Puisi Ciliwung

Ciliwung

Oleh: Ws Rendra

Sumber:http://www.kumpulankaryapuisi.blogspot.com/   

Ciliwung kurengkuh dalam nyanyi
kerna punya coklat kali Solo.
Mama yang bermukim dalam cinta
dan berulang kusebut dalam sajak
wajahnya tipis terapung
daun jati yang tembaga.
Hanyutlah mantra-mantra dari dukun
hati menemu segala yang hilang.

Keharuan adalah tonggak setiap ujung
dan air tertumpah dari mata-mata di langit.
Kali coklat menggeliat dan menggeliat.
Wajahnya penuh lingkaran-lingkaran bunda!

Katakanlah dari hulu mana
mengalir wajah-wajah gadis
rumah tua di tanah ibu
ketapang yang kembang, kembang jambu berbulu
dan bibir kekasih yang kukunyah dulu.

Katakanlah, Paman Doblang, katakanlah
dari hulu mana mereka datang:
manisnya madu, manisnya kenang.
Dan pada hati punya biru bunga telang
pulanglah segala yang hilang.

Ciliwung Teater Orkestra

Oleh:   Slamet Widodo

Sumber: http://nasional.kompas.com/ 30 September 2008

Samar-samar terdengar suara azan pagi
dan radio transistor melantunkan jali-jali
di sepanjang ciliwung wilayah dki
selalu ada upacara ritual terjadi
lelaki clan wanita bergegas pergi
di tepi kali mereka berhenti memelorotkan celana…ah uh ah uh lalu sunyi

Kemudian terdengar bersahutan bunyi-bunyi
dut…dut…bret…plung ..plung…
suara musik berbunyi dut…dut…bret…plung…plung…
suara musik bernyanyi
kombinasi bunyi angin terjepit
dan bunyi benda kuning jatuh di kali
riuh-rendah bagai simfoni
tiba-tiba “bluung”
bunyi anak ngintip kecemplung kali

Samar-samar terdengar suara azan pagi
dan radio transistor melantunkan jali-jali
bebek riang beryanyi “kwek kwek kwek kwek”
ayam jantan berkokok “kukukuruk kok”
burung gereja bernyanyi “cit cit cit cit”
anak anjing berantem “kaing kaing kaing”
anak-anak mandi “byur byur byur byur”
sambil menabuh ember dengan gayung “breng breng”
ibu mencuci pakaian “pyok pyok pyok pyok”
“cuuuuuuuur” bunyi air kencing jatuh ke kali
“ngeoong” bunyi kucing kawin serangan fajar di pagi hari
dan “hap” bunyi ikan lele menyantap tahi
riuh-rendah bagai simfoni
tanpa malu-malu ibu-ibu telanjang mandi “byur byur” tiba-tiba “bluung”
bunyi bapak ngintip kecemplung kali

Di atas jamban asap rokok mengepul pelan
yang lelaki
menutup hidungnya dengan jari
sambil mendekap burungnya dengan tangan kiri
yang wanita menutup auratnya di tempat tersembunyi
sambil melamun menikmati bau tahi

Tiba-tiba ada yang lari sambil memegang perut
dan di tepi jamban teriak “cepetan perut gue sakit”
dari dalam teriak “sama dong”
“wah gile, gue jadi kecerit nih”
dari dalam teriak lagi “sama dong”
“gue ngeri nih, ini celana dalam babe gue”
“mendingan, ini celana dalam pacar gue”
akhirnya dua celana dalam dibuang ke kali
gara-gara gado-gado mak indun
satu rt mencret berkali-kali
dan celana-celana dalam berurutan mengapung di kali

Orang bule itu bilang
“oh my god … fantastic
we see something different”
ia ngomong beneran atau ngledek kita tak tahu
“oh my god … fantastic
what kind of perfume we smelt
a unique thing i have never smelt”
saya jawab tegas
“i thing it’s combination smelt jasmine and tahi”
“what is tahi”
“it’s something like ajinomoto”
biasanya kita ditipu bule, kali ini bule kita kibuli

Dengan celana pendek dan pakaian kumal sekali bule-bule gila sarapan pagi di tepi kali
sambil menyantap ikan lele goreng tadi
saya tanya padanya “is it delicious?”
“oh yes, of course and very chrispy”

Kali ciliwung dalam guinness book of record
ternyata telah tercatat
sebagai wc terpanjang di dunia

Kali ciliwung dalam peta teater dan musik alam
ternyata menyimpan musik orkestra
yang paling unik dan ganjil di dunia.

Jakarta, 10 juli 2006

———————

*Slamet Widodo, terlahir dengan nama Aloysius Slamet Widodo di Solo pada tanggal 29 Februari 1952. Ia adalah arsitek yang sekarang mempunyai usaha di bidang konsultan teknik, pengembang dan pertambangan. Tak pernah belajar sastra, tapi menulis puisi adalah hobinya. Menurut penyair Sapardi Djoko Damono, Slamet Widodo telah mengambil jalan glenyengan dalam puisinya dengan segala konskwensi resepsinya.

Pagi Hari di Tepi Ciliwung

Oleh : Atisatya Arifin 

Sumber:  http://www.kabarindonesia.com/ 22 September 2008

“Bu……..aku haus!” jerit anak
“Sabar anakku, ibu ambil air dulu…” jawab ibu

Diciduk ibu air dari kali ciliwung yang tercemar

“Ibu….mana airnya?” seru anak
“Ini airnya, cepat diminum…”
Glek…glek…glek…glek…

Diteguk anak air dari kali ciliwung yang tercemar

“Ibu…airnya aneh
baunya busuk
dan rasanya…” protes anak
Hueeeeeeeeeekkkkkkk….

Dimuntahkan darah karena air dari kali ciliwung yang tercemar

Pagi hari di pinggir metropolitan
Di susuran ciliwung yang melegenda
Ibu… anak… beraktivitas
puluhan ibu, puluhan anak
ratusan ibu, ratusan anak
ribuan ibu, ribuan anak
beraktivitas

Dihantui air dari kali cliwung yang tercemar

Jakarta – Depok, 10/03/01

Ciliwung

Oleh : Syarif Hidayatullah

Sumber: http://www.kabarindonesia.com/ 04 Februari 2009

Mestinya hujan membuat kita mesra; Jakarta
tetapi mengapa aku seperti penghianat cinta
dalam gemuruh nafasku
kau berusaha menghapus jejakku
dari jendela rumah, mobil mewah
atau sekian gadis yang berangkat sekolah
kemudian kau mulai melupakan pertemuan kita
saat diriku adalah hal yang paling kau rindu;
pepohon itu benih-benih cinta
yang kita mekarkan bersama dari
jerat nafas dan peluk erat

Inilah kesedihanku padamu
kau diam-diam selingkuh
pada pabrik, perumahan, apartemen
perkantoran, hotel, restoran serta mall
pohon cinta kita pun kau tumbangkan
dan aku pun kau campakkan
bersama muntahmu yang menjijikan
; limbah rumah tangga
(termasuk mayat tanpa nama)

Aku menyesal pernah mencintaimu
tapi entah mengapa setiap hujan datang
cintaku mengalir salalu seperti dulu;
belati-belati rindu yang menyayat hatiku
maka kuketuk hatimu; kuketuk mall-mall itu,
pabrik itu, perumahan itu, perkantoran itu
sampai kelak pohon-pohon cinta itu kembali tumbuh
memesrakan pertemuan kita saat hujan runtuh

wismasastra, 2009

 Ciliwung Bergoyang

Oleh : Reza Adhan

Sumber:http://www.kabarindonesia.com/  10 Februari 2009 

Inilah aku,
Jernih…
Bersih…
Indah…
Tempat untuk melepaskan penatmu.

Aku punya keanggunan!
Aku punya pamor!
Orang orang pun mengenalku krena keanggunan dan keindahanku!

Ibu-ibu sibuk mncuci,
Anak-anak bermain bebsa, berenang puas!
Orang-orang berperahu acapkali melintas!
Rumah-rumah berdiri di sepanjang titian tepiku, indah dan asri!
Layaknya Venezia!

Namun….
Apa yang kau lihat sekarang?
Apa yang kau saksikan?
Apa yang kau pandang dariku kini?

Ya!
Sekarang aku adalah masalah besar bagi kalian!
Sampah begitu banyaknya!
Limbah beracun pun turut andil!

Keruh sudah…
Tak berseri seperti dulu kala…

Ya, aku adalah masalah bagi kalian semuamanusia!
Tapi…
Catat pada ingatan kalian…
Bahwa kalian, manusia yang menjadi biang keroknya!
Kalian yang merubahku menjadi seperti ini!
Tak ada lagi sinarkeindahan yang dapat kupancarkan!
Ya, karena kalian!

Namun…
Aku akan tetap menunggu…
Aku menunggui sampai kalian tersadar!
Sadar akan kebodohan kalian!

YA!
Kalian jualah yang dapat mengobatiku…
Keyakinanku berbisik…
Kalian mampu menghiasi ku dengan sejuta keindahan…
Seperti dulu…

Kumohon…
segera….
Karena aku tak kuasa menahan derita ini…

Si Lemah di Tepi Kali Ciliwung

Oleh : Asep Syahril Fajri 

Sumber: http://www.kabarindonesia.com/ 09 Desember 2009

Jakarta dipenuhi sesaknya manusia,
hingga rumah kumuh berjejeran
Keruhnya kali ciliwung sewarna
dengan kemiskinan disini

Kelaparan kerap terjadi, membusungkan perut mereka
Dalam silaunya hari si lemah bergulat mencari nafkah
Dalam gelapnya malam si lemah meronta di istirahatnya

Dindig-dinding pertokoan halangi mimpi si lemah
Yang dikangkangi dan diinjak kaki-kaki si kuat

Menenggelamkan wajah-wajah si lemah
Mereka merintih jalani hidupnya

Kenyataan disini bagaikan arus kali ciliwung
Yang hitam berkarat, diam di hati,
namun menghanyutkan perasaan

Jakarta, 22 Nopember 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: