Condet

Mau Berwisata Alam Murah? Ke Condet Aja!

Oleh:  Safari Sidakaton

Sumber:  http://www.tnol.co.id/  06 Maret 2012 

Kawasan Condet, Jakarta Timur ternyata menyimpan kekayaan alam yang patut diperhatikan. Baik flora, fauna dan konservasi hutannya cukup menarik untuk dipelajari…

Kawasan konservasi alam Condet, masih terlihat asri/ Foto: Safari TNOL

Anda bosan mengunjungi sejumlah mal di Jakarta untuk mengisi akhir pekan? Ingin merasakan sensasi wisata lingkungan yang asri? Nah, saat ini, ada satu tempat yang bisa dijadikan alternatif untuk tujuan wisata tersebut. Lokasinya pun masih di wilayah Kota Jakarta, atau tepatnya di bagian timur Jakarta. Sehingga, tidak perlu mengeluarkan anggaran yang besar untuk mengunjunginya.

Di tempat ini berbagai informasi tentang lingkungan hidup bisa ditemui, seperti tanaman dan satwa. Selain itu, juga bisa melihat arus Sungai Ciliwung yang mengalir. Sangat menyenangkan, sekaligus menambah pemahaman bagi pengunjung bagaimana pentingnya menjaga lingkungan.Terutama, agar terhindar dari berbagai bencana seperti banjir, longsor dan polusi udara.

Mau tahu tempatnya dimana? Yuk, ke Kawasan Condet saja, tepatnya di Jalan Munggang No. 6 Balekambang, Jakarta Timur. Sejak dulu, kawasan ini juga terkenal dengan buah duku dan salaknya. Tapi, seiring dengan semakin banyaknya penduduk, kebun-kebun duku dan salak berubah menjadi pemukiman penduduk.

Salak, masih menjadi budidaya di Condet/ Foto: Istimewa

Pada masa Gubernur Ali Sadikin, Condet juga pernah dijadikan sebagai kawasan cagar budaya masyarakat Betawi. Namun, tidak berlanjut, karena seiring dengan semakin banyaknya masyarakat pendatang, proporsi masyarakat Betawi di kawasan ini juga semakin berkurang.

Memasuki tahun 1990-an, kawasan ini kemudian dikembalikan menjadi kawasan konservasi alam dengan nama agro wisata. Kembali tidak berlangsung lama, karena disebabkan beberapa hal, diantaranya pengelolaan yang kurang terorganisir dan bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Tahun 1997, kawasan ini dihantam banjir dari luapan Sungai Ciliwung, hingga menyebabkan berbagai infrastruktur menjadi hancur.

Setelah diperbaiki, kawasan ini kembali dilanda banjir pada tahun 2002. Banjir ‘siklus lima tahunan’ ini rupanya menyadarkan warga sekitar Condet, diantaranya Abdul Kodir dan Abdul Basit untuk menata kembali kawasan tersebut. Apalagi, dua lelaki ini adalah putra asli Condet dengan ayah mereka, Haji Muhammad Nuh (almarhum), adalah petani di Condet.

Peta wisata Condet/ Foto: Istimewa

“Kita di sini untuk mengelola aset kita. Itu sudah menjadi kewajiban karena kalau tidak dirawat bisa bertambah parah,” kata Abdul Kodir kepada TNOL belum lama ini.

Kodir mengakui, untuk membuat kawasan tersebut menjadi daerah wisata yang menarik, memang masih banyak hal yang harus dilengkapi. Apalagi untuk memberi rasa aman dan nyaman agar memberi kesan tersendiri bagi setiap pengunjung yang mendatangi kawasan Condet. Terutama dapat memberi manfaat informasi dan pengetahuan yang bisa digali kawasan wisata alam yang memiliki luas satu hektar ini.

“Di sini punya nilai historis yang kuat dan lama. Dari budaya dan peradaban awalnya dari sungai,” jelas Kodir.

Diantara informasi yang bisa digali adalah adanya satu perkampungan yang sudah ada sejak masa Sebelum Masehi. Bukan itu saja, banyak benda-benda peninggalan pra sejarah yang bisa ditemukan di kawasan ini. Selain itu, terdapat juga beberapa tanaman langka yang masih bisa ditemukan, diantaranya adalah Salak Condet dan Pohon Pucung yang merupakan bahan untuk masakan pindang.

Susur sungai di Kali Ciliwung/ Foto: Istimewa

Selain itu, pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai satwa reptil seperti ular dan biawak. Oleh karena itu, jika berkunjung ke tempat ini pengunjung bisa melakukan aktivitas seperti hunting foto (makro, landscape hutan bambu dan sungai, atau human interest). Pengunjung juga bisa main air di Sungai Ciliwung, susur kampung, mengamati hutan bambu dan trash buster atau memulung sampah Ciliwung.

“Itu kan informasi sehingga harus kita telusuri,” jelasnya.

Mengingat ini adalah wisata alam, maka ada beberapa perlengkapan yang harus dibawa, diantaranya adalah sepatu yang nyaman, obat anti nyamuk, botol minum dan kotak makan untuk jajan. Bawa juga tas belanja lipat karena kawasan ini tidak menerima styrofoam, atau plastik kresek.

Selain akses lebih dekat, berwisata di kawasan Condet juga mengurangi beban kawasan Puncak-Bogor, Jawa Barat yang sudah dipenuhi ‘belantara’ villa. Juga dapat menghemat produksi emisi gas rumah kaca karena tidak lagi perlu bermacet ria di jalan. Kawasan Condet juga bisa diandalkan menjadi wisata kota yang merakyat; cukup dengan membawa tikar dan nasi rantang, maka sudah bisa rekreasi di bantaran Sungai Ciliwung layaknya orang Jepang menikmati Bunga Sakura.

Kodir menjadi relawan yang ikut melestarikan Konservasi Condet/ Foto: Safari TNOL

Selain itu, tambah Kodir, anak-anak juga bisa dikurangi budaya konsumtifnya. Karena, tidak perlu lagi ke mall dan pusat perbelanjaan untuk sekedar ‘nongkrong’ dan ‘ngumpul-ngumpul’. Di kawasan ini akan kembali digali kearifan lokal untuk berkumpul dan pemanfaatan sungai, baik flora maupun fauna, yang hampir tergerus habis oleh hedonisme.

Nah, jika Anda tertarik dengan wisata alam Condet ini maka untuk menuju ke sana juga cukup mudah. Jika naik kereta api, turun di Stasiun Kereta Api Pasar Minggu dan dilanjutkan dengan naik ojek menuju Jalan Munggang, Pangkalan Bambu (ongkos ojek Rp 5 ribu).

Sementara, yang menggunakan angkutan umum seperti TransJakarta bisa turun di PGC Cililitan yang dilanjutkan dengan naik angkot 07 turun di Jalan Munggang, Pangkalan Bambu.

Sedangkan yang membawa kendaraan pribadi seperti mobil atau motor dari PGC Cililitan masuk ke jalan Condet Raya menuju Kelurahan Balekambang, tanya arah ke rumah Bang Kodir/Bang Dudung.

Jika dari Pasar Rebo, maka arahkan kendaraan ke Rindam Jaya kemudian menuju Kelurahan Balekambang, tanya arah ke rumah Bang Kodir/Bang Dudung. Untuk masalah parkir juga tidak menjadi masalah, karena jalan di sekitar kawasan ini bisa memuat 10 bus ukuran besar.

Jadi, tunggu apa lagi, berangkat yuk…!(Sbh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: