APBN

Agustus 2010

Pemerintah Sediakan Rp100 Miliar untuk Normalisasi Ciliwung 

Sumber:http://www.mediaindonesia.com/  19 Agustus 2010 

MI/Rommy Pujianto/al
JAKARTA–MI: Kali Ciliwung yang membelah Jakarta mendapatkan dana sebesar Rp100 miliar untuk proyek normalisasi dan revitalisasi sungai secara total. Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembebasan lahan dan pembangunan fisik.

“Saya sudah pegang Rp100 miliar. Nanti akan dibagi dua, Rp60 miliar dipegang gubernur untuk pembebasan lahan, sisanya Rp40 miliar akan dipakai PU untuk uang muka membuat sodetan,” ungkap Direktur Sungai dan Pantai Kementerian Pekerjaan Umum Pitoyo Subandrio di Jakarta, Rabu (18/8).

Proyek normalisasi dan revitalisasi Sungai Ciliwung dilakukan setelah terbitnya Keputusan Presiden tentang Total Solution for Ciliwung.

Menurut Pitoyo, terdapat sembilan langkah yang akan dilakukan untuk menormalisasi dan merevitalisasi Kali Ciliwung. Yaitu, memukimkan warga Kampung Melayu yang berjumlah sekitar 350 ribu jiwa, membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di atas Kali Ciliwung, memindahkan warga ke rusunawa dibarengi dengan pemberdayaan sosial, normalisasi sungai yang melintasi kawasan Bukit Duri dan Kampung Melayu, penambahan pintu air Manggarai, menaikkan tinggi jembatan di Kanal Banjir Barat (KBB), merevitalisasi kawasan Ciliwung lama yang melintas dari Manggarai hingga Istiqlal, menghubungkan Ciliwung-Cipinang agar memiliki kapasitas tampung sebesar 50-60 kubik per detik, dan konservasi.

Solusi total untuk normalisasi dan revitalisasi Kali Ciliwung itu diperkirakan selesai pada 2014. Tahap awal pekerjaan dilakukan dengan membangun sodetan di Kebon Baru-Kalibata. Sodetan itu akan ditimbun untuk menjadi kawasan pembangunan rusunawa bagi warga yang sebelumnya bermukim di bibir sungai. Rusunawa itu akan dibangun oleh Kementerian Perumahan Rakyat. “Kita akan bangun sodetan setelah Pemprov membebaskan lahannya,” ujar dia. (DP/OL-3)

Januari 2012

Agung: Rp7 Triliun Membangun Rusunawa di Ciliwung

Sumber: http://www.analisadaily.com/ 27 Januari 2012

Jakarta, (Analisa). Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan pemerintah akan menggulirkan dana sebesar Rp7 triliun untuk membangun rumah susun umum sewa di bantaran Sungai Ciliwung.
“Total anggaran sebesar Rp7 triliun dengan metode tahun jamak atau multiyears,” kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono usai memimpin rapat koordinasi tingkat menteri terkait penataan pemukiman di bantaran Sungai Ciliwung di Jakarta, Kamis.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah menteri terkait diantaranya Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.

Agung menjelaskan, anggaran tersebut berasal dari APBN sejumlah kementerian terkait dengan metode tahun jamak mulai dari 2012 hingga 2014.

Dia menambahkan, pemukiman kumuh di bantaran Sungai Ciliwung juga merupakan salah satu jawaban dari Gerakan Indonesia Bersih (GIB) yang baru diluncurkan pemerintah.

“GIB adalah program sangat strategis dan harus dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat,” katanya.

Agung mengatakan, rapat koordinasi tingkat menteri diharapkan bisa mempercepat implementasi program penataan pemukiman kumuh di bantaran Sungai Ciliwung diantaranya memperbaiki kualitas lingkungan melalui konsep “membangun tanpa menggusur”.

Selain itu, mengamankan daerah bantaran sungai dalam rangka menjaga kesinambungan daerah aliran sungai Ciliwung serta melakukan perancangan struktural terhadap daerah bantaran sungai yang menjadi kawasan pemukiman dengan tetap memperhatikan karakteristik dasar sungai.(Ant)

Relokasi Warga Bantaran Ciliwung Butuh Rp 6 Triliun

Sumber: http://www.watnyus.com/ 9 Februari 2012  

WATNYUS.COM Pemerintah menyiapkan dana Rp 5-6 triliun untuk pembangunan perumahan di Matraman dalam rangka relokasi warga bantaran Kali Ciliwung. […]

JAKARTA, – Dalam program penanganan banjir Jakarta Urgent Flood Mitigation Project (JUFMP), akan dibangun rumah susun sewa (rusunawa) di kawasan Berlan, Matraman, Jakarta Timur untuk warga bantaran Kali Ciliwung yang terkena relokasi.

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Agung Laksono, mengatakan untuk pengadaan tanah, pengalihan aset serta persiapan penyusunan bangunan segmen pertama proyek ini akan diberikan waktu selama enam bulan ke depan. Alokasi dana untuk segmen pertama proyek ini termasuk pembangunan rusunawa adalah sebesar Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun.

“Ini merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat menurunkan angka kemiskinan,” tutur Agung di Balaikota, Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Segmen pertama proyek ini, lanjutnya, akan dilakukan di bantaran kali sepanjang Kampung Melayu hingga Manggarai. Sekitar 1.185 bangunan akan direlokasi dari situ dengan jumlah penduduk kurang lebih 10.000 jiwa. Untuk itu, pembangunan rusunawa seluas 20 hektar di Berlan, Jakarta Timur ini segera dilakukan tahun ini.

“Kami berharap ini dapat berjalan dan berlanjut dengan baik dan tidak ada permasalahan,” tutur Agung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: