklus 5 tahunan.

Bang Jumari juga berharap banyak adanya bantuan dari badan riset tertentu dengan sentuhan teknologi dan penelitian bisa memperbanyak varietas unggul salak Condet yang menjadi maskot dari kota Jakarta.

KPC Tanjungan merupakan wujud pengabdian berbagai elemen masyarakat, seperti para relawan, mahasiswa dan pelajar, kelompok usaha, warga setempat, dan warga lainnya yang peduli pada lingkungan alam dan sosial budaya di Condet yang berada di bantaran kali Ciliwung.

Mereka bergerak untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sungai. Menjadikan kali Ciliwung sebagai wahana pendidikan, pusat studi alam, sejarah, pembelajaran peradaban, hingga indikator pengelolaan lingkungan.

Menurut Jumari, Condet merupakan salah satu wilayah penting di Jakarta. Dari sisi sejarah, Condet merupakan perkampungan tertua warga Betawi, dan menjadi satu-satunya daerah penghasil salak Condet, maskot DKI Jakarta.

Namun, nyatanya aspek-aspek tersebut tidak mendapatkan simpati serius dari pemerintah daerah setempat. Condet yang kini sedang dalam proses pembangunan fisik wilayah, ditambah membeludaknya jumlah penduduk, akulturasi budaya, justru menghanyutkan dan menenggelamkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang bertahun-tahun dipertahankan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: