Ciliwung dan TNI

November 2009

TIGA RIBU MARINIR SUSURI KALI CILIWUNG

Sumber:http://www.marinir.mil.id/ 09-November-2009

Sebanyak 3000 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut menyusuri kali Ciliwung guna melakukan pembersihan kali tersebut sepanjang 6900 m dengan rute mulai dari samping kantor Sekretaris Negara hingga depan gedung Lantamal III Jakarta, Senin (9/11).

Kegiatan yang digelar sehari bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta itu dalam rangka memperingati HUT Korps Marinir ke 64 yang jatuh pada tanggal 15 Nopember mendatang, yang upacara peringatannya akan dipusatkan di Surabaya.

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M.Alfan Baharudin melalui amanatnya yang dibacakan Komandan Pasmar 2 Brigjen TNI (Mar) Prang Verry Kunto Guratno,SH selaku Irup pada upacara pembukaan acara tersebut mengatakan, pada usianya yang ke 64 Korps Marinir akan senantiasa secara konsisten mengabdikan dirinya kepada bangsa dan Negara.

Wujud pengabdian tersebut, lanjutnya, ditempuh melalui berbagai bidang kegiatan,baik dalam kerangka operasi-operasi untuk perang maupun operasi selain perang. Dalam kerangka operasi untuk perang, maka tugas yang diemban oleh Korps Marinir sudah sangat jelas, yakni bertempur melawan musuh untuk meniadakan segala ancaman terhadap kedaulatan Negara. Sementara itu untuk operasi-operasi selain perang, berimplementasi kepada kegiatan yang berdimensi luas serta bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat yang bermuara kepada tujuan demi terwujudnya kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia.Salah satu kegiatan yang saat ini menjadi program di lingkungan wilayah DKI adalah program kali bersih (Prokasih).

Prokasih ini, katanya, memiliki tujuan untuk mewujudkan kepedulian Korps Marinir terhadap kebersihan dan kesehatan agar tercipta lingkungan bersih, sehat dan nyaman bagi kehidupan masyarakat. Disamping itu,kegiatan ini juga bertujuan untuk mewujudkan kebersamaan, kegotongroyongan, rasa persatuan dan kerjasama antara elemen masyarakat dalam upaya mewujudkan cita-cita nasional, yakni peningkatan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Korps Marinir bersama pemerintah ingin mengajak segenap komponen masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran akan arti pentingnya lingkungan yang sehat dan bersih serta pentingnya tekat untuk menghilangkan budaya hidup kotor dengan membuang sampah di sembarang tempat, di sungai serta tempat-tempat umum yang dapat menimbulkan dampak pencemaran lingkungan, katanya.

Menurut Kepala Bidang Prokasih Kolonel Marinir Cecep Ruhiat, untuk memperlancar kegiatan yang memiliki tujuan demi terciptanya lingkungan di wilayah DKI Jakarta menjadi lebih bersih, indah, sehat dan bebas banjir tersebut, Korps Marinir mengerahkan 6 unit Perahu Karet, 6 unit mopel, 2 unit foreder, 6 unit mobil KIA, 100 unit Truck, 3 unit truk tangki air,3 unit Ambulance, 60 buah dayung, 6 buah tenda peleton,dan 75 buah pelampung. Sementara itu Pemprov DKI juga mengeluarkan 240 set peralatan kurve, 10 unit truck sampah, dan 15 unit perahu karet.
[admin]

Oktober 2011

KOREM 061 Suryakencana Bogor, Komitmen Tetap Bersihkan Ciliwung

Sumber: http://kotahujan.com/  6 October 2011

Bogor|Kotahujan.com-Pada hari jadinya yang ke-66, TNI mengungkapkan komitmennya untuk tetap peduli lingkungan dan sudah menjadi bagian aktivitas mereka. Khususnya dilingkungan Korem Suryakencana 061 Bogor. Program Bersih Ciliwung yang sudah menjadi capaian dan telah dilaksanakan, diharapkan akan menjadi pemicu kegiatan peduli lingkungan lainnya. Demikian disampaikan Komandan Resot Militer (Danrem) 061 Suryakencana Bogor Kol. Kustanto Widiatmoko usai menghadiri upacara HUT TNI ke 66 di Lapangan Sempur, Kota Bogor Rabu, (5/10) kemarin.

Kustanto menjelaskan, gerakan untuk peduli lingkungan tadinya hanya dalam rangka menyambut HUT TNI saja, tetapi dengan kesadaran dan kepedulian dari segenap pasukannya. Maka, program itu akan berlanjut untuk dilaksanakan secara terus menerus.

“Kegiatan itu akan terus berlanjut dan akan dilaksanakan bersama-sama masyarakat,” jelasnya ketika diwawancarai kotahujan.com.

Pentingnya menjaga lingkungan bukan tanggung jawab masyarakat saja, TNI dalam hal ini Korem 061 Suryakencana, berkomitment untuk tetap menjaga lingkungan. Kegiatan ini menjadi rangkaian yang cukup baik dan tidak terpisahkan dengan kegiatan penghijauan yang telah digagas sebelumnya.

“Seminggu lalu sudah kita mulai secara serempak dan mudah-mudahan akan berlanjut,” ujar Kostanto.

Lebih lanjut Kustanto menambahkan, tentunya kegiatan peduli lingkungan tidak akan menjadi kegiatan berupa seremonial saja. Pihaknya berharap seluruh komponen masyarakat dapat ikut serta demi mewujudkan bersihnya lingkungan dan program penghijauan. Khususnya di sungai Ciliwung yang bisa dibilang tingkat pencemarannya cukup tinggi oleh sampah dan limbah.

“Tentunya kegiatan akan tetap berlanjut, karena tidak mungkin hanya sekali saja sungai sudah bersih, jadi kami akan libatkan seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.
Laporan Kotributor : R Maeilana

Pangkostrad Punguti Sampah di Kali Ciliwung

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/  30 September 2011 

JAKARTA–MICOM: Panglima Kostrad, Letnan Jenderal TNI Asmyn Yusri Nasution dan Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah, Jumat turun ke Sungai Ciliwung sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi Sungai Ciliwung yang dipenuhi sampah.

Aksi untuk memunguti sampah ke Sungai Ciliwung itu, dilakukan pada Jumat (30/9) pada pukul 09.00 WIB.

Walau dilakukan dengan menggunakan perahu karet dan melempar jaring –tidak pelak aksi kedua pimpinan tersebut berhasil memaksa ribuan personel lainnya untuk melakukan aksi yang sama, bendanya mereka langsung turun ke kali dan sampah dikumpulkan dengan tangan mereka sendiri.

Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah, menjelaskan selain Kali Ciliwung, kegiatan bersih-bersih juga dilakukan di taman sekitar Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral (Sawahbesar), rel dan halaman Stasiun Senen (Senen), Pasar Serdang (Kemayoran), dan lingkungan di RW 07 Kelurahan Petojo Selatan (Gambir). (Ant/OL-11)

Januari 2012

Bersih-bersih Kali Ciliwung oleh Kopassus dan DKI Jaya

Sumber:http://www.antaranews.com/  15 Januari 2012 

Jakarta (ANTARA News) – Peduli akan lingkungan hidup juga hak dan kewajiban siapa saja. Kali ini, Komando Pasukan Khusus TNI-AD berpartisipasi dengan pemerintah Provinsi DKI Jaya membersihkan dan menghijaukan area sepanjang Sungai Ciliwung.

Sebelum membersihkan dan menghijaukan sungai Ciliwung, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, didampingi Komandan Jenderal Komando Pasukan KhususTNI-AD, Mayjen TNI Wisnu B Tenaya, menanami Lapangan Tembak Sudaryanto, Cijantung, dengan sekitar 20.000 bibit pobon.

Bowo, dalam kesempatan pada Minggu itu, meminta warga Jakarta bersama-sama menjaga Ibukota Negara itu dengan cara melestarikan lingkungan, menghijaukan hutan, serta membersihkan sampah.

Usai melakukan penanaman puluhan ribu bibit pohon itu, Bowo dan rombongan selanjutnya meninjau tempat pengolahan sampah terpadu di Kompleks Kopassus dan kembali menanam pohon di pinggir Kali Ciliwung.

Acara berakhir dengan seluruh rombongan menyusuri sungai Ciliwung menggunakan perahu karet. Bowo dan Wisnu juga turun tangan memunguti sampai yang bertebaran di Kali Ciliwung.

Wisnu Tenaya mengatakan, pihaknya komitmen untuk membantu Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan ibukota sebagai kota yang bersih, sehat dan asri.

“Kesadaran ini harus kita tanamkan dan sebar luaskan ke seluruh masyarakat di sekitar kita, agar Jakarta menjadi tempat yang bersih, sehat dan asri. Mulai dari lingkungan kita sendiri, hingga ke lingkungan yang lebih luas lagi,” katanya. (R018)

Editor: Ade Marboen

Kopassus Wujud Tekad Bersama Hijaukan Jakarta 20.000 Pohon Akan Ditanam di Sekitar Bantaran Kali Ciliwung

Sumber: http://metro.kompasiana.com/ 15 January 2012 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus aktif melakukan serangkaian kegiatan dalam rangka menghijaukan Jakarta. Di awal 2012 Kopassus, Pemda DKI Jakarta dan masyarakat akan melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan pembersihan bantaran Sungai Ciliwung, guna mendukung program pemerintah khususnya Pemerintah Daerah DKI Jakarta, untuk mewujudkan kota Jakarta yang nyaman, hijau dan sehat bagi semua yang akan di laksanakan di sepanjang Sungai Ciliwung antara Depok/Margonda sampai dengan Jembatan TB Simatupang Tanjung Barat sejauh 15 Km Jakarta (15/1).

Pohon-pohon yang di tanam hari ini antara lain Kayu Afrika, Trembesi, Mahoni, Nyamplung, Salam, mangga dan rambutan untuk di tanam di sekitar bantaran kali Ciliwung.

Acara Kopassus dan pemerintah Jakarta ini bertajuk “Green, Clean, and Healthy” dengan bentuk kegiatan berupa pembersihan Sungai Ciliwung dan penanaman pohon di lapangan tembak B. Gubernur melakukan kegiatan “Green, Clean, and Healthy” bersama Kopassus, Pangkostrad, Kapuspen TNI, Pangdam Jaya, Kepala Basarnas, Kapolda Metro Jaya, Komunitas Pencinta Ciliwung, beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Acara juga disertai dengan penyusuran Sungai Ciliwung.

Ada 16 jenis pohon sebanyak 20.000 batang secara Cuma-Cuma kepada masyarakat dan penaman sebanyak 40.000 batang bibit lainnya di bantaran Sungai Ciliwung sertapenertiban limbah industri di sepanjang Sungai Ciliwung. Juga di lakukan penanganan dan perbaikan Tempat Pembuangan Sementara(TPS) Sampah di Komplek Perumahan Markas Kopassus Cijantung menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) .

Kopassus menanam 40.000 pohon, sementara sisanya dari pemerintah DKI. Pohon-pohon yang ditanam berjenis eboni (kayu hitam), trembesi, mahoni, nyamplung, salam, mangga, dan rambutan. Pohon dipilih berdasarkan manfaatnya. Misalnya pohon trembesi yang memiliki daya serap CO2 dan memiliki akar yang kuat untuk ikut menjaga kali dari banjir dan longsor.

Kopassus dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanam 60 ribu pohonTNI Angkatan Darat bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanam ribuan pohon di sekitar bantaran Kali Ciliwung. “Kita ingin membuat ruang terbuka hijau di Kali Ciliwung,” kata Komandan Kopassus TNI AD Mayor Jenderal Wisnu Bawa Tanaya.

Dan setiap tahun Kopassus akan menyumbangkan 1000 pohon dan program ini akan berlangsung 5 tahun dengan jumlah 5000 pohon.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan bahwa,” pemerintah DKI akan terus melakukan usaha-usaha jangka Panjang maupun jangka pendek guna mencegah banjir dan memperlambat perubahan iklim yang berdampak pada wilayah DKI Gubernur Fauzi Bowo menambahkan bahwa penanaman di sungai ciliwung di lakukan karena sungai ini merupakan salah satu urat nadi air ibu koto yang akan selalu memerlukan perhatian dan pengelolahaan.

Penanaman dilakukan di bantaran Kali Ciliwung, daerah Depok Margonda, sampai dengan TB Simatupang-Tanjung Barat. Panjang area tanam yaitu 15 kilometer. “Penting melakukan penanaman karena masyarakat sangat bergantung dengan Kali Ciliwung,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Lapangan Tembak Sudaryan Kopassus Cijantung 3.

Kegiatan penanaman ini sudah di mulai dari bulan Nopember 2011 hingga puncak acaranya (15 Januari 2012 ) dengan melibatkan prajurit Kopassus, satuan TNI AD lainnya. Kepolisian Karang Taruna, Jajaran Pemda DKI Jakarta, Komunitas Pecinta Ciliwung (KPC) dan masyarakat yang tergabung dalam Jakarta Glue serta di hadiri Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo beserta jajarannya dan Danjen Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya beserta staf

Kegiatan ini kedepannya harus di tingkatkan agar dapat secara bertahap mengubah wajah sungai Ciliwung yang sudah sangat memperhatinkan menjadi satu kawasan warisan budaya perkotaan (Urban Herritage) bernuansa lingkungan. Karena saat ini kondisi sungai Ciliwung belum seluruhnya bebas dari tumpukkan sampah dan banyak bangunan yang tidak sesuai dengan peraturan, akibatnya banyak terjadi penyempitan badan sungai dan pencemaran pada air sungai Ciliwung. Dengan demikian waktu akan datang penting untuk di tingkatkan kerjasama antara masyarakat, dunia usaha, komunitas pecinta Ciliwung serta pemerintah baik tingkat pusat dan daerah bersama TNI, sehingga di harapkan masyarakat akan dapat menikmati Sungai Ciliwung yang lebih indah, bersih dan dapat untuk kegiatan ekowisata.

Untuk mengejar target pemenuhan RTH 30% tersebut, Pemprof DKI Jakarta menetapkan beberapa Kebijakan antara lain pemberdayaan lahan milik Pemerintah/Pemda, pembebasan lahan dengan APBD Provinsi DKI Jakarta, Refungsi kawasan hijau yang telah beralih fungsi seperti SPBU dan kerjasama pengelolahaan RTH dengan lahan milik Swasta/privat

Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, Eko Baruna mengatakan pada kesempatan kali ini Dinas Kebersihan membantu peralatan untuk mengolahan sampah berupa mesin pencacah dan pengayak sampah menjadi kompos di lokasi TPS kompleks Kopassus, menyumbang 2 unit gerobak motor, plastik sampah 2500 Kantong menyiapkan 7 treak angkutan sampah Menurut Eko Baruna TPS Kopassus yang akan pengelolahan akan di ubah menjadi tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPSI)yang ramah lingkungan. (Upi/Herawati)

Sambutan Gubernur DKI pada  Acara Pembersihan Sungai Ciliwung dan Penanaman Pohon, 15 Januari 2012

Sumber:http://www.jakarta.go.id/  

Assalamualaikum. Wr.Wb,

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua.

Yth.

– Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) TNI Angkatan Darat;

– Para Undangan;

– Pimpinan Jakarta Glue beserta jajarannya;

– Masyarakat di lingkungan KOPASSUS dan Kecamatan Pasar Rebo;

– Hadirin yang saya banggakan.

Mengawali sambutan ini marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini Minggu 15 Januari 2012 kita dapat menghadiri acara ”Pembersihan Sungai Ciliwung dan Penanaman Pohon”, yang diprakarsai oleh Danjen KOPASSUS dan jajarannya.

Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas terlaksananya kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan komitmen untuk melindungi dan mengurangi tingkat pencemaran Sungai Ciliwung.

Secara fisik, panjang Sungai Ciliwung dari hulu sampai muara sungai di Pantai Teluk Jakarta mencapai+ 117 km dengan luas daerah aliran sungai + 347 km2, dibatasi oleh DAS Cisadane di bagian Barat dan DAS Citarum di bagian Timur. Secara administratif Sungai Ciliwung melintasi 2 (dua) Provinsi, yaitu Provinsi Jawa Barat dan Provinsi DKI Jakarta, dimana bagian Sungai Ciliwung yang melintasi Provinsi Jawa Barat terdiri dari segmen 1 sampai segmen 4. Sedangkan bagian Sungai Ciliwung yang melintasi Provinsi DKI Jakarta berada disegmen 5 dan segmen 6.

Kondisi Sungai Ciliwung dari tahun ketahun semakin memprihatinkan, selain dipenuhi tumpukan sampah, limbah cair dan industri di sepanjang aliran sungai, juga mengalami penyempitan dan pendangkalan.

Saat ini,kondisi demografi Sungai Ciliwung di segmen 5 dan segmen 6 bervariasi, dapat saya gambarkan sebagai berikut:

· Lenteng Agung-Condet, penduduk tidak terlalu padat dan tidak terlalu dekat dengan sungai, tetapi semakin ke hilir semakin lebih padat dan pada wilayah tertentu terdapat bangunan / rumah yang tegak lurus di tebing sungai.

· Bidaracina-Kampung Melayu-Manggarai, penduduknya semakin padat bahkan sebagian bangunan dibuat menjorok ke sungai.

· Manggarai – Menteng – Kwitang, kondisi kependudukan lebih baik dari segmen sebelumnya. Penduduk tidak berbatasan langsung dengan sungai dan dibatasi dengan jalan inspeksi.

· Kwitang-Masjid Istiqlal dan seterusnya hingga muara, kondisi bantaran dan lebar badan sungai sudah lebih baik hingga daerah Glodok namun kembali menyempit menjelang Sunda Kelapa.

Dilihat dari kondisi sosial ekonomi, penduduk yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang kondisinya kumuh didominasi oleh penduduk yang berasal dari luar Jakarta, serta penduduk musiman yang bekerja sebagai pedagang kecil, buruh dan pekerja serabutan. Kenyataan juga menunjukkan ada penduduk yang menggantungkan kehidupannya pada aliran Sungai Ciliwung sebagai pemulung sampah, pencari ikan Sapu-Sapu, pencari besi dan penarik perahu yang menghubungkan wilayah kedua sisi bantaran.

Perilaku masyarakat di bantaran Ciliwung umumnya kurang peduli, bahkan menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat sosial budayadan perilaku yang tidak mendukung kebersihan lingkungan. Selain itu, masih kurangnya sarana dan prasarana penampungan sampah, akses jalan yang sempit tidak memungkinkan sarana pengangkutan sampah menjangkau ke daerah bantaran sungai.

Mencermati kualitas air dan mengacu pada hasil pemantauan kualitas air sungai yang dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kualitas air Sungai Ciliwung saat ini termasuk dalam kategori tercemar berat, yang antara lain disebabkan oleh air limbah (domestik/non domestik) dan sampahpadat. Sumber pencemar Sungai Ciliwung di Segmen 5 terdapat 260 kegiatan; sedangkan Segmen 6 terdapat 300 kegiatan, meliputi perkantoran, apartemen, hotel, rumah sakit dan industri (tekstil, farmasi, kosmetik, garmen, pengolahan kulit, dll).

Secara kasat mata, kita dapat melihat di sepanjang tepian dan aliran sungai Ciliwung dipenuhi oleh sampah liar. Pencemaran ini sangat berpengaruh terhadap kualitas air dan badan Sungai Ciliwung mengingat Ciliwung merupakan salah satu sumber air baku PDAM sekaligus ekowisata bagi masyarakat Jakarta.

Analisa terhadap bantaran sungai yang dilakukan pada tahun 2011 menunjukkan dampak sebagai berikut: Mudah terjadi longsor; Terjadi gerusan bantaran; Sedimentasi dari material longsoran; Pendangkalan sungai; Berkurangnya luasan badan sungai; dan Mengakibatkan banjir.

Ditinjau dari aspek kewenangan, pengelolaan Sungai Ciliwung melibatkan 2 (dua) institusi Pemerintah, yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Balai Besar Ciliwung Cisadane Kementerian Pekerjaan Umum. Dari sisi pengelolaan dirasakan cukup baik, namun diperlukan keterlibatan masing-masing institusi yang lebih aktif khususnya terkait penataan fisik sungai, pengelolaan sampah padat dan limbah cair.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara intensif melakukan normalisasi dan pengendalian pencemaran Sungai Ciliwung dalam upaya mewujudkan lingkungan Sungai Ciliwung yang bersih, berkualitas dan semakin tertata. Hal ini dilakukan melalui kerjasama dengan dunia usaha, akademisi, masyarakat maupun lembaga pemerhati lingkungan dalam berbagai aksi, seperti pemberdayaan masyarakat di bidang pengelolaan dan pemanfaatan sampah, pelaksanaan program penghijauan, dan pembersihan sungai.

Danjen KOPASSUS dan hadirin yang saya hormati,

Saya berharap, aksi Penanaman Pohon dan Pembersihan Sungai Ciliwung, yang dimulai dari Jembatan Universitas Indonesia sampai ke T.B. Simatupang dapat dilanjutkan dan dikembangkan ditahun-tahun mendatang, dan ditargetkan tahun 2017 tidak ada lagi tumpukan sampah atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar serta terkendalinya limbah cair yang terbuang di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.

Mengakhiri sambutan ini, saya mengajak kita semua dan seluruh warga Jakarta untuk mendukung, menjaga dan melestarikan keberadaan Sungai Ciliwung.

Wassalamu’alaikum. Wr.Wb.

Jakarta, 15 JANUARI 2012

Antisipasi Banjir, Koramil 06/Cimanggis Bersihkan Sungai Ciliwung 

Sumber: http://wandyalfahri.blogspot.com/ 19 Januari 2012

Jajaran anggota Koramil 06/Cimanggis, Kodim 0508/Depok ikut berpartisipasi membersihkan Sungai Ciliwung bersama jajaran Muspika Cimanggis dalam program aksi bersih yang digelar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Pemerintah DKI Jakarta, Minggu (15/1).

Aksi bersih di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung dibarengi dengan penanaman pohon sebanyak 20.000 pohon, dengan jenis pohon keras dan buah.”Kami ikut peduli bersama Kopassus membersihkan sampah di sungai Ciliwung guna mengantisipasi banjir,”ujar Danramil 06/Cimanggis, Kapten Inf Choirul Anam saat ditemui di bantaran Sungai Ciliwung, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok.

Menurut Anam, diperlukan dukungan masyarakat untuk turut menjaga kebersihan di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.” aksi bersih dilakukan mulai dari Jembatan Kelapa Dua hingga Markas Brigif Linud 17/Kostrad.”kata Danramil.

Hadir dalam kegiatan tersebut Danjen Koppasus, Mayjen TNI Wisnu B Tenaya, Dandim 0508/Depok, Letkol Inf M Sujono, Danbrigif Linud 17 Kostrad, Camat Cimanggis Agus Gunanto, Lurah Tugu, Lurah Palsi Gunung Selatan, serta tokoh masyarakat setempat.(wandy)

Kodim 0505/JT Ikut Tanggulangi Bencana Banjir di Jaktim

Pererat Kemanunggalan TNI dengan Bersih-bersih Kali Ciluwung

Sumber: http://www.lensaindonesia.com/ 28 Januari 2012  

LENSAINDONESIA.COM: Sebagai Garda Bangsa personel Kodim 0505/JT mempererat kemanunggalan TNI terhadap rakyat. Hal itu diutarakan Kasdim 0505/JT Mayor Inf Winaryo saat Karya Bhakti pembersihan bantaran Kali Ciliwung di Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu ( 28/1/2012).

”Kita memang tugas pengabdian terhadap masyarakat dalam kepedulian akan kebersihan lingkungannya, terutama di bantaran Kali Ciliwung dan memang daerah tersebut langganan banjir setiap datangnya musim penghujan,” kata Kasdim 0505/JT.

Menurutnya, selain melakukan pembersihan Kali Ciliwung, juga penanaman pohon penghijauan berguna untuk ciptakan suasana yang asri di bantaran Kali Cliwung.

”Fungsi penanaman pohon tersebut untuk mencegah dan mengurangi terjadinya bencana banjir yang sewaktu-waktu dapat mengancam warga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Ciliwung,”ujarnya.

Ia menambahkan, Karya Bhakti bersama masyarakat di Bantaran Kali Ciliwung untuk mencegah terjadinya penyempitan kali yang diakibatkan sampah. ”Sampah memang sengaja dibuang oleh masyarakat di sepanjang Kali Ciliwung dan menghimbau agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di kali agar Kali Ciliwung tidak lagi menyempit dan tidak mengakibatkan banjir,” tegasnya. *winarko
Editor: Rudi

Maret 2012

Kopassus dan Pemprov DKI Sepakat Benahi Ciliwung 

Sumber: http://www.poskotanews.com/ 30 Maret 2012

PASAR REBO (Pos Kota) – Komitmen mengembalikan fungsi Sungai Ciliwung sebagai air baku sekaligus menjadikannya sebagai kawasan eko wisata ditunjukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Komando Pasukan Khusus TNI (Kopassus) melalui program pembenahan Sungai Ciliwung.

Salah satu rangkaian aksinya adalah pembangunan tempat penampungan sampah terpadu (TPST) di lokasi Kopassus Cijantung, Jumat (30/3). Keberadaan TPST ini diharapkan dapat menghilangkan tumpukan sampah atau tempat penampungan sampah (TPS) liar serta terkendalinya limbah cair yang terbuang di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung.

Itu pula yang menjadi target Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, dimana tahun 2017 nanti bantaran Sungai Ciliwung bebas dari TPS liar. “Kami targetkan pada tahun 2017 mendatang, tidak ditemukan lagi TPS liar di sepanjang bantaran Kali Ciliwung. Terutama mulai dari kawasan Depok hingga jembatan TB Simatupang, Pasar Rebo,” tukas gubernur saat peletakan batu pertama pembangunan TPST dan penanaman pohon bersama Danjen Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawatenaya, di Komplek Kopassus, Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, kemarin pagi.

“Kiranya pembangunan TPST dan penanaman pohon yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dan jajaran Kopassus Cijantung ini dapat memicu keterlibatan stake holder lain untuk bersama-sama masyarakat melaksanakan program Pengelolaan Ciliwung menjadi program terpadu mengembalikan keindahan Ciliwung dan mewujudkannya menjadi salah satu sungai kebanggaan Kota Jakarta yang kita cintai dan banggakan ini,” tandas orang nomor satu di ibukota tersebut.

Kepala Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, Eko Bharuna, mengatakan, demi mewujudkan target bantaran Sungai Ciliwung bebas dari TPS liar pada tahun 2017, pihaknya akan mencarikan lahan untuk pembuatan TPST. Untuk pembangunannya, akan dikaji kembali dengan melibatkan pihak terkait. “Kami optimis target tersebut tercapai. Namun sebelumnya, akan kaji dahulu bersama pihak terkait guna menyesuaikan kondisi tata ruang yang ada dan kesepakatan masyarakat sekitar,” terangnya. (yulian)

TEKS FOTO: Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, bersama Danjen Kopassus Mayjen TNI, Wisnu Bawatenaya, meletakan batu pertama pembangunan

April 2012

Kopassus Ingin Hijaukan Kali Ciliwung 

Sumber:  http://news.detik.com/14 April 2012 

Jakarta Kopassus punya niatan mulia soal Kali Ciliwung. Pasukan elite TNI itu ingin agar Kali Ciliwung di sekitar kawasan Cijantung bisa menjadi kawasan eco wisata. Nantinya masyarakat juga yang ikut menikmatinya.

“Kita punya tujuan bahwa kali Ciliwung kita jadikan eco wisata untuk menjadi tempat yang bersih dan indah sehingga kita bisa melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat,” kata Kepala Dinas Penerangan Kopassus, Letkol Infantri Taufik Shobri saat ditemui dalam acara peringatan HUT Kopassus ke 60 di kompleks Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Sabtu (14/4/2012).

Shobri melanjutkan, pihaknya juga telah melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Pemrov DKI Jakarta terkait program penghijauan dan kebersihan di sekitar wilayah Mako Kopassus.

“Kita sudah ada MOU dengan Pemda DKI untuk membentuk Eco Wisata Kali Ciliwung dengan panjang 7 Km dan Hutan Kota serta Tempat Pembuangan Akhir yang berada di kawasan Cijantung,” terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar masyarakat juga turut mendukung program tersebut demi terwujudnya lingkungan Greean and Healty.

“Mari masyarakat juga mendukung giat ini dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah secara sembarangan,” terangnya.
(ndr/ndr)

Kopassus Bakal Ubah Ciliwung Jadi Ekowisata

Sumber: http://berita.plasa.msn.com/14 April 2012

Liputan6.com, Jakarta: Instansi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat akan mengubah Kali Ciliwung di sekitar Cijantung, Jakarta Timur, menjadi ekowisata. Hal ini dikarenakan, kondisi kali terbesar di Jakarta itu sudah sangat mengkhawatirkan.

“Kita punya tujuan bahwa Kali Ciliwung kita jadikan ekowisata untuk menjadi tempat yang bersih dan indah sehingga kita bisa melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat,” kata Kepala Penerangan Kopassus, Letkol Infantri Taufiq Shobri, dalam acara HUT Kopassus ke-60 di Kompleks Mako Brimob, Cijantung, Jakarta, Sabtu (14/4).

Untuk itu, kata Shobri, pihaknya telah menandatangani nota kesepakatan dengan Pemda DKI untuk mendukung program penghijauan dan kebersihan di sekitar wilayah Mako Kopassus Cijantung.

“Kita sudah ada MoU dengan Pemda DKI untuk membentuk ekowisata Kali Ciliwung dengan panjang tujuh kilometer dan hutan kota serta tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di kawasan Cijantung,” terangnya.

Shobri berharap seluruh pihak mendukung program Greean and Healty itu untuk sadar lingkungan. Sebab, menurut Sobri, menjaga kebersihan kali merupakan tugas kita bersama. “Jadi kita mengajak semua masyarakat untuk menjalani kegiatan disiplin khususnya membuang sampah. Kalau masing-masing individu ini kita bisa bertanggung jawab dan bisa disiplin untuk tidak membuang sampah di Kali Ciliwung,” paparnya. (APY/ARI) 

Mei 2012

Bersih Ciliwung Sambut HJB

PEDULI LINGKUNGAN: Personel TNI membersihkan sampah di Sungai Ciliwung, pada kegiatan yang diadakan Kodim 0606 memperingati HUT ke-66 Kodam/III Siliwangi, kemarin.

Sumber: http://www.radar-bogor.co.id/12 Mei 2012

BOGOR-Ratusan personel gabungan yang meliputi TNI, Polri, aparat Pemkot Bogor, organisasi pemuda, sekolah, LSM, mahasiswa pecinta lingkungan dan masyarakat, turun ke Sungai Ciliwung dan Kali Cibalok, kemarin.

Secara serempak, mereka membersihkan Sungai Ciliwung dari tumpukan sampah. Kegiatan yang diadakan Kodim 0606 itu, dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun ke-66 Kodam/ III Siliwangi dan Hari Jadi ke-530 Bogor (HJB).

Sebelum memulai aksinya, dilakukan apel yang diikuti Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Bogor Bambang Gunawan, Ketua DPRD Mufti Faoqi, dan jajaran Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) serta Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH).

Sasaran aksi bebersih tersebut ada tiga titik. Pertama, Sungai Ciliwung menuju Sempur, kedua Sungai Cibalok dan ketiga di Ciliwung dekat Pasar Bogor.

Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Inf Sinyo mengatakan, kegiatan bersih-bersih sungai juga melibatkan para pedagang sekitar Pasar Bogor.

Secara keseluruhan, sebanyak 750 personel diterjunkan. Di titik pertama Sungai Ciliwung sekitar Kebun Raya menuju Sempur berjumlah 270 orang, titik kedua Kali Cibalok berjumlah 180 orang dan pada titik ketiga Sungai Ciliwung dekat Pasar Bogor berjumlah 280 orang.

Sinyo mengatakan, aksi bersih-bersih sungai ini merupakan bagian dari gerakan kali bersih dalam rangkaian menyambut HUT Kodam/III Siliwangi dan HJB.

“Kita juga berharap, ini menjadi bagian dari solusi dan upaya dalam mengatasi permasalahan kebersihan di sekitar bantaran Sungai Ciliwung dan Cisadane, yang muaranya sampai ke laut,” kata Sinyo.

Selain itu, menurut Sinyo, gerakan kali bersih ini untuk mengajak masyarakat agar peduli kebersihan lingkungan. “Sejauh ini masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan sungai, mereka dengan seenaknya membuang sampah ke sungai,” paparnya. (ram)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: