Niniek L. Karim

Memimpikan Ciliwung nan Cantik

Sebuah gerakan membersihkan sungai Ciliwung dibentuk. Terinspirasi Chicago Glue.

Sumber: http://www.prioritasnews.com/

Warga dan petugas membersihkan sampah anak sungai Ciliwung di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Minggu (13/3).

Sampah plastik dan dedaunan berserakan di bibir sungai Ciliwung yang melintasi Kampung Bukit Duri, Jakarta Selatan. Airnya yang keruh membawa serta sampah bungkus mie instan, plastik deterjen, sterofoam hingga dedaunan.

Aktris senior sekaligus aktivitis perempuan, Niniek L Karim.

Kondisi sungai Ciliwung yang kotor seperti itu terjadi hampir di sepanjang alirannya mulai dari Bogor, Depok, hingga Jakarta. Keadaan itu membuat artis senior Niniek L. Karim prihatin. Dia lantas melontarkan gagasan gerakan bersih-bersih Ciliwung kepada sejumlah koleganya, termasuk Profesor Paulus Wiroutomo, Direktur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta. “Saya yakin kalau dibersihkan, Ciliwung bisa jadi jauh lebih cantik dari sungai-sungai di Eropa,” ujar Niniek kepada Prioritas, awal Maret lalu.

Selama ini, kata Niniek, kelompok masyarakat peduli Ciliwung memang telah bermunculan di berbagai tempat. Tapi dia menilai hasilnya kurang maksimal karena kegiatan yang dilakukan tidak secara bersama-sama dan bersifat sporadis. “Ciliwung sebagai suatu kesatuan tetap saja kotor,” ujar Niniek.

Awalnya, usul Niniek untuk membersihkan Ciliwung ditanggapi pesimistis oleh salah seorang koleganya. Namun Niniek tak menyerah. Ia mendatangi berbagai kelompok, dari pemerintahan hingga masyarakat. Ia mencoba meyakinkan bahwa Sungai Ciliwung yang mengalir sepanjang 120 kilo meter itu dapat dibersihkan. “Asal bergandengan tangan,” ujar perempuan kelahiran 14 Januari 1949 ini.

Akhirnya, gayung bersambut. “Ternyata mereka juga mau melihat Ciliwung bersih, menjadi tempat anak cucu kita berpesta, berenang,” kata Niniek. Bersama beberapa rekan dan sejumlah komunitas pencinta Ciliwung, Niniek membentuk Jakarta Glue. Gerakan yang dibentuk sejak Oktober 2010 itu terinspirasi sebuah gerakan masyarakat Chicago yang melakukan aktivitas pembersihan sampah dari sungai Chicago pada 1980-an. “Sungai Chicago menjadi oke karena adanya (gerakan) masyarakat yang bernama Chicago Glue,” ujarnya.

Sejumlah 55 kelompok pecinta Ciliwung bergabung dalam gerakan itu. Akhir tahun lalu, mereka menggelar aksi bersih-bersih Ciliwung dengan tema ‘Satu Hari yang Indah di Sepanjang Ciliwung’.

Kegiatan yang disebar di 14 titik aliran sungai yang melewati Tanjungan, Lenteng Agung, sampai Pasar Baru itu mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Di antaranya Pramuka, Assosiasi Cleaning Service, RS Fatmawati, Badan SAR Nasional, Kopassus, Palang Merah Indonesia. “Dananya ditanggung mereka yang berpartisipasi,” kata ibu dari Aswan Sadra Karim (31) dan Syarlini Cita Karim (27) ini.

Mengenakan perahu karet, istri Lingga Kusuma Karim ini turut menyusuri sungai selama 3,5 jam. Di sepanjang sungai Ciliwung, dia menemukan ekosistem burung biru, berang- berang, biawak, hingga monyet.

Temuan itu ditindaklanjuti dengan gagasan membuat aliran sepanjang 12,5 kilo meter itu menjadi salah satu tujuan ekowisata dan pendidikan. Tak hanya itu, sebuah penelitian mengenai perilaku manusia untuk memelihara Ciliwung sedang dilakukan bersama Universitas Indonesia, dan melibatkan peneliti dari berbagai latar belakang keilmuan. “Penelitian secara masif ini dilakukan agar kita punya database Ciliwung sebagai alam dan komunitas,” ujar Niniek.

Hasil penelitian ini akan digunakan untuk mengedukasi dan memberi penyuluhan pada masyarakat untuk mewujudkan sungai Ciliwung sebagai tempat yang nyaman berwisata alam. “Jakarta Glue sifatnya watch dog, penasehat dan pendamping. Masyarakat dilibatkan menjadi pekerja di sana,” ujarnya. Harapannya, tidak hanya Sungai Ciliwung menjadi indah, tapi kehidupan masyarakat sepanjang bantaran kali itu juga terangkat.
Yekthi Hesthi Murthi | Bushtari Ariyanti

Artis Senior Serukan Gerakan Bersihkan Kali Ciliwung

Sumber: http://celebrity.okezone.com/ 31 Desember 2011  
Elang Riki Yanuar – Okezone

JAKARTA- Artis senior, Niniek L Karim mengajak orang untuk peduli terhadap kebersihan Kali Ciliwung. Bintang film Ketika Cinta Bertasbih itu ingin Kali Ciliwung enak dipandang dan nyaman untuk dikunjungi.

Niniek tergabung dalam beberapa organisasiseperti LPMJ (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Jakarta), Komunitas Pecinta Ciliwung, Pepulih, Gemash (Gerakan Masyarakat Peduli Sampah), KLH, DNPI dan yang lainnya bekerjasama untuk memandang Jakarta dari sisi positif.

“Kegiatan membersihkan Sungai Ciliwung sudah sering dilakukan, namun masih bersifat lokal dan sporadis. Nah, program ini adalah sebuah wahana untuk mempersatukan berbagai unsur masyarakat yang peduli terhadap Sungai Ciliwung,” jelas Niniek saat ditemui di Jalan Cliwung, Jakarta, Sabtu (31/12/2011).

Dalam kegiatan bertajuk ‘Satu Hari yang Indah di Sepanjang Ciliwung’ itu, Niniek ingin terus mengajak warga Jakarta menikmati kebersihan Kali Ciliwung seperti dulu lagi. Karena tak hanya dilakukan dalam satu hari, Niniek juga membuat gerakan ‘Jakarta Glue’.

“Program ini akan menjadi sebuah langkah awal memulai pilot project pengembangan lokasi yang menjadi titik aktivitas para Komunitas Pecinta Ciliwung lebih bersinergis,” tandasnya.

Program ‘Satu Hari yang Indah di Sepanjang Ciliwung’ terdiri dari aksi karena akan diadakan pembersihan sungai Ciliwung secara serempak di 11 titik lokasi. Pembersihan yang dimaksud adalah mengangkut sampah ada yang didalam sungai dan bantara sungai Ciliwung.

Selain itu ada juga acara hiburan di bantaran Ciliwung. Melalui program ini, sejumlah kegiatan akan digelar di sepanjang Sungai Ciliwung bersamaan dengan pergantian tahun. Pesta rakyat digelar di sepanjang wilayah Sungai Ciliwung untuk menghibur warga sekitar.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengapresiasi gerakan yang dilakukan Niniek dan teman-temannya. Pria yang akrab disapa Foke itu ingin kepedulian bukan hanya datang dari warga sekitar kali Ciliwung, tapi juga semua orang.

“Ciliwung adalah aset berharga kota Jakarta. Saya bermimpi gerakan ini dilakukan oleh seluruh warga Jakarta. Yang mengaku orang Jakarta, harus cinta Ciliwung. Bukti nyatanya, jaga kebersihan Ciliwung. Bukan hanya tanggung jawab warga yang tinggal di sepanjang Ciliwung, tapi di mana pun berada,” jelas Foke.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: