Skripsi

Januari 2006

Perancangan Program Aplikasi Sistem Informasi Geografis Kesesuaian Lahan Pemukiman Di DAS Ciliwung Hulu

Oleh: Linda  Mulyana

Sumber: http://karyailmiah.tarumanagara.ac.id/  

Abstract

Saat ini komputer memegang peranan penting dalam membantu pekerjaan manusia. Salah satu aplikasi ilmu komputer untuk membantu pekerjaan manusia adalah sistem informasi geografis. Sistem informasi geografis merupakan suatu ilmu yang memanfaatkan komputer untuk mengolah data spasial dan data atribut untuk menampilkan informasi dalam bentuk peta.

Sistem yang dibuat bertujuan untuk membantu Bappeda Kabupaten Bogor dalam menghitung tingkat persentase penyimpangan lahan pemukiman dan luas lahan pemukiman yang sesuai dengan RTRW di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung Hulu.

Hasil yang diperoleh dari program ini adalah tingkat persentase penyimpangan lahan pemukiman, luas lahan pemukiman yang sesuai dengan RTRW di suatu desa di DAS Ciliwung Hulu, daerah cakupan DAS Ciliwung Hulu, peruntukan, dan penggunaan lahan di DAS Ciliwung Hulu. Program ini dirancang dengan bahasa pemrograman Visual Basic 6.0, Arc View GIS 3.3, Mapobjects 2.3 Evaluation Version, dan Macromedia Robo Help X5 office .

Januari  2009

PENELUSURAN BANJIR SUNGAI CILIWUNG

Oleh: Micca May Garet

Sumber:  http://karyailmiah.tarumanagara.ac.id/ 

Abstract

Sungai Ciliwung merupakan sungai utama di DKI Jakarta yang memiliki DAS paling luas. Pada musim hujan sering mengalirkan banjir dari daerah hulu (daerah Bogor). Untuk mengurangi terjadinya kerugian akibat banjir tersebut, diperlukan sistem peringatan berdasarkan penelusuran banjir di sungai. Penelusuran banjir ini menghitung waktu perjalanan aliran sungai (K) dengan debit aliran dari bagian hulu. Analisis penelusuran banjir dimulai dengan menghitung curah hujan rencana dan debit banjir di bagian hulu untuk menghitung debit banjir di bagian hilir, dengan periode ulang 10, 25 dan 50 tahun. Dari hasil analisis penelusuran banjir diperoleh waktu perjalanan aliran sungai (K) untuk debit banjir periode 10 tahun adalah 5,17 jam, periode 25 tahun adalah 5,09 jam dan periode 50 tahun adalah 5 jam

September 2011

IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN POLA KONSUMSI MASYARAKAT MIGRAN DI PERMUKIMAN LIAR DKI JAKARTA (Studi Kasus: Permukiman Liar Bantaran Kali Ciliwung, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur)

Oleh:  NUR ANISA EKA UTAMI

Sumber:http://library.gunadarma.ac.id/ 

Abstraksi :

Setiap tahunnya jumlah penduduk yang melakukan migrasi ke DKI Jakarta mengalami peningkatan sehingga terjadi kepadatan penduduk di wilayah DKI Jakarta. Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk kota di negara berkembang, termasuk DKI Jakarta, telah menimbulkan banyak masalah. Gejala paling nyata dalam masalah ini adalah pertumbuhan yang tidak terkendali dari permukiman migran dan juga semakin banyaknya daerah miskin di banyak kota. Dengan adanya penelitian ini penulis dapat memberikan masukan kepada pemerintah yang masih dianggap masih belum berhasil melihat bagaimana karakteristik sosial ekonomi masyarakat migran di permukiman liar dalam memenuhi pola konsumsinya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. Dengan adanya identifikasi pada gambaran karakteristik sosial ekonomi dan pola konsumsinya menunjukkan bahwa masyarakat migran di permukiman liar identik dengan pendidikan yang terbatas, bekerja pada sektor informal, jumlah anggota keluarga yang cukup banyak, pendapatan yang relatif kecil, serta tidak dapat memenuhi pola konsumsinya dengan cukup baik. Hasil identifikasi diketahui bahwa masyarakat migran di permukiman liar akan merubah pola konsumsi mereka seperti pola konsumsi pangan (makanan), pola konsumsi sandang (pakaian), dan pola konsumsi tabungan, jika pendapatan yang mereka dapatkan relatif lebih besar. Daftar Pustaka (2000 – 2010)

Tanpa tahun

Avertebrata bentos sebagai bioindikator kualitas air sungai Ciliwung
Jakarta 

Oleh: Karliansyah, M.R

Sumber: http://www.lontar.ui.ac.id/ 

Abstrak

Penelitian jenis avertebrata bentos yang dilakukan di 15 stasiun pengamatan di sepanjang sungai Ciliwung Jakarta, telah berhasil mengumpulkan 12 jenis avertebrata bentos yang tergolong ke dalam 4 filum, yaitu tubifex (filum Annelida), Belastoma sp., Chironomus sp., Dicranota sp., dan Dryopid sp. (filum Arthropoda), Bellmya javanica, Britia testudinaria, Corbicula javanica, Lymnaea rubiginosa, Melanoides tuberculata, Thiara scabra (filum Molusca), serta Chlamydomonas sp. (filum Protozoa). Dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, diketahui bahwa indeks keanekaan jenis avertebrata bentos di sepanjang sungai Ciliwung Jakarta berkisar antara 0,00-2,19. Berdasarkan indeks tersebut maka kualitas air sungai di stasiun-stasiun bagian hulu (Kelurahan Tanjung Barat dan Cipinang Cempedak) termasuk kriteria tercemar ringan sampai sedang. Semakin ke arah hilir pencemaran semakin berat. Akan tetapi di bagian muara (Kelurahan Mangga Dua Utara) tingkat pencemaran menurun kembali. Korelasi positif antara kandungan oksigen terlarut dan kedalaman sungai terhadap nilai indeks keanekaan jenis avertebrata bentos, menunjukkan bahwa indeks tersebut dapat digunakan untuk menilai kualitas air suatu perairan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: