Telaga Warna

Telaga Warna. Sumber: http://wikimapia.org/

Telaga Warna

Sumber:  http://www.beritabogor.com/

Telaga Warna terletak tidak jauh dari restoran Rindu Alam atau tepatnya 45 km dari Kota Bogor ke arah selatan (Puncak) terdapat obyek wisata alam Telaga Warna.

Lokasinya di tengah hutan tropis di pinggir Perkebunan Teh Ciliwung. Air danau bersuhu 200 C dengan kemiringan 450 ini memiliki udara yang segar sangat cocok untuk berwisata.

Untuk mencapai lokasi ini dapat menggunakan berbagai jenis kendaraan dalam waktu 45 menit dari Kota Bogor dengan rute Bogor – Puncak dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh + 200 m.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, air telaga ini konon dapat berubah warna secara alami. Hal ini menjadi data tarik dan keunikan tersendiri bagai para wisatawan.

Telaga Warna, Mata Air Ciliwung yang Terlupakan

Sumber:http://nasional.kompas.com/ 18 Januari 2009 

Laporan Wartawan Kompas-TV, Nanang Dwi Prasdi 

KOMPAS/LASTI KURNIA
Kabut tebal menyelimuti kawasan Telaga Warna di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Kabut yang datang sepanjang hari dan hujan ringan hingga lebat mendera kawasan tersebut sejak dua minggu terakhir ini.

BOGOR, MINGGU — Suasana sejuk, hening, dan menenangkan akan langsung terasa menghampiri pengunjung yang tiba di lokasi wisata alam Telaga Warna di Desa Tugu, Cisarua, Bogor, ini.

Ya, telaga ini memang sunyi karena letaknya yang tersembunyi di belakang bukit perkebunan teh di kawasan Puncak. Namun, siapa sangka telaga ini berfungsi penting bagi kelangsungan hidup Sungai Ciliwung yang mengalir dari Puncak, Bogor, hingga ke ibu kota Jakarta.

Telaga ini menjadi salah satu sumber mata air dari 13 anak sungai yang akhirnya menyatu menjadi aliran sungai Ciliwung. Fungsi Telaga Warna sendiri pernah disebutkan dalam lontar Sunda Kuno Bujangga Manik, yang diduga berasal dari abad ke-16 Masehi.

Disebutkan dalam naskah kuno itu, Bujangga Manik pernah tiba di Telaga Warna yang menjadi hulu dari sungai Cihaliwung atau yang kini disebut sebagai Ciliwung.

Air Telaga Warna bersumber dari air hujan, yang turun ke hutan di atas Gunung Telaga dan akhirnya turun ke sebuah cekungan di bawahnya.

Pentingnya hutan sebagai daerah resapan air membuat pemerintah menetapkan wilayah hutan alami seluas 365 hektar menjadi cagar alam. Diharapkan, status ini bisa melindungi kawasan hutan dari tangan jahil.

Lake Color (Telaga Warna), Bogor – Indonesia 

Sumber: http://www.indonesia-tourism.com/

Not far from the restaurant Rindu Alam or exactly 45 km from the city of Bogor to the south (Peak) there are natural attractions Telaga Warna. Its location in the middle of tropical forest on the edge of Plantation The Ciliwung. Lake water temperature of 20 C with 45 ° slope of this have fresh air is perfect for day trips. To reach this location can use different types of vehicles within 45 minutes from the city of Bogor in Bogor rule – Peak followed by walking as far as + 200 m According to local belief, the water of this lake is said to change color.

Prior designated as park area, lake area color is part of Nature Reserve Area (CA) Mega Mountain forest Cloudy and forests of Mount Hambalang defined by GB on July 17, 1972 Avg. 14.Telaga Color is Ciliwung River upstream and the buffer zone is an area of National Park of Mount Gede-Pangrango. National park is a preserved natural area with native ecosystems, which is managed by the zoning system which will dimamfaatkan for the purposes of research, science, education and one object of tourist destinations, and places of recreation.

At Telaga Warna Nature Park also has cultural attractions of the shrine frequented by pejiarah. The Nature Tourism Activities Attractions Enjoy the beauty of nature. Photo hunting. Observations of birds. Cross Country. Infrastructure facilities provided for tourists at Telaga Warna Nature Park, among others: The walkways, toilets, shelters and guard station.

Fascination Object Telaga Warna Nature Park has beautiful natural scenery with the cool air, in addition there are also natural lakes where surface water is visible in color, this is caused by the reflected sunlight coming from the cracks foliage and fell on the surface of the lake that serves as a mirror. Relatively natural state is still intact is the main attraction for tourists.

Source: bogorkab.go.id

Aneka Warna Burung di Telaga Warna

Sumber:http://muslich.blogdrive.com/22 Juni 2011 

Demi menghindari kerumunan pengunjung yang dapat mengganggu konsentrasi kami dalam pengamatan burung di area Telaga Warna, Puncak Kabupaten Bogor, kami memutuskan melakukannya pada hari Jumat pagi. Lumayanlah, menambah rekreasi di akhir pekan yang penat ini. Telaga Warna memang merupakan salah satu lokasi wisata favorit buat orang Jakarta, terutama di akhir pekan. Sehingga dapat dipastikan kalau Sabtu-Minggu akan penuh dengan pengunjung. Tentu situasi ini tidak akan menguntungkan kami yang butuh suasana tenang, sehingga burung dengan lebih mudah kita amati.

Foto 1. Asyiknya pengamatan burung di Taman Wisata Alam Telaga Warna @Fahrul/BI

Meluncur dari Tanah Sareal, Bogor, pukul 06.30 WIB, situasi jalan masih lengang sehingga dengan cepat kita sampai di pelataran parkir Telaga Warna. Mobil terparkir rapi, binokuler sudah dikalungkan di leher, roti isi coklat sudah di dalam tas. Kami menyusuri jalan setapak berbatako, membelah hijaunya kebun teh menuju kantor Taman Wisata Telaga Warna, yang merupakan kawasan pelestarian alam. Pengunjung domestik, seperti kami dikenai retribusi tiket masuk Rp. 2000, cukup murah bukan… Sementara international tourist dikenai Rp. 15000.

Cuaca pagi ini belum menguntungkan. Rintik hujan, kabut pekat, menyambut ketika kami tiba di tepian danau Telaga Warna. Suasana mistik menyeruak perasaan. Kanopi pepohonan di seputaran telaga redup, gelap, dan belum menunjukkan warna aslinya. Sementara bebungaan aneka warna bertebaran di atas air telaga. Sepertinya semalam ada semacam ‘upacara’ atau sesajenan. Beberapa orang memang menyebut telaga ini cukup mistis.

Sambil menunggu kabut hilang, kami dari Burung Indonesia ; Agung, Angga, Diah, Esty, Fahrul, Rahmadi, Wati, dan saya sendiri, melakukan briefing sambil belajar kembali mengingat dan berdiskusi mengenai pengamatan burung, birdwatnching, birding.

Apa sih pengamatan burung itu ? yaitu suatu aktivitas yang dilakukan dengan sadar, santai, tidak terbatas waktu untuk mengamati burung di alam. Birdwatching berbeda dengan penelitian atau survei burung. Birdwatching lebih dekat dengan aktivitas rekreasi. Kalau yang menggunakan kamera khusus berlensa besar ? itu namanya fotografi burung. Birdwatching dan Bird Photografi adalah dua aktivitas berbeda. Demikianlah penjelasan Fahrul mengawali briefing pagi itu.

Melalui jalan berbatu yang ada di dalam Taman Wisata, kami berjalan sangat pelan menikmati tetes embun sisa hujan tadi. Membiarkan tubuh kami terbawa kabut dingin yang perlahan-lahan menghilang. Memberikan kesempatan mata ini santai melihat hijau dedaunan, aneka warna bebungaan liar. Sambil mengintip sudut-sudut kanopi, berharap ada burung bermain. Hampir setengah jam, belum ada satupun burung yang dapat kami amati, sejauh ini hanya riuh suara pelanduk semak dan prenjak jawa saja dan wiwik uncuing. Sayang kami belum dapat melihat langsung burungnya.

Tibalah kami di tepian hutan yang berbatasan dengan kebun teh. Suasana langit makin cerah. Di daerah yang sering disebut “ekotone” ini secara terori peluang untuk melihat burung akan lebih banyak. Wilayah ini menjadi perlintasan dari dua habitat yang berbeda.

Seekor burung hitam putih kecil, loncat meloncat di ranting kering. Ssstttt….saya mengarahkan rekan-rekan untuk menuju satu objek. Spotting beberapa detik..langsung saya arahkan binokuler ke arah objek. Yuppss….kepala bagian atas hitam, penutup telinga putih, tubuh bagian atas hitam-putih, sementara dada-perut putih. Paruh menyerupai paruhnya burung pipit, ekor hitam…. Parus major begitu bisik saya dalam hati. Untuk memuaskan pengamatan, saya gambar sketsa, saya catat waktu perjumpaan dan tingkah lakunya.

Setelah puas dengan si hitam-putih ini. Saya dan anggota kelompok menuju kebun teh untuk melihat hutan Telaga Warna dari ketinggian. Luar biasa bagusnya…hutan pegunungan yang masih asli. Kanopi aneka bentuk, aneka warna bertumpukkan membentuk gerombolan yang padat. Tidak bisa dipungkiri lagi kalau hutan ini sangat vital fungisnya. Disebut-sebut..hulu Sungai Ciliwung dimulai dari danau yang ada di dalam kawasan ini. Kami kembali ke jalan setapak, namun sayang jalan tertutup longsoran dan terhalang pepohonan yang tumbang. Kami berbelok arah mencari alternatif jalur. Akhirnya kami memfokuskan pengamatan di sekitar telaga.

Wow…makin siang makin ramai kicau burung. Ayo kunjungi Telaga Warna !

  1. Munguk loreng
  2. Burung-madu gunung
  3. Kacamata gunung
  4. Sikatan kepala-abu
  5. Kipasan ekor-merah
  6. Gelatik-batu kelabu
  7. Elang-ular bido
  8. Raja udang meninting
  9. Kangkok ranting
  10. Burung madu belukar
  11. Layang-layang batu
  12. Sikatan rimba dada coklat
  13. Cinenen gunung

Telaga Warna, Upstream of Ciliwung River 

 Sumber: http://henry-adam.blogspot.com/ 10 November 2011 

Telaga Warna 1.378 – 1.831 m dpl, approximately 80 km or 1,5 hour drive from Jakarta through Cisarua; 1.45 hour drive from Bandung; and 10 minutes from Puncak Pass on foot to the entry gate. Telaga Warna is an upstream Ciliwung River and is an part of the buffer zone of Mount Gede-Pangrango National Park. The Lake is surrounded by tea plantation.

 

History

On a sunny day, the lake will have a beautifull and amazing colour. Actually, the colour is a reflection of canopy forest, plants, flowers and the sky surrounding the lake. But, the local people believes that the colour is sparkling from a neclace of a Princess living in the Lake, and the water of the Lake is the tears of the Princess.

Flora

Type of Vegetation are mountain rain forest, flora made up of diverse species of trees are Puspa (Schima walichii), Saninten (Castanopsis argentea) and others.

Fauna

Type of wildlife which can be found in this area are birds such as turtledoves (Strepto chinensis), qual (Turnix Susciator), Kadanca (Ducula sp), Swallow (Collocalia vulvanorum) and others.

Visitor Activity

Visitors come to enjoy the beauty of the lake mostly at the weekend. Taking, pictures, tea walk, bycicle, bird watching, paragliding watching are other activities that can be done by visitors.

Paragliding Watching – Foto: Henry Adam

Paragliders- Foto: Henry Adam

 I wish the lake and its surrounding can be mantained in a sustainable way so that they can still be enjoyed by our future generation.

Telaga Warna. Sumber: http://wikimapia.org/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: