Korea Selatan

April 2012

Selamatkan Sungai Ciliwung, KLH Gandeng Pakar Korsel

Sumber: http://www.republika.co.id/ 18 April 2012

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia menggandeng sejumlah pakar asal Korea Selatan untuk bekerja sama dalam upaya penyelamatan Sungai Ciliwung.

“Kita harus belajar dari negara lain tentang program pemulihan kondisi sungai karena mereka terbukti telah berhasil melakukannya,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Baltashar Kambuaya dalam Dialog Interaktif Penyelamatan Sungai Ciliwung di Jakarta, Rabu (17/4).

Sejumlah pakar manajemen sungai dari Kementerian Lingkungan Hidup Korsel turut diundang Kementerian LH dalam acara tersebut. Sebelumnya telah dilakukan penandatangan nota kesepahaman tentang rencana aksi penyelamatan terhadap Sungai Ciliwung.

“Mereka akan melakukan penelusuran sungai dari hulu ke hilir, kami juga akan meminta masukan terkait program yang selama ini kami jalankan,” kata Baltashar kepada para wartawan. Menurut Baltashar, keberhasilan pemerintah Korea Selatan dalam melakukan manajemen lingkungan sungai patut dijadikan contoh sehingga dapat menularkan semangat kepedulian yang sama terhadap sungai-sungai yang tercemar di Indonesia.

Kerja sama teknis itu, kata Baltashar, akan bersifat hibah dari pemerintah Korsel, sementara Kementerian LH akan tetap memegang peranan di lapangan dengan masukan-masukan para ahli asal negeri ginseng itu.

Dalam Rencana Umum Pemulihan Kualitas Lingkungan Sungai Ciliwung 2010-2030 diperkirakan butuh dana sekitar Rp5,7 triliun guna mendukung program tersebut selama jangka waktu 20 tahun.

Dana tersebut diproyeksikan bagi program pengendalian pencemaran air dan pengendalian kerusakan lingkungan seperti pembangunan WC komunal, pengelolaan sampah, fasilitas biogas, sumur resapan, rehabilitasi lahan, dan pembangunan dam (bendungan).

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan tingkat pencemaran Sungai Ciliwung cukup parah mencapai 360 m3 sampah per hari dari limbah domestik sekitar 272.000 jiwa yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang menjadi salah satu ikon Jakarta tersebut.

“Hasil kajian kualitas air Ciliwung memperlihatkan masih banyak pembuangan limbah dan sampah di 45 titik yang tersebar di 15 kelurahan dengan volume mencapai 360 m3 per hari. Namun, proses pengangkutan sampah itu baru bisa dilakukan di pintu air Manggarai,” katanya pada Februari lalu.

Korsel Akan Bantu KLH Pulihkan DAS Ciliwung

Sumber: http://www.gatra.com/  20 April 2012 

Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dibantu pemerintah Korea Selatan, akan melakukan pemulihan daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung. Bantuan dari Korea ini sifatnya hibah, untuk jangka waktu 5 tahun

“Seperti saya sampaikan, kita dibantu oleh pihak Korea. Mereka memberi perhatian khusus di sana, dan kita juga seharusnya juga ikut membantu,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya, pada acara Dialog Interaktif Aksi Penyelamatan Sungai Ciliwung, di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (18/4).

Asisten Deputi Urusan Pengendalian Kerusakan Ekosistem Perairan Darat, KLH, Hermono Sigit, menambahkan, Korsel telah sukses dalam membereskan permasalahan di Sungai Han. Pihak Korsel yang turun membantu Indonesia merupakan gabungan dari pemerintah dan dunia usaha.

“Mereka berhasil melakukan revolusi di 20 tahun pertama. Pada jaman dulu kondisinya juga sama seperti Ciliwung, sekitar tahun 1960. Ketika mereka mulai, kondisinya juga sangat kumuh,” ujar Sigit.

Untuk mempermudah pengerjaan DAS Ciliwung, KLH membaginya menjadi 6 segmen, yang terbagi dalam beberapa wilayah. Keenam segmen tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dan institusi yang terkait di dalamnya.

“Ada 6 segmen dan dikembalikan kepada instasi masing-masing, yang terkait sesuai dengan segmennya. Sehingga semua pemangku kepentingan berfokus pada hal yang sama yaitu untuk menyelamatkan lingkungan,” ujar Balhasar.

Balthasar mencontohkan, masalah yang terdapat pada segmen 1, diselesaikan oleh pemerintah yang terkait dengan segmen tersebut. Misalnya, permasalahan mengenai limbah, dibereskan oleh instansi yang terkait dengan limbah.

Segmen 1 dan 3 menjadi wilayah Pemerinta Kabupaten Bogor, sedangkan Segmen 2 dipegang oleh Pemerintah Kota Bogor. Segmen 4 menjadi tanggung jawab Pemkot Depok. Sedangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sisanya, yakni Segmen 5 (Jakarta Selatan dan Jakarta Timur), serta Segmen 6 Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Wahyu Setiadi/Editor: Tian Arief

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: