Depok

Banjir Sampah Masih Tutupi Dinding Pos Panus 

Andy Riza Hidayat | Robert Adhi Ksp 

Sumber: http://nasional.kompas.com/ 3 Januari 2012 

Andy Riza Hidayat/KOMPAS
Imih (55), petugas Pos Jaga Ketinggian Air Ciliwung di Jembatan Panus, Kota Depok menunjukkan tumpukan sampah di dinding jembatan.

DEPOK, KOMPAS.com — Tumpukan sampah kembali menutupi dinding Pos Jaga Ketinggian Air Ciliwung di Jembatan Panus, Kota Depok. Sampah tersebut menghalangi aliran air yang melintas di sekitar dinding pantau. Tumpukan sampah ini semakin lama semakin banyak seiring dengan aliran air dari hulu.

Sampah itu sudah ada sejak tanggal 17 November 2011 ketika ketinggian air ciliwung mencapai 280 sentimeter. Bersamaan dengan itu, aliran air membawa aneka sampah dari hulu. Belum ada yang membersihkan sampah tersebut sampai saat ini

“Sampah itu sudah ada sejak tanggal 17 November 2011 ketika ketinggian air Ciliwung mencapai 280 sentimeter. Bersamaan dengan itu, aliran air membawa aneka sampah dari hulu. Belum ada yang membersihkan sampah tersebut sampai saat ini,” tutur Imih (55), petugas Pos Jaga Ketinggian Air Ciliwung di Jembatan Panus, Kota Depok, Selasa (3/1/2012).

Walau Imih bukan seorang insinyur, namun dia mengkhawatirkan tumpukan sampah di kaki jembatan itu mengganggu kekuatan konstruksi jembatan. Beberapa kali Imih melaporkan timbunan sampah tersebut ke atasannya.

“Biasanya setelah ada laporan, petugas Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Depok turun membersihkan sampah,” katanya.

Tidak hanya dari hulu, sampah di kaki Jembatan Panus juga datang dari warga yang membuang sampah dari atas jembatan. Seperti yang terjadi pada Selasa siang, seorang pengguna sepeda motor melemparkan dua kantong plastik besar ke arah aliran kali.

Jembatan Panus dipenuhi sampah

Oleh Ashari

Sumber: http://www.monitordepok.co.id/23 Februari 2012 

KP PONCOL, MONDE: Menciptakan dan menjaga serta melestarikan lingkungan yang bersih dan sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi masyarakat pun ikut bertanggung jawab di dalamnya. Keduanya harus bersinergi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

Demikian dikatakan mantan Kasat Pol PP yang sekarang menajdi staf di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Depok Sariyo Sabani, di sela-sela kegiatannya mengangkat kantong-kantong sampah yang tersangkut di bentangan besi Jembatan Panus di atas Kali Ciliwung, kemarin.

“Coba lihat, di mana rasa tanggung jawab masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Buang sampah seenaknya ke Kali Ciliwung, untungnya nyangkut di besi jembatan. Tapi tetap saja mengotori lingkungan,” ujar Sariyo yang juga Ketua Kwarcab Pramuka Kota Depok ini.

Menurutnya, kegiatannya yang dilakukannya itu sebagai bentuk tanggung jawab sebagai staf BLH untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Hal itu akan terus dilakukan di seluruh lokasi di Kota Depok yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar.

“Secara bertahap. Pelan-pelan saya akan bersihkan lingkungan dari sampah liar. Akan saya lakukan terus untuk mengisi waktu senggang saya,” ujarnya.

Dari kegiatannya itu, ia mengatakan berhasil mengangkat sekitar 30 kantong plastik berukuran besar. Kantong-kantong plastik itu berisi aneka jenis sampah, mulai dari sampah lampu neon, pembalut wanita, bekas sayuran dan jenis lainnya.

Setelah melihat banyaknya kantong plastik itu, katanya, ia berkoordinasi dengan DKP yang mengirimkan gerobak motornya untuk mengangkut sampah-sampah tersebut.

“Melihat kondisi itu, sangat ironis. Di satu sisi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok getol mensosialisasikan program Depok Hijau, Depok Memilah dan Depok Menanam, tetapi masyarakatnya membuang sampah sembarangan. Apalagi di buang ke dalam Kali Ciliwung,” ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan belum tumbuhnya kesadaran masyarakat Kota Depok dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungannya. Padahal Kali Ciliwung merupakan bagian dari titik penilaian pengharagaan Adipura.(ash)

TPS Ciliwung resahkan warga

Oleh FX. Aji Hendro S

Sumber: http://www.monitordepok.co.id/ 26 April 2012 

PONDOK CINA, MONDE : Warga RW 04 dan RW 05 di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, memprotes keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di bibir Sungai Ciliwung yang lokasinya diduga di Perumahan Griya Tugu Asri, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Ketua RW 05 Wahyudin mengatakan, keberadaan TPS liar yang sampahnya sudah menumpuk di pinggir Sungai Ciliwung sudah terlihat hingga di lingkungan RW 05 Kelurahan Pondok Cina.

Menurut dia, lokasi TPS itu sudah lama namun hingga kemarin belum ada tindakan apapun dari pihak kelurahan setempat, yang mengakibatkan sampah semakin hari semakin menumpuk dan kadang jatuh ke Sungai Ciliwung.

“Tumpukan sampah yang sudah membludak di Sungai Ciliwung yang ada di Kelurahan Tugu, menimbulkan aroma bau busuk hingga menyeberang ke lingkungan warga kami,” katanya.

Tidak hanya itu, jika sampah sudah menumpuk ada petugas di TPS itu yang membakar. Pembakaran sampah itu menimbulkan polusi asap hingga menyebar ke lingkungan warga Pondok Cina, Beji.

Tumpukan sampah itu sudah mencemari lingkungan pemukiman warga, akan tetapi warga di Pondok Cina belum bisa melarangnya. Pasalnya, lokasi tumpukan sampah itu berada di wilayah Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

Warga lainnya, Mat Amin AG, juga menyayangkan keberadaan TPS liar di Sungai Ciliwung yang menimbulkan polusi udara hingga ke wilayah Kelurahan Pondok Cina.

“Di lokasi itu kami temukan lokasi TPS liar yang satu sampahnya sudah menumpuk, hingga berjatuhan ke sungai Ciliwung,” katanya.

Menurut warga setempat, lokasi TPS liar itu diduga berada di salah satu perumahan, di mana Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail bermukim.

Dimintai komentarnya, Sekretaris LPM setempat Junaedi Has, juga merasa kesal dan prihatin terhadap keberadaan TPS liar di pinggir Sungai Ciliwung.

“Ya kami rasa namanya pinggir sungai Ciliwung tidak pantas dijadikan TPS liar, dan kalau kami tahu di wilayah Tugu kan sudah ada Unit Pengolahan Sampah terpadu kok masih ada TPS liar di sungai Ciliwung,”katanya.

Masyarakat meminta agar tumpukan sampah di TPS liar di Sungai Ciliwung itu untuk segera dibersihkan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Pemkot Depok bahwa sungai bukanlah tempat pembuangan sampah.(fx)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: